SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 405. Ibukota Westland


__ADS_3

Liu Ryu dan Dewi Arinia kembali melanjutkan perjalanan, untuk menyelesaikan misi yang diberikan Serikat Petarung.


Meskipun jumlah hewan buas sangatlah banyak, namun bagi Liu Ryu dan Dewi Arinia, itu bukanlah hal yang sulit.


Dalam kurun waktu dua hari, Liu Ryu dan Dewi Arinia berhasil menyelesaikan misi tanpa gangguan apapun.


Bahkan dari Siluman yang berhasil mereka kumpulkan, Liu Ryu bisa memulihkan Qi miliknya sedikit demi sedikit.


" Suamiku, berapa luas lautan Qi yang kamu miliki?" Tanya Dewi Arinia yang sangat penasaran dengan suaminya yang masih belum bisa mengisi penuh lautan Qi miliknya.


" Jika kamu mengetahuinya, kamu akan terkejut. Suatu saat kamu akan mengetahuinya sendiri." Jawab Liu Ryu sambil memacu kudanya.


Sementara di Dunia Quzhu, Elena terus melakukan Kultivasi tertutup, agar bisa meningkatkan Kultivasinya setara dengan Dewi Arinia.


Liu Ryu dan Istrinya langsung kembali ke Serikat Petarung untuk memberikan hasil misi mereka.


" Apa kalian sudah menyelesaikan misi?" Tanya wanita berambut cokelat, sambil menatap ke arah Liu Ryu dan Istrinya.


" Aku sudah menyelesaikan semuanya." Jawab Liu Ryu dengan santai.


" Semuanya?" Wanita berambut cokelat mengerutkan kening, karena menurutnya Liu Ryu hanya membual.


Apalagi untuk menjalankan satu misi saja harus membutuhkan waktu selama satu bulan, apalagi untuk menyelesaikan semua.


Tanpa berkata apapun, Liu Ryu dan Dewi Arinia langsung mengeluarkan semua mayat hewan buas, membuat lapangan di depan bangunan tersebut terisi penuh dengan mayat hewan buas.


Melihat pemandangan di depan mereka, wanita berambut cokelat dan anggota Serikat Petarung membuka matanya lebar-lebar dengan rahang terbuka.


" Master... Jika hewan buas sebanyak ini, kami tidak mampu membayarnya." Ucap wanita berambut cokelat, karena jumlah yang diberikan Liu Ryu dan Istrinya sudah diluar kemampuan mereka.


Bahkan dengan menggabungkan semua harta Negara Westland, mereka juga tidak mampu membeli hewan buas tersebut.


" Kalian boleh membeli semampunya saja. Sedangkan sisanya akan aku kembalikan." Jawab Liu Ryu.

__ADS_1


Wanita berambut cokelat itu pun mengangguk pelan, meskipun sekarang dia kesulitan untuk bernafas.


Wanita berambut cokelat meminta kepada seluruh anggota Serikat Petarung untuk mengumpulkan hewan buas agar bisa dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan.


Bahkan para penjaga gerbang juga ikut dikerahkan agar proses penghitungan bisa lebih cepat.


Setelah menghitung jumlah mayat hewan buas yang mampu dibeli, Liu Ryu kembali mengibaskan tangannya untuk menarik semua mayat tersebut ke Dunia Quzhu agar bisa meningkatkan energi alam di tempat itu, meskipun tidak terlalu besar.


" Master... Ini Plakat milikmu sekarang. Dan ini hasil bayaran hewan buas." Wanita berambut cokelat memberikan sebuah Plakat yang baru kepada Liu Ryu, juga memberikan tumpukan koin.


" Apa ini bisa ditukar dengan batu alam?" Tanya Liu Ryu.


" Bi... Bisa master." Wanita berambut cokelat tidak bisa menolak permintaan Liu Ryu, karena apa yang dilakukan sosok di depannya sudah diluar kemampuan manusia.


Dengan buru-buru wanita berambut cokelat meminta kepada petugas untuk mengambil batu alam milik Serikat Petarung.


Bahkan beberapa sosok juga ditugaskan untuk pergi ke Ibukota, agar bisa meminta bantuan kepada keluarga besar untuk memenuhi keinginan Liu Ryu.


" Silahkan master tunggu disini sebentar! Kami harus meminta bantuan kepada lima keluarga besar di Ibukota Negara ini." Wanita berambut cokelat meminta kepada Liu Ryu untuk beristirahat sejenak di tempat yang telah disediakan.


Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini satu-persatu para petugas berdatangan dengan membawa tumpukan batu alam dengan menggunakan beberapa gerobak.


Bersama dengan rombongan itu juga terlihat Jackson yang baru saja mengetahui bahwa Liu Ryu sedang mencarinya.


Namun sebelum Jackson menemui Liu Ryu, dia terlebih dulu menuju ke meja administrasi Serikat Petarung.


" Kenapa kalian mempersulit master? Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa jika ada orang yang bernama Liu Ryu datang kesini, kalian harus melayaninya dengan baik." Jackson terlihat kesal karena petugas administrasi Serikat Petarung tidak memenuhi permintaannya.


" Maafkan kami tuan Jackson. Namun kami hanya menjalankan tugas." Jawab wanita berambut cokelat dengan tangan gemetar.


Meskipun wanita berambut cokelat dan anggota Serikat Petarung tidak takut kepada Jackson, namun karena Liu Ryu yang menjadi temannya, tentu mereka tidak berani mengusik Jackson.


" Aku harap agar Serikat Petarung bisa membantu master untuk menemukan peta daratan Efhoria."

__ADS_1


" Jika tidak, maka Ibukota Negara Westland bisa musnah kapan saja." Ucap Jackson, karena dia sudah melihat sendiri bagaimana kemampuan Liu Ryu dan Istrinya.


Jackson bernafas lega karena Liu Ryu tidak menghancurkan Serikat Petarung, meskipun dia diperlakukan seperti anggota Petarung yang lainnya.


" Apa ucapanmu benar? Bukankah di Ibukota Negara Westland juga memiliki beberapa orang yang merupakan keturunan Dewa?" Tanya wanita berambut cokelat, karena menurutnya Jackson terlalu berlebihan.


Di Ibukota Westland sendiri memiliki beberapa ketentuan Dewa tertinggi. Sebagai salah satunya adalah Apollo dan Beatrix yang memiliki darah Dewa.


Appolo dan Beatrix serta beberapa orang memiliki ibu yang dari berbagai wilayah di Negara Westland yang semuanya memiliki satu ayah yang berasal dari alam Dewa.


Puluhan sosok itu memiliki usia yang panjang dan tinggal di tempat tersembunyi, dimana hanya Kepala Negara Westland saja yang mengetahuinya.


Tanpa berkata apapun, Jackson hanya menggelengkan kepala dan berharap agar petugas di Serikat Petarung memiliki keputusan yang bijak.


Jackson meminta kepada wanita berambut cokelat untuk mempertemukan dirinya dengan Liu Ryu.


Liu Ryu dan Dewi Arinia pun keluar dari kamar tempat mereka beristirahat, setelah mengetahui bahwa Jackson sedang mencari mereka.


Sedangkan wanita berambut cokelat juga meminta kepada beberapa petugas untuk menemui kepala Negara Westland dan mencoba untuk bernegosiasi, meskipun mereka sedikit tidak percaya bahwa Liu Ryu memiliki kekuatan besar yang mampu mengalahkan keturunan Dewa tertinggi.


" Salam Master." Jackson langsung menyapa ramah kepada Liu Ryu dan sosok wanita yang bersamanya.


Jackson mempersilahkan kepada mereka berdua untuk duduk di kursi yang disediakan.


" Langsung saja. Aku mendatangimu karena ingin menunjukkan jalan menuju pelabuhan di daratan ini." Liu Ryu tidak ingin basa-basi, langsung mengutarakan tujuannya.


" Untuk masalah itu, Serikat Petarung sedang berdiskusi kepada Kepala Negara, tentang siapa yang mengetahui arah menuju pelabuhan."


Jackson menjelaskan bahwa dia dan semua anggota Serikat Petarung tidak mengetahui jalur menuju pelabuhan.


Jika saja sihir teleportasi bisa digunakan, tentu Jackson akan membantu mereka agar bisa pergi ke pelabuhan.


" Master... Kemana nona Elena sekarang? Apa yang terjadi padanya? Dan...." Jackson sangat penasaran dengan sosok wanita yang berada di samping Liu Ryu, juga merasa heran karena Elena tidak berada bersama mereka.

__ADS_1


" Aku adalah Istri Liu Ryu, Dewi Arinia." Sebelum Liu Ryu berbicara, Dewi Arinia langsung memperkenalkan dirinya dengan bangga.


Tentu semua orang yang berada di tempat itu sangat kaget karena nama Dewi Arinia sangat dipuji-puji.


__ADS_2