SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Tiga Penguasa Hutan


__ADS_3

Tidak lama kemudian Ryu dan Istrinya telah sampai di kedalaman Hutan yang terlihat tebing-tebing batu yang dihiasi dengan berbagai macam jenis Anggrek dengan kelopak berwarna-warni.


" Gege... Kamu lihat kan?" Ting Ye sangat kagum melihat tanaman anggrek tersebut sambil memegang tangan Ryu lalu menunjuk ke arah hamparan bunga tersebut.


" Iya... Aku melihatnya." Ucap Ryu dengan nada santai, namun sebenarnya dia juga terpana saat melihat tanaman anggrek tersebut.


Apalagi aroma wangi dari anggrek itu begitu memanjakan hidungnya.


" Gege... Apa kamu bisa membawa semua tanaman anggrek ini ke Dunia Quzhu? Aku ingin melihatnya setiap hari." Xie Hua dan yang lain juga sangat senang dengan hamparan anggrek tersebut.


" Aku bisa membawanya ke Dunia Quzhu. Tapi sepertinya tempat ini ada penunggunya." Ryu dapat merasakan beberapa sosok yang sedang mengawasi mereka.


" Aku juga tau itu. Sepertinya mereka ada tiga kelompok, yang kebetulan tempat ini adalah perbatasan kekuasaan mereka." Ucap Zhang Qixuan juga merasakan kehadiran penguasa wilayah tersebut, begitupun yang lainnya.


" Tapi Gege... Aku ingin sekali tinggal di tempat ini. Sesuai dengan namaku, bunga-bunga indah ini tidak lepas dariku." Xie Hua tidak memperdulikan keberadaan mereka sedang diawasi.


" Ketiga penguasa itu sepertinya tidak ingin mengganggu kita, jika kita tidak menggangu dan merusak wilayah mereka. Mungkin aku akan berbicara dengan ketiga penguasa itu." Ryu langsung melesat terbang ke arah lain.


Tidak lama kemudian, Ryu sudah berdiri di depan sekelompok Kera berbulu hitam, namun memiliki corak keemasan yang membuat tampilan mereka begitu menarik perhatian seukuran tiga kali manusia dewasa.


Dari semua kelompok tersebut ada dua sosok yang memakai Mahkota di atas kepalanya.


Melihat kemunculan Ryu yang tiba-tiba, kelompok Kera tersebut langsung meningkatkan kewaspadaan namun mencoba untuk menyapa ramah kepada Pemuda tersebut.


" Salam Tuan Pendekar... Ada apa yang membuat Tuan mendatangi tempat ini?" Tanya Raja dari kelompok kera tersebut.


" Maaf sebelumnya Raja Kera... Aku datang kesini untuk membahagiakan Istri-istriku. Seperti yang kalian lihat, mereka sangat senang dan menikmati keindahan tempat ini." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah Istrinya.


" Mohon maaf sebelumnya, perkenalkan namaku Hou Shan dan ini Istriku yang paling cantik Hou Shi." Raja Kera memperkenalkan dirinya dan menunjuk sosok kera lain ada di sampingnya yang memiliki bulu lebat.


Ryu yang mendengar ucapan tersebut berusaha untuk menahan diri agar tidak tertawa.

__ADS_1


Mungkin untuk kalangan manusia, tentu penampilan mereka terlihat mengerikan. Namun untuk kalangan Ras Kera, mungkin saja sosok tersebut terlihat cantik dalam penglihatan mereka.


" Perkenalkan namaku Liu Ryu, dan kelima wanita itu adalah Istriku. Langsung saja, Raja Hou... Aku ingin mengambil tempat ini sebagai hadiah untuk Istriku." Ryu memperkenalkan diri seraya menyampaikan tujuannya.


Mendengar ucapan tersebut Hou Shan dan semua kelompoknya sangat marah, namun tidak berani bertindak gegabah karena sosok yang ada di depan mereka pasti memiliki kekuatan besar.


Jika tidak, mana mungkin mereka bisa mencapai kedalaman Hutan tersebut tanpa luka sedikitpun. Apalagi setelah mereka mendengar bahwa Ryu akan mengambil Hutan tersebut, sudah pasti mereka berpikir bahwa Ryu sudah mencapai Pendekar Surgawi.


" Mohon maaf Tuan Pendekar... Jika Tuan mengambil tempat ini, maka kami akan kehilangan tempat tinggal. Lagi pula bukan hanya aku saja yang menguasai wilayah ini, tetapi juga Ratu Ular Hijau She Xia dan Raja Beruang Hitam Xiong Xi" Hou Shan menjelaskan tentang penguasa wilayah tersebut.


" Raja Hou Shan... Apa kamu bisa memanggil mereka? Aku ingin berbicara langsung dengan mereka." Ucap Ryu.


" Baiklah, aku akan mencoba memanggil mereka." Ucap Hou Shan lalu mengirim pesan jiwa kepada kedua penguasa yang lain.


Hou Shan berpikir jika kedua penguasa yang lain menolak keinginan Pemuda tersebut, maka kelompoknya juga ikut bergabung untuk melawan Ryu.


Jika ketiga penguasa wilayah bergabung, maka Hou Shan berpikir bahwa mereka kemungkinan akan memenangkan pertarungan.


Tidak lama kemudian terlihat Ular Hijau yang memiliki ukuran sekitar 50 meter datang ke tempat itu bersama seekor Beruang Hitam yang memiliki ukuran tiga kali manusia dewasa bersama kelompok mereka.


" Salam Raja Hou Shan... Ada apa kamu memanggil kami kesini?" Tanya Xiong Xi sambil melirik ke arah Ryu diikuti She Xia dan bawahan mereka.


" Tidak baik menyambut tamu kehormatan di tempat ini. Suamiku, bawa tamu kita ke Istana kita." Ucap Hou Shi yang berusaha untuk mencairkan ketegangan tersebut.


Hou Shi dapat merasakan bahwa ketiga kelompok tersebut menaruh kemarahan kepada Ryu karena sudah memasuki wilayah mereka, namun berusaha untuk mengendalikan diri karena tidak yakin bisa mengalahkan pemuda tersebut.


Jika saja mereka melakukan pertarungan, maka seisi Hutan tersebut akan menghancurkan semua keindahan di tempat itu.


" Baiklah... Ratu She Xia, Raja Xiong Xi... Mari kita bicara di kediaman kami." Hou Shan meminta kepada bawahannya untuk menuntun kedua penguasa tersebut.


" Baik Yang Mulia Raja." Kedua bawahannya membawa kedua penguasa.

__ADS_1


She Xia dan Xiong Xi juga mengikuti pengawal tersebut dan meminta kepada kelompoknya agar tinggal.


" Tuan Pendekar... Mari kita ke Istana, sekalian dengan kelima Istrimu." Hou Shan menuntun jalan kepada Ryu.


Ryu pun mengangguk lalu mengisyaratkan kepada Istrinya agar bisa ikut bersama yang lain.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah Goa yang terlihat seperti memiliki dimensi lain.


Ryu dan Istrinya langsung menyipitkan mata saat melihat sesuatu yang ada di depan mereka.


Mereka pun memasuki dimensi tersebut, seketika terlihat Pintu Gerbang yang megah. Bahkan semua yang ada di rombongan tersebut langsung berubah menjadi wujud Manusia dengan pakaian layaknya seorang Raja dan Ratu.


' Pantas saja Raja Hou Shan mengatakan bahwa Istrinya sangat cantik.' Ryu membatin sambil menatap beberapa sosok yang ada di sekitarnya.


Ryu mengakui bahwa Hou Shan sangat gagah dan tampan, begitupun dengan Istrinya yang juga sangat cantik dan anggun, namun memiliki tatapan yang tajam.


Di sisi lain She Xia juga terlihat anggun dan menawan diikuti lemah gemulai, namun memiliki kekuatan yang besar.


Sedangkan Xiong Xi memiliki perawakan besar dan perut membuncit, namun berwibawa dan gagah.


Saat memasuki gerbang tersebut, mereka juga disambut para prajurit yang sedang berjaga.


Begitupun saat memasuki Istana, mereka juga disambut ramah oleh puluhan Pelayan Istana.


Melihat apa yang ada di depan matanya, Ryu merasa tidak tega jika harus mengambil Hutan tersebut. Namun di sisi lain, Ryu juga ingin membahagiakan Istrinya.


Saat berada di dalam Istana, Hou Shan memberi isyarat kepada beberapa pelayan untuk menyajikan hidangan kepada para tamu.


Mendapatkan isyarat tersebut para Pelayan mengangguk lalu meninggalkan ruangan tersebut.


" Tuan Pendekar, Tuan Putri, Raja Xiong Xi, Ratu She Xia, silahkan duduk." Hou Shan mempersilahkan kepada mereka untuk duduk di kursi yang telah disediakan.

__ADS_1


Dengan sebuah anggukan kecil, Ryu dan Istrinya langsung mengambil tempat duduk. Begitupun dengan She Xia dan Xiong Xi yang juga ikut duduk.


__ADS_2