
Namun karena Ryu terlalu posesif, tentu saja dia sangat mengkhawatirkan kedua Istrinya.
Tidak lama kemudian, Istri Ryu yang lain juga muncul di hadapannya, membuat Ryu sedikit menaikkan alisnya.
" Suamiku, apa kita sudah berada di portal dimensi?" Tanya Feng Quinlan sambil memperhatikan wilayah sekitar.
" Suamiku, apa tempat ini seperti Dunia kecil seperti di tempat asal kita?" Qing Yun juga memperhatikan wilayah sekitar.
" Aku juga tidak tau. Untuk itu kita harus menyelidikinya." Ryu merasa sudah terlanjur, terpaksa harus membawa Istrinya menjelajahi tempat tersebut.
" Suamiku, lebih baik kita mengambil jalur bagian barat. Aku merasakan ada Pagoda yang mirip dengan yang kamu miliki." Ucap Jin Niu sambil menunjuk ke sebuah tempat.
" Baik... Kita akan kesana sekarang!" Ryu membawa semua Istrinya menuju arah yang ditunjukkan Jin Niu.
Setelah berjalan menyusuri ke arah barat, Ryu mulai merasakan kehadiran para monster yang sangat kuat menuju ke arah mereka.
Ryu pun langsung memberi isyarat kepada Istrinya, dimana 70 Peri cahaya langsung berubah wujud menjadi Naga Kerang.
Tidak Lama gerombolan manusia berkepala hewan yang bersisik naga berwarna merah seukuran dua kali manusia dewasa berlari dan melompat ke arah Ryu dan Istrinya.
" Tempat ini sangat aneh." Ryu menyipitkan matanya menatap ke arah manusia berkepala naga berwarna merah dengan membentuk sirip di punggungnya.
Tidak hanya itu, monster tersebut juga memiliki tangan dan kaki layaknya hewan buas.
Ggooooaaarr!
Rrraawr!
Rrraawr!
Puluhan manusia berkepala hewan dan bersisik naga berwarna merah dengan Lincah menerjang dan mencakar Ryu dan Istrinya.
Craaash! Craaash! Craaash!
Baaam! Baaam! Baaam!
Pertukaran serangan antara kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai tempat.
Pertempuran tidak bisa terelakkan lagi, dimana terlihat pertempuran kini berimbang.
" Mereka sangat kuat." Gumam Jin Niu di sela pertarungannya.
Sebenarnya Ryu dan Istrinya tentu saja sangat mudah untuk melumpuhkan lawan.
Namun mereka merasa heran karena kekuatan fisik pihak lawan diluar nalar.
' Pedang Cahaya: Tingkat pertama.'
70 Naga Kerang membentuk bayangan pedang berwarna keemasan keluar dari sayap mereka.
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Puluhan pedang cahaya melesat cepat ke arah gerombolan monster tersebut, membuat tubuh mereka terpotong menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
" Pedang Sabit Petir"
" Pedang Sabit Angin."
" Pedang Sabit Api."
" Pedang Sabit Air."
" Pedang Sabit Es."
Huang Que Yun dan Istri Ryu yang lain juga mengeluarkan elemen yang mereka miliki membentuk puluhan pedang sabit, mengarah kepada kelompok monster tersebut.
" Slaaash Slaaash! Slaaash!
Puluhan bayangan pedang sabit melesat cepat ke arah gerombolan monster, membuat mereka terpotong menjadi beberapa bagian.
" Ledakan Cahaya."
Kini 70 Naga Kerang mengumpulkan Qi di tengah sepasang sayap mereka, hingga terbentuk bola cahaya yang semakin membesar.
Wuush! Wuush! Wuush!
70 Naga Kerang melemparkan bola cahaya ke gerombolan monster tersebut ke berbagai tempat.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai tempat, dimana terlihat gerombolan monster tersebut menjadi kabut darah.
" Bencana Kelopak Teratai."
Qing Yun dan 19 Istri Ryu yang lain juga mengumpulkan Qi di telapak tangan mereka masing-masing, hingga terbentuk kelopak teratai yang dialiri berbagai elemen yang mereka miliki.
Wuush! Wuush! Wuush!
Qing Yun dan 19 Istri Ryu yang lain langsung melemparkan kelopak teratai tersebut ke berbagai arah.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai tempat, membuat gerombolan monster tersebut menjadi kabut darah.
Di sisi lain Ryu yang menyaksikan Istrinya yang tengah bersaing untuk menunjukkan kehebatan mereka, kini hanya menggelengkan kepala sambil menjatuhkan Hujan Petir Hitam dan Api Hitam di sekelilingnya.
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Semua monster yang berada di dekat Ryu langsung menjadi gumpalan daging hingga terlihat gosong.
Melihat keganasan serangan dari Ryu dan Istrinya, gerombolan manusia berkepala hewan bersisik naga langsung memasang wajah gelap, karena telah memilih lawan yang tidak tepat.
" Lari!" Salah satu dari kelompok tersebut memberi perintah kepada rekannya.
Straaing! Straaing! Straaing!
Ryu dan Istrinya langsung menggunakan teknik teleportasi untuk mengejar gerombolan monster tersebut.
__ADS_1
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Semua monster yang sedang lari kocar-kacir langsung mati seketika, tanpa mengetahui siapa pelakunya.
Tidak lama kemudian, Ryu dan Istrinya sudah menyelesaikan pertarungan mereka, hingga tidak ada satupun yang tersisa.
Hal yang tidak bisa terlewatkan oleh Ryu dan Istrinya, dimana mereka mengambil Inti Roh tersebut yang terlihat sangat berbeda dengan Inti Roh biasanya.
Setelah selesai mengumpulkan Inti Roh, Ryu menarik mayat mereka ke Dunia Quzhu, lalu membawa istrinya terus berjalan untuk menyusuri wilayah tersebut ke arah barat.
" Ternyata kalian juga sangat ganas ketika sedang bertarung." Ucap Ryu di sela perjalanan mereka.
" Tentu... Kami juga harus kuat dalam segala hal." Ucap She Xia dengan nada santai.
" Ya... Termasuk yang itu." She Ling ikut menimpal, membuat yang lain langsung membulatkan mata.
" Jangan bahas itu lagi. Lebih baik kita gunakan waktu yang singkat ini untuk mencari sesuatu yang berharga." Ryu menggelengkan kepala sambil melangkahkan kakinya.
Setelah berjalan sangat jauh Ryu dan Istrinya berhasil menemukan sebuah Pagoda yang sangat besar dan tinggi, sesuai dengan apa yang dikatakan Jin Niu.
" Suamiku, Itu Pagoda yang aku katakan sebelumnya." Jin Niu sambil menunjuk ke arah Pagoda raksasa.
" Hmmm... Sepertinya Pagoda raksasa ini menyimpan darah murni Ras Iblis. Meskipun mereka berwujud hewan buas." Ryu menyipitkan matanya sambil menatap ke arah Pagoda raksasa.
" Benarkah? Apa kamu akan membuat Pil Darah lagi agar kita memiliki penampilan yang sempurna?" Tanya She Zhilin yang membuat Ryu menoleh ke arahnya.
" Apa ucapanku ada yang salah?" She Zhilin tertunduk malu tidak berani menatap ke arah Ryu.
" Aku tidak akan menciptakan Pil Darah lagi. Karena aku berniat untuk menggabungkan semua darah murni dari berbagai Ras." Ucap Ryu, lalu menoleh ke arah Pagoda raksasa.
Tanpa menunggu lama, Ryu meminta kepada Istrinya untuk berjaga di luar, sedangkan dia sendiri langsung melesat masuk ke dalam Pagoda Raksasa tersebut.
Saat mendekati pintu Pagoda raksasa, tubuh Ryu membentur sebuah Formasi pelindung transparan yang membuat tubuhnya terpental ke belakang. Namun tidak mengalami luka apapun.
Ryu yang menyadari keberadaan pelindung transparan tersebut, kini tengah mempelajari jenis Formasi tersebut.
" Hmmm... Begitu Ya." Ryu bergumam sambil membuat sebuah gerakan lalu mendekati pintu.
" Bush " Formasi pelindung transparan terbuka.
Ryu yang sudah masuk kini memasang wajah masam karena di hadapannya hanya tumpukan Batu Roh yang hampir memenuhi ruang.
" Suamiku, biarkan kami yang mengumpulkan Batu Roh ini. Aku yakin diatas sana terlalu kuat untuk kami hadapi." Jin Niu menawarkan diri untuk mengumpulkan Batu Roh tersebut bersama Istri Ryu yang lain.
Tentu dia dapat merasakan bahwa beberapa sosok yang mendiami Pagoda raksasa tersebut hanya bisa dikalahkan dengan elemen yang dimiliki Ryu.
" Baik." Jawab Ryu dengan singkat, lalu berjalan menuju sebuah pintu di sudut ruangan tersebut kemudian membuka kembali Formasi pelindung.
Setelah pintu terbuka, terlihat sebuah tangga untuk menuju lantai selanjutnya.
Dengan segera, Ryu menaiki tangga tersebut.
Saat mencapai lantai dua, Ryu dihadapkan dengan berbagai macam Sumberdaya kemudian mengibaskan tangannya untuk menarik semua Sumberdaya tersebut ke Dunia Quzhu.
__ADS_1