SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 174. Kerajaan Hen


__ADS_3

Namun dengan kristal yang berada di tangan mereka, Pasukan Semesta bisa menarik Hudie ke Penjara Abadi.


" Dewa Agung, mereka sangat cepat." Wanita Ras Peri Hutan merasa ragu dengan apa yang dilakukan Ryu bersama Pasukan Semesta.


" Kita akan mencobanya." Jawab Ryu, lalu melesat cepat ke bawah layaknya meteor.


Melihat hal itu, semua Pasukan Semesta juga turun ke tanah untuk menangkap Kupu-kupu Raksasa.


Bboooom!


Ryu yang sudah berpijak pada tanah di tempat itu dimana kelompok Hudie merasakan bahwa ada orang yang mendekati mereka.


Kyaaaak!


Kelompok Hudie melesat cepat ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Tou Shuijing, Jiu Tou She, Xie Xian dan Pasukan Semesta berpijak di atas tanah, dimana kelompok Hudie sedikit kaget.


" Dewa Agung." Wu Tian sedikit ketakutan karena wujud dari Kupu-kupu Raksasa yang diceritakan tidak seperti layaknya kupu-kupu.


Dapat dipastikan bahwa Hudie yang ada di depan mereka sekarang memiliki kekerasan tubuh seperti Baja.


Sayap mereka juga sangat lebar dan kuat, dimana semua sisi pinggirnya tajam seperti pisau.


Begitupun dengan seluruh tubuh mereka seperti sedang menggunakan baju Zirah.


Kyaaaak! Kyaaaak! Kyaaaak!


Sekelompok Hudie melesat cepat ke arah Ryu dan Pasukan Semesta.


" Jangan lengah! Mereka hanya bisa ditaklukkan dengan elemen." Ryu berspekulasi bahwa Hudie memiliki ketahanan fisik yang sangat kuat.


Meskipun Ryu sendiri ingin mengetahui bagaimana kuatnya fisik Hudie jika dihadapkan dengan Pedang Naga Petir.


" Baik." Jawab Pasukan Semesta serempak, dimana mereka langsung memasang wajah serius.


Straaing!


Ryu berpindah tempat sambil menggunakan pedang di tangannya, lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga untuk memastikan ketahanan fisik Hudie.


Traaang! Traaang! Traaang!


Benturan Pedang Naga Petir bersarang di sayap Hudie, hingga menimbulkan percikan api kecil.


" Hmmm..." Ryu tersenyum lebar karena koleksinya kali ini benar-benar memuaskan, lalu mengembalikan pedangnya.


Wuush!


Ryu langsung menarik salah satu Hudie ke Penjara Abadi, namun hal itu disadari oleh Hudie, sehingga dia langsung melesat untuk menghindar.

__ADS_1


" Sangat menarik." Ryu bergumam lalu mengalirkan elemen Kehampaan di kepalan tangannya hingga sambaran elemen Kehampaan bergerak liar di tempat tersebut.


Di sisi lain, Pasukan Semesta juga harus bekerjasama untuk menangkap Hudie karena kecepatan menghindar mereka sangat tidak masuk akal.


Straaing!


Ryu kembali berpindah tempat menuju ke arah Hudie yang menjauhi wilayah tersebut.


Bboooom!


Duaarr!


Bersamaan dengan pukulan dari Ryu, elemen Kehampaan juga menyambar satu tubuh Hudie hingga jatuh kebawah layaknya meteor.


Bboooom!


Straaing!


Bersamaan dengan Hudie menyentuh tanah hingga membentuk kawah kecil, Ryu langsung berpindah ke tempat tersebut.


Wuush!


Ryu menarik tubuh Hudie ke Penjara Abadi.


" Satu." Ryu bergumam sambil menatap ke arah Hudie yang lain.


Straaing!


Bboooom!


Saat itu juga Ryu menggunakan teknik teleportasi untuk menarik Hudie yang lain ke Penjara Abadi.


Di sisi lain anggota Pasukan Semesta terlihat kewalahan untuk menangkap Hudie, karena kecepatan menghindar mereka diatas rata-rata.


Namun karena mereka membentuk kelompok dan saling bekerjasama, sehingga Hudie juga berhasil mereka taklukkan.


Butuh waktu yang cukup lama kini Ryu dan Pasukan Semesta berhasil menangkap semua Hudie ke Penjara Abadi.


Dengan demikian Ryu bisa menjinakkan mereka ketika ada waktu luang.


" Haaahh... Akhirnya selesai juga." Wu Tian dengan nafas memburu sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.


" Ya... Meskipun mereka tidak terlalu pandai bertarung, namun sangat merepotkan." Ucap Ryu sambil menatap ke arah bawahannya.


" Shuijing, Jiu... Bawa Pasukan Semesta ke arah Kerajaan Hen. Disana kita akan memulihkan diri untuk sementara waktu." Ryu memberi perintah kepada bawahannya.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing dan Jiu Tou She berubah wujud menjadi sosok raksasa, dimana Pasukan Semesta langsung melompat ke punggung mereka.


" Sekarang kita berangkat." Ryu yang berada di atas Tou Shuijing, langsung memberi perintah.


Wuush! Wuush!

__ADS_1


Tou Shuijing dan Jiu Tou She melesat cepat ke udara menuju ke sebuah arah dimana letak Kerajaan Hen.


*******


( Istana Kerajaan Hen )


Dari kejauhan, Ryu menatap ke sebuah arah dimana terlihat ada sebuah pertarungan antara Ras Peri Cahaya dan Peri Kegelapan.


" Dewa Agung, apa kita akan membantu mereka?" Tanya Tou Shuijing.


" Ya... Tapi kita harus melihatnya lebih dekat lagi." Ryu langsung terbang mendekati Istana Kerajaan Hen.


Begitupun dengan Pasukan Semesta, mereka juga langsung melesat cepat ke arah pertarungan antara Ras Peri Cahaya dan Ras Peri Kegelapan.


" Sialan, kenapa Ras Peri Cahaya bisa sekuat ini? Dan....." Ratu Peri Kegelapan menatap ke arah Guang Liang yang memiliki ukuran tubuh layaknya manusia normal.


Begitupun dengan 203 Ras Peri Cahaya yang lain, juga memiliki ukuran yang lebih besar dari ukuran biasanya.


Sesaat matanya tertuju pada Ryu dan Pasukan Semesta yang berada di atas mereka.


" Siapapun kamu, tolong kami! Kami sedang diserang." Ucap Ratu Peri Kegelapan sambil menatap ke arah Ryu dan bawahannya.


" Saudara ipar, kamu tidak perlu membantu kami. Dengan kekuatan kami sekarang, kami bisa mengalahkan Ras Peri Kegelapan ini." Ucap Guang Liang sambil menatap ke arah Ryu di sela pertarungannya.


" Apa? Saudara Ipar?" Kita Ratu Peri Kegelapan memasang wajah jelek karena baru menyadari bahwa sosok tersebut adalah orang yang ingin menghancurkan Kerajaan mereka juga.


" Saudari Ipar, Apa kamu yakin?" Tanya Ryu sambil menatap ke berbagai arah.


Meskipun pasukan Ras Peri Cahaya terlihat lebih unggul dari pasukan Ras Peri Kegelapan, namun tetap saja mereka pasti ada yang mati karena di wilayah Kerajaan Hen, kekuatan Peri Kegelapan semakin meningkat.


" Saudara Ipar tenang saja. Di dalam peperangan pasti akan banyak kematian." Guang Liang menyadari apa yang dikatakan Ryu kepadanya.


Namun Ryu tidak akan membiarkan hal itu terjadi, sehingga dia langsung meminta kepada seluruh Pasukan Semesta untuk ikut bertarung.


Melihat hal itu, Guang Liang hanya menggelengkan kepala sambil melancarkan serangannya kepada pihak lawan.


Straaing!


Ryu langsung berpindah tempat ke arah gerombolan asap hitam yang merupakan wujud dari Ras Peri Kegelapan.


" Hmmm... Aura mereka tidak bisa dianggap remeh." Ryu bergumam sambil merasakan penekanan yang sangat kuat dari Ras Peri Kegelapan.


Wuush!


Ryu langsung melepaskan Aura Dewa Agung, yang membuat dia tidak merasakan penekanan seperti sebelumnya.


" Aura ini." Beberapa Jenderal dari Ras Peri Kegelapan merasakan aura penekanan yang sangat kuat dari Ryu.


Karena pihak lawan memiliki ukuran kecil, Ryu hanya menjatuhkan Hujan elemen Kehampaan, yang membuat pasukan Ras Peri Kegelapan banyak yang kehilangan kesadaran.


" Sangat menarik." Ryu tidak menyangka bahwa pasukan Ras Peri Kegelapan hanya terjatuh pingsan saat terkena sambaran elemen Kehampaan.

__ADS_1


Namun hal itu tidak dilewatkan oleh pasukan Ras Peri Cahaya, dimana mereka langsung membunuh Ras Peri Kegelapan yang sedang pingsan oleh Ryu.


__ADS_2