
Dewa pulau itupun menciptakan tekanan energi di sekelilingnya, hingga tercipta gelombang air pasang yang mengarah kepada Liu Ryu.
" Naga Kehampaan, Tembakan Kehampaan."
Ccuuumbb!
Sebuah tembakan Qi unsur Kehampaan membentuk tongkat raksasa, mengarah kepada gelombang pasang.
Bboooom!
Benturan energi dari kedua jenis serangan membuat gelombang air laut terbelah menjadi dua bagian.
Buussshh!
Qi unsur Kehampaan membentuk tongkat raksasa, melesat cepat ke arah dewa pulau, dengan kecepatan tinggi layaknya meteor.
Melihat serangannya berhasil dipatahkan oleh Liu Ryu, dewa pulau menyipitkan matanya, karena serangan tongkat raksasa terus melesat ke arahnya.
Buussshh!
Sebuah tangan raksasa keluar dari air laut, untuk menghadang tongkat raksasa.
Bboooom!
Saat tongkat raksasa bersarang pada telapak tangan kanan dari dewa pulau, serangan dari Liu Ryu berhasil dipatahkan, hingga menciptakan gelombang energi yang seakan menyapu air laut.
Melihat tangan raksasa yang keluar dari lautan, Liu Ryu menaikan alisnya, karena tidak menyangka bahwa ada makhluk raksasa yang bisa menelan ribuan kapal besar.
Ggooooaaarr!
Bola api petir raksasa keluar dari mulut dewa pulau yang bisa menelan gunung besar, melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung menyatukan kedua telapak tangannya, dengan menggunakan Qi dalam jumlah besar.
" Naga Kehampaan, Ledakan Kehampaan."
Wuush! Wuush! Wuush!
Satu-persatu bola Kehampaan keluar dari telapak tangan Liu Ryu, melesat dengan kecepatan tinggi ke arah bola petir raksasa.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Qi unsur Kehampaan membentuk belasan bola Kehampaan membentur bola petir raksasa, hingga menciptakan cekungan air laut yang terangkat ke udara.
Blaaar!
Tekanan energi dari benturan dari kedua belah pihak mampu mencapai awan, hingga turun hujan gerimis.
" Petir Membelah Daratan."
Buussshh!
Sebuah Qi unsur petir berbentuk bilah pedang raksasa, keluar dari mulut dewa pulau, melesat ke arah Liu Ryu, hingga membentuk jurang besar di dalam air laut.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung merentangkan kedua tangannya, lalu menyalurkan Qi miliknya Pedang Naga Petir yang masih berada di tubuhnya.
" Naga Kehampaan, Tebasan Sang Agung."
Creeessh!
__ADS_1
Pedang Naga Petir keluar dari tubuh Liu Ryu hingga membentuk Qi unsur Kehampaan yang seakan membelah lautan, hingga membentuk jurang besar di air laut.
Blaaar!
Benturan keras dari kedua bilah raksasa, menciptakan jurang air laut hingga memperlihatkan tanah di kedalaman lautan.
Bboooom!
Air laut yang awalnya terpisah, kini kembali bertemu hingga terangkat ke udara dan menciptakan hujan air laut membasahi wilayah sekitar.
" Siapa makhluk kecil ini sebenernya?" Dewa pulau membatin, sambil menatap ke arah Liu Ryu yang masih melayang di udara di tempat semula.
" Gelombang Penghancur Daratan."
Creeessh!
Zzzrrrttt! Zzzrrrttt! Zzzrrrttt!
Air laut terangkat ke atas, hingga kembali melesat ke arah Liu Ryu yang diselimuti elemen petir.
Di sisi lain, Liu Yunxia, Dewi Arinia dan Elena yang baru saja menyelesaikan perburuan mereka terhadap naga hijau, kini menatap ke arah Liu Ryu dari kejauhan.
" Apa seperti itu kekuatan suami kita?" Tanya Liu Yunxia, karena dia baru melihat kemampuan Liu Ryu yang sebenarnya.
Liu Yunxia merasa beruntung karena tidak berurusan dengan Liu Ryu sebelumnya. Jika tidak, maka tubuhnya bisa menjadi kabut darah.
" Tidak hanya kuat dalam bertarung melawan musuhnya, tapi juga sangat kuat ketika bertarung di atas ranjang." Ucap Dewi Arinia, sambil melirik ke arah Liu Yunxia yang belum pernah merasakan keperkasaan suami mereka.
" Itu..."
Liu Yunxia membuka matanya lebar-lebar, sambil memasang wajah memerah karena merasa malu.
Liu Yunxia mulai membayangkan sebuah adegan ketika dia menjalani malam pertama kepada suaminya, sehingga pikirannya mulai melayang.
Di sisi lain Liu Ryu yang sedang bertarung melawan dewa pulau, kini hanya menunggu waktu yang tepat untuk membunuh makhluk raksasa itu.
" Naga Kehampaan, Badai Kehampaan."
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Sebuah angin kencang yang diikuti sambaran elemen Kehampaan membuat gelombang air pasang langsung kembali reda.
Melihat serangannya berhasil dipatahkan, dewa pulau memasang wajah serius, lalu menyemburkan bola petir raksasa dari mulutnya.
Bola petir itupun membentuk bayangan naga hijau yang memiliki ukuran besar, melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.
Liu Ryu yang melihat ratusan bayangan naga raksasa, kini menarik napas dalam-dalam lalu mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
" Naga Kehampaan, Jalan Bayangan Agung."
Craaakk! Craaakk! Craaakk!
Dengan kecepatan tinggi, Liu Ryu menebas semua bayangan naga raksasa, hingga tidak ada satupun yang tersisa.
Wuush!
Liu Ryu melompat ke arah udara, dengan kecepatan tinggi, lalu menyalurkan Qi pada telapak tangannya.
" Naga Kehampaan, Malapetaka."
Wuush!
Liu Ryu melemparkan Qi unsur Kehampaan membentuk bola Kehampaan, mengarah kepada dewa pulau dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Melihat kejadian tersebut, dewa pulau langsung menciptakan perisai energi transparan di depan tubuhnya, dengan elemen petir.
Buussshh!
Perisai energi unsur petir yang telah tercipta, kini muncul di hadapan dewa pulau, hingga tiga lapis.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ledakan dari bola Kehampaan yang membentur perisai petir menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.
Liu Ryu yang merasa sudah cukup, kini kembali menyatukan kedua telapak tangannya.
" Naga Kehampaan, Naga Agung."
Buussshh!
Liu Ryu yang sudah berubah wujud menjadi Naga Agung, kini tubuhnya telah diselimuti elemen Kehampaan.
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Qi unsur Kehampaan menyambar ke berbagai arah, dimana elemen Kehampaan terus menyambar ke arah, membuat gemuruh dari langit seakan merespon perubahan wujud dari Liu Ryu.
Melihat perubahan wujud dari Liu Ryu, dewa pulau memasang wajah serius, karena baru kali ini dia merasa tertekan.
Sriiiiiing!
Liu Ryu menghilang dari pandangan, lalu muncul di pertengahan sepasang mata dewa pulau.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pukulan demi pukulan keras bersarang di kening dewa pulau yang memiliki ukuran raksasa, menciptakan gelombang energi yang menyebar ke berbagai arah.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Raungan keras dari dewa pulau menciptakan gelombang energi, membuat seisi lautan di sekitar menciptakan gelombang air pasang.
Karena gelombang air pasang tersebut sangat besar, ketiga Istrinya Liu Ryu melesat ke arah kapal, lalu menciptakan pelindung agar kapal tidak terhempas gelombang air laut.
Meskipun pukulan yang dilepaskan oleh Liu Ryu hanya bersarang di keningnya, namun dewa pulau merasakan sakit yang luar biasa, sehingga kedua tangan raksasanya ingin menangkap Liu Ryu.
Sriiiiiing Liu Ryu kembali berpindah tempat,lalu muncul di kepala bagian belakang dewa pulau.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Liu Ryu kembali menciptakan pukulan keras hingga berkali-kali lipat, diikuti amukan elemen Kehampaan, dimana tubuh raksasa dewa pulau tidak bisa menghindar.
" Hentikan!"
__ADS_1
Dewa pulau yang seakan tidak berdaya, kini meminta kepada Liu Ryu bisa menghentikan pukulannya.
Namun Liu Ryu sama sekali tidak memperdulikan ucapan dari dewa pulau, terus memukul kepalanya hingga mengalami retakan di berbagai tempat.