
Tentu hal itu sudah diatur sedemikian rupa, meskipun memakan waktu selama miliaran tahun, sehingga para penguasa elemen tidak menyadari bahwa mereka hanya dijadikan sebagai alat untuk memenuhi keinginan pencipta mereka.
Itu semua karena Dewi Nuwa meminjam Pagoda Jiwa milik Liu Ryu, sehingga dia bisa merasakan bahwa Liu Ryu sedang dijadikan sebagai bidak catur salah satu penguasa Planet.
Beruntung Liu Ryu menghilangkan Inti elemen yang dia miliki dan menciptakan elemen Kehampaan yang baru, sehingga ketika dia mencapai tahap Bintang Dewa, penguasa Planet tersebut tidak bisa mendatanginya agar bisa dijadikan sebagai Pil.
" Bukankah semua memiliki aturan alam semesta?" Tanya Liu Ryu, karena menurut keterangan dari Pohon Pengetahuan, bahwa dia sudah melanggar aturan alam semesta.
" Kamu pikir siapa yang membuat aturan itu? Jika ada sebuah aturan, itu artinya ada orang lain yang membuat aturan itu, sehingga akan terlihat baik." Jawab Dewi Nuwa.
Dewi Nuwa juga mengatakan bahwa semua Istri Liu Ryu yang memiliki Tubuh Abadi sudah diatur oleh penguasa Planet, sehingga ketika mereka mencapai tahap Bintang Dewa, penguasa Planet itu akan mengambil mereka.
Tidak hanya itu saja, hampir semua Istri Liu Ryu sudah menjadi target para penguasa Planet, karena dari sejak lahir, sudah memberikan setetes darahnya kepada mereka.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu memasang wajah serius, karena itu artinya semua Istrinya yang berada di Dunia Tiantang sedang dalam bahaya.
" Dewi Nuwa... Apa kamu bisa membawaku kembali ke Dunia Tiantang?" Liu Ryu terlihat khawatir dengan keselamatan semua Istrinya.
" Aku tidak memiliki hak untuk membawamu kembali ke Dunia Tiantang, karena penguasaku tidak mengizinkan. Namun aku bisa membantumu untuk melindungi beberapa Istrimu, sedangkan yang lain, aku sendiri tidak mampu." Dewi Nuwa menggelengkan kepala, karena dia sendiri dibawah kekuasaan penguasa Planet Bumi.
Liu Ryu merapatkan giginya, karena hidupnya seakan diatur oleh orang lain, sehingga dia tidak bisa keluar dari dunia itu sebelum melepaskan belenggu yang membawanya ke dunia itu.
" Lalu apa yang harus aku lakukan agar bisa menggunakan portal teleportasi yang berada di dunia ini?" Tanya Liu Ryu.
" Kamu harus mencapai ranah Half Immortal dengan cara menjadikan beberapa makhluk yang sudah mencapai tahap Bintang Dewa sebagai Pil." Jawab Dewi Nuwa, karena hanya dengan mencapai ranah Half Immortal saja yang bisa menggunakan portal teleportasi.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu memasang wajah jelek, karena untuk mencari seseorang yang sudah mencapai tahap Bintang Dewa sangat sulit untuk didapatkan.
__ADS_1
Sebenarnya itu adalah rahasia alam semesta, namun mengingat Liu Ryu pernah menolongnya, Dewi Nuwa harus melanggar aturan dari penguasanya dan berharap agar Liu Ryu bisa mencari cara untuk melepaskan belenggu dari penguasa Planet.
" Aku sarankan, jika kamu sudah kembali ke Dunia Tiantang, jangan pernah tinggal di dunia manapun, karena semuanya tidak lepas dari incaran para penguasa Planet." Dewi Nuwa mengingatkan kepada Liu Ryu agar menciptakan dunianya sendiri.
Dengan demikian keluarganya masih bisa diselamatkan dari para penguasa Planet yang tidak tau dimana keberadaan mereka yang seakan bersembunyi dibalik bayang-bayang kegelapan.
Sebagai salah satunya adalah Xu Tianpeng yang menyadari bahwa dia adalah sosok yang terlahir dari alam semesta, yang artinya dia diciptakan oleh penguasa Planet Bumi.
Dengan kata lain, dia harus melepaskan diri dari belenggu dari penguasa Planet, dan menentang aturan alam semesta.
Dewi Nuwa yang berasal dari ras peri dan berhasil menjadi kaisar peri juga tidak bisa membantu Liu Ryu dan Istrinya, karena dia juga diatur oleh penguasanya, meskipun dia tidak pernah bertemu dengan sosok tersebut.
" Disini adalah dunia kecil yang aku ciptakan untuk ras peri. Tapi sepertinya kamu sangat beruntung bisa masuk kesini. Sedangkan diriku yang sekarang hanyalah pecahan jiwa, jadi tidak bisa membantumu." Ucap Dewi Nuwa.
Dewi Nuwa memberikan berbagai informasi kepada Liu Ryu, sehingga kedepannya pemuda itu memiliki cara tersendiri agar bisa menciptakan dunia baru, sehingga semua makhluk hidup tidak berada dibalik bayang-bayang kegelapan.
" Baiklah, aku akan membantumu. Tapi aku juga meminta bantuanmu untuk melindungi Istriku sebelum kembali ke Dunia Tiantang." Liu Ryu tidak memiliki pilihan lain, kecuali harus mencari cara untuk meningkatkan Kultivasinya hingga mencapai ranah Half Immortal.
Dengan demikian Liu Ryu bisa menggunakan portal teleportasi agar bisa kembali ke Dunia Tiantang tanpa harus mengikuti aturan alam semesta.
" Aku akan membantumu sesuai kemampuanku." Jawab Dewi Nuwa, meskipun dia tidak mungkin bisa menyelamatkan semua Istri Liu Ryu.
Sesaat Dewi Nuwa menghilang dari pandangan, dimana Liu Ryu juga kembali ke tubuh kasarnya.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu mengambil sebuah benda yang berada dibawah patung tersebut, lalu meminta bantuan kepada keempat Istrinya untuk menyalurkan Qi mereka.
Bahkan dua raja dan ratu peri juga ikut membantu mereka, karena mereka mengetahui bahwa Liu Ryu belum pulih total.
__ADS_1
*******
( Dunia Yuzhou )
Di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, kini terlihat satu sosok yang terlihat khawatir karena perjanjian darah yang pernah dia lakukan sejak jutaan tahun yang lalu.
Sosok itu tidak lain adalah Dewa Ashura yang baru saja menerobos Bintang Dewa, namun tidak ada kebahagiaan dari raut wajahnya.
" Dewa Ashura... Apa yang terjadi?" Tanya salah satu pengikut setianya.
Tentu para pengikut setia Dewa Ashura merasa heran karena sosok itu terlihat khawatir, meskipun baru menerobos Bintang Dewa.
" Kalian adalah pengikut setiaku. Bawalah benda ini dan pergi ke Dunia Tiantang! Jika kalian bertemu dengan teman lamaku, berikan benda ini kepadanya." Ucap Dewa Ashura, lalu memberikan sebuah Cincin Ruang kepada salah satu bawahannya.
Pengawal itupun langsung mengambil Cincin tersebut, meskipun dia tidak mengetahui apa yang membuat Dewa Ashura terlihat murung.
" Dewa Ashura... Jika ada masalah, katakan kepada kami! Kami akan membantumu, meskipun harus mengorbankan nyawa kami sendiri." Ucap sosok tersebut.
" Pergilah dari sini secepat mungkin. Ini adalah perintah." Ucap Dewa Ashura, dengan nada tinggi.
" Ba... Baik Dewa Ashura." Jawab mereka serempak, lalu meninggalkan tempat tersebut sesuai perintah Dewa Ashura, meskipun tidak mengetahui kekhawatiran sosok tersebut.
Tidak lama kemudian, terlihat sosok bayangan yang memiliki ukuran besar, yang memiliki sepasang tanduk di kepalanya.
" Salam sang penguasa." Ucap Dewa Ashura, langsung berlutut di hadapan sosok tersebut.
" Mmmmm." Sosok itupun menganggukkan kepalanya, dimana sepasang matanya mengeluarkan api berwarna merah darah.
__ADS_1
Sosok itu tidak lain adalah Dewa Ashura yang asli, yang merupakan salah satu penguasa Planet yang sangat jauh.