
" Seni Naga Kehampaan, Pelahap Kekosongan."
Duuung!
Sebuah cincin raksasa membentuk lubang hitam, melahap semua hujan lahar api dan sambaran petir hitam yang turun dari langit.
Ratu peri merah memasang wajah serius, karena semua sihir gabungan yang sudah dia lepaskan, namun belum mampu mengalahkan Liu Ryu.
Di sisi lain, Liu Ryu kembali mengangkat tangannya hingga Pedang Naga Petir kembali ke tangannya.
Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, lalu menatap ke arah ratu peri merah yang masih berada di tempatnya.
" Seni Naga Kehampaan, Jalan Bayangan."
Wuush!
Sebuah bayangan yang sangat cepat, melesat ke arah ratu peri merah sambil mengayunkan pedangnya.
Craaakk!
Craaakk!
Craaakk!
Liu Ryu yang sudah menggunakan kecepatan penuh, kini bergerak liar dari berbagai arah sambil menebas raga gangguan Dewi Malam dan ratu peri merah.
Kali ini Dewi Malam dan ratu peri merah sama sekali tidak berkutik, karena kecepatan Liu Ryu sama sekali tidak terbaca.
Aarrgggh!
Aarrgggh!
Aarrgggh!
Dewi Malam dan ratu peri merah berteriak kesakitan, karena Liu Ryu terus menyerangnya dari berbagai arah.
" Sihir Api, Kubah Petir."
Duuung!
Dengan sisa tenaganya, ratu peri merah dengan buru-buru menciptakan sihir pelindung transparan dari gabungan milik Dewi Malam untuk melindungi tubuh mereka.
Traaang!
Benturan keras dari Pedang Naga Petir bersarang pada kubah api dan petir membuat Liu Ryu terlempar ke udara.
Liu Ryu dengan buru-buru menyeimbangkan tubuhnya, lalu memasukkan kembali Pedang Naga Petir, seraya melemparkan Tongkat Api ke arah kubah pelindung transparan.
__ADS_1
Saat Tongkat Api melesat ke arah ratu peri merah, Liu Ryu langsung mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, lalu merentangkan kedua tangannya ke atas hingga tercipta bola Kehampaan berukuran besar.
" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."
Wuush!
Bola Kehampaan melesat cepat ke satu arah dengan Tongkat Api yang melesat dengan kecepatan tinggi.
Traaang!
Tongkat Api membentur kubah api dan petir yang melindungi tubuh ratu peri merah, hingga menimbulkan retakan membentuk jaring laba-laba.
Bboooom!
Saat yang bersamaan, bola Kehampaan menyelimuti Tongkat Api hingga terus menekan kubah api dan petir.
Traaang!
Kraaack!
Gabungan dari Tongkat Api dan Bola Kehampaan, membuat kubah api dan petir hancur berkeping-keping.
Ratu peri merah terlihat pucat, karena serangan dari Liu Ryu sangat mematikan, sehingga dengan buru-buru menyilangkan kedua tangannya.
Craaakk!
Bboooom!
Buussshh!
Tubuh Dewi Malam dan ratu peri merah kembali terpisah dan memuntahkan darah segar.
Kedua wanita itu saling berpandangan, sambil memegang dadanya, karena serangan dari Liu Ryu membuat mereka banyak kehilangan tenaga.
" Dewi Malam... Apa yang harus kita lakukan? Orang ini tidak bisa dianggap enteng." Ratu peri merah mengirim transmisi suara kepada Dewi Malam.
" Lebih baik kita menyerah dan berpura-pura menjadi Istrinya saja." Dewi Malam merasa tidak ada pilihan lain, kecuali mengikuti keinginan Liu Ryu.
Mendengar usulan dari Dewi Malam, ratu peri merah memasang wajah jelek, karena dia tidak terima jika tubuhnya disentuh oleh seorang pria.
" Kau pikir aku wanita apa? Jika kita tidak menyerahkan diri, maka kita bisa mati terbunuh." Menyadari ratu peri merah tidak menyetujui usulannya, Dewi Malam kembali mengirim transmisi suara kepadanya.
Mendengar ucapan tersebut, ratu peri merah terdiam sejenak, karena mereka tidak mampu melawan Liu Ryu.
Jika Dewi Malam dan ratu peri merah bersikeras untuk melakukan pertarungan melawan Liu Ryu, maka nyawa mereka tidak bisa diselamatkan.
" Baiklah, aku mengikuti usulanmu. Tapi setelah kita mencapai ranah half Immortal, kita harus membunuhnya." Ratu peri merah mengirim pesan jiwa kepada Dewi Malam.
__ADS_1
Keduanya mengangguk setuju, lalu bangkit berdiri sambil menatap ke arah Liu Ryu yang sedang melesat ke arah mereka.
Di sisi lain, Dewi Malam tidak memiliki pilihan lain, kecuali membantu ratu peri merah, karena mereka memiliki ikatan jiwa.
Jika saja Dewi Malam terlepas dari ikatan jiwa, maka sejak awal dia memilih untuk menjadi Istri Liu Ryu.
" Aku tidak boleh terbawa perasaan. Bagaimanapun Liu Ryu harus mati." Pikir Dewi Malam.
Sementara itu Liu Ryu yang tidak lagi memiliki niat untuk menjadikan kedua wanita itu sebagai Istrinya, langsung mengayunkan tongkatnya untuk membunuh Dewi Malam dan ratu peri merah secepat mungkin.
" Tunggu! Aku mengaku kalah." Dewi Malam dengan buru-buru berlutut di hadapan Liu Ryu.
Begitupun dengan ratu peri merah, langsung berlutut di hadapan Liu Ryu, meskipun masih terasa enggan.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu menghentikan aksinya sambil menatap ke arah kedua wanita itu penuh selidik.
" Karena kamu berhasil mengalahkanku, maka aku bersedia menjadi Istrimu." Dewi Malam dan ratu peri merah langsung mengutarakan tujuannya, sambil saling mengirim transmisi suara untuk merencanakan apa yang mereka lakukan selanjutnya.
Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, karena dia tidak ingin Dewi Malam dan ratu peri merah bersedia menjadi Istrinya karena dalam keadaan terpaksa.
" Pergilah! Aku tidak ingin kalian menjadi Istriku hanya dalam keadaan terpaksa." Liu Ryu mengibaskan tangannya, memberi isyarat kepada kedua wanita itu untuk menjauhi tempat itu secepat mungkin.
Melihat kejadian itu, Dewi Malam dan ratu peri merah saling berbicara dengan menggunakan transmisi suara.
" Sepertinya dia sedang menguji kita."
" Ya... Kita harus memanfaatkan situasi ini untuk meyakinkan dia."
" Aku setuju... Sekalipun kita bisa melarikan diri, namun jika orang ini masih hidup, maka keselamatan kita belum terjamin."
Dewi Malam dan ratu peri merah saling bertukar transmisi suara, untuk merencanakan apa yang harus mereka lakukan.
Keduanya mengangguk pelan, hingga terlihat senyuman mengembang dari wajah mereka,. lalu berjalan di depan Liu Ryu yang sudah melangkahkan kakinya menjauhi tempat itu.
" Suamiku... Tekad kami sudah bulat. Sejak awal aku hanya mengangkat seorang suami, jika dia berhasil mengalahkanku." Dewi Malam mulai bersandiwara, untuk meyakinkan kepada Liu Ryu.
" Suamiku... Aku juga mengakui kesalahanku sebelumnya. Mulai hari ini aku akan menerimamu sebagai suamiku." Ratu peri merah juga ikut bersandiwara agar Liu Ryu tidak mencurigai mereka.
Melihat ekspresi dari wajah Dewi Malam dan ratu peri merah yang begitu meyakinkan, hati Liu Ryu juga luluh, karena dalam hati kecilnya dia seakan tidak rela melukai kedua wanita itu.
" Apa kalian yakin?" Liu Ryu kembali bertanya kepada kedua wanita yang berlutut di depannya.
" Tekadku sudah bulat. Asalkan kamu bersikap adil kepadaku." Ucap Dewi Malam, berusaha untuk meyakinkan Liu Ryu.
" Aku juga... Asalkan bersamamu kemanapun kamu pergi, aku bersedia menjadi Istrimu." Ratu peri merah ikut menimpal, agar Liu Ryu bisa semakin percaya kepada mereka.
Mendengar ucapan dari kedua wanita itu, Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, lalu mengangkat bahu Dewi Malam dan ratu peri merah, agar bisa bangkit berdiri.
__ADS_1