SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Mencari Xie Xian


__ADS_3

Sekian lama Ryu dan Xie Tang memikirkan hal itu, namun masih belum menemukan jawaban.


Tiba-tiba Ryu teringat bahwa Xie Xian memiliki roh Phoenix Es dimana pada saat itu belum bangkit.


" Apa ayah mertua tau kalau Xian'er memiliki roh Phoenix Es?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah Xie Tang.


" Roh Phoenix Es? Bukankah dulu Xian'er hanya memiliki elemen Api?" Xie Tang mengerutkan kening sambil mencerna apa yang dikatakan Ryu.


Sesaat Xie Tang teringat pada saat Xie Xian masih kecil, dimana pada saat itu mereka berjalan mendekati asap racun Kultivasi yang kebetulan tidak jauh dari kediaman keluarga Klan Xie.


Pada saat itu Xie Xian kecil tidak sengaja berlari ke arah asap racun Kultivasi saat mengejar seekor kupu-kupu.


" Ah... Aku ingat sesuatu, mungkin akan menjadi petunjuk." Xie Tang menceritakan bahwa saat Xie Xian masuk ke dalam asap racun Kultivasi, dimana seluruh tubuhnya diselimuti asap berwarna merah darah.


Saat itulah keluar seekor burung Phoenix berwarna putih seperti salju yang terlihat masih kecil meskipun hanya samar-samar.


Namun pada saat itu tingkat Kultivasi Xie Xian semakin menurun hingga membuat Xie Tang merasa khawatir.


Beruntung pada saat itu leluhur Klan Xie masih hidup, jadi dia sempat membekukan dantian milik Xie Xian yang merupakan akar spiritual miliknya ada dua jenis.


Leluhur Klan Xie mengatakan bahwa salah satu akar spiritual milik Xie Xian memiliki aura yang sangat jahat, yang kemungkinan mirip dengan pengguna aliran sesat.


Entah dari mana akar spiritual aliran sesat itu muncul, leluhur Klan Xie berasumsi bahwa itu terjadi secara tidak sengaja saat berada di racun Kultivasi.


" Ayah mertua, apa ada petunjuk lain?" Ryu terlihat serius sambil memutar otaknya untuk menyimpulkan dibalik kejadian tersebut.


" Hanya itu saja yang aku ketahui. Sedangkan untuk roh Phoenix Es yang kamu ceritakan, aku akan belum mengerti." Ucap Xie Tang seraya menggelengkan kepala.


Dengan sedikit menghela nafas, Ryu seakan menyimpulkan sesuatu, meskipun dugaannya tidak terlalu akurat.


" Ayah mertua, apa kalian pernah melihat sekeliling asap racun Kultivasi ada yang menipis di bagian terdekat dari sini?" Ryu kembali bertanya.


" Untuk itu, kami tidak pernah mendekati asap racun Kultivasi. Karena terlalu berbahaya." Xie Tang menggelengkan kepala.

__ADS_1


" Ryu'er, apa Xian'er masih hidup?" Tanya Xie Tang yang terlihat serius.


Meskipun pertanyaan yang dilemparkan sangatlah mustahil.


Beruntung saja Ryu banyak menyimpan Kitab, dimana semua telah dia baca, meskipun tidak penting bagi kalangan Kultivator.


Namun bagi Ryu sendiri, apapun jenis Kitabnya, dia tidak melewatkan sedikitpun untuk mengisi waktunya.


" Bisa dibilang Iya atupun Tidak." Jawab Ryu sambil menghela nafas berat.


" Ryu'er, apa maksudnya?" Xie Tang sedikit menaikkan alisnya.


" Jika tebakanku benar, Xian'er Hidup tapi jiwanya mati. Bisa dikatakan Xian'er tidak mengenal dirinya sendiri atau siapapun." Jawab Ryu dengan jujur.


Mendengar apa yang dikatakan Ryu, tatapan Xie Tang menjadi gelap. Sulit sekali untuk mencerna apa yang dikatakan Ryu, karena diluar nalar.


" Lalu kemana kita akan mencarinya?" Tanya Xie Tang yang begitu berharap apa yang dikatakan Ryu memang benar dan memilih untuk percaya.


" Ayah mertua, aku minta bantuan agar bisa mengantarku ke tempat dimana Xian'er masuk ke dalam asap racun Kultivasi waktu kecil." Ucap Ryu sambil bangkit berdiri.


" Baiklah, kalau begitu kita kembali." Ucap Ryu sambil berjalan keluar dari goa.


Mereka pun keluar dari goa tersebut dan kembali ke kediaman masing-masing.


*******


( Pinggir asap racun Kultivasi )


Pada keesokan hari Ryu dan Xie Tang sudah berada di tempat dimana Xie Xian waktu kecil masuk ke dalam asap racun Kultivasi.


" Ryu'er, disitulah tempatnya!" Ucap Xie Tang sambil menunjuk ke arah asap yang begitu tebal.


" Mmmm... Aku akan memeriksanya." Ryu berjalan mendekati asap racun Kultivasi hingga hanya berjarak satu meter.

__ADS_1


Sesaat kemudian Ryu langsung duduk bersila untuk meningkatkan kepekaannya terhadap wilayah sekitar.


Xie Tang yang menyaksikan apa yang dilakukan Ryu, hanya bisa diam karena dia sama sekali tidak mengerti.


Setelah menunggu waktu yang cukup lama, kini Ryu kembali membuka mata lalu berjalan mendekati Xie Tang.


" Ryu'er, apa yang kamu temukan?" Xie Tang sangat penasaran.


" Mohon maaf ayah mertua, apa di Benua ini ada orang yang menggunakan teknik Kultivasi Terbalik?" Tanya Ryu dengan memasang wajah serius.


" Kultivasi Terbalik?" Xie Tang terlihat kaget sesaat kembali mengerutkan kening.


Note: Kultivasi Terbaik adalah teknik untuk meningkatkan Kultivasi, namun dengan menurunkan Kultivasinya. Tapi pada saat tingkat Kultivasi sama sekali tidak ada, seorang pengguna Kultivasi terbalik terus menurunkan Kultivasi hingga minus.


Semakin minus tingkat Kultivasi mereka, maka sebenarnya tingkat Kultivasi mereka semakin meningkat.


Dengan kata lain, bagi pengguna teknik Kultivasi Terbalik, asap racun Kultivasi sebagai Sumberdaya yang berharga untuknya.


" Ryu'er, sepertinya tidak ada yang menggunakan teknik Kultivasi Terbalik di Benua ini." Jawab Xie Tang dengan jujur, karena Kultivasi Terbalik hanya dimiliki aliran sesat dan itu pernah terjadi ribuan tahun yang lalu.


" Sepertinya aku harus keluar dari kepulan asap racun Kultivasi ini. Kemungkinan besar jika Xian'er masih hidup, maka dia pergi ke luar sana." Ucap Ryu sambil berjalan mendekati asap racun Kultivasi.


Note: Jika masih ingat Sang Dewa Agung Season 1 sudah dijelaskan tentang kondisi Benua Pembantaian atau Benua Kekacauan.


" Ryu'er, itu terlalu berbahaya! Asap racun Kultivasi bisa menurunkan tingkat Kultivasimu. Ditambah lagi diluar sana banyak sekali Manusia berkepala hewan." Xie Tang mengingatkan kepada Ryu, karena dia tidak ingin Pemuda itu mendapatkan masalah.


" Ayah mertua tenang saja! Aku sudah bisa mengatasi masalah racun Kultivasi ini." Jawab Ryu dengan santai.


" Baiklah, jika itu keputusanmu. Tapi berhati-hatilah saat berada di luar sana." Ucap Xie Tang, meskipun terlihat khawatir.


" Ayah mertua bisa menunggu di kediaman Klan saja! Aku tidak akan pulang sebelum membawa Xian'er. Meski apapun yang terjadi nantinya." Jawab Ryu lalu mengeluarkan semua elemen yang dia miliki hingga berlapis-lapis.


Di bagian tubuh Ryu, dilindungi elemen tanah, lalu dilapisi elemen Es, Angin. Air, Petir Hitam dan bagian terluar elemen Api Hitam.

__ADS_1


Xie Tang yang menyaksikan kejadian tersebut langsung membulatkan mata dengan rahang terbuka, karena semua elemen yang dimiliki Ryu sangat kuat.


Xie Tang berpikir untuk memiliki satu elemen yang dimiliki Ryu saja sangatlah mustahil, namun tepat didepannya sekarang Ryu dengan mudah mengendalikan elemen yang dia miliki.


__ADS_2