
Di dalam penginapan, terlihat sosok wanita paruh baya yang menyambut kedatangan Ryu dengan ramah.
" Silahkan masuk Tuan, apa yang bisa aku bantu?" Tanya wanita paruh baya.
" Bibi, aku mau pesan satu kamar untuk malam ini." Ucap Ryu.
" Ada Tuan. Untuk satu malam senilai 10 Batu Roh." Ucap wanita paruh baya sambil menundukkan kepala.
" Mmmm, aku pesan satu kamar." Ryu langsung memberikan 20 Batu Roh kepada wanita paruh baya tersebut.
Namun wanita paruh baya menolak secara halus atas pemberian tersebut, dan hanya mengambil 10 Batu Roh saja.
Melihat kejadian itu Ryu sedikit mengerutkan kening, lalu mengambil kembali Batu Roh tersebut.
Tanpa menunggu lama, wanita paruh baya langsung menuntun Ryu menuju kamar, lalu meninggalkan tempat tersebut.
" Sangat jarang sekali." Ryu menghela nafas lalu menciptakan pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi kamar tersebut.
Sesaat langsung menghilang, menuju Istana Kristal.
*******
Pada keesokan hari, Ryu kembali ke Pintu Gerbang Desa dimana terlihat beberapa sosok sedang menunggunya.
" Maaf aku terlambat." Ryu merasa tidak enak karena petugas yang berganti untuk berjaga sudah datang.
" Ah... Tidak masalah saudara. Kami juga baru selesai." Ucap penjaga sebelumnya yang kini telah berada di depan pintu gerbang bersama yang lain.
Tanpa menunggu lama, Pemimpin prajurit langsung menuntun mereka menuju Ibukota Kekaisaran Sun.
" Saudara Ryu... Jika kamu bepergian ke luar Kekaisaran Sun, lebih baik kamu urungkan niatmu. Hanya di Kekaisaran Sun saja wilayah yang paling aman. Sementara di Kekaisaran lainnya sangat berbahaya."
" Itulah kenapa banyak sekali para warga yang pindah ke wilayah Kekaisaran Sun." Ucap Pemimpin prajurit mengingatkan kepada Ryu.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu mulai mengerti kenapa dia bisa masuk ke wilayah Kekaisaran Sun dengan mudah.
" Saudara Ryu... Jalur yang kita lewati cukup berbahaya, karena masih banyak para perampok yang berkeliaran. Pihak Istana Kekaisaran Sun sudah kewalahan menghadapi perampok tersebut, karena mereka sangat licin dan tidak mudah untuk menemukan markas mereka." Pemimpin prajurit melanjutkan pembicaraannya.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu hanya mengangguk mengerti, karena dia belum mengetahui situasi di wilayah tersebut.
Saat di tengah perjalanan, Ryu dapat merasakan ada beberapa sosok yang sedang mengawasi mereka.
__ADS_1
' Ternyata masih ada yang ingin mengantar nyawa.' Ryu membatin sambil berjalan dengan santai.
' Sepertinya mereka ingin mengincar kelompok yang ada di depan.' Ryu mulai menyadari ada kelompok yang ada di depan mereka yang juga sedang melakukan perjalanan.
" Saudara, aku merasakan ada beberapa sosok yang berada di depan kita." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah depan mereka.
" Benarkah? Ayo saudara... Kita harus mengikuti mereka. Tempat ini terlalu berbahaya. Aku yakin jika mereka adalah pedagang, maka pasti ada perampok yang mengikuti mereka." Ucap Pemimpin prajurit langsung mempercepat langkahnya, diikuti Ryu dan yang lain.
Tidak lama kemudian mereka telah mendekati rombongan tersebut, dimana terlihat ada beberapa kereta yang membawa barang dagangan.
Pemimpin prajurit itupun berlari ke arah depan mereka langsung disambut baik oleh rombongan tersebut.
" Sangat menarik." Ryu bergumam sambil memperhatikan Pemimpin prajurit yang sedang berbincang dengan pemimpin rombongan yang lain.
Sesaat kemudian Pemimpin prajurit kembali ke kelompoknya, juga mendatangi Ryu di barisan belakang.
" Saudara... Kelompok itu juga sedang menuju Ibukota Kekaisaran Sun. Mereka juga meminta kepada kita untuk mengawal perjalanan mereka." Ucap Pemimpin prajurit sambil mengeluarkan satu kantong berisi Batu Roh, lalu membagikan kepada bawahannya juga untuk Ryu.
" Saudara ambil saja! Kalian adalah pengawal mereka, sedangkan aku hanya warga biasa yang hanya menumpang." Ryu menolak secara halus atas pemberian tersebut.
" Tapi saudara, meskipun kamu warga biasa. Resiko yang kita ambil juga sama. Mohon terimalah saudara! Kamu akan membutuhkannya ketika berada di Ibukota Kekaisaran Sun." Ucap pemimpin penjaga yang menyodorkan kantong tersebut kepada Ryu.
Melihat hal itu, Ryu merasa tidak enak, lalu mengambil kantong tersebut dan menyimpannya di balik pakaian agar tidak menimbulkan kecurigaan.
" Sialan... Mengapa para prajurit itu ada di kelompok itu." Ucap salah satu sosok yang terlihat kesal.
" Tenang saja teman... Aku sudah memberikan tanda untuk meminta bantuan kepada rekan kita yang lain. Tidak lama lagi mereka akan sampai di tempat ini." Ucap sosok yang lain, karena tidak ingin melepaskan buruan mereka begitu saja.
" Berapa banyak yang akan datang kesini?" Tanya sosok sebelumnya.
" Mungkin ada 200 orang." Jawab sosok yang sebelumnya meminta bantuan.
" Apa? bukankah itu terlalu berlebihan?"
" Tidak! Aku yakin sosok yang berada di barisan belakang itu tidak semudah yang kita pikirkan. Lagi pula buruan kita hari ini sangat besar. Kamu lihat barang yang mereka bawa!" Ucap sosok tersebut.
Setelah melakukan perjalanan cukup jauh, kini terlihat beberapa sosok menggunakan pakaian serba hitam langsung menghadang rombongan Ryu.
Wuush! Wuush! Wuush!
Beberapa sosok yang lain juga berdatangan mengelilingi rombongan Ryu.
__ADS_1
" Serang dan bunuh mereka semua , agar tidak meninggalkan jejak." Ucap satu sosok yang berdiri di paling depan.
" Baik." Jawab mereka serempak lalu melompat ke arah rombongan, tanpa banyak basa-basi.
" Lindungi saudagar Ning!" Perintah pemimpin rombongan juga langsung menghadang kelompok perampok tersebut.
Traaang! Traaang! Traaang!
Kini suara pertarungan langsung pecah diantara kedua belah pihak, menggema di udara.
" Menarik." Ryu bergumam sambil mengeluarkan Pedang Naga Petir miliknya.
Zzzrrrttt...!
Ryu langsung mengalirkan elemen Kegelapan pada Pedang Naga Petir, agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Tentu saat berada di Dunia Yuzhou, semua Kultivator menggunakan elemen Kegelapan.
Swing!
Ryu langsung berpindah tempat ke arah salah satu sosok yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir.
Tentu itu pekerjaan mudah untuknya, namun tidak ingin mengeluarkan semua kekuatan yang dia miliki.
Traaang!
Ryu langsung melakukan serangan tebasan pada sosok tersebut.
" Dari mana datangnya pemuda ini." Pemimpin perampok berkeringat dingin karena pedang miliknya terasa berat saat berbenturan dengan Pedang Naga Petir.
Pemimpin rombongan juga tidak menyangka bahwa sosok yang berada paling belakang mereka bisa berpindah tempat dengan mudah.
" Prajurit, siapa pemuda itu?" Pemimpin rombongan merasa kagum dengan kecepatan yang dimiliki Ryu.
Sebenarnya bukan kecepatan berpindah, namun Ryu menggunakan teknik teleportasi.
" Pemuda itu mengatakan bahwa dia tersesat di hutan. Tapi aku tidak menyangka bahwa dia sekuat itu." Ucap pemimpin prajurit yang tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Ryu memiliki kekuatan besar.
Bahkan Ryu memilih pemimpin perampok yang sebelumnya hanya memperhatikan para bawahannya.
Di sisi lain, Ryu tidak memperdulikan percakapan mereka. Dimana dia melihat beberapa sosok di rombongannya mulai terdesak.
__ADS_1
" Sepertinya aku harus membereskan mereka semua." Ryu bergumam sambil menatap ke arah samping.