
Merasa ucapannya tidak dihiraukan, Ketua perampok langsung memberi isyarat kepada beberapa pemimpin kelompok yang dibawah perintahnya.
" Serang mereka!" Ketua perampok langsung memberi perintah.
" Baik ketua." Ucap beberapa sosok yang sudah mencapai Bintang Alam, langsung berpencar untuk menghadapi Istri Liu Ryu yang lain.
Sedangkan ketua perampok yang sudah mencapai Bintang Langit, langsung melesat ke arah Liu Ryu sambil menciptakan serangan.
Wuush! Wuush!
Terlihat dua bola cahaya keluar dari kedua tangan ketua perampok, menuju ke arah Liu Ryu yang diikuti sebuah lompatan.
Menyadari adanya arah serangan, Liu Ryu langsung melesat ke sebuah arah, untuk menghindari arah serangan.
Bboooom! Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat menyentuh tanah, hingga membentuk kawah kecil hingga tercipta gelombang kejut menyebar ke berbagai tempat.
Aarrgggh! Aarrgggh! Aarrgggh!
Anggota perampok yang berada di sekitar serangan, langsung terluka parah akibat tekanan gelombang kejut dari serangan ketua mereka sendiri.
Melihat kejadian itu, ketua perampok memasang wajah masam, karena Liu Ryu berhasil menghindari serangannya.
Wuush!
Ketua perampok langsung melesat ke arah Liu Ryu dengan dua pedang berbentuk bulan sabit di kedua tangannya.
Tanpa membuang waktu, ketua perampok langsung mengayunkan pedangnya ke arah Liu Ryu dengan kekuatan penuh.
" Hmmm... Sepertinya kamu bisa membuatku sedikit berkeringat." Ucap Liu Ryu, sambil mengayunkan pedangnya untuk menangkis tebasan dari pihak lawan.
Traaang! Traaang! Traaang!
Benturan pedang dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut, hingga anggota perampok langsung menjauhi wilayah pertarungan.
" Kalian tidak tau akan berhadapan dengan siapa?" Ketua perampok yang terlihat marah, sambil mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan.
Traaang! Traaang! Traaang!
Benturan pedang dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.
Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga tidak mau kalah, terus melemparkan bola elemen yang mereka miliki ke arah anggota perampok yang sedang berdatangan.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
__ADS_1
Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai tempat, membuat anggota perampok yang terkena imbas serangan, langsung hancur berkeping-keping.
" Sialan... Siapa mereka ini sebenarnya." Ketua perampok memasang wajah jelek karena Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain tidak kalah berbahaya.
" Kekuatan macam apa ini?" Beberapa sosok yang menyaksikan kejadian tersebut, merasakan tubuhnya terasa lemas,. karena sosok yang menjadi lawan mereka diluar kemampuan mereka.
" Apa kalian berasal dari aliran Hitam?" Tanya Ketua perampok di sela pertarungannya.
Tentu Ketua perampok bertanya seperti itu, jika kelompok yang menjadi lawan mereka berasal dari aliran Hitam, maka mereka bisa bernegosiasi.
" Tidak." Jawab Liu Ryu dengan singkat.
" Jika kalian berasal dari aliran Putih, tidak seharusnya kalian melakukan pembantaian seperti ini." Ketua perampok berbicara dengan Liu Ryu, agar mereka menghentikan pertarungan tersebut.
" Aku juga pernah mendengar pertanyaan seperti ini sebelumnya. Setelah itu mereka semua tidak ada yang selamat." Bersamaan dengan ucapannya Liu Ryu terus mengayunkan pedangnya untuk melawan ketua perampok.
Mendengar ucapan tersebut, ketua perampok semakin geram, karena Liu Ryu menganggap dirinya tidak lama akan mati.
Wuush!
Elemen Kehampaan yang memadat membentuk bilah pedang, melesat ke arah Ketua perampok.
Melihat kejadian tersebut, Ketua perampok membuka matanya lebar-lebar, lalu menyilangkan kedua pedangnya untuk menciptakan pelindung mengelilingi tubuhnya dengan mengeluarkan elemen cahaya.
Bboooom!
" Uhuuk." Ketua perampok memuntahkan darah segar, lalu bangkit berdiri sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Sesaat ketua perampok menutup mata, seraya merapalkan sebuah mantra, lalu kembali membuka matanya.
Ggooooaaarr!
Tiba-tiba tubuh ketua perampok berubah menjadi seekor Singa yang berukuran besar setinggi lima meter.
Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu tersenyum lebar lalu berpindah tempat ke arah belakang Singa, seraya mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan tebasan.
Merasakan adanya bahaya dari arah belakang, ketua perampok yang berwujud Singa, kini membalikkan badannya berusaha untuk menahan serangan.
Craaash!
Ggooooaaarr!
Sebuah keuntungan besar bagi Liu Ryu, karena dengan wujud besar ketua perampok, dia lebih mudah untuk melakukan serangan.
Straaing!
__ADS_1
Liu Ryu kembali berpindah tempat ke samping kanan ketua perampok yang diikuti ayunan pedangnya.
Craaash!
Ggooooaaarr!
Singa tersebut kembali meraung keras karena tidak bisa menghindar dari serangan tebasan dari Liu Ryu.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya ketua perampok tumbang, karena sudah banyak mengalami luka sayatan di sekujur tubuhnya.
" Beruntung memiliki teknik teleportasi." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah Singa yang ukurannya mulai menyusut hingga kembali ke wujud manusia.
Sesaat Liu Ryu mengambil Cincin Ruang milik Ketua perampok, dimana menemukan banyak sekali Sumberdaya.
" Ternyata kalian sudah banyak mengumpulkan Sumberdaya." Liu Ryu tersenyum puas, lalu menoleh ke arah Istrinya yang sedang bertarung.
Karena jumlah mereka sangat banyak, Liu Ryu juga membantu Istrinya, sambil melepaskan Aura Dewa Agung.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini secara perlahan anggota perampok semakin berkurang.
Dengan demikian, Liu Ryu dan Istrinya lebih mudah untuk mengalahkan mereka karena mereka lebih bebas untuk bergerak melakukan serangan.
" Suamiku, biar aku yang mengambil Sumberdaya yang ada di bangunan itu." Bersamaan dengan ucapannya Liu Jiang Yu berpindah tempat ke arah bangunan tempat menyimpan Sumberdaya.
Melihat hal itu, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala sambil melakukan serangan kepada anggota perampok yang masih tersisa.
" Sepertinya Liu Jiang Yu lebih suka menjarah harta, dibandingkan bertarung." She Ling menggelengkan kepala sambil menyerang pihak lawan yang berada di depannya.
Tentu Istri Liu Ryu sudah faham, karena tujuan mereka hanya untuk mengumpulkan Sumberdaya sebanyak mungkin demi perkembangan mereka.
Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan Istrinya telah menyelesaikan pertarungannya, dimana langsung mencari tempat untuk beristirahat sambil menunggu Liu Jiang Yu yang sedang mengambil Sumberdaya.
Setelah beberapa saat, kini Liu Jiang Yu keluar dari bangunan Sumberdaya dengan sebuah senyuman puas dari wajahnya.
" Istriku, apa yang kamu temukan?" Tanya Liu Ryu.
" Tidak ada yang lain, kecuali Batu Roh dan Sumberdaya." Ucap Liu Jiang Yu sambil berjalan mendekati mereka.
Karena tidak ada lagi yang mereka lakukan, Liu Ryu langsung membawa mereka menuju ke arah kuda, agar kembali melanjutkan perjalanan ke kota terdekat.
" Suamiku, untuk beberapa hari kita beristirahat sejenak untuk menciptakan Pil Susu Awan." Sun Yueyue memberi usul.
" Kalian boleh kembali ke Dunia Quzhu! Biar aku sendiri yang pergi ke kota terdekat." Liu Ryu tidak ingin terlambat, karena tidak menutup kemungkinan bahwa Organisasi Singa Darah akan mengetahui pergerakan mereka.
Dengan demikian Liu Ryu dan Istrinya akan kesusahan untuk mendapatkan Sumberdaya dari markas perampok berikutnya.
__ADS_1
Tentu kelompok perampok akan meminta bantuan kepada atasan mereka, yaitu Organisasi Singa Darah untuk menghadapi Liu Ryu dan Istrinya.