SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 246. Han Juan


__ADS_3

Sedangkan kota Lanshui adalah tempat yang paling cocok untuk untuk berbisnis, karena kota tersebut merupakan pusat berkumpulnya para pengunjung dari berbagai Benua.


" Lebih baik kita pindah kota saja! Itu terlalu beresiko, karena Assosiasi Senjata juga bekerjasama dengan Klan Chu dan Klan Chi." Ucap salah satu saudagar, karena dia tidak ingin membuang hartanya dengan percuma.


Mendengar ucapan tersebut, semua hanya bersikap pasrah karena untuk berhadapan dengan Klan, sama saja dengan bunuh diri.


Meskipun para saudagar tersebut sangat tidak terima dengan perlakuan Assosiasi Senjata, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena semua adalah bisnis.


*******


Sementara di tempat lain di bagian utara kota Lanshui, banyak sekali para tukang bangunan yang sedang membangun tembok dan berbagai bangunan untuk kediaman Liu Ryu dan Istrinya.


Tentu itu semua Liu Ryu dapatkan dari Klan Chu, yang merupakan perantara untuk membeli tanah tersebut.


Untuk Assosiasi Senjata juga semakin ramai dikunjungi oleh para Kultivator yang ingin mendapatkan senjata tingkat tinggi.


Kabar tentang Assosiasi Senjata yang menjual berbagai senjata tingkat tinggi, kini menyebar ke seluruh wilayah Kekaisaran Han, dimana Patriak dari beberapa Klan mengutus beberapa anggotanya untuk mengetahui kebenaran tersebut.


Bahkan kabar tersebut tidak lepas dari telinga pihak Istana Kekaisaran Han, dimana Kaisar Han Kiang mengutus salah satu putranya untuk mendatangi Assosiasi Senjata.


" Juan'er... Aku memintamu untuk untuk pergi ke Assosiasi Senjata! Kamu tau sendiri bahwa kita kekurangan senjata untuk mempertahankan wilayah kita." Ucap Han Kiang sambil menatap ke arah putranya.


" Apa ayah yakin bahwa Assosiasi Senjata memiliki senjata yang bagus?" Tanya Han Juan.


" Kekaisaran Taiyang selalu memperluas wilayah kekuasaannya, jika kita kekurangan senjata, maka perbatasan tidak lama akan hancur." Ucap Han Kiang.


Jika dilihat dari luar, Kekaisaran Han terlihat baik-baik saja. Namun di wilayah perbatasan dengan Kekaisaran Taiyang, selalu akan terjadi peperangan.


" Beberapa tahun yang lalu, hubungan kita dengan Kekaisaran Taiyang sangat baik. Tapi kenapa sekarang mereka ingin menguasai wilayah kita?" Han Juan yang merupakan putra mahkota Kekaisaran Han, tentu tidak akan membiarkan Kekaisaran Taiyang bertindak terlalu jauh.


Tidak ada yang mengetahui mengapa pihak Kekaisaran Taiyang melakukan hal itu, namun pihak Istana Kekaisaran Han dapat memastikan bahwa Kekaisaran Taiyang pasti memiliki pendukung.


" Sudahlah... Kamu pergi saja ke Assosiasi Senjata! Aku harap dengan adanya Assosiasi Senjata, kita bisa mempertahankan wilayah kita." Ucap Han Kiang.

__ADS_1


" Baik ayah. Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Han Juan, lalu meninggalkan ruangan tersebut yang diikuti beberapa pengawal.


*******


( Assosiasi Senjata )


Liu Ryu yang sudah mendengar kabar bahwa Kekaisaran Taiyang yang ingin memperluas kekuasaannya dari anggota Pasukan Semesta, kini mengatur rencananya sendiri untuk mengatasi situasi tersebut.


" Apa kalian tau tentang kabar ini?" Tanya Liu Ryu sambil menatap ke arah Istrinya.


" Untuk masalah ini, aku tidak tau. Namun yang aku ketahui bahwa Kekaisaran Taiyang sedang mengalami konflik internal."


" Kaisar Haguro memiliki saudara tiri yang memiliki ambisi. Aku yakin bahwa kejadian ini pasti ada hubungannya dengan saudara tiri Kaisar Haguro." Ucap Sun Yueyue.


Sesaat Liu Ryu terdiam sejenak, karena bagaimanapun mereka berada di wilayah Kekaisaran Han.


Tentu suatu saat pihak Istana Kekaisaran Han akan meminta bantuan kepada Assosiasi Senjata.


" Shuijing, Jiu... Bawa beberapa pasukan Semesta untuk menggali informasi di wilayah Kekaisaran Taiyang." Liu Ryu memberi perintah.


Saat Tou Shuijing dan Jiu Tou She sudah pergi, kini terlihat salah satu pelayan mendatangi ruangan tersebut sambil menundukkan kepala.


" Salam tuan muda. Diluar ada Putra Mahkota Kekaisaran Han." Ucap pelayan dengan tangan gemetar.


Liu Ryu dan Istrinya yang mendengar kedatangan Han Juan, kini mengerutkan kening karena dugaan mereka tidak salah.


" Suruh dia masuk kesini!" Liu Ryu memberi perintah.


" Baik tuan muda." Pelayan tersebut memberi hormat, lalu meninggalkan ruangan tersebut.


Sesaat kemudian terlihat sosok pemuda yang rupawan dengan aura yang menandakan bahwa dia adalah seorang pemimpin.


Sosok tersebut tidak lain adalah Han Juan yang ditemani empat pengawal pribadi yang sudah mencapai Bintang Langit.

__ADS_1


" Salam putra mahkota." Liu Ryu dan Istrinya memberi hormat.


" Ah... Tidak perlu seperti itu tuan Ryu." Han Juan merasa sosok yang berada di depannya bukan orang biasa.


Bahkan aura yang dipancarkan dari Liu Ryu jauh lebih kuat dari ayahnya sendiri, yaitu Kaisar Han Kiang.


Tentu Han Juan bersikap hati-hati kepada Liu Ryu, karena sudah banyak bertemu dengan para pemimpin Klan, namun tidak sekuat aura yang dimiliki pemuda itu.


" Silahkan duduk Yang Mulia Putra Mahkota." Liu Ryu merasa belum waktunya untuk menunjukkan kemampuan mereka, tentu membutuhkan dukungan agar bisa mendapatkan Sumberdaya sebanyak mungkin.


Dengan sebuah anggukan, Han Juan duduk di kursi yang disediakan, dimana para pengawalnya masih berdiri.


Sesaat Han Juan melirik ke arah Tai Bai dan saudarinya dimana dia langsung terpesona dengan kecantikan mereka.


' Ketujuh wanita ini.... Kenapa kecantikan mereka melebihi wanita yang berada di Istana.' Pikir Han Juan lalu menoleh ke arah Liu Ryu.


" Suamiku, kami pergi dulu! Kamu tidak ingin mengganggu tamu kehormatan dari Kekaisaran." Tai Bai yang menyadari tatapan dari Han Juan, langsung meninggalkan ruangan tersebut dengan cara yang halus.


Begitupun dengan Tai Lung dan yang lain, dimana mereka juga beralasan bahwa tamu kehormatan tidak boleh diganggu.


Menyadari bahwa ketujuh wanita itu adalah Istri dari Liu Ryu, Han Juan terperangah dengan mulut membentuk huruf O dengan buru-buru mengendalikan sikap.


" Tuan Ryu... Namamu sudah dikenal di wilayah Kekaisaran Han. Perkenalkan namaku Han Juan. Cukup panggil saja saudara Juan atau tuan Juan." Han Juan yang memiliki kecerdasan, tentu tidak ingin meremehkan sosok yang berada di depannya, meskipun dia adalah seorang Putra Mahkota.


" Oh... Kalau begitu, aku akan memanggil Putra Mahkota dengan Tuan Juan saja. Dengan demikian akan terlihat akrab." Liu Ryu yang juga seorang Kaisar, tentu memiliki wibawa yang tinggi.


Namun Liu Ryu juga harus menurunkan harga dirinya, karena masih banyak hal yang mereka lakukan di Kekaisaran Han.


" Begini tuan Ryu." Han Juan menjelaskan tujuannya untuk membeli berbagai peralatan senjata tingkat tinggi untuk perlengkapan para prajurit yang berada di perbatasan Kekaisaran Taiyang.


Bahkan salah satu dari pengawalnya sudah menguji kemampuan senjata dari Assosiasi Senjata memang memiliki kualitas terbaik.


" Jika tuan Ryu mau, kami akan memesan senjata tingkat tinggi." Ucap Han Juan sambil mengeluarkan sebuah kertas yang berisi desain baju Zirah dan bentuk berbagai senjata.

__ADS_1


Sesaat Liu Ryu menatap ke arah kertas yang terbuat dari kulit hewan buas, dimana dia memperkirakan bahwa pesanan tersebut membutuhkan Inti Roh agar baju Zirah lebih kuat lagi.


__ADS_2