SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 524. Pertahanan Kekaisaran Atas Awan


__ADS_3

Saat mereka sedang berbincang, kini salah satu Jenderal Besar dengan buru-buru berlutut di hadapan Xie Hua dan yang lainnya.


" Salam Yang Mulia Permaisuri... Prajurit dari Kekaisaran Ma sudah berada di wilayah tembok perbatasan." Ucap Jenderal Besar, sambil menundukkan kepala.


Mendengar ucapan tersebut, Xie Hua dan yang lain memasang wajah serius, karena mereka tidak akan mampu melawan para Immortal yang berjumlah 20 orang.


" Mau bagaimana lagi? Kita harus melawan mereka, meskipun apapun yang terjadi." Sheng Zhishu mengepal kedua tangannya, karena tidak ada pilihan lain.


Xie Hua dan yang lain mengangguk setuju, lalu meminta kepada para prajurit untuk bertahan di benteng pertahanan.


Tanpa membuang waktu, Xie Hua dan yang lain langsung berpindah tempat ke arah perbatasan Kekaisaran Atas Awan.


Saat berada di atas tembok pertahanan, tatapan mata Xie Hua dan 14 Istri Liu Ryu tertuju pada 20 sosok yang berdiri di tempat yang cukup jauh dari pintu gerbang perbatasan.


" Orang itu yang bernama Ma Gui Lie. Sedangkan tujuh wanita di sampingnya adalah Tujuh Dewi Kecapi" Ucap Jiang Caiping, sambil menunjuk ke arah beberapa sosok yang berada di depan pintu perbatasan.


Sedangkan 12 Immortal yang lain belum diketahui, karena mereka tidak terlalu banyak bicara.


" Siapkan meriam peledak." Tidak ingin membuang waktu, Xie Hua langsung memberi perintah kepada para prajurit.


" Baik Yang Mulia." Jawab para prajurit, lalu meletakkan meriam peledak di berbagai arah di tembok pertahanan.


*******


Di tempat yang cukup jauh, Ma Gui Lie tersenyum lebar sambil menatap ke arah 13 wanita yang memiliki Tubuh Abadi.


" Jadi 13 wanita itu yang menjadi incaran mu?" Tanya salah satu dari Tujuh Dewi Kecapi, sambil menunjuk ke arah Xie Hua dan yang lain.


" Ya... Aku sudah banyak mengeluarkan hartaku demi mendapatkan pemilik Tubuh Abadi." Jawab Ma Gui Lie, karena sudah lama dia mengincar pemilik Tubuh Abadi.


Mendengar ucapan tersebut, Tujuh Dewi Kecapi mengangguk kecil, karena incaran Ma Gui Lie tidak hanya memiliki kemampuan khusus, namun juga memiliki paras yang sangat cantik.


Tentu Ma Gui Lie harus bertindak cepat, karena Xie Hua dan yang lain baru saja menerobos ranah half Immortal tahap awal, sehingga mereka harus membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendalami kemampuan mereka.


" Jika kamu menginginkan 13 wanita itu, lalu siapa yang bisa dijadikan sebagai Pil Inti Jiwa?" Tanya salah satu Dewi Kecapi, karena itu artinya mereka hanya bisa mengambil dua Immortal untuk dijadikan sebagai Pil.


Sedangkan Ma Gui Lie telah berjanji untuk memberikan Pil Inti Jiwa dari seorang yang sudah mencapai ranah half Immortal.


Namun jika Pil Inti Jiwa diciptakan dari seorang yang hanya mencapai Bintang Dewa, maka mereka membutuhkan ratusan Pil Inti Jiwa untuk meningkatkan Kultivasi mereka.

__ADS_1


Perbedaan kualitas Pil Inti Jiwa sangatlah jauh, karena untuk Pil Inti Jiwa dari seorang yang sudah mencapai ranah half Immortal tahap awal hanya membutuhkan tiga Pil untuk mencapai tahap selanjutnya.


" Kalian tenang saja! Aku akan memberikan hadiah yang pantas untuk kalian." Ma Gui Lie meyakinkan kepada Tujuh Dewi Kecapi dan 12 Immortal lainnya.


Mendengar ucapan tersebut, 19 Immortal itupun terlihat senang, lalu meminta kepada Ma Gui Lie untuk memimpin pasukan.


" HANCURKAN PELINDUNG ITU!" Ma Gui Lie berseru dengan lantang, sambil mengangkat tangannya.


Wuush! Wuush! Wuush!


Satu-persatu para Kultivator yang sudah mencapai Bintang Langit dan Bintang Kaisar melesat ke arah pintu gerbang.


Buussshh!


Buussshh!


Buussshh!


Satu-persatu para Kultivator mengeluarkan Qi hingga membentuk bola energi, lalu melemparkan ke arah pintu gerbang yang berhubungan dengan pelindung Kekaisaran Atas Awan.


*******


Di sisi lain, Xie Hua juga tidak tinggal diam, langsung memberi perintah kepada para prajurit untuk melepaskan tembakan meriam peledak.


" SERANG!" Xie Hua memberi perintah, sambil mengangkat tangannya.


Satu-persatu meriam peledak melepaskan tembakan ke arah serangan dari pihak lawan.


Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai arah, menciptakan gelombang energi yang menyebar ke berbagai arah.


Seisi wilayah pertarungan bergetar hebat, hingga menciptakan gempa di wilayah tersebut.


" Arahkan kepada mereka!" Xie Hua memberi Instruksi, kepada para prajurit.


Meriam peledak pun kembali dilepaskan ke arah para prajurit Kekaisaran Ma yang mencapai Bintang Langit, langsung hancur berkeping-keping.


Sedangkan para prajurit yang sudah mencapai Bintang Kaisar langsung terluka berat, akibat serangan dari meriam peledak.


" Apa-apaan ini." Para Immortal yang menyaksikan kejadian tersebut, kini memasang wajah serius, karena benda aneh yang dimiliki pihak Kekaisaran Atas Awan memiliki kekuatan serangan yang sangat mematikan.

__ADS_1


Sedangkan Ma Gui Lie, masih terlihat santai, karena dia sudah mengetahui kemampuan dari meriam peledak.


Namun Ma Gui Lie sama sekali tidak peduli dengan nyawa dari pihaknya, karena tujuannya adalah pemilik Tubuh Abadi, meskipun harus mengorbankan banyak prajuritnya.


Di sisi lain, Xie Hua meminta kepada para Jenderal Besar untuk menyiapkan meriam peledak untuk menyerang 20 Immortal yang masih belum melakukan pergerakan.


" Kalian adalah harapan bagi kami, jadi fokuskan serangan kalian kepada 20 orang disana." Ucap Xie Hua, sambil menunjuk ke arah Ma Gui Lie dan 19 Immortal yang lain.


" Baik Yang Mulia." Jawab Jenderal Besar, karena merekalah yang bertanggung jawab untuk melindungi Permaisuri dan Ratu.


Di sisi lain, Ma Gui Lie langsung memberi isyarat kepada rekannya untuk menyerang secara bersamaan.


Wuush!


Wuush!


Wuush!


Ma Gui Lie dan 19 Immortal melesat dengan kecepatan tinggi ke arah pintu gerbang, sambil mengeluarkan Qi pada kepalan tangannya.


" SEKARANG!" Xie Hua memberi perintah kepada para Jenderal Besar.


Buussshh!


Belasan para Jenderal Besar melepaskan tembakan meriam peledak ke arah 20 Immortal yang sedang terbang ke arah mereka.


" Dasar SAMPAH." Ma Gui Lie dan 19 Immortal mengibaskan tangannya untuk menangkis serangan dari meriam peledak.


Satu-persatu dari 20 Immortal menangkis serangan dari tembakan meriam peledak, hingga menciptakan gelombang energi yang menyebar ke berbagai arah.


Meskipun serangan dari meriam peledak tidak bisa melukai tubuh dari 20 Immortal, namun Xie Hua dan yang lain harus menggunakan strategi untuk menguras tenaga mereka.


Sementara itu, para prajurit yang sudah berhasil melumpuhkan para Kultivator dari pihak lawan, kini meminta kepada Xie Hua untuk memberi instruksi berikutnya.


" Serang mereka bersamaan." Xie Hua kembali memberi perintah kepada para prajurit.


Serangan demi serangan dari meriam peledak yang tidak ada hentinya, membuat Ma Gui Lie dan 19 Immortal tengah disibukkan untuk menangkisnya.


" Meriam peledak SIALAN." Ma Gui Lie terlihat geram karena dia tidak memiliki kesempatan untuk mendekati pintu gerbang.

__ADS_1


Sementara itu, Xie Hua dan yang lain juga harus mengatur para prajurit, agar terus menyerang Ma Gui Lie dan 19 Immortal, agar tidak memiliki kesempatan untuk mendekati mereka.


__ADS_2