SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 240. Tiba Di Benua Timur


__ADS_3

Liu Ryu yang melihat ketujuh Istrinya bersikap manja, kini langsung mengusap rambut mereka secara bergantian.


" Suamiku, mulai sekarang kami berjanji tidak akan membahas masalah guru lagi. Yang ada hanya kebahagiaan kita." Su Yueyue yang berada di pangkuan Liu Ryu sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya terus mencium bibir Liu Ryu hingga berkali-kali.


" Cciiihhhh, dasar tukang serobot." Xian Yin memasang wajah cemberut mencari posisi senyaman mungkin sambil merangkul pinggang Liu Ryu bersama Xun Quan.


Mendapatkan perlakuan dari ketujuh Istrinya, Liu Ryu hampir sesak nafas, namun tidak melarang mereka untuk bersikap manja kepadanya.


Kini ketujuh Istrinya yang berada di posisi masing-masing, terus menyerang Liu Ryu dengan ciuman manja membuat Liu Ryu merasa geli.


" Apa kalian tidak malu jika dilihat orang lain?" Liu Ryu yang mendapatkan serangan dari ketujuh Istrinya ingin menghindar, namun ketujuh Istrinya sudah menguncinya agar tidak bisa bergerak bebas.


Tentu Liu Ryu bisa melepaskan pelukan tersebut secara paksa, namun kali ini dia hanya bersikap pasrah karena bagian bibir, kedua pipinya dan pinggangnya terus diserang oleh ketujuh Istrinya dengan ciuman manja.


Adegan tersebut berlangsung cukup lama, kini ketujuh wanita itu saling berpandangan lalu memusatkan fikiran mereka hingga berpindah tempat ke kamar utama Kapal Assosiasi Senjata.


" Hmmm... Kalian mulai nakal ya?" Liu Ryu yang menyadari bahwa dia telah dibawa oleh istrinya membalas ciuman dari Su Yueyue yang berada di pangkuannya.


" Apa malam ini kami akan diberikan hukuman?" Tai Bai juga ikut bereaksi untuk menyerang suaminya bersama Tai Lung.


" Tentu saja aku menantikan hukuman dari suami kita." Su Yueyue menggeliat untuk menggoda suaminya.


" Mmmm... Perbedaan suami kita dengan guru sangat jauh. Guru memberi hukuman kepada kita dengan cambuk, sedangkan suami kita memberikan hukuman dengan cara yang menyenangkan." Tai Bai dan saudarinya saling bekerjasama melepaskan pakaian suami mereka hingga dalam hitungan detik tubuh Liu Ryu sudah tidak menggunakan sehelai kain.


Meskipun ketujuh wanita itu saling bekerjasama untuk menguasai suami mereka, namun tetap saja hasilnya justru Tai Bai dan saudarinya yang terlihat kewalahan hingga tertidur pulas dengan penuh kebahagiaan.


*******


Hari-hari terus berjalan, dimana Liu Ryu dan tujuh Istrinya menciptakan berbagai macam jenis senjata di Dunia Quzhu.


Kini Liu Ryu menciptakan sebuah bangunan khusus untuk menaruh berbagai macam Senjata yang mereka ciptakan, karena bangunan sebelumnya sudah penuh.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan menuju ke Benua Timur, mereka tidak mengalami hambatan apapun, meski ada beberapa perompak yang menghadang mereka.


Tanpa bantuan Liu Ryu dan tujuh Istrinya, Pasukan Semesta masih mampu mengalahkan para perompak tersebut.


Tentu kelompok perompak sangat tergiur dengan Kapal Assosiasi Senjata yang sangat mewah, tanpa mereka sadari bahwa dibalik kemewahan tersebut membawa mereka ke pintu neraka.


Kini Kapal Assosiasi Senjata telah berlabuh di pelabuhan Benua Timur, dimana kota tersebut terlihat sangat ramai.


" Suamiku, kota ini bernama Kota Lanshui." Su Yueyue menjelaskan bahwa Lanshui adalah kota dagang terbesar di Benua Timur.


Disamping sebagai kota dagang terbesar, Kota Lanshui juga pusat pelabuhan dari berbagai Benua.


" Di tengah Kota Lanshui, ada sebuah bangunan yang sangat megah. Kita bisa bernegosiasi dengan pemilik bangunan itu." Ucap Su Yueyue.


Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu yang kini menggunakan pakaian layaknya seorang bangsawan berjalan dengan santai yang diikuti tujuh Istrinya.


" Suamiku... Supaya lebih meyakinkan, kita harus membeli kereta dan beberapa ekor Kuda." Xun Quan memberi usul, sambil menunjuk ke sebuah arah.


Mendapatkan isyarat tersebut, Tou Shuijing dan Jiu Tou She berjalan menuju ke arah tempat penjualan Kuda dan berbagai macam jenis kereta.


" Teman... Tuan muda kami ingin membeli Kuda dan Kereta terbaik disini." Tou Shuijing yang sebagai juru bicara, mendekati salah satu sosok yang sedang mengawasi para bawahannya yang sedang bekerja.


Sesaat pria gemuk tersebut menoleh ke arah Liu Ryu, menatapnya mulai dari kepala hingga ujung kaki.


' Aku tidak pernah bertemu dengan saudagar kaya ini. Tapi sepertinya dia tidak bisa dianggap remeh.' Pikir Pria gemuk tersebut, lalu menoleh ke arah Tou Shuijing.


" Untuk Kuda terbaik seharga 10.000 Batu Roh. Sedangkan untuk kereta terbaik seharga 50.000 Batu Roh." Pria gemuk bicara asal-asalan karena tidak yakin bahwa Liu Ryu memiliki Batu Roh sebanyak itu sehingga pria gemuk menaruh harga normal.


" Kami membeli 30 Kuda dan tiga Kereta terbaik." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan kantong berisi Batu Roh.


Mendengar ucapan tersebut, pria gemuk membulatkan mata karena Liu Ryu dengan mudah memberikan Batu Roh sebanyak itu.

__ADS_1


Pria gemuk sangat menyesal karena tidak memberikan harga tinggi kepada Liu Ryu, sehingga keuntungannya hanya sedikit.


" Pelayan... Ambil 30 Kuda dan tiga Kereta terbaik kita." Pria gemuk memberi perintah kepada bawahannya.


" Baik tuan besar." Beberapa pelayan langsung berlari ke arah kandang kuda.


Tidak lama kemudian, para pelayan telah menyediakan kuda dan kereta sesuai pesanan dari Liu Ryu.


Liu Ryu juga meminta kepada mereka untuk menghiasi Kuda dan Kereta tersebut agar terlihat lebih mewah lagi.


" Aku tidak meminta kepada kalian secara gratis." Liu Ryu memberikan satu kantong berisi 100 Batu Roh kepada para pelayan tersebut.


Liu Ryu menghamburkan Batu Roh sebanyak itu, tentu memiliki tujuan lain agar kedepannya bisa menjalin kerjasama dengan beberapa saudagar yang berada di Kota Lanshui.


Tidak lama kemudian tiga Kereta sudah disediakan, dimana masing-masing ditarik oleh 10 Kuda.


" Tuan muda, sepertinya anda harus mencari seorang kusir untuk kereta ini." Pria gemuk menawarkan budaknya kepada Liu Ryu.


Seorang budak, tidak bisa melepaskan diri sebelum tuannya melepaskan kontrak yang diberi segel khusus.


Itu artinya seumur hidup, mereka tetap akan menjadi seorang budak karena darah mereka terikat dengan kertas perjanjian.


" Langsung saja, sebutkan berapa harganya." Ucap Liu Ryu yang sudah mengetahui cara kerja seorang budak dari Su Yueyue.


" Untuk seorang budak yang sudah mahir, harganya 20.000 Batu Roh." Pria Gemuk menaruh harga dua kali lipat dari harga normal.


Tentu Liu Ryu sudah memahami harga normal, namun dia tidak ingin mengambil pusing langsung memberikan 60.000 Batu Roh kepada pria gemuk.


' Tuan muda ini sangat kaya. Aku harus menjalin kerjasama dengannya.' Pikir pria gemuk sambil mengeluarkan tiga lembar kertas yang terbuat dari kulit hewan.


Pria gemuk langsung meminta kepada Liu Ryu agar meneteskan darahnya pada tiga kertas tersebut yang menandakan nama yang tertulis di kertas tersebut akan resmi menjadi budaknya.

__ADS_1


Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu meneteskan darahnya pada lembaran kertas tersebut, dimana pria gemuk langsung memanggil tiga sosok pria yang akan menjadi kusir kereta milik Liu Ryu.


__ADS_2