SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 369. Akhir Pertarungan di atas Laut.


__ADS_3

Tentu semua hewan laut itu tidak mengikat kontrak jiwa kepada kelompok perompak, namun kemampuan khusus para perompak bisa memanggil hewan laut untuk membantu mereka.


Semua hewan laut yang mereka panggil tidak pernah berhenti menyerang pihak musuh, sebelum ada yang mati.


Begitupun dengan semua hewan laut itu, mereka akan melakukan pertarungan hidup dan mati karena teknik dari para perompak sangat kuat.


Di sisi lain Liu Ryu yang sedang bertarung melawan gurita raksasa, kini semakin sengit dimana gurita raksasa telah mengeluarkan seluruh kemampuannya.


Begitupun dengan Liu Ryu yang kini pedangnya sudah diselimuti elemen Kehampaan, membuat gurita raksasa sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan.


" Sudah jutaan tahun melakukan pertarungan, baru kali ini aku bisa terluka." Gumam gurita raksasa yang kini dalam posisi bertahan.


Ggooooaaarr!


Bersamaan dengan raungannya, gurita raksasa mengeluarkan puluhan gelembung air, lalu menembakkan ke arah Liu Ryu.


" Serangannya sangat mematikan." Gumam Liu Ryu sambil membelah gelembung air yang mengarah kepadanya.


Gurita raksasa merasa bahwa serangan gelembung air sangat efektif untuk mengalahkan Liu Ryu dari jarak jauh, karena jika bertarung dalam jarak dekat, maka posisinya sama sekali tidak menguntungkan.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Setiap ayunan pedang dari Liu Ryu yang membelah gelembung air, kini menciptakan ledakan yang sangat kuat.


Meskipun Liu Ryu sangat dekat dengan ledakan, namun ledakan dari gelembung air seakan tidak mampu menggores kulitnya.


" Berapa banyak Qi milik bocah ini?" Gurita raksasa merasa heran karena dia dapat memperkirakan bahwa Liu Ryu sudah mengeluarkan Qi dalam jumlah besar untuk menghalau serangan gelembung air.


Begitupun dengan Liu Ryu, kini dia tidak memiliki celah untuk mendekati gurita raksasa, meskipun memiliki teknik teleportasi.


" Gurita raksasa ini benar-benar tidak membiarkanku menggunakan teknik teleportasi." Liu Ryu menggerutu dalam hati, karena teknik yang digunakan gurita raksasa sekarang seakan menutup ruang hampa agar Liu Ryu tidak bisa menggunakan teknik teleportasi.


Tidak ada pilihan lain, Liu Ryu langsung melesat ke sebuah arah untuk menghindari arah gelembung air.


Kabut Ilusi...!


Duuung!


Liu Ryu yang ingin menjadikan dirinya seperti kabut hitam, kini memasang wajah serius, karena teknik tersebut juga tidak bisa digunakan.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, juga tidak bisa menggunakan teknik kabut ilusi ketika berhadapan dengan gurita raksasa yang lainnya.


Di sisi lain Liu Ryu langsung berubah wujud menjadi Naga Agung, karena untuk menghadapi gurita raksasa tidak bisa dianggap enteng.

__ADS_1


Ggooooaaarr!


Liu Ryu meraung keras, membuat gendang telinga siapapun yang berada di tempat itu akan berdengung hidup muntah darah.


Buussshh!


Liu Ryu memuntahkan bola Kehampaan mengarah ke gurita raksasa, dengan kecepatan tinggi layaknya meteor seakan merobek ruang hampa.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat bersarang di tentakel gurita raksasa yang tidak sempat menghindar, membuat ketiga tentakelnya terputus.


Aarrgggh!


Gurita raksasa meraung keras karena serangan dari bola Kehampaan tidak bisa membuat tentakelnya di regenerasi.


Buussshh!


Gurita raksasa menciptakan gelembung air raksasa hidup ukurannya seakan menutupi matahari.


Buussshh!


Gurita raksasa menembakkan gelembung air ke arah Liu Ryu, dengan kecepatan tinggi, membuat air laut yang dilewati seakan terbelah.


" Malapetaka."


Buussshh!


Bboooom!


Benturan dari kedua serangan, membuat air laut terangkat ke udara hingga membentuk jamur raksasa.


Sedangkan dibawahnya dimana air laut seakan mengering, hingga dalam beberapa saat air laut kembali seperti semula.


Wuush!


Liu Ryu melesat cepat ke arah gurita raksasa, dimana gurita raksasa terlihat sudah kelelahan karena sudah banyak mengeluarkan tenaga.


Craaash!


Sebuah tebasan pedang dari Liu Ryu, langsung membelah kepala gurita raksasa.


Sebelum gurita raksasa tenggelam karena sudah kehilangan nyawa, Liu Ryu langsung mengambil Inti Rohnya yang seukuran kapal udara yang ditumpangi Liu Ryu.

__ADS_1


" Berapa usia gurita raksasa ini?" Liu Ryu mengerutkan kening karena baru pertama kali melihat Inti Roh dengan diameter sekitar 20 meter.


Liu Ryu berpikir jika gurita raksasa memiliki ukuran seperti itu, maka bisa menenggelamkan sebuah pulau.


Sesaat Liu Ryu menoleh ke arah Istrinya yang sedang bertarung melawan gurita raksasa yang lainnya.


Wuush!


Liu Ryu melesat cepat ke arah Sheng Zhishu dan Xin Chie yang bertarung, lalu mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.


Craaash!


Pada saat berada dalam jarak dekat, Liu Ryu mengayunkan pedangnya yang mengeluarkan elemen Kehampaan yang memadat membentuk bilah.


Craaash!


Kepala gurita raksasa terbelah menjadi dua bagian, membuat Sheng Zhishu dan Xin Chie sedikit kaget.


" Ambil Inti Roh gurita itu." Ucap Liu Ryu, lalu melesat ke arah Istrinya yang lain yang juga sedang bertarung melawan gurita raksasa.


Di sisi lain Sheng Zhishu dan Xin Chie yang awalnya berdiam mematung, kini langsung melesat ke arah mayat gurita raksasa yang mulia tenggelam.


Keduanya pun mengambil Inti Roh gurita raksasa, dimana ukurannya sama dengan Inti Roh gurita raksasa yang diambil oleh Liu Ryu sebelumnya.


" Apa Inti Roh ini bisa digunakan?" Tanya Sheng Zhishu yang sedikit ragu untuk menyerap Inti Roh yang memiliki ukuran yang tidak masuk akal.


" Kita tidak bisa menggunakannya secara langsung. Tapi kita bisa menggunakannya untuk membuat senjata atau yang lainnya." Ucap Xin Chie, lalu memasukkan Inti Roh tersebut ke Dunia Quzhu.


Di sisi lain Liu Ryu yang sedang membantu semua Istrinya, kini satu-persatu gurita raksasa mati di tangan Liu Ryu, karena senjata apapun atau serangan apapun tidak bisa membunuh gurita raksasa.


Beruntung Liu Ryu memiliki elemen Kehampaan, sehingga hewan laut yang sudah hidup abadi itu tidak berlaku untuknya.


Sebenarnya masih banyak hewan laut yang masih hidup di dasar lautan, namun mereka jarang sekali muncul ke permukaan air, sehingga tidak ada yang mengetahui seberapa berbahayanya lautan yang luas.


Bahkan Xu Tianpeng yang pernah menjadi penguasa Benua Tengah juga tidak menggangu kerajaan yang berada dibawah laut, karena rata-rata prajuritnya sudah mencapai Bintang Dewa dan semuanya memiliki sebuah konsep agar kemampuan mereka bisa berlipat ganda.


Setelah Liu Ryu berhasil membunuh semua gurita raksasa, kini semua Istrinya datang membantu para prajurit untuk mengalahkan kelompok hiu.


Meskipun sekelompok hiu tersebut ukurannya menyamai ukuran kapal udara, namun Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu bisa mengalahkan mereka dengan mudah.


Bahkan setiap satu serangan, semua Istrinya bisa membunuh satu ekor hiu tanpa bantuan Liu Ryu.


" Akhirnya selesai juga." Gumam Liu Ryu, sambil menatap Istrinya yang mulai berdatangan mendekatinya.

__ADS_1


" Sepertinya kita telah menyinggung kerajaan bawah laut." Ling Huoliang sedikit khawatir karena dia sedikit mengetahui bahwa makhluk bawah laut jauh lebih kuat dari para Kultivator yang berada di berbagai benua.


" Kalian tidak perlu khawatir! Jika mereka berani menampakkan diri, aku tidak segan menghancurkan kerajaan mereka." Liu Ryu menepis kekhawatiran Istrinya.


__ADS_2