SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 233. Tujuh Murid


__ADS_3

Setelah berhasil membunuh semua gerombolan monster, Liu Ryu dan Istrinya kembali ke Dunia Quzhu untuk memulihkan diri.


" Suamiku... Energi di tempat ini sangat padat dari sebelumnya. Aku yakin perkembangan Sumberdaya juga semakin cepat." Sheng Zhishu sangat senang karena kecepatan tumbuh Sumberdaya di Dunia Quzhu lebih cepat dari sebelumnya.


" Ya... Hanya saja masih belum mampu memenuhi kebutuhan kita, juga seluruh pendukung kita." Ucap Liu Ryu, sambil mengambil tempat untuk memulihkan diri.


Mendengar apa yang dikatakan suami mereka, Sheng Zhishu dan yang lain mengangguk mengerti, karena untuk mereka saja Sumberdaya tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan mereka.


Apalagi dengan banyaknya pasukan bawahan Liu Ryu dan pasukan pendukung, tentu membutuhkan Sumberdaya yang lebih banyak lagi.


Tanpa menunggu lama, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain mengambil posisi duduk bersila untuk memulihkan diri.


Membutuhkan waktu selama satu bulan, kini kondisi Liu Ryu dan Istrinya pulih seperti semula dimana mereka langsung kembali ke portal dimensi.


Tentu mereka membutuhkan waktu selama satu bulan, karena merekalah yang paling depan saat bertarung.


Ditambah lagi Qi mereka yang melebihi Kultivator yang lain, tentu membutuhkan waktu yang sangat lama agar terisi penuh.


" Salam Dewa Agung." Ucap mereka serempak.


" Mmmm... Kita harus menunggu yang lain, agar kita bersama-sama masuk ke dalam portal dimensi." Ucap Liu Ryu sambil menatap beberapa kelompok yang masih memulihkan diri.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak, lalu mengambil tempat untuk beristirahat.


Di dalam puncak Pagoda Neraka, terlihat Tai Bai dan saudarinya telah membuka mata, karena tidak ada lagi roh yang mereka serap.


" Hmmm... Lumayan." Tai Bai tersenyum lebar karena dia bisa menerobos Bintang Emas.


Begitupun dengan yang lain, mereka juga berhasil menerobos Bintang Emas, berkat roh monster yang mereka serap.


" Mulai hari kedepannya, aku tidak bisa membantu kalian lagi. Kalian tau sendiri bagaimana resiko saat aku membagikan roh monster itu kepada kalian. Ucap Tai Lung, sambil menatap ke arah mereka.


Tentu Tai Lung tidak ingin mengambil resiko besar, karena dia dapat merasakan tubuhnya hampir meledak saat membagikan roh monster kepada mereka.

__ADS_1


" Kami mengerti... Sekarang kita hanya bisa Berkultivasi mandiri. Sekarang yang kita butuhkan adalah mencari Sumberdaya." Ucap Tai Bai.


" Aku penasaran dengan kelompok dibawah kita. Sepertinya pemimpin mereka sangat cerdas. Jika tidak, Dunia Tiantang ini akan musnah." Ucap Sun Yueyue, sambil menatap kelompok Liu Ryu dari kejauhan.


" Baiklah kita akan menemui pemimpin mereka. Anggap saja sebagai ucapan terimakasih atas bantuan mereka." Ucap Tai Bai, lalu membawa keenam wanita itu keluar dari Pagoda Neraka.


Sesaat mereka muncul di tengah-tengah prajurit kelompok Liu Ryu, sehingga Tou Shuijing dan yang lain langsung melesat ke arah ketujuh wanita tersebut.


" Kami datang kesini bukan dengan tujuan jahat. Kami ingin bertemu dengan pemimpin kalian." Ucap Tai Bai sambil menatap ke beberapa sosok yang mengelilingi mereka.


Liu Ryu yang mendengar dari kejauhan, langsung berpindah tempat menuju ke arah ketujuh wanita tersebut.


" Apa yang ingin kalian lakukan disini?" Tanya Liu Ryu sambil menatap mereka dengan tatapan dingin.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu, ketujuh wanita tersebut sangat marah, karena kedatangan mereka disambut dengan tidak ramah.


Sesaat mereka menoleh ke arah sumber suara, dimana wajah mereka yang awalnya memerah padam, kini berubah menjadi berseri-seri.


Tentu ketujuh wanita itu sangat senang saat melihat permata merah yang berada di kening sosok pria yang di depan mereka, karena mereka menganggap bahwa Liu Ryu adalah guru mereka.


" Apa-apaan ini?" Liu Ryu terlihat jengkel karena ketujuh wanita itu memeluknya dengan erat.


Melihat adegan tersebut, Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta membulatkan mata dengan rahang terbuka karena, ketujuh wanita tersebut terlihat jinak saat melihat Liu Ryu.


" Ketujuh wanita itu sangat cantik, aku juga ingin dipeluk mereka."


" Kaisar Ryu sangat beruntung bisa memiliki Istri yang sangat cantik, tapi ketujuh wanita itu tidak kalah cantik."


" Huus... Dia adalah pemimpin kita." Ucap Jenderal Besar dari Kekaisaran Gu menyadarkan bawahan mereka.


Mendengar ucapan tersebut, semua prajurit hanya menelan ludah kasar, karena adegan tersebut begitu menarik perhatian.


" Aku bukan guru kalian." Liu Ryu terlihat jengkel karena ketujuh wanita itu terus memeluknya, bahkan tidak segan menggesekkan tubuhnya pada Liu Ryu.

__ADS_1


" Guru, kenapa kamu melupakan kami? Kami sudah menunggumu selama 900.000 tahun." Ketujuh wanita itu dengan nada sedih, terus memeluk tubuh Liu Ryu.


Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu lainnya yang mendengar percakapan tersebut langsung berpindah tempat ke arah Liu Ryu.


Sesaat Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain memicingkan matanya terbakar api cemburu saat melihat pemandangan di depan mereka.


" Suamiku, siapa mereka?" Tanya Sheng Zhishu dan yang lain dengan niat membunuh yang sangat kuat.


Sesaat Tai Bai dan saudarinya melepaskan pelukannya, lalu menjauhi Liu Ryu dengan wajah penasaran.


' Mereka adalah murid dari sosok bertopeng yang sebelumnya aku curi permata merah di keningnya.' Liu Ryu menjawab pertanyaan Istrinya melalui pesan jiwa.


" Guru... Kamu telah melupakan kami, bahkan sudah memiliki Istri." Ucap Tai Bai dengan nada sedih sambil melirik ke arah Sheng Zhishu dan wanita lainnya.


" Guru, jika kami pernah melakukan kesalahan, kami siap menerima hukuman dari guru." Ucap Tai Lung sambil membelakangi Liu Ryu, lalu mengangkat pakaiannya tinggi-tinggi hingga memperlihatkan pantat besarnya dengan kulit yang putih mulus.


Begitupun dengan Tai Bai dan saudarinya yang lain, dimana mereka semua melakukan hal yang sama.


Melihat kejadian tersebut, semua Pasukan Semesta dan prajurit pendukung menelan ludah kasar karena aksi ketujuh wanita itu sungguh diluar perkiraan mereka.


Dengan cepat semua pasukan memalingkan wajahnya karena tidak ingin terlalu lama melihat adegan tersebut.


' Mereka ini sangat patuh kepada gurunya. Bahkan tidak segan melakukan hal seperti ini.' Pikir Liu Ryu sambil menoleh ke arah Istrinya, karena tidak ingin melihat pantat besar ketujuh wanita itu.


Melihat ketulusan hati ketujuh wanita itu kepada gurunya, hati Sheng Zhishu menjadi tergerak, lalu menatap ke arah Liu Ryu.


' Suamiku, sepertinya mereka sangat baik. Hanya saja didikan guru mereka saja yang salah.' Ucap Sheng Zhishu mengirim pesan jiwa kepada Liu Ryu sambil berjalan mendekati Liu Ryu.


Sesaat Sheng Zhishu meminta kepada ketujuh wanita itu agar kembali menurunkan pakaian mereka.


" Berdirilah! Aku mewakili guru kalian untuk memaafkan kalian." Ucap Sheng Zhishu sambil menatap ke arah mereka.


" Terimakasih bibi guru." Ucap ketujuh wanita itu dengan serentak.

__ADS_1


Mendengar ucapan tersebut, Sheng Zhishu membulatkan mata, ingin mencabik-cabik tubuh ketujuh wanita itu.


__ADS_2