SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 202. Kemenangan Suku Harimau


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk memberikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Mendengar ucapan tersebut, Chaizu sedikit menaikkan sudut bibirnya, karena perkataan dari Raja Suku Kelelawar sebuah lelucon yang tidak masuk akal.


Bagaimana dengan Suku Ular dan Suku Kelelawar yang bekerjasama dengan Ras Org untuk menghancurkan Suku Harimau?


" Sungguh sangat lucu... Kamu telah mencubit orang lain, tapi kamu tidak ingin dicubit kembali. Lebih baik kamu pulang dan berlindung di bawah ketiak ibumu." Ucap Chaizu sambil menatap ke arah Raja Suku Kelelawar.


" Kau..." Raja Suku Kelelawar terlihat geram karena ucapan tersebut seolah menganggapnya seperti seorang bayi kecil.


Melihat ekspresi dari wajah Raja Suku Kelelawar, Chaizu tersenyum puas karena Raja Suku Kelelawar merasa terhina.


" Kamu hanya bocah kemaren sore, sedangkan aku sudah hidup selama ribuan tahun. Aku akan mengajarkanmu tentang sopan santun kepada orang tua." Bersamaan dengan ucapannya, Raja Suku Kelelawar melesat cepat ke arah Chaizu sambil mengayunkan tangannya membentuk cakaran yang sangat tajam.


" Aku tidak butuh nasehat dari orang tua sepertimu." Bersamaan dengan ucapannya, Chaizu juga melesat cepat ke arah Raja Suku Kelelawar sambil menyilangkan kedua tangannya untuk membentuk serangan cakaran.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Benturan antara serangan dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.


Merasakan kekuatan pihak lawan berada di atasnya, kini Raja Suku Kelelawar terlihat serius.


" Bocah kemaren sore ini sangat kuat. Pantas saja dia bisa membunuh Raja Suku Ular sebelumnya." Raja Suku Kelelawar memasang wajah jelek sambil melancarkan serangannya.


Meskipun kemenangannya sangat tipis, namun jika melarikan diri bukanlah keputusan yang tepat.


Dengan terpaksa, Raja Suku Kelelawar harus melakukan pertarungan hidup dan mati.


Wuush!


Raja Suku Kelelawar melompat ke belakang, lalu mengeluarkan Qi dalam jumlah besar untuk menciptakan elemen angin.


" Kibasan Tornado."


Wuush!


Bersamaan dengan kepakan sayapnya, Raja Suku Kelelawar mengeluarkan angin tornado setinggi 20 meter menyapu bersih semua yang dia lewati menuju ke arah Chaizu dengan kecepatan tinggi.


Chaizu yang melihat hal itu tentu tidak tinggal diam, langsung melompat ke arah tertentu lalu mengalirkan Qi dalam jumlah besar di mulutnya.


" Auman Harimau Petir."


Ggooooaaarr!

__ADS_1


Terpaan angin keluar dari mulut Chaizu yang diselimuti elemen Petir mengarah kepada angin tornado.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat membuat wilayah pertarungan rusak total, hingga tercipta kawah besar.


Melihat serangannya berhasil dipatahkan, Raja Suku Kelelawar langsung melesat ke arah Chaizu dengan kecepatan tinggi layaknya meteor.


Melihat kejadian itu, Chaizu juga tidak tinggal diam langsung menyilangkan kedua tangannya untuk melakukan serangan cakaran.


Craaash!


Bboooom!


Pertukaran serangan dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut dimana beberapa pasukan yang berada di wilayah tersebut langsung terpental puluhan meter.


Namun secara perlahan Raja Suku Kelelawar mulai kelelahan, dimana Chaizu langsung melancarkan serangan terkuatnya.


" Cakar Harimau Pembelah Gunung."


Bersamaan dengan lompatannya, Chaizu menyilangkan kedua tangannya lalu membentuk serangan cakaran dengan gerakan menyilang.


Craaash! Craaash!


Aaarrrggghhhh!


Dengan hilangnya kedua sayapnya, kekuatan Raja Suku Kelelawar turun secara drastis, sehingga dia hanya bisa menggertakkan gigi.


Di sisi lain Chaizu terus melancarkan serangannya, sehingga Raja Suku Kelelawar tidak mampu lagi untuk bertahan.


Craaash!


Serangan cakaran yang terakhir, membuat kepala Raja Suku Kelelawar terpotong dengan sempurna.


Melihat Raja mereka sudah kehilangan nyawa, pasukan Suku Kelelawar sudah kehilangan semangat untuk bertarung, sehingga pasukan Suku Harimau dengan mudah mengalahkan mereka.


Saat semua pasukan Suku Kelelawar sudah mati, kini pasukan Suku Harimau satu-persatu menuju ke arah Chaizu.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Pasukan Suku Harimau menundukkan kepala.


Mereka terlihat senang karena akhirnya mereka berhasil memenangkan pertarungan tersebut.


" Mmmm... Sekarang pulihkan diri kalian. Setelah itu kalian boleh kembali ke Istana, karena aku akan bertemu dengan Dewa Agung." Ucap Chaizu sambil menatap ke arah bawahannya.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak lalu mengambil posisi untuk memulihkan diri.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Chaizu langsung melesat ke arah Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta sedang menunggu.


Tidak lama kemudian, Chaizu telah muncul di hadapan Ryu dan bawahannya, dimana mereka langsung bangkit berdiri.


" Salam Dewa Agung." Chaizu memberi hormat.


" Mmmm... Apa kalian sudah selesai?" Tanya Ryu.


" Semua berkat pertolongan Dewa Agung dan yang lain." Chaizu terlihat senang sambil melirik ke arah Pasukan Semesta.


" Dewa Agung, mari kita ke Istana." Chaizu memberi hormat, lalu menuntun jalan kepada mereka.


Dengan sebuah anggukan, Ryu dan bawahannya berjalan mengikuti Chaizu menuju Istana Suku Harimau.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di sebuah Istana yang sangat besar dan megah, yang memiliki corak berwarna putih mengkilap.


Di dalam Istana, mereka langsung disambut oleh para petinggi Istana Suku Harimau, Juga Jiejia.


" Salam Dewa Agung." Jiejia dan semua yang berada di ruangan tersebut langsung menundukkan kepala.


Tentu mereka sudah mengetahui bahwa Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta sudah berada di Dunia Dongwu, karena Chaizu sudah memberitahukan kepada mereka sebelumnya.


Kini tatapan Jiejia tertuju pada salah satu sosok wanita yang merupakan Istri Ryu, yaitu Jiu Wei Hu.


Tentu Jiejia mengingat jelas bahwa wanita itu pernah menggoda Chaizu saat mereka masih menjadi bawahan Ryu.


"Kamu tidak perlu khawatir, dulu aku hanya bercanda denganmu." Jiu Wei Hu menepis tanggapan miring dari Jiejia.


" Kamu lihat sendiri, sekarang Tuan Muda Ryu sudah menjadi suamiku." Jiu Wei Hu melanjutkan pembicaraannya sambil merangkul tangan Ryu.


" Sa... Salam Dewi Agung." Jiejia dengan cepat mengambil sikap, lalu menundukkan kepala kepada Jiu Wei Hu.


Tentu Jiejia sedikit khawatir karena sosok Jiu Wei Hu yang sekarang jauh lebih cantik dari sebelumnya.


" Pelayan... Sediakan kamar untuk tamu kehormatan kita." Jiejia memberi perintah kepada beberapa pelayan yang berada di tempat tersebut.


" Baik Yang Mulia Permaisuri." Ucap para pelayan, lalu meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah itu Chaizu membawa Ryu dan Istrinya menuju ke ruangan pribadi tamu kehormatan. Sedangkan Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta lebih memilih untuk kembali ke Dunia Quzhu untuk beristirahat sejenak.


Sebuah kamar hanyalah formalitas, karena Chaizu sudah mengetahui bahwa Ryu dan Istrinya pasti akan tinggal di Dunia Quzhu dimana tempat tinggal mereka.


" Dewa Agung, aku tidak menyangka bahwa kalian datang kesini pada waktu yang tepat. Jika saja tanpa bantuan kalian, mungkin keberadaan Suku Harimau akan terancam punah." Jiejia berkata dengan tulus, karena dengan hadirnya Ryu dan Pasukan Semesta bisa membalikkan keadaan.


" Bagaimana mungkin aku membiarkan rekanku mendapatkan masalah." Ryu tidak pernah menganggap mereka sebagai bawahannya, melainkan seperti rekan sendiri.

__ADS_1


Meskipun demikian, baik itu Chaizu dan Jiejia ataupun Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta selalu menganggap Ryu sebagai majikan mereka.


__ADS_2