
( Istana Ular Hijau )
Di sebuah kamar yang terlihat mewah, terlihat sosok wanita cantik sedang memangku Pedang Kembar yang merupakan taring dari suaminya.
Wanita itu terus berbicara dengan Pedang kembar tersebut sambil mengingat masa-masa mereka masih hidup bersama.
" Suamiku... Aku ingin kita hidup seperti dulu lagi, bersama Istrimu yang lain. Sayangnya kalian semua meninggalkan aku sendiri disini." Wanita itu tidak lain adalah She Xia yang sedang berbaring di tempat tidur sambil mengusap pedang kembar di sampingnya.
Wanita itu melihat sekeliling kamar tersebut sebagai saksi bisu kebersamaan mereka yang tidak pernah merasa kesepian, dimana di dalam kamar tersebut selalu terngiang-ngiang suara canda tawa kebersamaan mereka.
" Suamiku... Aku pernah bertemu dengan seseorang yang mirip denganmu, sayangnya dia bukan berasal dari Ras Ular. Melainkan dari Ras Manusia. Apakah dia reinkarnasi dari dirimu?" She Xia menghela napas berat karena selama ribuan tahun dia berharap agar suaminya bisa bereinkarnasi kembali.
Namun penantian panjang tersebut masih belum terjawab, karena tanda-tanda suaminya belum muncul di Ras Ular meskipun dia sudah melakukan latihan tertutup selama ratusan tahun.
" Tok... Tok... Tok..." Terdengar sebuah ketukan pintu kamar.
" Pelayan, ada apa?" She Xia yang tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara ketukan tersebut.
" Maaf Yang Mulia Ratu, di luar Istana ada puluhan wanita yang ingin bertemu dengan Yang Mulia Ratu. Beberapa dari mereka adalah orang yang pernah bertemu dengan kita sebelumnya." Ucap pelayan tersebut.
" Suruh mereka masuk! Nanti aku akan kesana." Ucap She Xia.
" Baik Yang Mulia Ratu." Pelayan meninggalkan tempat tersebut menuju luar Istana.
Tidak lama kemudian She Xia keluar dari kamarnya menuju ruang rapat Istana terlihat puluhan sosok wanita cantik yang membuat She Xia sontak kaget.
Dengan sebuah Isyarat dari She Xia, semua pengurus Istana meninggalkan tempat tersebut yang kini hanya tersisa She Xia, Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang lain.
She Xia bukanlah orang yang bertindak gegabah, dia bisa memperkirakan bahwa tingkat Kultivasi beberapa wanita yang ada di depannya sekarang bisa menghancurkan Istana Ular Hijau dengan mudah.
" Maaf telah mengganggu Yang Mulia Ratu." Ucap Sheng Zhishu dengan ramah.
__ADS_1
" Tidak perlu memanggilku seperti itu, maaf telah membuat kalian menunggu." She Xia tersenyum pahit karena tidak menyangka dia kedatangan tamu yang memiliki kekuatan mengerikan.
Bukan hanya satu orang, melainkan puluhan.
" Jika boleh tau, apa tujuan Tuan Putri semuanya mendatangi kediamanku?" Tanya She Xia penuh kehati-hatian.
" Langsung saja, kami datang kesini untuk meminta esensi darahmu." Jinying menatap She Xia dengan tajam yang membuat wanita itu berkeringat dingin.
' Sialan... Itu sama saja ingin membunuhku. Apa yang harus aku lakukan? Jika aku menolak, itu sama saja menghancurkan Istana Ular Hijau ini.' Batin She Xia sambil memikirkan cara untuk menghadapi masalah tersebut.
" Apa kalian tau jika aku mengeluarkan esensi darahku? Esensi darah Ras Ular Hijau hanya bisa dilakukan jika pemiliknya menyetujui hal itu. Jika kalian ingin membunuhku, maka esensi darah Ras Ular Hijau sama sekali tidak berfungsi." She Xia tidak ingin darahnya diambil begitu saja, bahkan dia menganggap bahwa darahnya adalah hidupnya sendiri.
Mendengar ucapan tersebut, semua saling berpandangan karena tidak mudah untuk mendapatkan esensi darah Ras Ular Hijau.
' Bagaimana pendapat kalian semua? Seandainya kita membunuhnya, kita juga tidak bisa menggunakan esensi darah Ras Ular.' Xin Chie mengirim pesan jiwa kepada yang lain.
' Kalau begitu, kita batalkan saja. Tidak ada gunanya kita membunuh wanita ular ini.' Pesan jiwa dari Jinying.
' Bagaimana kalau kita angkat dia menjadi keluarga kecil kita? Lagi pula She Xia adalah orang yang setia.' Pesan jiwa dari Xie Hua.
" Aku tidak setuju. Gege pasti menolak rencana ini.' Pesan jiwa dari Sheng Zhishu.
' Aku sependapat dengan Hua'hua... Masalahnya sekarang Suami kita memiliki energi 'Yang' Matahari yang sangat padat. Jika tidak diimbangi dengan energi Yin, maka Suami kita akan kesulitan untuk meningkatkan Kultivasi. Kita semua sudah mengetahui bahwa Yin-Yang harus seimbang.' Pesan jiwa dari Ling Queqi yang sudah mengetahui kondisi suami mereka.
Mendengar pesan jiwa dari Ling Queqi, semua langsung terdiam sambil memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.
" Apa yang kalian pikirkan? Jika tidak berkepentingan, silahkan tinggalkan tempat ini!" She Xia terlihat senang. Meskipun Sheng Zhishu dan yang lain bisa menghancurkan Istana Ular Hijau, namun mereka tidak bisa mendapatkan esensi darah Ras Ular.
" Begini saja, bagaimana kalau kamu menjadi bagian dari keluarga kecil kami?" Tanya Xin Chie yang tidak ingin kehilangan kesempatan tersebut.
" Apa maksudnya?" She Xia sedikit menyelidik.
__ADS_1
" Pemuda yang pernah kesini beberapa hari yang lalu adalah Suami kami. Jika kamu menyukainya, maka kami tidak keberatan." Jinying begitu yakin bahwa She Xia pasti menyukai suami mereka.
" Deeeg." Jantung She Xia seakan terhenti, seakan tidak percaya dengan apa yang mereka katakan.
Meskipun She Xia sangat tertarik kepada Ryu, namun bukan berarti dia memanfaatkan situasi tersebut untuk mencari keuntungan.
Apalagi untuk masalah perasaan, harus membutuhkan kesepakatan bersama.
Di sisi lain Long Que Zhu dan yang lain hanya bisa mendengar percakapan mereka, meskipun mereka sedikit penasaran dengan wajah calon suami mereka yang kini membuat mereka ragu dengan apa yang dikatakan Sheng Zhishu dan yang lain.
" Aku menolak." Jawab She Xia dengan tegas.
" Kakak, bagaimana ini? Tanya Huang Nan Yun.
" Adik Nan Yun, kalian tenang saja! Aku akan mencari cara agar semua berjalan dengan lancar." Ucap Xin Chie yang mengetahui kekhawatiran sepuluh gadis tersebut.
Diam-diam She Xia melihat kebersamaan mereka yang membuat hatinya tersentuh, karena teringat akan kebersamaan dengan anggota keluarga kecilnya.
" Chie'chie... Sepertinya kita tidak bisa memaksa wanita ular ini. Lebih baik kita kembali ke Istana." Ucap Sheng Zhishu sambil membawa rombongan tersebut.
" Mmmm." Mereka pun mengangguk lalu berjalan mengikuti Sheng Zhishu yang keluar dari Istana Ular Hijau.
" Tunggu!" She Xia menghentikan langkah Sheng Zhishu dan yang lain yang membuat mereka keheranan.
She Xia begitu mengagumi kebersamaan mereka, yang tidak memiliki celah sedikitpun. Sehingga dia merasa kehidupan masa lalunya tergambar di keluarga kecil Sheng Zhishu dan yang lain.
" Ada apa lagi?" Tanya Jinying dengan ketus.
" Aku akan memberikan esensi darahku! Tapi kalian harus berjanji, jika terjadi apapun padaku, kalian harus melindungi rakyatku." She Xia mengambil keputusan tersebut, meskipun bagi Ras Ular Hijau memberikan esensi darahnya sama saja harus menjalani penyiksaan hawa dingin yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya.
" Baik. Kami akan berjanji untuk melindungi Ras Ular Hijau." Xin Chie terlihat senang dengan keputusan yang diambil oleh She Xia.
__ADS_1