SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 470. Pertarungan Di Wilayah Peri Es


__ADS_3

Melihat tingkah ketiga Istrinya, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, karena ketiga wanita itu seakan ingin meminta keadilan.


" Sekarang giliran kami." Ucap Liu Yunxia, lalu memeluk erat suaminya.


Melihat tingkah ketiga wanita itu, Liu Fenglu membuka tutup mulutnya lebar-lebar, karena tujuan dari ketiga wanita itu hanya ingin bermanja kepada suami mereka.


" Suamiku, kami ingin meminta keadilan." Ucap Dewi Arinia, lalu membawa Liu Ryu menuju kamar utama Istana Kristal, diikuti Liu Yunxia dan Elena.


Saat berada di dalam kamar utama, ketiga wanita itu langsung membaringkan tubuh Liu Ryu di atas ranjang.


" Sepertinya kalian sudah tidak sabar lagi." Ucap Liu Ryu, dengan senang hati mengikuti keinginan ketiga Istrinya.


Tanpa berkata apapun, ketiga wanita itu langsung melepaskan pakaian suaminya, juga melepaskan pakaian mereka satu-persatu.


*******


Pada keesokan harinya ketiga wanita itu keluar dari kamar utama, terlihat sebuah senyuman mengembang dari wajah mereka.


" Suamiku memang terbaik." Ucap Dewi Arinia, karena keinginan mereka terpenuhi.


Ketiganya langsung berjalan menuju lantai dasar Istana Kristal, dimana di tempat itu sudah ada Liu Ryu dan Liu Fenglu.


" Sekarang kami sudah mengakuimu sebagai anggota keluarga kami." Saat berada di lantai dasar, Dewi Arinia langsung berkata kepada Liu Fenglu.


Liu Fenglu hanya tersenyum pahit, karena kali ini dia tidak bisa memonopoli Liu Ryu, karena adanya ketiga Istri Liu Ryu yang lain.


" Ada hal yang jauh lebih penting." Liu Ryu mengalihkan pembicaraan, karena masih banyak hal yang mereka lakukan.


Liu Ryu juga menjelaskan bahwa mereka sekarang sudah berada di wilayah peri Es yang kemampuan mereka tidak bisa dianggap enteng.


" Fenglu... Apa saja yang kamu ketahui tentang peri Es?" Tanya Liu Yunxia, sambil menatap ke arah Liu Fenglu.


" Yang aku ketahui wilayah peri Es dikuasai oleh ratu peri Es dan suaminya yang berjumlah sekitar 240 pria peri Es." Jawab Liu Fenglu, karena sejak jutaan tahun yang lalu ratu peri Es hanya berhasil membawa 240 suaminya saja.


Liu Fenglu menjelaskan bahwa pada awalnya peri Es dan peri api yang lebih dominan adalah pasukan wanita. Sedangkan untuk peri angin dan peri bumi yang lebih dominan adalah pasukan pria.


Namun akibat peperangan yang berkepanjangan, pasukan dari keempat ras peri semuanya dibunuh oleh tujuh siluman mimpi.


Karena tidak mampu melawan tujuh siluman mimpi, raja peri angin dan raja peri bumi membawa pergi semua wanita yang tersisa dari rasnya masing-masing dan mengambil mereka sebagai Istrinya.


Tujuan mereka tidak lain agar bisa meneruskan garis keturunan dari ras peri masing-masing.

__ADS_1


Begitupun dengan ratu peri api dan ratu peri Es, membawa pria peri dari ras masing-masing yang masih tersisa, tujuannya agar bisa meneruskan garis keturunan.


Namun karena mereka sudah lama hidup, sehingga mereka tidak ada satupun yang mendapatkan keturunan.


" Karena itulah saya dan wanita ras peri angin masih belum bisa memberikan keturunan."


" Begitupun dengan wanita peri yang lain, karena pria peri tidak ada yang berhasil menyerap Inti Sel yang mereka dapatkan." Liu Fenglu menjelaskan situasi yang terjadi pada mereka.


Sedangkan kolam suci yang berada di daratan tinggi, telah diambil oleh tujuh siluman mimpi untuk meningkatkan kemampuan mereka.


" Jika saja kolam suci masih ada, maka kami memiliki harapan untuk mendapatkan garis keturunan." Liu Fenglu menutup penjelasannya.


" Lalu kenapa sebelumnya rekanmu ingin memakan dagingku?" Tanya Liu Ryu.


" Semua ras peri yang berada di wilayah ini memiliki kebiasaan baru, yaitu memakan daging Dewa."


Liu Fenglu kembali menjelaskan bahwa tujuan ras peri memakan daging Dewa, agar bisa meningkatkan kekuatan.


Dengan demikian, semua ras peri memiliki harapan agar bisa kembali ke daratan tinggi dan bisa mengalahkan tujuh siluman mimpi.


Sudah banyak Dewa yang turun ke dunia itu yang mereka bunuh, sehingga para Dewa tertinggi tidak berani lagi turun ke dunia itu.


Mendengar penjelasan dari Liu Fenglu, Liu Ryu merasa bersalah karena telah membunuh semua ras peri api dan ras peri angin, karena mereka hanya berusaha untuk bertahan hidup, meskipun dengan menggunakan cara yang salah.


" Aku minta maaf, karena telah membunuh rajamu dan saudarimu." Liu Ryu merasa tidak enak karena telah memusnahkan ras peri angin dan peri api.


" Suamiku... Kamu tidak bersalah. Ini semua resiko yang harus kami ambil." Liu Fenglu tidak menyalahkan suaminya, karena mereka sendiri yang memilih jalan tersebut.


Setelah berbincang cukup lama, kini Liu Ryu beranjak dari tempat duduknya lalu membawa keempat istrinya keluar dari Dunia Quzhu.


Saat berada di hamparan salju, Liu Ryu dan keempat Istrinya melangkahkan kakinya menuju ke tempat Inti Sel yang lain.


" Berhenti!"


Teriak salah satu sosok pria yang memiliki rambut putih, diikuti kemunculan rekannya yang lain.


Puluhan sosok tersebut memiliki penampilan yang sama, yaitu semuanya berambut putih dan alis memanjang, meskipun semuanya terlihat masih muda.


Liu Ryu menghentikan langkahnya, lalu meminta kepada Istrinya untuk tidak melakukan perlawanan.


" Tangkap mereka!" Salah satu sosok memberi perintah kepada rekannya yang lain.

__ADS_1


Satu-persatu para pria peri Es melesat ke arah Liu Ryu dan keempat Istrinya, diikuti badai salju mengarah kepada mereka.


" Tunggu!" Liu Ryu berusaha untuk mencegah agar tidak terjadi pertarungan.


Namun semua pria peri Es sama sekali tidak peduli dengan perkataan dari Liu Ryu, langsung menyerang mereka dari berbagai arah.


" Sihir Es, Badai Salju."


Puluhan peri Es secara bersamaan menciptakan badai salju ke arah Liu Ryu dan keempat Istrinya, membuat wilayah serangan langsung membeku.


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan Qi dalam jumlah besar pada tubuhnya.


Buussshh!


Gelombang energi keluar dari tubuh Liu Ryu, hingga menyebar ke berbagai arah.


Traaang!


Bboooom!


Ledakan Qi dari Liu Ryu membentur badai salju, hingga tercipta gelombang energi, membuat puluhan peri Es terpental belasan meter.


Puluhan peri Es kembali bangkit berdiri, lalu melesat ke arah Liu Ryu dan keempat Istrinya.


" Sihir Es, Pedang Es."


Satu-persatu pria peri Es menciptakan sebuah pedang di tangan kanan mereka dari serpihan salju yang memadat.


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu menyipitkan matanya karena puluhan peri Es seakan tidak memberikan kesempatan bagi Liu Ryu untuk bicara.


" Jangan salahkan aku jika bersikap kasar." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan Tongkat Api, untuk menyambut serangan dari pihak lawan.


Begitupun dengan Liu Yunxia, Dewi Arinia dan Elena, langsung mengeluarkan busur panah mereka, lalu memisahkannya hingga menjadi sepasang pedang sabit.


Sedangkan Liu Fenglu langsung menciptakan angin puyuh menyelimuti tubuhnya, hingga membentuk pisau kecil yang bergerak liar mengelilingi tubuhnya.


" Seni Angin, Badai Angin."


Buussshh!


Sebuah terpaan angin kencang mengarah kepada pihak peri Es, dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


__ADS_2