
Setelah menjelaskan kepada mereka, Liu Ryu dan Istrinya keluar dari Istana Kekaisaran Atas Awan, menuju ke Kota Lanshui.
" Salam tuan muda, nona semuanya." Zi Mayi, Zi Mifeng dan beberapa pelayan memberi hormat.
" Mayi... Aku membutuhkan bantuanmu untuk membeli 133 Kuda terbaik untuk kami." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan sebuah Cincin kepada Zi Mayi.
" Baik tuan muda." Zi Mayi mengambil Cincin tersebut, lalu membawa beberapa bawahannya untuk pergi ke tempat penjual Kuda.
Meskipun tidak mengetahui tujuan dari Liu Ryu, Zi Mayi tetap menjalankan perintah majikannya.
Tentu Liu Ryu lebih memilih untuk bepergian dengan menggunakan Kuda, meskipun mereka bisa terbang.
Hal itu Liu Ryu lakukan agar mereka terlihat seperti pasukan elit yang ditugaskan oleh Assosiasi Senjata.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini Zi Mayi sudah membawa Kuda terbaik yang diinginkan Liu Ryu.
" Tuan muda, Kuda yang anda pesan sudah ada di halaman depan Assosiasi Senjata." Ucap Zi Mayi.
" Mmmm... Lakukan tugas kalian dengan baik, saat aku pergi." Liu Ryu menjelaskan tujuan mereka.
Mendengar ucapan tersebut, Zi Mayi dan Zi Mifeng hanya bisa menuruti perintah dari majikan mereka.
Setelah menjelaskan hal tersebut, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain kembali ke Dunia Quzhu untuk sementara waktu.
" Tuan muda. Aku berjanji akan menjalankan tugas ini dengan baik." Ucap Zi Mayi dan Zi Mifeng.
" Mmmm... Perjalanan kita masih panjang. Jadi tetaplah fokus untuk meningkatkan Kultivasi." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan menuju luar Assosiasi Senjata.
Sementara di Dunia Quzhu, Sheng Zhishu dan yang lain juga terlihat sedang mempersiapkan sesuatu kepada kuda mereka masing-masing.
Saat kuda-kuda itu muncul, Sheng Zhishu dan yang lain memberikan sebuah Pil kepada mereka.
" Dengan begini, semua kuda kita akan bertambah kuat." Ucap Sun Yueyue sambil memasukkan Pil di mulut kuda.
Tidak hanya disitu saja, Sheng Zhishu juga melengkapi berbagai peralatan khusus untuk kuda tersebut, mulai dari perlengkapan baju Zirah.
__ADS_1
Setelah itu, Sheng Zhishu membawa kuda tersebut ke dalam danau Air Embun Surgawi dan Air Pemurnian Darah.
Kuda-kuda yang awalnya tidak senang dengan beban yang diberikan pada tubuh mereka, kini kembali bersemangat, karena tubuh mereka terasa ringan.
" Untuk sementara waktu, kalian menggunakan Sumberdaya ini saja. Kami akan berjanji akan memberikan rumput roh kepada kalian." Ucap Sheng Zhishu sambil memberikan beberapa Sumberdaya kepada para kuda tersebut.
Kuda yang mereka beli bukankah kuda biasa, melainkan kuda khusus yang hanya memakan rumput roh.
Dengan demikian kekuatan fisik mereka semakin meningkat, jika terus diberikan rumput roh.
" Sepertinya suami kita sudah berada di luar kota Lanshui." Ucap Sheng Zhishu.
Sesaat mereka menggunakan kekuatan spiritual masing-masing, dimana baju Zirah langsung melekat pada tubuh mereka.
" Saatnya berpetualang." Sheng Zhishu dan yang lain langsung menggunakan topeng, hingga dalam hitungan detik menghilang dari pandangan.
Di pinggir kota Lanshui, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain bermunculan dengan menunggang kuda masing-masing.
" Suamiku... Sekarang kita pergi ke Istana Kekaisaran Han terlebih dulu." Tai Bai yang merupakan sebagai pemandu perjalanan mereka, meminta kepada Liu Ryu agar meminta Lencana khusus dari Kekaisaran Han.
" Baiklah, kita akan berangkat sekarang." Liu Ryu yang sudah naik ke punggung kudanya, langsung mengikuti jalan menuju Ibukota Kekaisaran Han.
Para penjaga dan warga yang kebetulan berada di tempat itu, terlihat kaget karena kedatangan kelompok bertopeng dengan menggunakan kuda bukanlah hal yang lazim di wilayah Kekaisaran Han.
Namun saat melihat kuda yang mereka gunakan sangatlah mahal, tentu para penjaga harus bersikap hati-hati.
" Penjaga... Kami ditugaskan oleh Assosiasi Senjata untuk menemui Yang Mulia Kaisar." Ucap Liu Ryu, sambil melemparkan sebuah Lencana Assosiasi Senjata kepada salah satu penjaga gerbang.
Penjaga gerbang itupun terlihat kebingungan, karena mereka dapat memastikan bahwa 129 yang menunggang kuda adalah seorang wanita, meskipun seluruh tubuh mereka ditutupi baju Zirah.
Hanya satu sosok yang mereka lihat seorang pria, dimana sosok yang memberikan Lencana Assosiasi Senjata.
Melihat Lencana tersebut merupakan asli dari Assosiasi Senjata, para penjaga gerbang bernafas lega, meskipun kelompok tersebut menggunakan topeng yang menyeramkan.
" Silahkan masuk tuan Pendekar." Pemimpin penjaga langsung membawa mereka ke Istana Kekaisaran Han.
__ADS_1
Saat memasuki ibukota Kekaisaran Han, banyak sekali pasang mata tertuju kepada Liu Ryu dan Istrinya yang menggunakan topeng dan kuda yang sangat bernilai tinggi.
" Siapa mereka? Sepertinya bukan dari Kekaisaran Han."
" Entahlah saudara... Sepertinya mereka bukan orang sembarangan. Lihat saja kuda dan baju perang yang mereka gunakan! Seperti sebuah pasukan elit."
" Jika begitu, apa yang mereka lakukan disini?"
Sebuah diskusi dadakan dari beberapa warga yang melihat kedatangan Liu Ryu dan Istrinya yang terlalu mencolok dan mengundang perhatian orang banyak.
Tidak lama kemudian, Pemimpin penjaga gerbang, melaporkan kedatangan dari Assosiasi Senjata kepada Penjaga gerbang Istana Kekaisaran Han.
Pemimpin penjaga itupun langsung masuk ke dalam Istana, untuk melaporkan kepada Kaisar Han Kiang.
Sementara Pemimpin penjaga Ibukota Kekaisaran Han, kembali ke tempat semula, kembali melanjutkan tugasnya.
Tidak lama kemudian terlihat beberapa sosok yang muncul di tempat tersebut bersama pemimpin penjaga gerbang Istana sebelumnya.
" Saya adalah Jenderal Besar Kekaisaran Han. Jika boleh tau, apa tujuan kalian datang kesini?" Tanya sosok yang menggunakan pakaian seorang Jenderal.
" Salam Jenderal Besar... Kami diutus oleh Assosiasi Senjata untuk meminta izin kepada pihak Istana Kekaisaran Han." Ucap Liu Ryu, lalu menyerahkan sebuah gulungan kertas yang diberikan segel khusus.
Jenderal itupun mengambil gulungan tersebut, lalu menatap mereka secara bergantian, karena ada sesuatu yang aneh di pikirannya.
Tentu mereka sedikit heran, karena di dalam rombongan tersebut hanya satu orang yang seorang pria, sedangkan yang lain semuanya seorang wanita meskipun sudah menggunakan topeng dan baju perang.
" Kalian tunggu disini sebentar." Ucap Jenderal tersebut, lalu kembali ke Istana Kekaisaran Han.
Tidak mudah bagi Liu Ryu dan Istrinya bisa masuk ke dalam Istana Kekaisaran Han, meskipun pihak lawan sangat menghormati Assosiasi Senjata.
Namun Liu Ryu tidak mempermasalahkan hal itu, karena baginya yang terpenting adalah bagaimana bisa mendapatkan misi dari Istana Kekaisaran Han untuk mendapatkan Sumberdaya sebanyak mungkin.
Tidak lama kemudian, Jenderal Besar muncul di depan pintu gerbang, dimana langsung memberikan sebuah gulungan kertas dan sebuah Lencana Kekaisaran Han.
" Kebetulan pihak Istana sedang membutuhkan tenaga untuk menyingkirkan beberapa kelompok yang sering membuat onar di wilayah Kekaisaran Han."
__ADS_1
Jenderal Besar tidak menyangka bahwa kedatangan kelompok bertopeng tersebut menawarkan diri untuk membantu Kekaisaran Han.
Hanya saja Jenderal Besar tidak menginginkan mereka masuk, karena penampilan mereka begitu mengerikan.