
Sedangkan Liu Ryu harus berburu hewan buas yang sudah menjadi siluman yang memiliki kualitas daging yang bisa menambah vitalitas tubuh.
Liu Ryu mengambil berbagai tanaman yang bisa meningkatkan vitalitas tubuh sebagai bumbu masakan yang ingin dia masak.
Setelah mencampur potongan daging dengan rempah-rempah yang memiliki kemampuan pemulihan dan menambah vitalitas, Liu Ryu memanggang daging hewan buas di perapian.
Dewi Arinia dan Elena yang baru saja membuka mata, kini hidung mereka kembang kempis saat mencium aroma dari daging yang dipanggang oleh Liu Ryu.
" Suamiku, kamu masak apa?" Tanya Elena.
" Daging hewan buas." Jawab Liu Ryu, lalu memberikan potongan daging yang sudah masak kepada kedua Istrinya.
Meskipun terlihat ragu, kedua wanita itu mengambil potongan daging yang aromanya sangat menggiurkan.
Dewi Arinia dan Elena menggigit potongan daging sedikit, dimana mereka merasakan kelezatan dari daging tersebut.
" Kalian harus memakannya secara perlahan." Ucap Liu Ryu, karena daging panggang yang dia buat, tidak seperti masakan biasa.
Keduanya mengangguk pelan, lalu mulai menikmati setiap gigitan daging yang masuk ke mulut mereka.
" Ini sangat luar biasa." Ucap Dewi Arinia, karena merasakan tubuhnya terasa enteng.
" Mulai hari ini kita akan menikmati daging hewan buas untuk menutupi kekurangan energi alam yang berada disini." Ucap Liu Ryu, sambil menikmati potongan daging yang dia miliki.
Liu Ryu menyandarkan tubuhnya pohon besar, sambil menatap ke langit yang muncul bulan purnama.
Meskipun Liu Ryu sekarang ada dua Istri yang berada di sampingnya, namun dia sangat merindukan Istrinya yang lain.
Terlebih sekarang Xie Hua dan Nan Sian sedang hamil tua, tentu Liu Ryu ingin cepat kembali ke dunianya.
Dewi Arinia dan Elena yang menyaksikan kejadian tersebut, kini saling berpandangan dan membiarkan Liu Ryu untuk menyendiri untuk beberapa saat.
Sambil menikmati potongan daging, ketiganya merasakan seluruh tubuhnya menjadi lebih ringan dan tenaganya mulai pulih.
Selesai menikmati potongan daging, Dewi Arinia dan Elena mulai mendekati Liu Ryu, lalu menyadarkan kepalanya di bahu Liu Ryu.
" Suamiku, aku tau kamu sangat merindukan mereka. Namun paling tidak, kami akan selalu ada untukmu." Ucap Dewi Arinia, sambil memeluk erat suaminya.
Begitupun dengan Elena, juga memeluk tubuh Liu Ryu, meskipun keduanya sadar bahwa mereka tidak bisa mewakili Istri Liu Ryu yang lain.
__ADS_1
Liu Ryu tersenyum, sambil mengusap rambut kedua Istrinya, lalu memejamkan mata untuk beristirahat.
*******
Pada keesokan pagi, Liu Ryu dan Istrinya kembali melanjutkan perjalanan karena perjalanan mereka masih sangat jauh.
Dua hari telah berlalu, kini Liu Ryu dan Istrinya sudah berada di hutan yang lain, yang ditumbuhi semak belukar.
" Mereka sedang mengawasi kita." Liu Ryu mengingatkan kepada kedua istrinya.
Kedua wanita itupun mengangguk, lalu mengeluarkan busur panahnya sambil meningkatkan kewaspadaan.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Puluhan benang berwarna putih seukuran jari telunjuk melesat ke arah mereka, dimana Liu Ryu dan Istrinya langsung melompat untuk menghindar.
Kyeeeek! Kyeeeek! Kyeeeek!
Puluhan pasukan siluman laba-laba keluar dari semak-semak, dimana ukuran mereka setinggi dua meter.
Benang putih yang melesat ke arah Liu Ryu dan Istrinya, tidak seperti tembakan jaring laba-laba biasa, Melain memiliki kekerasan seperti benda logam, meskipun terlihat lembut.
Liu Ryu mengibaskan tangannya membuat puluhan siluman laba-laba hancur berkeping-keping.
" Serang di mata mereka!" Liu Ryu memberi isyarat kepada kedua istrinya, karena pasukan siluman laba-laba memiliki kekerasan kulit seperti benda logam.
" Baik." Jawab Dewi Arinia dan Elena, lalu melompat ke belakang sambil melancarkan serangan anak panahnya.
Sesuai arahan dari Liu Ryu, Dewi Arinia dan Elena menyerang bagian mata pasukan siluman laba-laba yang merupakan tempat kelemahan mereka.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Sambil menghindar dari tembakan jaring laba-laba, Dewi Arinia dan Elena bergerak ke berbagai arah sambil melepaskan serangan anak panah mereka.
Kyaaaak! Kyaaaak! Kyaaaak!
Satu-persatu pasukan siluman laba-laba yang terkena serangan anak panah di bagian matanya, langsung tersungkur ke tanah hingga mati seketika.
" Serangan mereka sangat cepat." Gumam Elena, sambil menghindari arah tembakan jaring laba-laba.
__ADS_1
" Jangan sampai terkena jaring laba-laba itu. Jaring laba-laba itu sangat beracun." Dewi Arinia mengingatkan kepada Elena agar menghindar dari tembakan jaring laba-laba.
Seketika wilayah itu dipenuhi dengan jaring laba-laba yang seakan menghimpit pergerakan Dewi Arinia dan Elena.
" Kita harus menyerang mereka dan mencari tempat yang aman." Sambil melompat ke arah pepohonan, Dewi Arinia terus melancarkan serangan anak panahnya.
Kedua wanita itupun terus melesat cepat untuk menjauhi setiap tembakan jaring laba-laba, membuat pasukan siluman laba-laba terus mengejar mereka.
Di sisi lain Liu Ryu yang sudah berada di atas udara, kini menatap ke arah makhluk raksasa yang bergerak ke arah pertarungan.
Semua pepohonan yang dia lewati, langsung bertumbangan, karena ukuran dari ratu siluman laba-laba memiliki ukuran besar.
" Berapa banyak makhluk raksasa seperti ini." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah makhluk raksasa yang seukuran gunung kecil.
Menyadari kedatangan Liu Ryu ke arahnya, ratu siluman laba-laba menghentikan langkahnya sambil menatap ke arah Liu Ryu.
" Tidak menyangka kalian bisa sampai disini." Ratu siluman laba-laba terlihat senang karena kali ini dia akan mendapatkan mangsa.
" Oh... Jadi kalian sedang menunggu kedatangan kami?" Tanya Liu Ryu, sambil mengeluarkan Pedang Naga Petir miliknya.
" Kamu mungkin bisa lolos dari kedua raja siluman itu, namun tidak untukku." Ucap ratu siluman laba-laba, lalu menyelimuti tubuhnya dengan uap yang berwarna hitam pekat.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Satu-persatu ratu siluman laba-laba menembakkan jaring laba-laba ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke berbagai arah untuk menghindari arah tembakan jaring laba-laba.
" Sudah lama aku tidak memakan daging Dewa tertinggi. Tapi sepertinya kamu lumayan kuat." Bersamaan dengan ucapannya, ratu siluman laba-laba terus melepaskan tembakan jaring laba-laba ke arah Liu Ryu yang terus menghindar.
" Kalian makhluk rendahan begitu percaya diri. Tapi sayangnya kalian telah berhadapan dengan orang yang salah." Ucap Liu Ryu, sambil melompat ke arah ratu siluman laba-laba.
Menyadari Liu Ryu ingin mendekatinya, ratu siluman laba-laba kembali menembakkan jaring laba-laba yang berbentuk tombak yang sangat tajam.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Puluhan tombak itupun melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi, layaknya meteor.
Liu Ryu melesat ke arah samping, sambil mencari kelemahan dari ratu siluman laba-laba, karena dia tidak ingin terlalu banyak mengeluarkan tenaga.
__ADS_1
Menyadari bahwa Liu Ryu sedang mencari letak Inti Roh miliknya, ratu siluman laba-laba juga tidak membiarkan Liu Ryu mendekatinya, sehingga dia terus melepaskan tembakan jaring laba-laba yang berbentuk tombak.