SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 496. Perombakan Ruang Kultivasi


__ADS_3

Raja siluman kepiting itupun mencabut tombak tersebut, lalu melompat ke arah Liu Ryu, sambil mengayunkan tombaknya.


Liu Ryu menyipitkan matanya lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.


Wuush!


Liu Ryu melesat dengan kecepatan tinggi layaknya meteor, lalu mengayunkan pedangnya untuk menyambut serangan dari raja siluman kepiting.


Traaang!


Bboooom!


Benturan keras dari kedua senjata, menciptakan gelombang energi yang sangat kuat.


Traaang!


Traaang!


Traaang!


Pertukaran serangan dari kedua jenis senjata membuat alam sekitar menjadi gelap, seakan terjadi bencana besar.


" Tombak Penghancur Daratan."


Wuush!


Raja siluman kepiting mengarahkan tombaknya ke arah Liu Ryu, hingga mengeluarkan siluet kepiting raksasa


" Seni Naga Kehampaan, Tebasan Sang Agung."


Creeessh!


Liu Ryu yang melompat ke arah belakang, kini mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan dari raja siluman kepiting.


Traaang!


Blaaar!


Saat kedua serangan saling bertemu, seluruh hutan berguncang hebat, hingga menciptakan sebuah jurang raksasa.


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping raja siluman kepiting, lalu mengayunkan pedangnya.


Raja siluman kepiting memutar bola matanya ke arah samping tempat kemunculan Liu Ryu, lalu mengayunkan tombaknya.


Ggooooaaarr!


Sebuah tebasan bersarang pada tubuh raja siluman kepiting, hingga membuatnya meraung keras.


Creeessh!


Dalam hitungan kurang dari satu detik, Liu Ryu kembali mengayunkan pedangnya ke atas untuk menangkis pukulan tombak dari raja siluman kepiting.


Traaang!


Kedua jenis senjata saling bertemu, membuat keduanya terpental puluhan meter dan membentur tanah yang menjadi kawah raksasa.


Raja siluman kepiting menyipitkan matanya, sambil memegang dadanya yang terkena luka sayatan yang secara perlahan mulai menutup.


Raja siluman kepiting menatap ke arah Liu Ryu penuh dengan kebencian, karena lawannya menggunakan konsep ruang waktu untuk menyerangnya.

__ADS_1


" Dasar dewa licik." Raja siluman kepiting mengumpat dalam hati.


Meskipun luka sayatan di dadanya kembali menutup, namun tentu saja akan menguras tenaganya.


" Itu bukan cara licik, melainkan sebuah strategi bertarung."


Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu kembali melesat ke arah raja siluman kepiting sambil mengayunkan pedangnya.


Raja siluman kera juga tidak tinggal diam, langsung menancapkan tombaknya ke dalam tanah, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.


" Hujan Bola Api."


Wuush! Wuush! Wuush!


Hujan bola api berjatuhan dari langit, seperti menjatuhkan sebuah meteor, mengarah kepada Liu Ryu.


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu langsung berhenti, lalu melemparkan Pedang Naga Petir ke udara, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.


" Seni Naga Kehampaan, Pelahap Kekosongan."


Duuung!


Sebuah cincin raksasa membentuk lubang hitam, melahap semua hujan bola api yang turun dari langit.


Raja siluman kepiting memasang wajah serius, karena semua sihir terkuatnya sudah dia lepaskan, namun belum mampu mengalahkan Liu Ryu.


Di sisi lain, Liu Ryu kembali mengangkat tangannya hingga Pedang Naga Petir kembali ke tangannya.


Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, lalu menatap ke arah raja siluman kepiting yang masih berada di tempatnya.


" Seni Naga Kehampaan, Jalan Bayangan."


Wuush!


Sebuah bayangan yang sangat cepat, melesat ke arah raja siluman kera.


Liu Ryu yang sudah menggunakan kecepatan penuh, kini bergerak liar dari berbagai arah sambil menebas tubuh raja siluman kepiting.


Kali ini raja siluman kepiting sama sekali tidak berkutik, karena kecepatan Liu Ryu sama sekali tidak terbaca.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Raja siluman kepiting meraung keras, karena Liu Ryu terus menyerangnya dari berbagai arah.


" Sihir Api, Kubah Api."


Duuung!


Dengan sisa tenaganya, raja siluman kepiting dengan buru-buru menciptakan sihir kubah transparan untuk melindungi tubuhnya.


Traaang!


Benturan keras dari Pedang Naga Petir bersarang pada kubus api, membuat Liu Ryu terlempar ke udara.


Liu Ryu dengan buru-buru menyeimbangkan tubuhnya, lalu melemparkan Pedang Naga Petir ke arah raja siluman kepiting.


Saat Pedang Naga Petir melesat ke arah raja siluman kepiting, Liu Ryu langsung mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, lalu merentangkan kedua tangannya ke atas hingga tercipta bola Kehampaan berukuran besar.


" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."

__ADS_1


Wuush!


Bola Kehampaan melesat cepat ke satu arah dengan Pedang Naga Petir yang melesat dengan kecepatan tinggi.


Traaang!


Pedang Naga Petir membentur kubah api yang melindungi tubuh raja siluman kepiting, hingga menimbulkan retakan membentuk jaring laba-laba.


Bboooom!


Saat yang bersamaan, bola Kehampaan menyelimuti Pedang Naga Petir, hingga terus menekan kubus api.


Traaang!


Kraaack!


Gabungan dari Pedang Naga Petir dan Bola Kehampaan, membuat kubus api hancur berkeping-keping.


Raja siluman kepiting terlihat pucat, karena serangan dari Liu Ryu sangat mematikan, sehingga dengan buru-buru menyilangkan kedua tangannya.


Bboooom!


Namun semuanya terlambat, karena Pedang Naga Petir sudah menusuk dada raja siluman kepiting, hingga efek bola Kehampaan membuat tubuh raja siluman kera hancur berkeping-keping.


Wuush!


Sebuah benda berwarna biru laut, melayang di udara, yang merupakan Inti Roh dari raja siluman kera.


Wuush!


Inti Roh dari raja siluman kepiting yang awalnya berukuran kecil, kini semakin lama semakin membesar hingga seukuran bukit kecil.


Liu Ryu menyipitkan matanya, karena baru pertama kali melihat Inti Roh bisa membesar.


" Sepertinya Inti Roh gabungan dari Inti Roh gurita, Ikan hiu, bahkan belasan Inti Roh siluman yang lain." Liu Ryu menggelengkan kepala, lalu memasukkan Inti Roh tersebut ke Dunia Quzhu.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu kembali melanjutkan perjalanan menuju daratan Muktho.


Sepanjang perjalanan, aura kematian semakin pekat, hingga beberapa hewan laut yang sudah berevolusi juga semakin kuat.


Tentu Liu Ryu tidak melewatkan kesempatan untuk membunuh mereka agar bisa meningkatkan energi alam di Dunia Quzhu, sehingga Liu Ryu bisa digunakan untuk memulihkan diri.


Waktu terus berjalan, dimana aura kematian semakin pekat, membuat Liu Ryu memikirkan cara untuk memanfaatkan aura kematian Sumberdaya.


" Sepertinya aku harus kembali ke Dunia Quzhu untuk sementara waktu." Gumam Liu Ryu, lalu berpindah tempat ke Istana Kristal.


Saat berada di Istana Kristal, Liu Ryu merasakan bahwa keempat Istrinya masih sedang Berkultivasi.


Tidak ingin mengganggu Kultivasi Istrinya, Liu Ryu berjalan menuju sebuah ruangan tempat kolam pemurnian yang pernah dia ciptakan sebelumnya.


" Mungkin aku bisa menggunakan tempat ini sebagai Ruang Kultivasi Ganda." Liu Ryu berpikir untuk menyiapkan ruangan tersebut agar bisa digunakan saat dia berhasil mencapai ranah half Immortal tahap awal.


Liu Ryu meneteskan air yang diberikan ratu siluman mimpi sebelumnya, hingga air tersebut bersinar terang.


Liu Ryu juga menggabungkan air tersebut dengan air suci ras peri, lalu meletakkan semua Batu Roh sebanyak mungkin.


Wuush!


Udara di sekitar ruangan berhembus mengelilingi kolam, hingga mengeluarkan aroma wangi yang bisa membangkitkan gairah bagi siapapun yang menghirupnya.


" Menarik." Liu Ryu terlihat senang karena dengan adanya Kolam Kultivasi Ganda, maka dia bisa meningkatkan kekuatannya, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.


Tentu untuk mencapai tahap berikutnya, membutuhkan waktu selama ratusan hingga jutaan tahun agar bisa naik tingkat.

__ADS_1


__ADS_2