
Kedua utusan tersebut sangat senang, bukan tanpa alasan. Kedua mereka sudah mengetahui siapa latar belakang Ryu.
Bahkan mereka menganggap keputusan Qing Yun sangatlah tepat, karena calon suaminya adalah orang besar.
Selama dalam perjalanan mereka, kedua utusan tersebut telah mendengar kehebatan Kaisar Ryu dimana pasukannya bisa mengalahkan pasukan Dewa tertinggi.
" Yue'er, bagaimana menurutmu?" Ryu bertanya kepada Bing Ruyue.
" Gege, semua keputusan kami serahkan untukmu. Hanya satu yang aku minta, tetaplah bersikap adil kepada semua istrimu." Bing Ruyue menyerahkan semuanya kepada Ryu.
Entah apa yang dipikirkan oleh Bing Ruyue dan semua Istri Ryu yang lain. Awalnya mereka tidak senang jika harus berbagi Suami.
Namun setelah menjalani kehidupan baru mereka, Sheng Zhishu dan yang lain seakan menikmati kebersamaan mereka hingga merasa saling membutuhkan satu sama lain.
Mungkin karena itulah Sheng Zhishu dan yang lain tidak keberatan jika suami mereka memiliki Istri yang lain.
Bahkan Bing Ruyue sendiri merasa senang dengan kehadiran Istri Ryu yang lain dimana mereka saling melengkapi. Baik itu dalam segi Kultivasi maupun berbagi pengetahuan sehingga mendapatkan ide baru.
" Baiklah, aku akan datang mengunjungimu di Kekaisaran Beruang Putih. Tapi sekarang aku tidak bisa, karena masih banyak hal yang aku kerjakan." Ryu bernafas berat sambil menatap wanita yang berada di balik cermin tersebut.
" Aku akan menunggu kedatanganmu." Qing Yun terlihat senang karena apa yang dia dambakan tidak lama lagi akan terwujud.
" Pengawal." Ryu mengembalikan cermin tersebut.
" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Kedua utusan bernafas lega lalu mengambil cermin dari tangan Ryu.
" Bawalah Batu Bintang ini dan taruh di tempat yang sepi. Suatu saat aku akan berkunjung kesana." Ryu memberikan Batu Bintang kepada salah satu utusan.
" Jadi..." Salah satu utusan mengambil Batu Bintang dari tangan Ryu, lalu memeriksanya.
Utusan tersebut sontak kaget, tidak menyangka bahwa Ryu bisa menciptakan pola teleportasi meskipun tingkat rendah, namun itu adalah pencapaian yang luar biasa.
" Apa kamu mengenal pola dari Batu Bintang ini?" Tanya Ryu sambil menatap utusan tersebut yang terlihat memahami pola teleportasi.
__ADS_1
" Benar Yang Mulia Kaisar. Namun pemahaman hamba cukup buruk. Jika Yang Mulia Kaisar ingin mempelajari Teknik Teleportasi tingkat tinggi, Yang Mulia Kaisar bisa berkunjung ke Istana Kekaisaran Beruang Putih." Ucap utusan tersebut.
" Maksudnya?" Ryu terlihat penasaran karena ada lagi jenis teleportasi yang lain.
" Yang Mulia Kaisar, teknik teleportasi memiliki banyak fungsi. Salah satunya adalah untuk melakukan pertarungan. Jika memahami semua jenis teleportasi, maka hanya dengan satu kedipan mata, seseorang Kultivator bisa berpindah tempat sesuai keinginannya saat bertarung. Hanya saja memiliki syarat yaitu memiliki kekuatan fisik dan lingkaran Qi diatas wajar." Utusan tersebut tersenyum pahit karena seluruh anggota keluarga Klan Qing tidak ada yang mampu mencapai teknik teleportasi tingkat tinggi terkendala Sumberdaya dan Harta langit.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu sedikit tertarik dengan teknik teleportasi yang mereka bicarakan.
Terlebih saat melakukan pertarungan besar, maka teleportasi paling dibutuhkan agar bisa menyerang maupun menghindar.
" Gege, aku menginginkan teknik teleportasi itu!" Bing Ruyue seakan lupa dengan usianya sehingga merengek-rengek seperti anak kecil.
Mendengar ucapan dari Bing Ruyue, kedua utusan membulatkan mata karena tanpa sadar telah memberitahukan teknik rahasia dari Klan Qing.
Namun setelah mengingat bahwa mereka juga akan menjadi anggota keluarga Klan Qing, maka kedua utusan tersebut tidak terlalu keberatan jika mereka mempelajari teknik teleportasi.
" Yue'er," Ryu hanya bisa menggelengkan kepala atas tindakan Bing Ruyue yang kekanakan saat mendengar teknik yang langka.
" Pengawal, taruh saja Batu Bintang itu di kamar Putri Mahkota Qing Yun. Biar kami sendiri yang pergi kesana." Bing Ruyue yang sudah tidak sabar ingin segera menguasai teknik teleportasi.
Seketika terlihat sebuah portal teleportasi membentuk cincin raksasa, hingga kedua utusan langsung berpamitan lalu masuk ke portal teleportasi.
Saat kedua utusan tersebut sudah masuk, portal teleportasi itu pun kembali menutup seperti tidak terjadi apapun.
" Gege, ayo kita pergi dari sini." Bing Ruyue merangkul tangan suaminya lalu membawanya ke kediaman mereka.
Saat sudah sampai di kediaman Bing Ruyue, layaknya seorang istri wanita itu pun menyuguhkan kepada suaminya dengan secangkir teh sambil menikmati pemandangan di sekitar mereka.
Meskipun tidak sabar ingin pergi ke Istana Beruang Putih, Bing Ruyue tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang Istri untuk melayani suaminya.
Hingga saat menjelang sore, Bing Ruyue membawa suaminya untuk masuk ke dalam rumah.
" Gege, aku ingin membawamu ke tempatku saat melakukan latihan tertutup." Bing Ruyue menggeser sebuah lemari sehingga terlihat sebuah pintu rahasia yang terhubung ke arah lain.
__ADS_1
" Tempat apa itu?" Ryu sedikit menaikkan alisnya.
" Tidak ada yang menarik. Hanya saja tempat itu memiliki hawa dingin, karena semua terbuat dari balok Es." Bing Ruyue tersenyum lebar, karena dengan hawa dingin sangat cocok untuk mereka berdua melakukan ritual suami istri.
" Kedengarannya cukup bagus." Ryu mengerutkan kening karena mengetahui tujuan dari Istrinya tersebut.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di sebuah ruangan yang berbentuk goa, namun memiliki hawa dingin yang bisa membekukan siapapun jika tidak memiliki Qi yang besar.
" Tempat ini sangat Indah memanjakan mata." Bing Ruyue membawa suaminya duduk di tempat tidur yang juga terbuat dari balok Es.
" Beruntung aku memiliki elemen Api, jika tidak, maka aku akan menjadi patung Es." Goda Ryu sambil menatap ke arah Istrinya.
Kini tatapan Bing Ruyue begitu serius, seakan ingin memangsa Ryu dengan ganas hingga pertemuan lidah tidak bisa dihindarkan lagi.
Begitupun dengan Ryu, yang dimana posisinya sedang ditindih Bing Ruyue. dia juga tidak mau kalah.
Dengan kedua tangannya Ryu langsung memainkan kedua gunung kembar milik istrinya.
Sedangkan Bing Ruyue sendiri terus melakukan permainan lidahnya seakan mencari sesuatu yang berharga di tempat itu.
Entah siapa yang memulainya, kini kedua pasangan kekasih tersebut satu-persatu melepaskan pakaian mereka masing-masing.
Hawa dingin yang berasal dari balok Es di sekeliling mereka, seakan menambah sensasi kenikmatan dari Ryu dan Bing Ruyue.
" Gege... Kamu duluan yang di atas." Bing Ruyue yang sudah menyelesaikan permainan lidahnya, kini membaringkan tubuhnya dimana Ryu sudah berada di atasnya.
" Sepertinya kita akan melakukan pemanasan terlebih dulu." Ryu dengan sengaja tidak langsung ke tujuan utama mereka membuat Bing Ruyue sedikit kesal.
Tanpa menunggu lama, Ryu membenamkan kepalanya di dada Bing Ruyue, membuat wanita itu mengeluarkan suara yang khas.
Merasa dirinya seakan disiksa, Bing Ruyue mengalungkan kedua tangannya di leher Ryu yang sedang menjelajahi kedua gunung kembarnya.
Setelah puas menikmati gunung kembar tersebut, Ryu menurunkan kepalanya hingga berhenti sejenak di bagian perut Bing Ruyue lalu kembali melanjutkan ke bagian terlarang.
__ADS_1
Bing Ruyue yang sudah tidak tahan lagi, dengan cepat menarik tangan Ryu sehingga keduanya kembali saling bertatapan.
Ryu yang merasa tidak tega, kini mulai melakukan penyatuan bagian terlarang mereka sehingga hawa dingin sebelumnya seakan terganti dengan suasana panas.