SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 478. Siluman Mimpi IV


__ADS_3

Sesaat Liu Ryu berpikir jika siluman mimpi yang sedang berhadapan dengannya kebal terhadap senjata, maka dengan menggunakan unsur elemen, siluman mimpi bisa dikalahkan.


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, namun dengan jarak yang cukup jauh, dengan buru-buru menyatukan kedua telapak tangannya.


" Seni Naga Kehampaan, Tembakan Kehampaan."


Ccuuumbb!


Sebuah tembakan Qi unsur Kehampaan melesat cepat ke arah siluman mimpi.


Merasakan adanya serangan dari arah belakang, siluman mimpi membalikkan badannya.


Bboooom!


Sebuah ledakan dari Qi unsur Kehampaan bersarang pada siluman mimpi yang tidak sempat menghindar, hingga terpental puluhan meter.


Siluman mimpi yang awalnya berukuran setinggi kini setengah dari ukurannya seakan menghilang dan mengecil, meskipun tidak mendapatkan luka sedikitpun.


GOOAAAH!


Wuush! Wuush! Wuush!


Bola energi unsur tanah satu-persatu kembali keluar dari mulut siluman mimpi, mengarah kepada Liu Ryu, namun kekuatan serangannya mulai berkurang.


Melihat kejadian apa yang terjadi di depan matanya, Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya, karena kelemahan dari siluman mimpi yang berada di depannya adalah unsur elemen.


" Teleportasi!"


Sriiiiiing!


Liu Ryu kembali menghilang, lalu berpindah tempat ke arah samping siluman mimpi, lalu mengalirkan Qi pada telapak tangannya hingga membentuk bola Kehampaan.


" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."


Wuush!


Qi unsur Kehampaan melesat cepat ke arah siluman mimpi.


Siluman mimpi yang awalnya ingin membalikkan badannya ke belakang, kini memasang wajah jelek karena kemunculan Liu Ryu tidak sesuai prediksinya.


Bboooom!


Sebuah ledakan yang sangat kuat bersarang pada siluman mimpi, hingga terlempar ke udara bersamaan dengan ukurannya mengecil hingga seukuran kepalan tangan.


Melihat siluman mimpi yang berada di depannya berhasil dikalahkan, Liu Ryu bernafas lega, lalu mengambil tempat untuk memulihkan diri.


" Siluman mimpi ini sangat menguras Qi milikku." Gumam Liu Ryu, lalu memejamkan mata untuk memulihkan diri dengan menyerap energi yang berada di Dunia Quzhu.


Jika Liu Ryu menggunakan energi alam yang berada di dunia itu, maka proses pemulihan Qi membutuhkan waktu yang sangat lama hingga berbulan-bulan.


" Beruntung saja energi alam yang berada di Dunia Quzhu sudah bisa digunakan." Liu Ryu bernafas lega karena berkat mayat dari hewan buas dan siluman ataupun makhluk lainnya, agar bisa menambah kepadatan energi alam.


Itulah kenapa Liu Ryu selalu menarik mayat dari makhluk yang dia bunuh ke Dunia Quzhu, agar dia bisa menggunakannya untuk memulihkan diri.


Beberapa saat kemudian, Liu Ryu kembali membuka matanya, lalu terbang ke arah pulau melayang berikutnya.

__ADS_1


Setelah terbang cukup lama, kini Liu Ryu mendarat di tanah lapang, dimana di depannya terdapat sosok siluman mimpi yang ukurannya sama seperti siluman mimpi yang dia bunuh sebelumnya.


" Sepertinya aku harus berhati-hati." Mengingat kejadian sebelumnya, Liu Ryu berpikir bahwa siluman mimpi yang berada di depannya juga memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.


Menyadari kehadiran Liu Ryu, siluman mimpi itupun terbangun dari tidurnya seraya membuka mata, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


" Jadi raja dan ratu peri meminta bantuanmu untuk mengambil wilayah mereka kembali?" Tanya siluman mimpi, sambil menyelimuti tubuhnya dengan uap berwarna putih.


Tanpa berkata apapun, Liu Ryu langsung mengeluarkan Qi untuk melindungi tubuhnya, karena sosok yang berada di depannya tidak bisa dianggap remeh, meskipun berbentuk telur.


" Tidurlah untuk selamanya! Aku akan memberikan mimpi yang indah untukmu."


GOOAAAH!


Cliiing!


Bersamaan dengan ucapannya, siluman mimpi itupun meraung keras hingga tercipta pelindung transparan mengelilingi tubuhnya.


GOOAAAH!


Buussshh!


Gelombang air keluar dari mulut siluman mimpi ke arah Liu Ryu, hingga semakin lama semakin membesar.


Gelombang air itupun menyapu bersih semua yang dilewati, membuat pepohonan bertumbangan.


GOOAAAH!


Buussshh!


Gelombang air kembali terbentuk, hingga siluman mimpi berkali-kali mengeluarkan gelombang air hingga tercipta gulungan ombak yang besar mengarah kepada Liu Ryu.


Kali ini Liu Ryu mengeluarkan kedua senjata yang dia miliki, dimana Pedang Naga Petir di tangan kanannya, sedangkan Tongkat Api berada di tangan kiri.


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Liu Ryu berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, lalu mengayunkan pedang dan tombaknya secara bersamaan.


Craaakk! Kwaaahhh!


Bboooom! Kwaaahhh!


Pukulan dan tebasan dari kedua senjata di tangannya bersarang pada siluman mimpi, namun tidak menimbulkan efek apapun.


Cliiing!


Energi dari pelindung transparan mengeluarkan siluet pedang dan tombak, mengarah kepada Liu Ryu.


Craaakk! Craaakk! Craaakk!


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Sebuah tebasan bersarang pada tubuh Liu Ryu hingga tiga kali, diikuti sebuah pukulan dari tongkat juga bersarang pada tubuh Liu Ryu hingga tiga kali, hingga terpental puluhan meter.


GOOAAAH!


Buussshh!

__ADS_1


Gulungan ombak kembali mengarah kepada Liu Ryu yang masih tergeletak di tanah.


" Uhuuuk." Liu Ryu memuntahkan darah segar, berusaha untuk bangkit berdiri, meskipun dia mengalami luka sayatan dan tubuhnya seakan remuk.


" Seni Naga Kehampaan, Langkah Bayangan."


Wuush!


Liu Ryu dengan buru-buru melesat cepat untuk menghindar dari gulungan ombak yang mengarah kepadanya.


Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena siluman mimpi yang menjadi lawannya bisa mengembalikan serangannya hingga tiga kali, bahkan kekuatannya berlipat ganda.


Beruntung sebelumnya Liu Ryu tidak menggunakan kekuatan penuh, sehingga kekuatan serangan balik tidak membuatnya terluka parah hingga menyebabkan kematian.


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, lalu merentangkan kedua tangannya.


" Seni Naga Kehampaan, Badai Kehampaan."


Buussshh!


Angin tornado yang diselimuti Qi unsur Kehampaan, mengarah kepada siluman mimpi.


Blaaar! Blaaar! Blaaar!


Ledakan demi ledakan bersarang pada siluman mimpi, seakan diserap hingga ukuran siluman mimpi semakin membesar.


Cliiing!


" Seni Naga Kehampaan, Badai Kehampaan."


Energi dari pelindung transparan menciptakan angin tornado yang diselimuti elemen Kehampaan, mengarah kepada Liu Ryu.


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena teknik yang dia miliki seakan dijiplak oleh siluman mimpi.


" Seni Naga Kehampaan, Langkah Bayangan."


Liu Ryu dengan buru-buru melesat ke sebuah arah untuk menghindar dari arah serangan.


" Seni Naga Kehampaan, Badai Kehampaan."


Energi dari pelindung transparan kembali menciptakan angin tornado yang diselimuti elemen Kehampaan, mengarah kepada Liu Ryu yang masih berlari untuk menjauhi wilayah serangan sebelumnya.


" Apa-apaan ini?" Liu Ryu memasang wajah jelek karena siluman mimpi tidak hanya menjiplak teknik yang dia miliki, namun bisa menggunakan teknik miliknya lebih dari satu kali.


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Liu Ryu langsung berpindah tempat untuk menjauhi wilayah serangan.


" Seni Naga Kehampaan, Badai Kehampaan."


Untuk ketiga kalinya Energi dari pelindung transparan menciptakan angin tornado yang diselimuti elemen Kehampaan, mengarah kepada Liu Ryu.


Kini Liu Ryu tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena makhluk berbentuk telur raksasa itu memiliki kemampuan yang aneh.

__ADS_1


__ADS_2