SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Gunung Harimau Putih


__ADS_3

Saat mereka melakukan percakapan, tiba-tiba Ling Queqi muncul di Istana Yexuan dengan membawa tiga remaja.


Melihat hal itu. Sheng Zhishu dan yang lain merasa heran sambil menatap ketiga remaja tersebut dengan selidik.


" Qi'qi... Siapa yang kamu bawa?" Tanya Sheng Zhishu yang terlihat penasaran.


" Siapa lagi kalau bukan ulah Suami kita." Ucap Ling Queqi dengan santai sambil memberi isyarat kepada mereka.


" Salam bibi semuanya, Salam kakak semuanya." Ucap ketiga remaja tersebut memberi hormat kepada Sheng Zhishu dan yang lain lalu memberi hormat kepada Long Que Zhu dan yang lain.


Kejadian itu membuat mereka membulatkan mata dan terbatuk, sementara Long Que Zhu dan yang lain langsung memasang wajah memerah senyum pahit.


" Salam bibi, namaku Ryu Bing."


" Salam bibi, namaku Ryu Zhilin."


" Salam bibi, namaku Ryu Ling."


Ketiga remaja tersebut memperkenalkan diri masing-masing membuat Sheng Zhishu dan yang lain kembali terbatuk-batuk, lalu menatap ke arah Ling Queqi seakan meminta penjelasan.


" Mereka adalah anak dari Suami kita. Mereka berasal dari Dunia Setengah Abadi." Ucap Ling Queqi lalu menoleh ke arah Xie Hua.


Kini semua mata tertuju pada Xie Hua, sehingga wanita itupun senyum masam karena dia masih mengingat jelas nama dari Klan She tersebut.


" Maksud bibi?" Tanya Ryu Bing yang merasa heran.


" Nak... Kami juga Ibumu. Dan Orang yang kalian lawan kemaren adalah Ayah kalian." Ucap Ling Queqi.


Mendengar ucapan tersebut ketiga remaja itu membulatkan mata, namun tidak berani berkata apapun.


Mereka hanya berusaha mencerna situasi tersebut meskipun sedikit tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


" Ryu kecil, sini nak... Namaku Xie Hua. Kalian pasti pernah mendengarnya." Ucap Xie Hua seraya membuka kedua tangannya.


" Bibi."


Tentu saja ketiga remaja itu mengenal nama Xie Hua yang merupakan Istri sah dari Ryu, tanpa ragu ketiga remaja tersebut memeluk Xie Hua yang mereka anggap sebagai Ibu mereka sendiri.


" Mmmm... Kenapa kalian memanggilku bibi?" Tanya Xie Hua sambil mengerutkan kening.

__ADS_1


" Maaf Ibu." Ketiga remaja tersebut merasa senang dengan keramahan Xie Hua.


Xie Hua pun memperkenalkan Istri Ryu yang lain termasuk calon Istri suami mereka, membuat ketiga remaja tersebut membuka mulut lebar-lebar.


" Tidak menyangka bahwa Ayah memiliki banyak Istri, semuanya sangat cantik." Ucap Ryu Ling.


" Sayangnya Ibu kita tidak ada disini." Tiba-tiba Ryu Zhilin terlihat murung.


" Zhilin, kamu tenang saja. Nanti ayahmu akan menjemput mereka." Ucap Sheng Zhishu.


" Benarkah? Terimakasih Ibu." Ryu Bing terlihat senang.


" Baiklah, kalian ikut bersama Ibu! Ibu akan memperkenalkan kalian kepada saudara kandung kalian." Tianhe membawa ketiga remaja tersebut menuju tempat kediaman Pasukan Semesta.


Dengan sebuah anggukan ketiga remaja itu keluar dari Istana Kristal mengikuti Tianhe.


Setelah kepergian mereka, Sheng Zhishu dan yang lain kembali melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat terhenti.


" Chie'chie... Lalu bagaimana pendapatmu?" Sheng Zhishu kembali bertanya.


" Jika tidak ada cara lain, lebih baik kita melakukan negosiasi kepada Ratu She Xia. Itu semua demi mengurangi resiko kegagalan dalam membuat Pil ciptaanku." Xin Chie yang tidak ingin Pil ciptaannya gagal.


" Baiklah, kita harus pergi ke Istana Teratai terlebih dulu." ucap Xie Hua.


" Mmmm... Kalian juga boleh ikut kami." Sheng Zhishu menatap ke arah Long Que Zhu dan yang lain.


Mereka pun mengangguk setuju lalu pergi ke Istana Teratai yang terletak di Kota Linka.


*******


( Kediaman anggota Klan Shu. )


Kini Ryu sudah berada di sebuah Gunung yang berada di belakang kediaman keluarga Klan Shu.


Hal yang membuat Ryu kaget, karena Shu Meilu menaruh Batu Bintang di balik Pohon besar sehingga dia langsung berpindah tempat di dekat Pohon besar tersebut.


" Lu'er... Kenapa kamu menaruh Batu Bintang di tempat ini?" Ryu merasa heran karena Shu Meilu tidak menaruh di kamarnya.


" Aku lebih senang disini saja. Dari dulu aku sering datang kesini." Shu Meilu menyambut kedatangan Suaminya dengan sebuah pelukan.

__ADS_1


" Tidak masalah, sepertinya tempat ini sangat bagus." Ryu menatap sekeliling mereka yang memiliki banyak pepohonan yang rindang.


Di atas Gunung tersebut terdapat sebuah tumpukan batu besar, dimana tersusun rapi dan terlihat datar seperti tempat sebuah pemujaan.


Ryu juga merasa heran karena sangat jarang sekali di bagian puncak gunung memiliki batu besar yang berjejer rapi seperti itu.


" Lu'er... Sepertinya wilayah ini banyak Hewan Roh. Apa kamu tidak merasa takut?" Tanya Ryu sambil membawa Shu Meilu yang ada di pelukannya lalu duduk di sebuah batu besar.


" Gege... Mereka tidak pernah menggangguku, bahkan sejak kecil aku sering ke tempat ini." Ucap Shu Meilu sambil memposisikan dirinya di pangkuan Ryu.


" Apa kita akan duduk seperti ini?" Ryu merasa heran karena Shu Meilu menempel padanya seperti sudah lama tidak bertemu.


" Itu wajar saja, karena Gege adalah suamiku. Lagi pula tidak ada seorangpun yang berani mendekati wilayah ini kecuali aku." Ucap Shu Meilu seraya mengalungkan kedua tangannya di pinggang Ryu.


' Ternyata benar dugaanku bahwa Shu Meilu adalah reinkarnasi Ratu Harimau Putih yang ada di tempat ini. Pantas saja semua Hewan Roh di tempat ini tidak berani mengganggunya.' Ryu membatin sambil menyatukan kedua hidung mereka dengan sebuah senyuman lembut.


" Lu'er, apa kamu pernah masuk ke dalam Hutan bagian sana?" Tanya Ryu sambil menunjuk ke arah di sisi kanan mereka.


" Tidak pernah. Aku tidak berani kesana, Leluhur kami bilang kalau di tempat itu tempat tinggal Ras Harimau Putih. Bahkan mereka mengatakan bahwa tempat itu ada sebuah batu besar tempat pintu dimensi kediaman Ras Harimau." Ucap Shu Meilu sambil mencium suaminya itu seperti sudah lama tidak bertemu.


" Tapi kekuatanku sekarang, mungkin aku akan melihat tempat itu. Hanya saja aku tidak ingin melepaskan Suamiku untuk hari ini hingga besok pagi." Ucap Shu Meilu.


" Hmmm... Sifat liar kalian semua tidak pernah berubah. Tapi tidak masalah, besok pagi kita akan pergi ke tempat itu." Ryu yang merasa terpancing langsung mengalungkan kedua tangannya di pinggang Shu Meilu.


' Kenapa energi 'Yang' Matahari Gege semakin lama semakin banyak? Jika seperti ini Gege akan mengalami kendala untuk meningkatkan Kultivasi. Ah... Itu semua gara-gara Ping'ping.' Batin Shu Meilu sambil melakukan gerakan kecil untuk memancing gairah suaminya.


" Lu'er, ada apa?" Ryu dapat merasakan kekhawatiran dari Istrinya itu.


" Tidak ada Gege. Lebih baik kita lanjutkan saja." Shu Meilu membuka kancing baju suaminya satu-persatu sehingga memperlihatkan bagian dada Ryu yang begitu indah namun memiliki kekuatan yang besar.


Begitupun dengan Ryu, dia langsung melepaskan pakaian Shu Meilu, sehingga mereka berdua sudah tidak memiliki busana lagi.


Ryu pun membaringkan tubuh Shu Meilu yang begitu putih dan mulus dimana memperlihatkan gunung kembar yang masih kokoh.


Dengan kedua tangannya Ryu memainkan kedua benda tersebut dengan lembut sehingga membuat Shu Meilu menggeliat kenikmatan dengan mengeluarkan suara yang begitu menggoda.


Setelah cukup lama melakukan penjelajahan di seluruh tubuh Shu Meilu hingga mencapai bagian sensitif Istrinya, Ryu kembali memposisikan dirinya setara dengan Shu Meilu sehingga memasukkan tongkat kebanggaannya di bagian sensitif Istrinya tersebut.


Kini mereka berdua begitu menikmati ritual menyenangkan tersebut hingga berkali-kali melakukan pelepasan energi Yin-Yang milik mereka.

__ADS_1


__ADS_2