SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 502. Kelompok Suci II


__ADS_3

Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, karena belasan sosok itu tidak menunjukkan diri mereka sebagai kelompok suci.


Tidak lama kemudian, terdengar suara erangan dari para wanita yang sedang melayani keinginan kelompok suci.


Suara erangan terdengar jelas di telinga Liu Ryu, membuatnya memasang wajah masam.


" Sepertinya ambisi, tipu muslihat dan kekuasaan tidak lepas dari semua makhluk hidup." Liu Ryu menghela nafas panjang sambil meneguk arak miliknya.


Sesaat Liu Ryu meminta kepada salah satu pelayan untuk memanggil pemilik penginapan.


" Tunggu sebentar tuan." Ucap pelayan, lalu dengan buru-buru berjalan ke sebuah arah untuk bertemu dengan pemilik penginapan.


Tentu dengan batangan emas yang Liu Ryu berikan sebelumnya, para pelayan tidak segan memenuhi keinginan Liu Ryu, karena pemuda itu memiliki harta yang sangat banyak.


Tidak lama kemudian, terlihat pelayan sebelumnya muncul bersama sosok pria paruh baya.


" Tuan... Pemuda itulah yang memberikan batangan emas sebelumnya." Ucap pelayan, sambil menunjuk ke arah Liu Ryu.


Pemilik penginapan itupun mengangguk kecil, lalu berjalan mendekati Liu Ryu.


" Salam tuan." Pria paruh baya memberi hormat.


" Mmmmm." Liu Ryu mengangguk kecil, lalu mempersilahkan kepada pemilik penginapan untuk duduk di kursi di depannya.


Meskipun masih belum mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Liu Ryu, pemilik penginapan mengikuti keinginan Liu Ryu lalu duduk di kursi yang tersedia.


" Tuan... Apa yang ingin anda sampaikan kepadaku?" Tanya pemilik penginapan sekaligus pemilik restoran.


" Aku hanya ingin bertanya, berapa banyak makanan yang disediakan oleh restoran ini?" Tanya Liu Ryu, sambil mengeluarkan dua batangan emas lagi.


Melihat dua batangan emas di depan meja, pemilik penginapan sontak kaget karena sangat jarang ada orang yang memiliki harta sebanyak itu.


" Tuan muda... Untuk apa anda bertanya seperti itu?" Tanya pemilik penginapan.

__ADS_1


" Saat aku memasuki kota ini, banyak sekali para warga yang kelaparan. Jika pihak restoran ini mampu memberikan makanan kepada mereka, aku akan membayar semua biayanya." Liu Ryu tidak ingin basa-basi, langsung mengutarakan tujuannya.


Pemilik penginapan menarik napas dalam-dalam, karena tujuan Liu Ryu begitu mulia.


Namun yang menjadi kendala, yaitu pemilik restoran tidak mampu memberikan makanan kepada para warga, karena mereka juga memerlukan bahan makanan yang semakin menipis.


" Untuk masalah daging, aku akan memberikan sebanyak apapun yang kalian inginkan." Liu Ryu yang memahami situasi tersebut, langsung mengeluarkan tumpukan mayat hewan yang berada di Dunia Quzhu.


" Ini..." Pemilik penginapan membuka matanya lebar-lebar, karena mayat hewan buas yang diberikan Liu Ryu tidak terkoordinasi oleh aura kematian.


Liu Ryu juga menjelaskan bahwa dia masih banyak menyimpan daging hewan buas, bahkan hewan laut, jika pihak restoran menginginkannya.


" Pelayan disini hanya ada tujuh orang. Tapi dengan batangan emas ini, aku bisa merekrut para pelayan agar bisa bekerja disini." Pemilik penginapan itupun meminta kepada dua pelayan untuk merekrut para pelayan dari warga yang tinggal di kota itu.


Kedua pelayan itupun mengangguk kecil, lalu meninggalkan tempat itu untuk mencari para wanita yang ingin menjadi pegawai restoran.


Saat mereka sedang berbincang, kini belasan kelompok suci keluar dari kamar masing-masing dengan membawa puluhan wanita yang sudah melayani mereka.


" Pelayan... Berikan kepada mereka hidangan yang lezat disini. Mereka sudah melakukan pekerjaan mereka dengan baik." Salah satu kelompok suci memberi perintah kepada pelayan yang tersisa di tempat itu.


Setelah itu belasan kelompok suci meninggalkan tempat itu, dan meminta kepada puluhan wanita untuk tinggal di restoran agar bisa dilayani oleh para pelayan.


Puluhan wanita itupun mengangguk kecil, lalu mengambil tempat untuk duduk, sambil menunggu para pelayan memberikan makanan kepada mereka.


" Kenapa begitu lama? Kami ini adalah wanita terpilih dari kelompok suci." Salah satu wanita bersuara dengan lantang, karena para pelayan masih belum muncul.


Tentu sebagai wanita dari kelompok suci, puluhan wanita itu memiliki status yang tinggi, sehingga mereka bisa bertindak semena-mena terhadap siapapun.


" Mohon nona semuanya bisa bersabar! Para pelayanku sedang menyiapkan makanan untuk kalian." Pemilik penginapan dengan buru-buru berlutut di hadapan puluhan wanita, karena tidak ingin menyinggung mereka.


Di sisi lain, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, karena puluhan wanita itu telah memanfaatkan nama besar kelompok suci.


" Ohhh... Kamu berani kepada kami? Jika kami melaporkan kejadian ini kepada kelompok suci, maka penginapan ini akan dimusnahkan." Salah satu dari wanita, merasa tidak senang karena pemilik penginapan berani menjawab ucapan mereka.

__ADS_1


" Ohhh... Apa hebatnya menjadi wanita kelompok suci? Kalian tidak lebih dari wanita penghibur." Liu Ryu yang merasa tidak senang, langsung mengeluarkan suara.


Mendengar ucapan tersebut, puluhan wanita itupun menoleh ke arah sumber suara,. hingga tatapan mereka tertuju pada Liu Ryu dan dua batangan emas yang berada di atas meja.


" Apa kamu berani menyinggung kelompok suci?" Tanya salah satu wanita, dengan nada mengancam.


" Saudari, lihat! Di atas mejanya ada dua batangan emas." Ucap wanita lain, sambil menunjuk ke arah meja makan tempat Liu Ryu.


" Dua batangan emas ini milik kami! Jika ada yang keberatan, silahkan bertanya kepada kelompok suci!" Dua sosok wanita melangkahkan kakinya menuju ke arah meja yang ditempati Liu Ryu, berniat untuk mengambil dua batangan emas.


" Dasar wanita murahan."


Baaang! Baaang!


Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu menangkap kedua tangan wanita itu, lalu memukulnya hingga terpental membentur dinding.


" Ka... Kau." Melihat kedua wanita itu sudah mati, puluhan wanita itu menatap tajam ke arah Liu Ryu.


Di sisi lain, pemilik penginapan dan pelayan yang berada di tempat itu terlihat pucat, karena Liu Ryu telah menyinggung wanita kelompok suci.


" Pergilah, sebelum aku membunuh kalian semua!" Ucap Liu Ryu yang sudah berdiri di depan puluhan wanita itu.


Mendapatkan ancaman dari Liu Ryu, puluhan wanita itu terlihat pucat, karena dengan kemampuan mereka, tentu tidak mampu menghadapi Liu Ryu.


" Kami akan melaporkan kejadian ini kepada kelompok suci." Puluhan wanita itupun memberi ancaman kepada Liu Ryu, lalu meninggalkan ruangan tersebut.


Di sisi lain, pemilik penginapan menghela nafas berat, karena Liu Ryu telah menyinggung wanita kelompok suci.


Itu artinya Liu Ryu akan mendapatkan hukuman dari kelompok suci, saat mereka kembali.


" Kalian tidak perlu khawatir! Utamakan keselamatan para warga. Untuk masalah ini, biar aku sendiri yang menghadapi mereka." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan mendekati pemilik penginapan.


Jika saja Liu Ryu tidak melihat kondisi para warga, tentu dia sama sekali tidak peduli. Namun saat melihat kondisi para warga yang begitu memprihatinkan, hati Liu Ryu juga tergerak.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, terlihat dua pelayan datang dengan membawa beberapa sosok wanita yang akan menjadi pelayan restoran.


__ADS_2