SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 157. Gong Sifa


__ADS_3

Kini suara pertarungan pecah dan menggema di berbagai tempat, dimana Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan juga jauh lebih baik dari sebelumnya.


" Kalian dari Ras manusia, mengapa bisa berada di dunia ini?" Ucap Jenderal Serigala sambil melancarkan serangannya kepada Ryu.


" Oh... Apa kalian saja yang bisa pergi ke dunia ini?"


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Ryu tersenyum lebar sambil menangkis tebasan dari Jenderal Serigala, juga menebas leher anggota Ras Orc yang berada di sekelilingnya.


" Sialan.... Elemen apa yang digunakan orang ini? Auranya sangat kuat. Bahkan kulit tebal Ras Orc yang menyamai baja, dengan mudah ditembus." Jenderal Serigala berkeringat dingin sambil melakukan serangan tebasan.


Hal yang ditakuti Jenderal Serigala, dimana Ryu masih sempat membunuh bawahannya saat mendekati pertarungan mereka berdua.


" Apa kamu ingin melihat elemen Kehampaan." Ryu tersenyum lebar sambil melepaskan elemen Kehampaan dan mengarah kepada kelompok Ras Orc.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Puluhan anggota Ras Orc yang berada di tempat tersebut mati dalam keadaan tubuh gosong.


" Elemen Kehampaan? Aku tidak pernah mendengarnya." Gumam Jenderal Serigala yang kini terlihat frustasi karena serangannya tidak ada yang mampu melumpuhkan pertahanan Ryu.


Tidak hanya Ras Orc, 93 Istri Ryu dan Pasukan Semesta juga merasa heran dengan perubahan elemen yang dimiliki Ryu.


Terlihat jelas bahwa setiap serangan elemen yang dilepaskan Ryu, membuat tubuh Ras Orc hancur menjadi debu hitam.


" Jika kamu menentang kami, maka kamu akan berhadapan dengan Raja kami yang sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir." Jenderal Serigala mencoba menakuti Ryu dengan menggunakan Raja mereka yang sudah mencapai puncak Kultivator.


" Menarik sekali. Aku tidak sabar ingin memenggal kepala Raja kalian." Ryu terus melancarkan serangannya, membuat Jenderal Serigala semakin terdesak.


Tentu Ryu ingin melihat Jenderal Serigala semakin frustasi saat melihat bawahannya mati di depan matanya.


Mendengar perkataan dari Ryu, Jenderal Serigala memasang wajah gelap. Dari mana nyali sosok yang setinggi dadanya saja memiliki keberanian untuk melawan Raja mereka yang memiliki ukuran dua kali lipat dari manusia dewasa.


" Aku akui kulit kalian lebih keras dari batu. Tapi tidak untukku dan pasukanku." Ryu tersenyum lebar sambil menatap ke arah Jenderal Serigala yang lebih tinggi darinya.

__ADS_1


Straaing!


Ryu menggunakan teknik teleportasi dan berpindah tempat ke arah pasukan Ras Orc yang lain, tanpa memperdulikan Jenderal Serigala.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Setiap tebasan Pedang Naga Petir, mampu memotong atau membelah tubuh Ras Orc yang memiliki fisik yang sangat kuat.


" Ternyata gabungan dari elemen ini sangat kuat dan mempertajam Pedang Naga Petir." Ryu bergumam sambil melancarkan serangannya kepada Ras Orc.


Melihat kejadian itu, Jenderal Serigala semakin geram, karena Ryu seakan mengabaikannya.


Setelah melakukan pertarungan cukup lama, kini pasukan Ras Orc hanya menyisakan satu sosok, yaitu Jenderal Serigala itu sendiri.


Wuush!


Ryu mengeluarkan rantai elemen kehampaan untuk melilit tubuh Jenderal Serigala.


" Aaarrrggghhhh." Jenderal Serigala berteriak keras merasakan seluruh tubuhnya panas dingin dan terkadang membatu.


" Tidak... Aku akan melakukan sesuatu untuknya." Ryu membuka mulut Jenderal Serigala, lalu memberikan sebuah Pil berwarna merah.


" Aaarrrggghhhh.... Apa yang kamu lakukan kepadaku?" Jenderal Serigala mendapatkan firasat buruk dengan apa yang dilakukan Ryu, meskipun tidak merasakan apapun pada saat Ryu memberikan Pil tersebut kepadanya.


" Itu adalah Pil Kejujuran yang aku kembangkan dari Pil Tuan Hamba. Karena aku tidak membutuhkan bawahan sepertimu, jadi aku menginginkan informasi darimu." Ryu tersenyum lebar sambil mengeluarkan Qi miliknya untuk menciptakan sebuah kursi, lalu duduk di tempat tersebut.


Sementara Pasukan Semesta tengah sibuk melempar mayat Ras Orc ke Dunia Quzhu.


" Sekarang jawab pertanyaanku! Apa tujuan kalian ke dunia ini?" Tanya Ryu dengan santai.


" Kami kesini untuk mencari keberadaan Chimera dan Centaurus yang merupakan makhluk kuno." Jawab Jenderal Serigala dengan cepat ' Sialan... Kenapa mulutku bicara tanpa aku sadari.' Jenderal Serigala menggerutu dalam hati karena sesuatu yang aneh membuatnya tidak bisa melawan.


" Hmmm... Jadi itu tujuan kalian? Sepertinya aku juga harus mencari keberadaan mereka." Ryu tersenyum lebar tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk mengumpulkan Inti Jiwa makhluk kuno.


Sementara Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan hanya menggelengkan kepala karena Ryu memiliki Pil aneh yang membuat orang tidak bisa berbohong.

__ADS_1


" Pendekar Ryu, apa aku bisa bertanya kepada orang ini?" Tanya Gong Sifa yang ingin mencari informasi tentang warganya.


" Silahkan! Tanyakan saja apa yang ingin kamu tanyakan." Ryu mempersilahkan, karena dia sendiri sudah menemukan informasi yang dia inginkan.


Kini pandangan Jenderal Serigala menjadi gelap, merasakan seluruh tubuhnya gemetar berkeringat dingin.


" Apa yang kalian lakukan pada rakyatku?" Tanya Gong Sifa penuh selidik karena ingin mengetahui keberadaan pasukan Ras Peri Hutan dan rakyatnya.


" Untuk Ras Peri Hutan wanita, kami kurung di penjara bawah tanah. Sedangkan untuk Ras Peri Hutan pria, kami bunuh semuanya." Jenderal Serigala memasang wajah masam karena mulutnya seakan dikendalikan oleh sesuatu yang aneh.


Mendengar ucapan tersebut, Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan mendapatkan firasat buruk karena mereka bisa memperkirakan apa yang terjadi pada Ras mereka.


Di sisi lain Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta juga memiliki pemikiran yang sama, namun tidak ingin mengambil tindakan karena itu bagian dari urusan Ras Peri Hutan.


" Kalian apakan pada rakyat kami?" sang Jenderal terlihat geram dimana amarahnya semakin memuncak.


" Kami jadikan sebagai pemuas nafsu kami, karena tubuh Ras Peri Hutan sangat menggiurkan." Jenderal Serigala merasa merinding, membayangkan dirinya sudah diambang kematian.


Mendengar perkataan dari Jenderal Serigala, Gong Sifa tidak mampu menahan diri, lalu mengikat kedua tangan dan kaki Jenderal Serigala dan menariknya sekuat mungkin.


" Aaarrrggghhhh." Jenderal Serigala berteriak kesakitan saat kedua tangan dan kakinya ditarik oleh tumbuhan merambat.


Kraaack!


Kedua tangan dan kaki Jenderal Serigala terlepas, dan kehilangan nyawa.


" Gong Sifa, sebaiknya kita bereskan Ras Orc yang berpatroli di wilayah Kerajaan Gong, sebelum masuk ke dalam Istana." Ryu memberi usul, agar tidak terjadi resiko besar.


" Aku fikir juga begitu. Pendekar Ryu dan kalian semua, terimakasih atas pertolongan kalian." Gong Sifa merasa tidak enak karena selama dalam perjalanan, mereka selalu ditolong oleh Ryu dan pasukannya.


" Tidak masalah... Kami melakukan ini karena kami juga punya urusan dengan Ras Orc." Ryu yang terlihat geram dengan Ras Orc yang memperlakukan Ras Peri Hutan sebagai pemuas nafsu mereka.


Di sisi lain Gong Sifa diam-diam mereka tertarik dengan Ryu. Disamping pemuda tersebut sangat kuat dan berwibawa, Ryu juga begitu peduli kepada bawahannya.


Terlebih lagi Gong Sifa dapat merasakan benih yang berada di perut 70 Istri Ryu yang memiliki aura yang sangat kuat.

__ADS_1


__ADS_2