
Melihat cairan racun menuju ke arahnya, Liu Yunxia melesat lebih jauh lagi, seraya membalikkan tubuhnya lalu merentangkan kedua tangannya.
" Seni Dewi Lautan, Hujan Badai."
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Terdengar suara gemuruh dari langit, seketika awan berkumpul di atas mereka, diikuti air hujan yang turun menyapu bersih cairan racun hingga meresap ke dalam tanah.
" Seberapa besar kekuatan wanita ini?" Raja siluman ular piton memicingkan matanya, karena makhluk kecil di depannya masih bisa menghapus serangannya.
Di sisi lain, Liu Yunxia juga sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan, karena setiap serangan dari raja siluman ular piton memiliki serangan racun yang cukup tinggi.
Meskipun Liu Yunxia tidak bisa mati jika terkena imbas racun, namun efeknya bisa membuatnya kehilangan konsentrasi.
" Sepertinya aku tidak bisa mengalahkan raja siluman ular piton ini dengan serangan jarak dekat." Gumam Liu Yunxia, sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.
Melihat raja siluman ular piton masih belum melancarkan serangannya, Liu Yunxia juga tidak ingin bertindak gegabah, sehingga dia harus menunggu lawannya melakukan serangan terlebih dulu.
" Sialan... Sepertinya wanita ini memang sengaja menunggu seranganku." Raja siluman ular piton mengumpat dalam hati karena situasinya sama sekali tidak menguntungkan.
Jika menunggu lebih lama, maka raja dan ratu siluman tikus darah akan mati di tangan Dewi Arinia dan Elena.
Jika itu terjadi, maka Dewi Arinia dan Elena akan datang membantu Liu Yunxia untuk melawan raja siluman ular laut.
" Jadi ini tujuan dari suamiku, agar siluman ini tidak memiliki pilihan lain, kecuali menyerang terlebih dulu." Liu Yunxia mulai menyadari bahwa suaminya memang sengaja mengatur semuanya.
Meskipun kemampuan serangan dari Liu Yunxia tidak terlalu efektif ketika berhadapan dengan raja siluman ular piton, namun kemampuannya bisa mematahkan serangan dari raja siluman ular piton.
Jika saja raja siluman ular piton memiliki wujud manusia, ekspresinya jauh lebih jelek dari wujudnya sekarang.
Setelah menunggu waktu cukup lama, Liu Yunxia belum menunjukkan tanda-tanda akan menyerang, kini raja siluman ular piton berinisiatif untuk menyerang terlebih dulu, karena jika menunggu lama maka situasinya justru tidak menguntungkan baginya.
" Sihir Hutan, Hutan Kematian."
Duuung!
Seketika wilayah serangan ditumbuhi tanaman merambat berwarna hitam pekat, mengeluarkan butiran racun yang membentuk partikel kecil terbang ke udara.
" Seni Dewi Lautan, Hujan Badai."
Liu Yunxia kembali mengeluarkan teknik seperti sebelumnya, membuat partikel racun kembali hanyut dalam hujan deras, hingga meresap ke dalam tanah.
Karena serangan racunnya sama sekali tidak efektif, raja siluman ular piton berpikir keras untuk menghadapi situasi tersebut.
Wuush!
Dengan terpaksa raja siluman ular piton melesat ke arah Liu Yunxia dengan tubuh raksasanya untuk menelan wanita itu hidup-hidup.
__ADS_1
Tentu itu bukanlah keputusan yang tepat, karena dengan tubuh besar, kecepatan bergerak raja siluman ular piton sedikit melambat, sehingga Liu Yunxia dengan mudah untuk menghindar.
Apalagi sekarang Liu Yunxia terus menciptakan air hujan di wilayah pertarungan, sehingga raja siluman ular piton tidak bisa menggunakan serangan racun.
" Tidak ada pilihan lain, aku harus menggunakan kekuatan penuh." Pikir raja siluman ular piton sambil mengejar Liu Yunxia yang melesat cepat untuk menjauhinya.
Meskipun sangat beresiko tinggi, raja siluman ular piton mengumpulkan energi racun di mulutnya.
Wuush! Wuush! Wuush!
Satu-persatu gelembung udara yang tercipta dari racun korosif, melesat cepat ke arah Liu Yunxia.
Melihat gelembung udara yang mengarah kepadanya, Liu Yunxia tidak bisa menghindar, langsung membalikkan badannya, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.
" Seni Dewi Lautan, Gelombang Pasang."
Creeessh!
Sebuah gelombang air berukuran besar, mengarah kepada gelembung udara dari raja siluman ular piton.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Gelombang air berukuran besar membentur satu-persatu gelembung udara, hingga menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.
Kini tenaga raja siluman ular piton berkurang secara drastis, karena sebelumnya dia sudah menguras tenaganya untuk mengumpulkan energi racun.
Raja siluman ular piton mengumpat dalam hati, karena perkiraannya meleset karena Liu Yunxia masih mampu mematahkan sihir miliknya.
Kini giliran Liu Yunxia yang melakukan serangan balik, karena raja siluman ular piton sudah kelelahan.
" Seni Dewi Lautan, Segel Penghakiman."
Buussshh!
Saat Liu Yunxia menyatukan kedua telapak tangannya, kini muncul sebuah kubus raksasa berwarna biru laut di atas raja siluman ular piton.
Kubus tersebut tercipta dari Qi unsur air yang memadat, hingga seperti benda logam.
Bboooom!
Saat Liu Yunxia mengarahkan tangannya ke depan, saat itu juga kubus seukuran gunung besar menimpa kepala raja siluman ular piton.
Kraaack!
__ADS_1
Kini terdengar suara retakan tengkorak kepala raja siluman ular piton, hingga mata makhluk raksasa itu melotot seakan keluar.
" Seni Dewi Lautan, Segel Penghakiman."
Bboooom!
" Seni Dewi Lautan, Segel Penghakiman."
Bboooom!
" Seni Dewi Lautan, Segel Penghakiman."
Bboooom!
Liu Yunxia tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut, terus menciptakan kubus air hingga menimpa sekujur tubuh raja siluman ular laut.
Dalam waktu singkat, kini puluhan kubus air bersemayam di tubuh raja siluman ular piton, hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya lagi.
" Sihir macam apa ini?" Raja siluman ular piton mengumpat dalam hati, karena benda kubus yang berada di tubuhnya membuat seluruh tulangnya banyak yang patah.
Wuush!
Liu Yunxia melesat ke atas kepala raja siluman ular piton yang kini sudah tidak berdaya.
" Terimakasih karena sudah membantuku menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat." Liu Yunxia tersenyum puas, karena tanpa bantuan Dewi Arinia dan Elena, dia bisa mengalahkan raja siluman ular piton.
Sementara itu, raja siluman ular piton hanya bersikap pasrah menanti ajalnya, meskipun merasa tidak terima jika dirinya bisa dikalahkan oleh Liu Yunxia.
Dengan santai, Liu Yunxia melayang di atas tubuh raksasa raja siluman ular piton untuk mencari letak Inti Roh miliknya.
" Ohhh... Disini rupanya." Liu Yunxia berhenti di pertengahan tubuh raja siluman ular piton, tepat di bagian pusar makhluk raksasa itu.
Di sisi lain, raja siluman ular piton berusaha untuk melepaskan beban berat di tubuhnya, namun sekuat apapun, dia tidak mampu melepaskan puluhan kubus air yang menimpa tubuhnya.
Tanpa membuang waktu, Liu Yunxia membelah kulit raja siluman ular piton dengan kedua pedang sabit miliknya.
Craaakk! Aarrgggh!
Craaakk! Aarrgggh!
Craaakk! Aarrgggh!
Saat Liu Yunxia menebas tubuhnya, raja siluman ular piton meraung keras karena wanita itu mengoyak kulitnya.
" Dapat." Ucap Liu Yunxia, sambil menatap ke arah benda berwarna hijau di tubuh raja siluman ular piton.
Wuush!
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Liu Yunxia menarik Inti Roh dari raja siluman ular piton, lalu menyimpannya di Cincin pemulihan.
Sementara itu, tubuh raja siluman ular piton semakin lama semakin mengecil, hingga seukuran dua meter.