SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 298. Pertarungan Sengit


__ADS_3

( Benua Dongwei )


Setelah melakukan pertarungan selama berhari-hari, Liu Ryu dan Istrinya beserta semua bawahannya telah berhasil membuka sembilan pintu dimensi tanpa kendala apapun.


Tentu saat berhasil membunuh semua gerombolan monster, Liu Ryu meminta kepada seluruh anggotanya untuk memulihkan diri, karena gerombolan monster yang selanjutnya harus menghancurkan Formasi Cakar Hitam terlebih dulu.


Saat itulah kesempatan bagi Liu Ryu dan Istrinya beserta semua bawahannya bisa memulihkan diri sebelum bertarung kembali.


" Sekarang ini adalah pertarungan terakhir kita." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah gerombolan monster yang seperti belalang sembah.


Disamping memiliki ukuran besar, belalang sembah memiliki kekuatan setara dengan Bintang Berlian.


Gerombolan belalang sembah memiliki kaki depan yang sangat tajam layaknya pisau dan memiliki kekerasan seperti benda logam.


" Yang Mulia Kaisar, apakah kita akan berhasil?" Tanya Jenderal Besar yang berasal dari Kerajaan Sin.


" Kita tidak punya pilihan lain. Hanya barang berharga di dalam portal dimensi ini saja yang bisa membuat kita lebih kuat lagi." Liu Ryu dengan terpaksa mengambil resiko besar demi meningkatkan Kultivasi.


Mendengar ucapan tersebut, semua membulatkan tekad untuk menyingkirkan perasaan takut mereka.


Tentu itu semua demi mengembalikan nama Klan mereka di masa depan, dan membalas dendam kepada Kaisar Langit.


Kyeeeek! Kyeeeek! Kyeeeek!


Gerombolan belalang sembah bergerak dengan kecepatan tinggi mencoba untuk menghancurkan Formasi Cakar Hitam yang mengurung mereka.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Ledakan demi ledakan di berbagai tempat, membuat Formasi Cakar Hitam mengalami retakan.


Belalang sembah yang memiliki sepasang mata berwarna merah darah dan memiliki elemen cahaya dan petir yang menyelimuti tubuh mereka.


" Gluug." Anggota prajurit kerajaan menelan ludah kasar saat melihat gerombolan belalang sembah yang memiliki kecepatan tinggi.


" Ingat, tetap gunakan Aura Dewa Naga yang kalian miliki, untuk mengurangi kecepatan mereka." Liu Ryu kembali mengingatkan kepada mereka yang kini diselimuti asap hitam pekat.


Asap hitam tersebut tidak lain berasal dari jumlah monster yang berhasil mereka bunuh sebelumnya, sehingga Aura Pembunuh seakan menutupi baju Zirah yang melekat di tubuh mereka.


Jika dilihat dengan sekilas, maka Liu Ryu dan Istrinya beserta semua bawahannya seperti bayangan hitam karena aura yang keluar dari tubuh mereka.


Kraaack! Kraaack! Kraaack!


Terdengar suara retakan dari Formasi Cakar Hitam, dimana sudah tidak mampu untuk menahan beban.

__ADS_1


Bboooom!


Formasi Cakar Hitam langsung hancur berkeping-keping, dimana gerombolan monster melesat cepat ke arah Liu Ryu dan bawahannya.


Wuush! Wuush! Wuush!


Kecepatan dari gerombolan belalang sembah tidak bisa dianggap enteng, membuat bawahan Liu Ryu terlihat kewalahan.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Liu Ryu dan Istrinya yang memiliki kemampuan perubahan wujud,. langsung berubah wujud untuk menghalau gerombolan belalang sembah.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Dengan wujud Naga Agung, Liu Ryu menjatuhkan Hujan Kehampaan membuat gerombolan belalang sembah menjadi kabut darah.


Namun itu masih belum cukup, karena jumlah gerombolan belalang sembah sangatlah banyak.


Bahkan beberapa dari belalang sembah mampu menghindari serangan dari hujan elemen Kehampaan.


Jika saja Liu Ryu dan Istrinya tidak melepaskan Aura Dewa Agung dan Aura Dewi Agung, dapat dipastikan mereka akan mengalami luka.


Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang sudah berubah wujud juga melesat ke berbagai arah untuk membantu anggotanya yang terlihat kewalahan.


Raungan keras dari berbagai arah kini menggema di udara, hingga menciptakan gelombang kejut dari kedua belah pihak.


Bahkan bawahan Liu Ryu yang berasal dari Hewan Roh yang telah berevolusi menjadi Ras Demi-Human juga berubah wujud untuk menghalau gerombolan belalang sembah.


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!


Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga tidak tinggal diam, langsung berubah wujud menjadi sosok Naga raksasa berkepala tujuh.


Hutan yang dulunya sangat lebat, kini sudah berubah menjadi kawah besar, dimana akibat pertarungan tersebut membuat gempa bumi di seluruh Benua Dongwei.


" Beruntung saja mereka sudah menggunakan Cincin pemulihan dan baju Zirah yang lebih kuat dari sebelumnya." Gumam Liu Ryu sambil menoleh ke berbagai arah di sela pertarungannya.


Begitupun dengan senjata yang mereka gunakan, juga lebih tajam dan kuat dari sebelumnya, namun kekerasan kulit dari belalang sembah juga tidak bisa dianggap enteng.


" Ganti kembali pedang kalian." Teriak beberapa Jenderal kepada bawahannya.

__ADS_1


" Baik." Jawab mereka serempak, lalu mengambil pedang yang baru, karena pedang sebelumnya sudah rusak total.


Sejak awal pertarungan, banyak sekali pedang yang rusak dan patah akibat pertarungan yang seakan tidak ada habisnya.


Tentu Liu Ryu meminta kepada bawahannya untuk menghemat Qi yang mereka miliki, karena pihak lawan layaknya air bah.


" Bagi yang terluka, mundur ke belakang untuk memulihkan diri." Para Jenderal Besar memberi perintah kepada bawahannya.


" Baik." Jawab beberapa prajurit, lalu melompat ke belakang.


Sementara itu beberapa prajurit yang lain dengan segera menutup celah tersebut untuk melindungi rekannya.


" Untung saja semua prajurit sudah terlatih. Jika tidak, maka akan mengalami kekalahan." Liu Ryu yang terus memantau bawahannya.


Saat melihat para prajurit mulai kewalahan, saat itu juga Liu Ryu berpindah tempat untuk membantu anggotanya.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Xie Hua dan Istri Liu Ryu yang lain juga menggunakan teknik terkuat mereka dengan menciptakan kabut ilusi dan melemparkan bola elemen ke berbagai arah.


Goncangan yang sangat kuat seakan tidak ada habisnya, namun pertarungan tidak pernah berhenti.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Bahkan Liu Ryu yang terus menggunakan teknik hujan elemen Kehampaan, sudah banyak memakan korban, namun seakan tidak bisa mengurangi jumlah pihak lawan.


" Malapetaka."


Wuush!


Liu Ryu kembali melemparkan bola Kehampaan ke arah gerombolan belalang sembah yang terus keluar dari pintu dimensi.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat membuat gerombolan belalang sembah menjadi kabut darah.


" Gerombolan belalang sembah ini seakan tidak pernah habis." Gumam Liu Ryu, dimana dalam hitungan detik, wilayah serangan yang awalnya terlihat kosong, kini diisi kembali oleh gerombolan belalang sembah yang lain.


" Aku tidak bisa menggunakan teknik Malapetaka secara terus-menerus." Liu Ryu hanya menggerutu, karena untuk menciptakan teknik Malapetaka juga memiliki jeda waktu agar bisa digunakan kembali.


Beruntung Liu Ryu dan Istrinya memiliki Qi dalam jumlah besar, sehingga bisa mengeluarkan teknik terkuatnya hingga berkali-kali.


Jika dulu Liu Ryu hanya bisa menggunakan teknik Malapetaka hanya dalam satu kali pertarungan, kini dia sudah mampu melepaskan 'MALAPETAKA' lebih dari sepuluh kali.

__ADS_1


" Untung saja Yang Mulia Kaisar bisa menggunakan teknik itu, jika tidak, maka diantara kita sudah banyak yang mati." Beberapa Jenderal Besar dari setiap Kerajaan, mengakui kehebatan Liu Ryu dan Istrinya.


Tentu Liu Ryu dan Istrinya bisa mengeluarkan teknik terkuatnya hingga berkali-kali, karena lautan Qi mereka sudah berbentuk Galaxi.


__ADS_2