SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 410. Istana Kedua


__ADS_3

Liu Ryu juga mengikuti keinginan Beatrix dan 23 saudarinya, karena gairahnya juga tidak bisa ditahan, meskipun masih dalam keadaan sadar.


Apalagi aroma wangi yang begitu menyengat, membuat Liu Ryu tidak punya pilihan lain, kecuali mengikuti keinginan 24 wanita itu.


" Tidak sia-sia kita kita menahan diri selama berhari-hari hanya untuk menyerap energi kehidupan pemuda ini." Ucap Beatrix, sambil membuka penutup belahan dadanya.


" Ya... Pemuda ini jauh lebih berharga dari ratusan pria disana." Yang lain ikut menimpal.


Di sisi lain Liu Ryu tertawa dalam hati, karena dia dapat merasakan bahwa energi Yin dari 24 wanita itu sangat berlimpah.


Terlebih 24 wanita itu memiliki paras yang cantik, sehingga Liu Ryu tidak segan membuat mereka mati dalam keadaan tersenyum.


" Owh..." Beatrix dan saudarinya sontak kaget karena benda pusaka milik Liu Ryu diluar nalar.


Kini 24 wanita itu sedikit ragu untuk bersetubuh dengan Liu Ryu, karena dapat dipastikan pusaka milik mereka akan diobrak-abrik.


" Tidak ada pilihan lain. Kita harus melakukannya. Jika tidak, maka pemuda ini bisa membunuh kita." Ucap Beatrix yang kini sudah menindih tubuh Liu Ryu.


Buussshh!


Liu Ryu meniup ke arah 24 wanita itu, sehingga mereka juga terkena efek sihir ilusi ciptaan mereka sendiri.


Saat itu juga 24 wanita itu mendapatkan reaksi hingga gairah mereka semakin meningkat.


Liu Ryu tidak segan mengerahkan seluruh kemampuannya, membuat satu-persatu dari 24 wanita itu menjerit sambil menjambak rambutnya sendiri.


Adegan itu terus berulang-ulang hingga membuat 24 wanita itu merasa kelelahan dengan penuh kebahagiaan.


Namun Liu Ryu tidak menghentikan aksinya, saat mereka sudah tidak berdaya, Liu Ryu memberikan Pil untuk memulihkan kondisi mereka.


Hingga berhari-hari paras cantik dan kemolekan tubuh dari 24 wanita itu secara perlahan mulai kurus kering karena energi Yin mereka dipaksa untuk keluar.


Sesuai keinginan Liu Ryu sebelumnya, kini 24 wanita itu mati dalam keadaan tersenyum jika terkapar di atas tempat tidur mereka sendiri.


" Terimakasih atas bantuan kalian." Liu Ryu tersenyum puas, karena berkat energi Yin dari 24 wanita itu setengah dari lautan Qi miliknya sudah terisi.

__ADS_1


Setelah mengambil sesuatu yang berharga dari 24 wanita itu, Liu Ryu menarik mayat mereka ke Dunia Quzhu untuk dijadikan sebagai penambah energi alam di dunia kecil miliknya.


" Aku bisa lebih jahat kepada orang-orang seperti mereka." Ucap Liu Ryu, sambil memakai kembali pakaiannya.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu bergegas dari tempat tidur, lalu pergi ke arah ruangan tempat para tawanan.


Satu-persatu Liu Ryu melepaskan ilusi dari para tawanan, lalu membawa mereka keluar dari dalam goa.


Selesai membebaskan para tawanan, Liu Ryu langsung melesat dengan kecepatan tinggi untuk kembali ke kediaman Jackson.


" Siapa orang itu? Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya?" Tanya salah satu sosok, sambil menatap kepergian Liu Ryu.


" Aku juga tidak tau." Jawab yang lain.


Sedangkan anggota Serikat Petarung yang mengenali wajah Liu Ryu kini memilih untuk diam.


Terlebih bagi mereka yang berniat buruk untuk menculik Dewi Arinia, kini hanya tertunduk malu.


Beberapa sosok itupun memisahkan diri dari rombongan yang lain, karena mereka ingin meminta maaf secara langsung kepada Liu Ryu dan Dewi Arinia.


*******


" Suamiku, syukurlah kamu baik-baik saja." Dewi Arinia terlihat senang saat melihat kedatangan Liu Ryu.


Liu Ryu hanya tersenyum, sambil mengusap rambut wanita itu dengan penuh kelembutan.


" Terimakasih atas pertolongan master. Jika tidak, maka kami tidak tau apa yang terjadi pada putri kami." Jackson dan Istrinya berlutut di hadapan Liu Ryu.


" Mmmm... Itu sudah menjadi kewajibanku." Ucap Liu Ryu, lalu mengutarakan tujuannya untuk melanjutkan perjalanan.


Tentu dengan peta yang berada di tangannya, Liu Ryu tidak perlu lagi meminta bantuan kepada Serikat Petarung.


Di sisi lain putri Jackson secara diam-diam melirik ke arah Liu Ryu penuh rasa kekaguman. Gadis itu sangat tertarik kepada Liu Ryu, namun tidak berani mengutarakan perasaannya karena Dewi Arinia berada di tempat itu.


" Jackson... Terimakasih karena sudah memberikan tempat untuk kami selama ini."

__ADS_1


" Tapi kami tidak bisa berada disini, karena kami harus melanjutkan perjalanan." Liu Ryu memberikan sebuah peti yang berisi batangan emas.


" Tidak masalah master. Jika kalian kembali kesini, pintu rumah kami selalu terbuka untuk kalian." Ucap Jackson yang tanpa memperdulikan peti yang berada di depannya.


Dengan sebuah anggukan, Liu dan Dewi Arinia keluar dari rumah tersebut, keluar dari Ibukota Westland.


" Suamiku, apa yang mereka berikan kepada kita?" Tanya Istri dari Jackson saat Liu Ryu dan Istrinya sudah pergi sambil menatap ke arah peti yang berukuran sedang.


Jackson terdiam sejenak lalu menoleh ke arah peti dan membukanya secara perlahan, hingga membuat ketiganya kesulitan bernapas saat melihat isi dari peti tersebut.


" Batangan emas? Sebanyak ini?" Jackson menyandarkan tubuhnya di samping peti, tidak menyangka bahwa Liu Ryu memberikan sesuatu yang berharga bagi keluarganya.


Jika dihitung, harta kekayaan yang diberikan Liu Ryu, melebihi harta dari seluruh keluarga besar di Ibukota, sehingga mereka terlihat kebingungan untuk menggunakannya.


" Suamiku, bagaimana jika kita membeli tanah dan membuat perkebunan agar warga disini bisa mendapatkan pekerjaan." Istri Jackson memberi usul, karena jumlah batangan emas itu terlalu banyak.


Jika disimpan terlalu lama, maka tidak menutup kemungkinan akan ada yang mencurinya.


" Kamu benar... Dengan begini, kita bisa membantu para warga yang tidak memiliki pekerjaan dan membantu mereka yang kelaparan." Jackson menerima usulan dari Istrinya.


Ketiganya mengangguk setuju, lalu menyimpan peti itu untuk sementara waktu sambil mencari tempat yang cocok untuk membuka lahan perkebunan.


*******


( Dunia Tiantang )


Tepat di Benua Tengah, kini telah berdiri sebuah Istana yang sangat megah, hampir menyerupai Istana Kekaisaran Atas Awan yang berada di Benua Timur.


Xie Hua dan Istri Liu Ryu yang lain juga sudah membangun Kekaisaran yang baru di wilayah Kerajaan Raja Naga Langit yang pernah mereka kuasai.


" Formasi pelindung yang berada di Istana ini, sama kuatnya dengan Istana Kekaisaran Atas Awan di Benua Timur." Ucap Ling Huoliang sambil menatap ke langit dimana terdapat sebuah kubah raksasa.


" Aku akan menamakan Istana ini juga Istana Kekaisaran Atas Awan. Saat suami kita sudah pulang, dia tidak perlu repot-repot lagi untuk membuat Istana yang baru." Xie Hua sangat senang sambil menatap ke langit.


Meskipun Xie Hua dan Istri Liu Ryu yang lain sangat merindukan suami mereka, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena Liu Ryu tidak ada di Dunia Tiantang.

__ADS_1


__ADS_2