SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 161. Air Suci


__ADS_3

Mendengar ucapan tersebut, Wu Tian mengerutkan kening karena untuk memiliki Istri lebih dari satu dirinya masih belum siap.


Namun setelah mendapatkan persetujuan dari Ryu, Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan pria yang lain, Wu Tian akhirnya menyetujui hal tersebut.


" Komandan Yuna, Komandan Yenzi, Komandan Yanzi, Komandan Yaoyun, Komandan Yanshu... Kalian adalah Komandan terbaik dan banyak membantu Kerajaan Gong. Aku akan mengangkat kalian sebagai Jenderal. Kemarilah, aku memberikan tugas kepada kalian." Gong Sifa menatap ke arah kelima prajurit wanita Ras Peri Hutan.


" Baik Yang Mulia Ratu." Meskipun kelima wanita itu juga ingin dipilih oleh anggota pria Pasukan Semesta, namun mereka tidak berani membantah perintah Ratu Gong Sifa.


Tentu kelima wanita itu juga menginginkan keturunan dari bawahan Ryu. Karena kekasih mereka yang memiliki jabatan Jenderal, telah terbunuh saat melakukan pertarungan melawan Ras Orc.


Di sisi lain Gong Sifa memiliki pemikiran lain untuk kelima Jenderal tersebut. Disamping mereka sangat cantik, tapi juga berbakat.


" Jenderal Besar... Antar mereka menuju kolam Air Suci itu. Prosesnya cukup lama, yaitu memakan waktu selama satu bulan." Gong Sifa memberikan sebuah belati yang terbuat dari kayu berwarna hijau kepada Jenderal Besar.


" Baik Yang Mulia Ratu." Jenderal besar mengambil belati tersebut yang merupakan kunci untuk membuka tempat Air Suci.


Setelah itu Jenderal besar membawa para wanita Ras Peri Hutan menuju ke arah kolam air suci.


Tentu Xie Xian dan Istri Ryu yang lain juga tidak ingin ketinggalan bagian, dimana mereka juga ingin terlihat awet muda di mata suami mereka.


Bahkan Xie Shui dan Pasukan Semesta wanita juga ikut bersama rombongan, karena dia juga ingin terlihat cantik dan awet muda.


Sementara prajurit Ras Peri Hutan yang lain membawa Tou Shuijing, Jiu Tou She pasukan Semesta pria menuju ke kamar untuk beristirahat.


Berhubung di dalam Istana Kerajaan Gong masih belum memiliki pelayan karena sehabis perang, hanya prajurit saja yang bisa diandalkan, meskipun kondisi mereka dalam keadaan tidak baik.


Setelah mengantar semua bawahan Ryu, prajurit Ras Peri Hutan kembali ke kediaman masing-masing untuk memulihkan diri.

__ADS_1


Setelah mereka semua sudah pergi, kini hanya tersisa Ryu, Gong Sifa dan kelima Jenderal yang baru saja dia angkat.


" Pendekar Ryu, mari saya antar ke kamar." Gong Sifa membawa Ryu menuju ke kamar tamu kehormatan bersama kelima wanita yang memiliki jabatan sebagai Jenderal.


' Jenderal Yuna, Jenderal Yenzi, Jenderal Yanzi, Jenderal Yaoyun, Jenderal Yanshu... Kalian tau kenapa aku membawa kalian?' Gong Sifa mengirim pesan jiwa kepada kelima Jenderal tersebut sambil berjalan santai, sehingga Ryu tidak menaruh curiga sedikitpun.


' Tidak Yang Mulia Ratu... Memangnya ada apa?' Jenderal Yanzi membalas pesan jiwa kepada Gong Sifa.


' Kalian sudah tau sendiri bahwa Ras Peri Hutan hanya tersisa sedikit. Aku harap setelah peperangan ini, kita bisa lebih cepat berkembang. Apa kalian ingin bersamaku untuk menemani Pendekar Ryu?' Gong Sifa memberi pesan jiwa kepada kelima Jenderal.


' Maksud Yang Mulia Ratu?' Kelima Jenderal sedikit kaget, membalas pesan jiwa dengan serentak.


' Untuk Ras Peri Hutan, kita hanya memiliki 40 pria saja. Sedangkan untuk prajurit wanita Ras Peri, sepertinya bawahan Pendekar Ryu terlihat enggan untuk mendekati mereka. Dari 90 Prajurit wanita, hanya dipilih 10 saja. Itu artinya yang tidak dipilih tersisa 80 prajurit wanita.' Gong Sifa menggelengkan kepala karena bawahan Ryu seperti terlihat malu jika memilih 80 prajurit wanita Ras Peri Hutan yang semuanya terlihat cantik.


Sebenarnya seluruh rakyat Ras Peri Hutan memiliki kecantikan tersendiri, meskipun tidak sebanding dengan Ras Peri Cahaya.


Tidak seperti Ras Peri Hutan yang harus melakukan hubungan biologis untuk berkembang biak.


' Karena warga kita semuanya wanita, tentu sangat sulit bagi 40 pria Ras Peri Hutan untuk melanjutkan keturunan. Karena itulah aku meminta kepada kalian untuk mendapatkan keturunan dari Pendekar Ryu. Aku yakin anak kalian nantinya memiliki kekuatan besar untuk melindungi Ras Peri Hutan.' Gong Sifa mengutarakan tujuannya.


Meskipun hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya pada Ras Peri Hutan, namun Gong Sifa tidak memiliki pilihan lain demi mempertahankan Ras Peri Hutan.


Mendengar pesan jiwa tersebut, kelima Jenderal memasang wajah memerah dengan cepat mengendalikan diri agar tidak ketahuan.


' Tapi Yang Mulia Ratu, para prajurit masih banyak yang terkena luka dalam.' Komandan Yaoyun membalas pesan jiwa dari Gong Sifa.


Tentu kelima Jenderal sangat menginginkan hal itu, karena mereka yakin bahwa Ryu mampu memberikan keturunan kepada mereka.

__ADS_1


' Kirimkan pesan jiwa kepada mereka agar kesini setelah memulihkan diri. Tapi sebelumnya kalian memiliki tugas untuk menciptakan Formasi untuk membangkitkan gairah Pendekar Ryu. Buat semua ruangan dipenuhi aroma wangi pembangkit gairah.' Gong Sifa yang mengetahui kemampuan khusus kelima Jenderal tersebut.


' Baik Yang Mulia Ratu.' Kelima Jenderal mengirim pesan jiwa, lalu berjalan ke arah lain yang berhubungan dengan kamar yang ditempati Ryu.


Ryu yang belum mengetahui keinginan Gong Sifa, hanya mengikuti dari belakang sambil menatap ke ukiran di balik dinding Istana.


" Pendekar Ryu... Silahkan masuk! Jika ada yang kamu inginkan, kamu bisa memanggilku atau kelima Jenderal." Gong Sifa mempersilahkan kepada Ryu untuk masuk ke dalam kamar.


" Terimakasih Gong Sifa." Ryu mengangguk lalu masuk ke dalam kamar.


' Maafkan aku Pendekar Ryu. Aku tidak punya pilihan lain. Semoga saja kamu memahami situasi kami' Gong Sifa membatin lalu meninggalkan kamar tersebut menuju kamar utama miliknya.


Di sisi lain Ryu yang sudah berada di dalam kamar, kini sedikit mengerutkan kening karena kamar tersebut sangatlah luas melebihi kamar utama miliknya di Istana Kristal.


Sesaat Ryu mencium aroma wangi yang khas sehingga dalam hitungan detik dia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.


" Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa kembali ke Dunia Quzhu?" Ryu sedikit menyelidik merasakan hal yang tidak beres sambil memeriksa sumber aroma wangi tersebut.


Sesaat Gong Sifa dan kelima Jenderal masuk ke dalam kamar tersebut dengan wajah merasa bersalah, namun mereka menyampingkan hal itu.


" Kalian?" Ryu sedikit kaget karena keenam sosok tersebut tiba-tiba muncul.


" Pendekar Ryu... Maafkan kami. Kami tidak memiliki pilihan lain." Gong Sifa berjalan mendekati Ryu dimana kelima Jenderal masih berdiam diri


" Apa kalian yang menyebarkan aroma wangi ini?" Tanya Ryu yang dalam kondisi setengah sadar merasakan gairahnya meningkat.


" Ini semua kami lakukan demi kelangsungan hidup Ras Peri Hutan. Setelah ini, anggap saja tidak pernah terjadi." Gong Sifa menyadari posisinya sebagai Ratu Ras Peri Hutan, tentu tidak bisa meninggalkan Kerajaan Gong.

__ADS_1


__ADS_2