
Ditambah lagi dengan murid anggota Klan Xie yang memiliki kekuatan fisik diatas rata-rata, tentu saja membuat murid yang lain tidak berdaya.
Bahkan Hutan Darah yang merupakan Neraka bagi murid Akademi Naga Langit, namun bagi murid anggota Klan Xie seperti tempat latihan saja.
Hal itu tentu tidak lepas dari Harta langit yang diberikan oleh Ryu dan Pasukan Semesta yang pernah tinggal di kediaman Klan Xie.
" Aku tidak ingin muridku mengalami patah tulang seperti yang mereka lakukan beberapa tahun yang lalu." Ucap salah satu Tetua yang masih mengingat kejadian sebelumnya.
" Kau pikir kamu saja? Aku juga tidak ingin muridku terlambat Berkultivasi gara-gara terluka parah." Ucap Tetua yang lain yang juga tidak ingin mengambil resiko.
Sedangkan bagi ketiga wanita tersebut menganggap bahwa itu adalah hiburan yang menarik, karena putranya belum pulang.
Di sisi lain Ryu yang baru saja mendengar kabar bahwa ketiga wanita itu sudah pergi dari kediaman keluarga Klan She, dia pun bergegas menuju Akademi Naga Langit untuk mencari mereka.
" Jika tidak ada yang berani lagi, biar aku sendiri yang melawan mereka." Ucap Ryu sambil berjalan dari kerumunan para penonton dengan menggunakan perubahan wujud.
" Siapa orang itu? Apa dia ingin mati?" Bisik beberapa sosok yang berada di tempat tersebut.
" Bukan hanya kamu, tapi aku juga." Xie Xian juga muncul di belakang Ryu dengan menggunakan cadar.
Melihat kedatangan kedua sosok tersebut, She Ling, She Bing dan She Zhilin menatap mereka dengan seksama lalu mengukur tingkat Kultivasi mereka.
" Kenapa aku tidak bisa merasakan tingkat Kultivasi mereka?" Gumam ketiga wanita tersebut.
" Haiisshh... Siapa lagi yang ingin menyumbang nyawa kepada devisi 6? Apa mereka bosan hidup?" Beberapa Tetua sangat menyayangkan tindakan kedua sosok yang berjalan di tengah lapangan.
" Hmmm... Biarkan saja! Semoga saja mereka bisa memberi hiburan kepada tiga wanita monster itu, agar mereka cepat pergi dari sini." Beberapa Tetua yang lain merasa tertolong dengan kedatangan Ryu dan Xie Xian.
Saat Ryu dan Xie Xian berada di tengah lapangan, kini mata mereka tertuju pada murid anggota Klan Xie yang merupakan sebagai lawan mereka.
" Baiklah, kita mulai saja!" Pemandu latihan terlihat senang karena ada orang lain yang berani menantang devisi 6.
Dengan demikian, anggota murid yang lain akan tertolong.
" Aku ingin melawan mereka sekaligus! Jika mereka kalah, aku juga ingin menantang ketiga wanita disana." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah She Ling dan kedua saudarinya.
" Baik! Aku terima tantanganmu. Tapi dengan satu syarat, nyawamu adalah taruhannya." She Ling langsung bangkit berdiri ingin cepat memberi hukuman kepada sosok tersebut.
__ADS_1
" Aku setuju! Jika nyawaku sendiri adalah taruhannya, maka aku ingin taruhanku adalah kalian bertiga. Bagaimana?" Ryu dengan nada santai, sambil menatap mereka.
Mendengar perkataan dari Ryu, ketiga wanita tersebut langsung berdiri dan melompat ke arah lapangan.
Melihat tingkah dari ketiga wanita itu, semua berkeringat dingin sangat menyesali keputusan sosok tersebut yang berani memprovokasi ketiga wanita itu.
" Jaga ucapanmu, atau aku robek mulutmu!" She Ling yang terlihat geram sambil menunjuk ke arah Ryu.
" Apa kalian takut? Permintaanku hanya sederhana. Jika kalian kalah, maka kalian harus menjadi istriku!" Ucap Ryu sambil mengedipkan mata dengan tatapan nakal kepada ketiga wanita tersebut.
Seketika ketiga wanita tersebut mengeluarkan Aura Intimidasi Pendekar Surgawi tahap awal dan tahap menengah yang membuat Ryu tersenyum lebar.
' Pantas saja mereka berani, ternyata kekuatan mereka semakin meningkat.' Ryu berpikir bahwa kekuatan ketiga wanita itu berasal dari energi api Agni yang pernah dia salurkan untuk mereka.
" Baik, aku terima tantanganmu." She Ling sangat geram ingin cepat membunuh sosok tersebut.
Ketiga wanita itu tidak memperdulikan lagi murid devisi 6, karena sudah tidak bisa menahan diri atas ucapan dari Ryu.
" Xian'er, biar aku saja yang melawan mereka." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah Xie Xian.
" Mmmm." Xie Xian mengangguk, lalu berjalan ke pinggir lapangan.
Wuush!
Dengan amarah yang memuncak, She Ling langsung menyerang ke arah Ryu, tanpa menunggu instruksi dari pemandu latihan.
" Mulai saja!" Pemandu latihan yang melihat hal itu, langsung memberi instruksi lalu menjauhi larangan.
Tap...!
Ryu menangkap kedua tangan She Ling, lalu mendekatkan wajahnya pada wanita itu.
" Dasar cabul." She Ling sangat geram langsung melakukan tendangan ke bagian vital Ryu.
Tidak ingin bagian keperkasaannya mendapat masalah, Ryu langsung melompat ke belakang She Ling.
Melihat She Ling yang kesulitan untuk melawan sosok tersebut, She Bing dan She Zhilin juga bergerak maju untuk melancarkan serangannya.
__ADS_1
Kini para penonton terlihat tegang, seakan lupa untuk bernafas karena kecepatan bertarung mereka sulit diketahui.
Kini ketiga wanita itu terlihat serius karena baru menyadari bahwa sosok yang berhadapan dengan mereka, bukankah orang sembarangan.
" Kita harus melakukan serangan secara bersamaan." She Ling memberi instruksi kepada kedua saudarinya.
" Baik." Kedua wanita itu mengangguk lalu melakukan serangan kepada Ryu.
Baaam! Baaam! Baaam!
Pertemuan kedua serangan, menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah membuat beberapa sosok yang tidak jauh dari tempat tersebut terkena imbas tekanan udara.
" Perintahkan kepada ahli Formasi untuk melindungi wilayah pertarungan." Teriak salah satu Tetua yang melihat beberapa orang terluka ringan.
Tidak lama kemudian terlihat beberapa sosok melesat ke pinggir lapangan, lalu menciptakan pelindung transparan mengelilingi lapangan latihan.
Sementara Ryu dan ketiga wanita itu tengah melakukan pertukaran serangan, dimana mereka terlihat seimbang.
Namun sebenarnya Ryu menekan kekuatannya untuk mengimbangi ketiga wanita tersebut.
" Jadi ini saja kemampuan kalian? Aku tidak sabar menikmati malam yang indah malam ini." Ryu bersuara pelan di sela pertarungannya, namun ketiga wanita itu mendengar jelas ucapan dari Ryu.
Tanpa menaruh curiga sedikitpun, ketiga wanita itu melompat ke belakang lalu mengeluarkan Pedang milik mereka.
" Hmmm... Ternyata mereka benar-benar ingin membunuhku." Ryu mengambil Pedang Biru, karena tidak ingin mereka curiga jika menggunakan Pedang Naga Petir.
Traaang! Traaang! Traaang!
Ketiga wanita tersebut melancarkan serangan lebih kuat lagi dari sebelumnya, dengan gerakan tebasan mematikan.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Pukulan yang sangat cepat bersarang di bagian dada ketiga wanita tersebut, membuat mereka terpental puluhan meter.
" Uhuuk." Ketiga wanita tersebut memuntahkan darah segar lalu menatap ke arah Ryu penuh dengan kebencian.
Ketiga wanita tersebut saling berpandangan untuk mengakhiri pertarungan dengan menggunakan teknik terkuat mereka.
__ADS_1
Ryu yang melihat gerak-gerik mereka hanya tersenyum, lalu memusatkan fikiran untuk menciptakan teleportasi agar serangan terkuat mereka tidak menimbulkan kerusakan di tempat itu.