SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 391. Dewi Arinia


__ADS_3

Meskipun Elena tidak pernah bertemu dengan prajurit ular gurun, tentu dia pernah mendengar mitos tentang penguasa gurun pasir yang melegenda.


Elena tidak menyangka bahwa saat pergi dari rumah, bisa bertatapan langsung dengan sosok yang bukan berasal dari ras manusia.


Baik Elena maupun Jackson, mereka begitu takjub sekaligus takut karena bisa bertemu langsung dengan makhluk yang hanya ada dalam legenda.


" Siapa nama Ratu kalian?" Tanya Liu Ryu.


" Dia adalah Yang Mulia Ratu Arinia atau Dewi Arinia." Jawab salah satu dari Siluman ular derik.


" Ra... Ratu Arinia?" Elena dan Jackson membuka matanya lebar-lebar, karena sosok yang mereka sebutkan adalah putri dari Dewa tertinggi di dunia itu.


Dewi Arinia adalah wanita yang tersohor sebagai wanita paling cantik diantara ribuan wanita lainnya.


Hanya saja tidak ada satupun seorang pria yang berani mendekatinya, karena perbedaan kekuatan terpaut jauh. Bahkan para Dewa yang turun dari langit juga pernah dia tolak ketika ingin melamarnya.


Tidak hanya cantik, tapi juga sangat kuat dan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka yang menyembahnya dan mendatangkan penyakit bagi siapa yang melanggar perintahnya.


" Baiklah, tunjukkan jalan kepada kami." Liu Ryu dengan terpaksa harus mengikuti keinginan prajurit ular gurun, sambil menyelidik kemampuan mereka.


" Baik tuan." Jawab mereka serempak, lalu mengangkat kedua tangan mereka.


Buussshh!


Seketika pasir yang berada di depan mereka, membentuk sebuah cahaya yang menyilaukan.


" Teleportasi Sihir?" Gumam Elena, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


Tanpa berkata apapun, Liu Ryu memberi isyarat kepada Elena agar menyimpan kembali Sandflier, juga mengumpulkan mayat ular derik.


Melihat kejadian tersebut, belasan ular derik Siluman menyipitkan matanya, karena baru pertama kali ada manusia yang seakan tidak takut kepada mereka.


Meskipun sebenarnya Elena sedikit takut, namun karena Liu Ryu yang memintanya, maka dia tetap mengikuti keinginan suaminya.

__ADS_1


Setelah Elena mengumpulkan semua mayat ular derik, Liu Ryu juga meminta kepada Elena untuk menyimpan Inti Sel Dewa Gurun yang dia bunuh sebelumnya.


Sementara itu Jackson hanya bisa bersikap pasrah, karena untuk melawan hewan buas saja tidak mampu. Apalagi berhadapan dengan prajurit ular gurun.


" Mari kita berangkat sekarang." Salah satu prajurit ular gurun meminta kepada Liu Ryu dan Istrinya untuk masuk ke dalam lingkaran sihir.


" Mmmm... Dia juga adalah temanku, jadi biarkan dia ikut." Liu Ryu mengangguk, sambil menunjuk ke arah Jackson.


Kini belasan ular derik Siluman saling berpandangan karena pesan dari Dewi Arinia hanya membolehkan Liu Ryu dan Elena saja yang masuk ke Istananya.


" Begini saja tuan. Biarkan kami mengantar manusia ini ke Ibukota Negara Westland." Salah satu dari prajurit ular gurun memberi usul.


Sesaat Liu Ryu berpikir sejenak, jika Jackson sudah berada di tempat yang aman, maka dia lebih mudah untuk melancarkan rencananya.


" Baiklah, aku mempercayakan kepada kalian." Liu Ryu mengangguk, lalu berjalan mendekati portal sihir.


" Master... Aku akan menunggu kalian di Ibukota. Aku harap kalian bisa kembali dengan selamat." Meskipun Jackson ingin membantu Liu Ryu untuk menghadapi situasi tersebut, namun dia berpikir bahwa dengan keberadaannya justru akan merepotkan Liu Ryu.


" Baiklah, aku akan mencarimu jika tiba di Ibukota." Jawab Liu Ryu, lalu masuk ke lingkaran sihir.


" Sekarang masuklah ke lingkaran sihir itu. Kamu akan tiba di depan pintu gerbang Ibukota Negara Westland." Ucap salah satu dari prajurit ular gurun, sambil menunjuk ke arah lingkaran sihir yang lain.


" Terimakasih master." Jawab Jackson, lalu dengan buru-buru masuk ke dalam lingkaran sihir, takut jika prajurit ular gurun berubah pikiran.


Di tempat lain, Liu Ryu dan Elena yang sudah berada di depan pintu gerbang yang setinggi 20 meter, kini disambut oleh para penjaga gerbang yang juga memiliki wujud ular gurun dengan memegang sebuah tombak.


" Selamat datang tuan, nona... Di dalam Istana, Yang Mulia Ratu sudah menunggu kalian." Ucap para penjaga, lalu mempersilahkan kepada Liu Ryu dan Elena untuk masuk.


Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu dan Elena masuk ke dalam pintu gerbang, dimana pandangan mereka langsung disambut oleh pemandangan yang memanjakan mata.


Meskipun di luar pintu gerbang hanya terlihat gurun pasir, namun ketika masuk ke dalam tembok, kini terlihat banyak sekali pepohonan yang rindang dan berjejer rapi, sehingga tempat itu menjadi sejuk.


Bahkan Istana yang berada di depan, juga terlihat sangat indah dan megah, dihiasi dengan berbagai batu mulia.

__ADS_1


" Selamat datang di Istanaku." Terdengar suara dari seorang wanita.


Suara itu terdengar sangat anggun dan berwibawa, meskipun hanya mendengar suaranya saja.


Liu Ryu dan Elena langsung masuk ke dalam Istana, hingga terlihat beberapa ekor ular gurun yang seakan sedang duduk di kursi.


Di kursi singgasana, terlihat sosok wanita yang memiliki paras yang cantik, yang hanya menggunakan penutup di kedua dadanya.


Sedangkan bagian pinggang kebawah, wanita itu memiliki wujud setengah ular gurun berwarna merah.


Beruntung Liu Ryu sudah terbiasa dengan paras cantik seperti itu, sehingga dia masih terlihat santai.


Jika itu adalah orang lain yang melihatnya, dapat dipastikan mereka akan terbuai dengan keindahan tubuh wanita setengah ular gurun itu.


Bahkan Elena yang juga sesama wanita, juga terlihat kagum dengan penampilan wanita itu, karena seumur hidupnya baru pertama kali melihat sosok wanita yang sangat cantik yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


" Silahkan duduk." Ucap wanita itu, sambil menunjuk ke arah kursi yang kosong.


" Mmmm." Liu Ryu mengangguk kecil, lalu duduk di kursi yang kosong yang diikuti Istrinya.


" Kamu tau kenapa aku mengundangmu kesini? Saudaraku dari dunia yang berbeda." Tanya Dewi Arinia, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


Tanpa berkata apapun, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala karena dia sendiri tidak mengetahui tujuan dari wanita itu.


Sambil menarik napas dalam-dalam, Dewi Arinia menceritakan bahwa sekarang ada kekuatan besar yang sedang mengusik dunia yang mereka tinggali.


" Aku mendengar dari mata-mata terbaik di Istanaku, bahwa kelompok itu dipimpin oleh dua orang."


" Salah satunya adalah Xu Tianpeng dan sosok wanita yang bersamanya adalah Dewi Malam yang berasal dari Neraka." Dewi Arinia menceritakan tentang situasi yang mereka hadapi di tempat itu, karena dia berpikir bahwa Liu Ryu pasti ada hubungannya dengan sosok yang bernama Xu Tianpeng.


" Xu Tianpeng?" Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya, karena sosok itu juga yang sedang dia cari.


" Ya... Xu Tianpeng adalah orang yang berasal dari dunia luar, sedangkan Dewi Malam adalah seorang Dewa yang sebelumnya tinggal di Neraka." Dewi Arinia menjelaskan tentang apa yang dia ketahui dari mata-mata.

__ADS_1


Meskipun Dewi Arinia belum mengetahui secara pasti tujuan mereka, namun yang pasti, kelompok itu menamakan diri mereka sebagai pasukan Kegelapan.


__ADS_2