SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 428. Dendam Ratu Peri Merah


__ADS_3

Ratu peri merah memejamkan mata sambil menyerap informasi dari Xu Beng, hingga terlihat sebuah senyuman dari wajahnya.


" Dewi Malam... Apa kamu mengetahui siapa pria ini?" Tanya Ratu peri merah, sambil menunjuk ke arah Xu Beng.


" Aku juga tidak mengetahuinya. Namun yang aku ketahui, dia adalah Xu Tianpeng yang berasal dari dunia lain." Jawab Dewi Malam, karena dia tidak memiliki kemampuan khusus untuk menyerap Informasi dari Xu Beng.


Dewi Malam menjelaskan bahwa Xu Tianpeng telah berhasil membangkitkan dirinya dan memiliki tubuh abadi, sehingga bisa hidup kekal.


Ratu peri merah menggelengkan kepala, karena dia sudah mengetahui siapa sebenarnya pria itu dan apa tujuannya pergi ke dunia ini.


" Sepertinya kamu telah ditipu. Dia adalah Xu Beng, utusan dari Xu Tianpeng yang ingin menguasai dunia ini."


" Sayangnya dia terlebih dulu bertemu denganmu ketika kekuatannya belum pulih, sehingga dengan mudah ditaklukkan olehmu." Ratu peri merah menjelaskan tentang siapa sebenarnya pria yang terkapar di lantai.


Ratu peri merah juga mengatakan bahwa Xu Beng sedang mencari keberadaan Altar Kuno agar bisa membawa Xu Tianpeng yang sebenarnya.


Tidak hanya itu saja, Xu Tianpeng juga memiliki kemampuan lebih besar dari Xu Beng, dan memiliki miliaran pasukan yang mampu membalikkan dunia itu.


" Bahkan dengan satu pasukannya saja, dunia ini akan hancur. Apalagi jika semua pasukannya berada disini." Ratu peri merah menjelaskan tentang Xu Tianpeng yang asli.


" Gluug." Dewi Malam menelan ludah kasar, karena tidak menyangka bahwa Xu Beng memiliki kemampuan sebesar itu.


Dewi Malam bernafas lega, karena ketika bertemu dengan Xu Beng, pria itu belum dalam kondisi prima.


" Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Dewi Malam.


Tanpa menjawab apapun, ratu peri merah kembali melanjutkan aksinya dengan mengisap darah dari ratusan pria yang berada di tempat itu.


Kini satu-persatu para pria itu jatuh terkapar hingga kehilangan nyawa dengan kondisi tubuh mengering.


" Kita bisa memanggil satu-persatu bawahan dari Xu Tianpeng. Dengan begitu kita bisa mendapatkan keuntungan besar." Ratu peri merah yang sudah menyelesaikan aksinya, kini langsung berjalan mendekati Dewi Malam.

__ADS_1


" Apa kamu bisa melakukannya?" Tanya Dewi Malam yang terlihat penasaran.


" Ya.... Asalkan kita bisa menemukan keberadaan Altar Kuno itu, maka aku bisa menciptakan sihir teleportasi agar mereka datang kesini." Ratu peri merah menjelaskan tentang apa yang dia rencanakan untuk meningkatkan kekuatan mereka dengan cepat.


Jika menggunakan kekuatan manusia dan mahluk hidup yang berada di dunia itu, kekuatan mereka terlalu lambat untuk berkembang.


Namun jika menghisap darah dari pasukan bawahan Xu Tianpeng, maka kekuatan mereka bisa meningkat dengan cepat.


" Dengan bantuan Altar Kuno itu juga, kamu bisa berkomunikasi dengan Xu Tianpeng." Ratu peri merah melanjutkan ucapannya.


" Kamu tau sendiri kan tugasmu?" Tanya ratu peri merah, yang seakan tidak tunduk kepada Dewi Malam, meskipun kekuatannya masih dibawah Dewi Malam.


Sesaat terlihat sebuah senyuman mengembang dari wajah Dewi Malam, karena dengan ratu peri merah di sampingnya, maka rencana mereka bisa berjalan dengan lancar.


" Kalau begitu, apa yang kita tunggu lagi? Kita harus mencari keberadaan Altar Kuno itu, sebelum berhadapan dengan sosok Dewa tertinggi itu." Dewi Malam tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan kekuatan besar.


" Biarkan saja dia tinggal di Istana ini." Ucap ratu peri merah yang tidak terlalu peduli dengan kondisi Xu Beng yang terkapar di lantai.


Meskipun Xu Beng masih hidup, namun dengan kondisinya sekarang, pria itu sama sekali tidak menguntungkan bagi Dewi Malam dan ratu peri merah.


( Daratan Efhoria )


Di tempat lain, Liu Ryu dan kedua Istrinya, kini sudah di sebuah permukiman warga yang dikelilingi tembok yang menjulang tinggi lebih dari 20 meter.


" Tembok pertahanan ini cukup kuat untuk menangkal serangan hewan buas bahkan siluman." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah pintu gerbang.


Liu Ryu melangkahkan kakinya untuk mendekati pintu gerbang yang diikuti kedua Istrinya.


Melihat kedatangan Liu Ryu dan kedua Istrinya, beberapa sosok yang sedang berjaga, kini langsung mengambil posisi untuk bertanya kepada mereka.


" Maaf teman, apa yang kalian lakukan disini?" Tanya pemimpin penjaga.

__ADS_1


" Teman... Kami baru saja menempuh perjalanan jauh. Kami ingin beristirahat sejenak disini!" Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah sosok yang berbicara dengannya.


Semua saling berpandangan, karena selama bertahun-tahun tidak ada yang berkunjung ke permukiman tersebut, karena di sekitar kota kecil itu dikelilingi hewan buas dan siluman.


Jika Liu Ryu dan kedua Istrinya bisa melewati gerombolan hewan buas dan siluman, maka para penjaga berpikir bahwa ketiga sosok itu bukan orang biasa.


" Apa kalian manusia?" Pemimpin penjaga kembali bertanya, karena dia takut jika ketiga sosok itu merupakan wujud dari siluman.


" Teman... Jika kami bukan manusia, tentu kalian mengetahui ciri-ciri dari siluman yang bisa berwujud manusia." Ucap Liu Ryu.


Semua para penjaga gerbang mengerutkan kening, karena belum mengetahui ciri-ciri tertentu dari siluman yang mampu berubah wujud menjadi manusia, lalu menoleh ke arah ketiga sosok itu penuh selidik.


" Pemimpin... Meskipun kita tidak mengetahui ciri-ciri yang pemuda itu maksud, mungkin mereka benar-benar adalah manusia." Salah satu penjaga mencoba untuk mempercayai perkataan dari Liu Ryu.


Pemimpin penjaga mengangguk pelan, lalu memberi isyarat kepada bawahannya untuk membuka pintu gerbang.


Para penjaga itupun mengangguk, lalu membuka pintu gerbang agar Liu Ryu dan kedua Istrinya bisa masuk.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu dan kedua Istrinya melangkahkan kakinya untuk memasuki pintu gerbang, dimana para penjaga masih tetap waspada.


Saat Liu Ryu dan kedua Istrinya tidak menunjukkan reaksi untuk membunuh mereka, pemimpin penjaga bernafas lega, lalu berjalan mendekati Liu Ryu dan kedua Istrinya.


" Maafkan atas perlakuan kami sebelumnya teman. Karena di kota ini sangat rentan diserang hewan buas dan siluman, sehingga tidak ada satupun yang datang kesini." Ucap Pemimpin penjaga, sambil memberi hormat.


" Tidak masalah teman. Itu wajar saja, karena itu semua demi kebaikan para warga." Liu Ryu tidak mempermasalahkan hal itu, karena sangat wajar jika para penjaga harus bertindak hati-hati.


Pemimpin penjaga gerbang bernafas lega, lalu menceritakan tentang apa yang terjadi di kota kecil itu.


" Teman... Setiap malam kami selalu diserang oleh hewan buas bahkan siluman. Karena itulah kenapa sebelumnya kami sedikit curiga." Ucap pemimpin penjaga.


Pemimpin penjaga gerbang juga menjelaskan bahwa di kota kecil itu tidak memiliki penginapan, karena semuanya dihuni oleh para warga dari berbagai desa sejak bertahun-tahun.

__ADS_1


Namun pemimpin penjaga menawarkan kepada Liu Ryu dan kedua Istrinya agar bisa menginap di rumah khusus untuk para penjaga yang kebetulan ada kamar kosong.


Pemimpin penjaga itupun membawa mereka menuju Barack tempat kediaman para penjaga.


__ADS_2