
Tentu semua istri Liu Ryu berpikir demikian karena satu anggota mereka tidak memiliki pasangan Kultivasi Ganda.
Untuk memenuhi kebutuhan Kultivasinya, anggota itu akan meminta kepada Istri Liu Ryu untuk melakukan Kultivasi Ganda dengannya.
" Untuk masalah itu, kita pikirkan nanti! Yang penting sekarang kita mencari satu anggota yang mau bergabung bersama kita, namun tidak menuntut untuk melakukan Kultivasi Ganda." Ucap Liu Ryu, lalu membawa Istrinya menuju ke kota Yanshu.
Saat berada di depan pintu gerbang, salah satu penjaga menyipitkan matanya, sambil menatap ke arah Liu Ryu dan 19 wanita yang bersamanya.
" Apa kalian memiliki token?" Tanya salah satu penjaga gerbang.
" Maaf penjaga... Kami hanya memiliki satu token. Sedangkan 19 Istriku tidak memiliki token." Liu Ryu berkata dengan jujur, karena dia tidak bisa mengelabui para penjaga.
" ISTRI?" Semua penjaga gerbang mengerutkan kening, karena baru pertama kali seorang Immortal memiliki pasangan suami-istri.
Tentu untuk mencapai ranah Immortal bisa dihitung dengan jari, karena akan banyak pasangan suami-istri yang tertinggal di berbagai Planet, karena tidak mampu menerobos ranah half Immortal.
" Maaf penjaga... Apa kami boleh masuk?" Tanya Liu Ryu, sambil mengeluarkan tumpukan Batu Roh.
Melihat tumpukan Batu Roh di depan mereka, para penjaga gerbang terlihat bersemangat, karena Batu Roh masih bisa digunakan untuk mengisi energi di kolam Kultivasi.
" Baiklah, kalian boleh masuk! Tapi kalian akan kesulitan untuk mendapatkan kelompok." Ucap salah satu penjaga gerbang, sambil mengingatkan kepada Liu Ryu.
Liu Ryu mengangguk kecil, lalu masuk ke dalam kota Yanshu bersama Istrinya untuk mencari petugas kota.
Kota Yanshu bukanlah kota seperti biasa, melainkan tempat berkumpul para Immortal yang terletak di perbatasan wilayah kekuasaan Kaisar Siluman.
Oleh karena itu, kota Yanshu merupakan salah satu tempat untuk berhadapan langsung dengan ras hewan buas, sehingga para Immortal akan mendiami kota itu sebelum berangkat ke Tanah Perang.
Kota Yanshu juga dibangun oleh Kaisar Manusia, sehingga beberapa bangunan di tempat itu memiliki kesamaan.
Liu Ryu yang sudah berada di alun-alun kota, kini langsung membawa Istrinya untuk mendaftarkan kelompoknya.
Sedangkan para Immortal yang lain langsung memilih untuk bergabung bersama kelompok yang sudah lama berdiri, sehingga mereka tidak kesulitan untuk mendapatkan tempat tinggal.
__ADS_1
" Kalian ingin bergabung dengan kelompok mana?" Tanya salah satu petugas yang berjaga di tempat itu.
" Kami ingin membuat kelompok sendiri, yaitu Fraksi Bintang." Ucap Liu Ryu, sambil mengeluarkan tumpukan Batu Roh.
Melihat tumpukan Batu Roh di atas meja, petugas itupun menyipitkan matanya, karena merasa tidak senang atas tindakan dari Liu Ryu.
" Saudara... Ini bukan masalah harta. Tapi ini menyangkut keselamatan kalian." Ucap petugas, lalu meminta kepada Liu Ryu untuk mengambil kembali Batu Roh yang dia keluarkan sebelumnya.
Melihat petugas yang tidak bisa disogok, Liu Ryu menghela nafas panjang, lalu mengambil kembali Batu Roh dari atas meja.
" Aku sarankan agar kalian bergabung dengan kelompok lain saja! Terlebih kelompok yang kamu daftarkan tidak memenuhi syarat."
" Sekalipun kamu sudah memiliki 20 anggota dan sudah mencapai ranah half Immortal tahap akhir, namun itu masih belum cukup." Petugas itupun meminta kepada Liu Ryu agar mengurungkan niatnya, karena Tanah Perang sangat liar.
Disamping melawan musuh, masih ada beberapa kelompok yang sering melakukan penindasan terhadap kelompok yang lemah.
Namun tekad Liu Ryu sudah bulat, sehingga dia masih bersikeras untuk membuat kelompoknya sendiri.
" Jika kamu masih bersikeras, kamu harus mencari satu anggota dan berhasil menerobos half Immortal tahap akhir terlebih dulu."
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu mengangguk kecil lalu membawa Istrinya untuk mencari para Immortal yang mau bergabung bersama mereka.
Waktu terus berjalan, dimana Liu Ryu dan Istrinya mencoba menemui dan membujuk para Immortal yang mau bergabung.
Namun dari setiap Immortal yang mereka temui, tidak ada satupun yang mau bergabung dengan Fraksi Bintang.
" Suamiku, bagaimana ini?" Tanya Xie Hua yang sudah menyerah, kini menghela nafas panjang.
" Aku yakin dari ratusan Immortal yang berada di tempat ini, pasti ada yang ingin bergabung bersama kita." Liu Ryu yang seakan tidak pernah menyerah, terus berjalan untuk mencari para Immortal yang lain.
Meskipun ada beberapa Immortal yang tertarik kepada Xie Hua dan yang lain, namun mereka harus berpikir dua kali jika bergabung dengan Fraksi Bintang, karena keselamatan mereka tidak terjamin.
" Suamiku... Lebih baik kita Istirahat saja. Di tempat ini seakan menguras tenaga kita." Nan Sian tertunduk lesu karena perbedaan gravitasi, membuat mereka merasa kelelahan karena sudah berjalan selama seharian penuh.
__ADS_1
" Kalian boleh kembali ke Dunia Quzhu! Biar aku sendiri yang mencari mereka." Ucap Liu Ryu, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju ke berbagai sudut kota.
Sedangkan Xie Hua dan Istri Liu Ryu yang lain memilih untuk kembali ke Dunia Quzhu, karena mereka sudah bersikap pasrah.
*******
Di sebuah Istana yang sangat jauh dari North Planet, kini terlihat Dewi Nuwa sedang berjalan mondar mandir karena banyak hal yang mengganjal di pikirannya.
Berada di dalam Istana dan menjaga Dunia Tiantang merupakan keputusan yang tepat, karena tidak banyak mengalami tantangan.
Namun kali ini Dewi Nuwa merasa tertantang untuk pergi ke North Planet, karena hanya dengan demikian dia bisa lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasinya.
Terlebih Dewi Nuwa juga sudah mengetahui bahwa Liu Ryu dan Jiang Caiping sudah mencapai Half Immortal tahap menengah, sehingga dia akan tertinggal jika terus menjaga Dunia Tiantang.
" Yang Mulia Kaisar.... Aku ingin melepaskan tugasku sebagai pelindung Dunia Tiantang. Aku ingin pergi ke North Planet untuk menambah pengalaman." Ucap Dewi Nuwa sambil menatap ke arah layar kristal di depannya.
Buussshh!
Seketika di dalam kristal tersebut muncul sosok berbentuk manusia, meskipun hanya samar-samar.
" Dewi Nuwa... Apa kamu yakin dengan keputusanmu?" Tanya sosok samar-samar yang muncul di kristal berbentuk layar.
" Benar Yang Mulia Kaisar." Dewi Nuwa membulatkan tekad untuk pergi ke North Planet.
" Jika kamu mengundurkan diri, maka gelarmu akan dicabut dan Dunia Tiantang bukan milikmu lagi." Ucap Kaisar Manusia, yang sedang berkomunikasi melewati kristal.
Dewi Nuwa mengangguk kecil, karena tekadnya sudah bulat. Meskipun dia harus kehilangan kuasanya, namun Dewi Nuwa merasa tertantang untuk mengikuti jejak Liu Ryu dan Istrinya.
" Karena keputusanmu sudah bulat, maka gelarmu sebagai Dewi Nuwa akan dicabut."
" Namun karena kamu sudah mengabdi selama 786 ribu tahun, maka aku akan mengantarmu ke Yanshu." Ucap Kaisar Manusia, diikuti sebuah cahaya keluar dari tubuh Dewi Nuwa.
Pada saat yang bersamaan, tubuh Dewi Nuwa menghilang dari pandangan, diikuti Istana yang sebagai tempat tinggalnya juga ikut menghilang.
__ADS_1
*******