SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 511. Liu Ryu Vs Dewi Malam dan Ratu Peri Merah II


__ADS_3

Di sisi lain, Liu Ryu yang awalnya sangat tertarik kepada Dewi Malam dan ratu peri merah, kini dengan terpaksa harus membunuh mereka.


Jika tidak, maka dialah yang akan menjadi korban dari Dewi Malam dan ratu peri merah.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung melesat cepat ke arah Dewi Malam, sambil mengayunkan tangannya.


Menyadari kedatangan Liu Ryu ke arahnya, Dewi Malam melompat ke arah Liu Ryu seakan menghilang dibalik awan, hingga tubuhnya kembali membesar.


Melihat Dewi Malam dan ratu peri merah telah berwujud raksasa yang memiliki kecepatan tinggi, Liu Ryu menyipitkan matanya, sambil mendongakkan kepalanya ke atas langit.


Wuush!


Dewi Malam dan ratu peri merah seakan turun dari langit, sambil mengarahkan tinjunya ke arah Liu Ryu yang melayang di udara.


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Liu Ryu berpindah tempat ke arah yang lain, untuk menghindari pukulan dari Dewi Malam dan ratu peri merah.


Bboooom!


Sebuah tinju raksasa bersarang di tanah, seketika wilayah serangan menciptakan kawah besar, diikuti getaran gempa yang sangat kuat.


" Cukup menarik." Gumam Liu Ryu, yang juga sudah berubah wujud menjadi Naga Agung yang diikuti sambaran elemen Kehampaan yang menyelimuti tubuhnya.


Buussshh!


Kobaran api merah diselimuti petir hitam, menyelimuti tubuh Dewi Malam dan ratu peri merah, membuat tanah di sekitarnya langsung mengering dan terbakar.


" Kali ini kamu tidak akan selamat dari kematian."


Wuush!


Bersamaan dengan ucapannya, Dewi Malam dan ratu peri merah melesat cepat ke arah Liu Ryu yang juga menjadi Naga Agung yang memiliki ukuran raksasa.


Liu Ryu tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah raja siluman kera , sambil mengayunkan tangannya.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Benturan pukulan dari kedua belah pihak, menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah hingga membuat kawah raksasa dibawah mereka semakin membesar.


Ketangkasan Dewi Malam dan ratu peri merah yang sudah bergabung, sangat luar biasa dimana dia mampu mengimbangi kecepatan serangan dari Liu Ryu.


" Orang ini tidak bisa dianggap remeh. Meskipun kita sudah menggabungkan kekuatan, namun kekuatan naga aneh ini semakin meningkat." Gumam ratu peri merah yang mengambil alih tubuh mereka, sambil bertukar serangan dengan Liu Ryu.


Bahkan akibat benturan dan gesekan dari kedua belah pihak membuat kedua tangan ratu peri merah merasa kebas.


" Gabungan raga kedua wanita ini cukup merepotkan." Gumam Liu Ryu yang juga merasakan dampak dari kobaran api dan petir dari pihak lawan.


Jika saja Liu Ryu tidak menggunakan teknik perubahan wujud Naga Agung, dapat dipastikan dia tidak mampu menahan hawa panas dan sengatan petir dari ratu peri merah.


" Pukulan Malam Kematian."


Wuush!


Sebuah tangan kanan raksasa dari ratu peri merah, melesat cepat ke arah perut Liu Ryu.


" Seni Naga Kehampaan, Tinju Sang Agung."

__ADS_1


Wuush!


Tangan kanan Liu Ryu melesat cepat ke arah pukulan dari ratu peri merah, untuk memblokir serangan dari lawannya.


Bboooom!


Blaaar!


Kedua serangan tinju saling bertemu, menciptakan ledakan energi yang sangat kuat, membuat keduanya terpental puluhan meter hingga tersungkur di tanah.


Ratu peri merah, dengan buru-buru bangkit berdiri, lalu mengarahkan kedua tangannya ke depan.


" Sihir Api Pemusnah."


Buussshh!


Saat kedua telapak tangan ratu peri merah saling bertemu, kini keluar kobaran api keluar dari tangannya, menuju ke arah Liu Ryu.


" Seni Naga Kehampaan, Badai Kehampaan."


Buussshh!


Qi unsur Kehampaan membentuk sinar laser raksasa mengarah kepada kobaran api yang mengarah kepada Liu Ryu.


Bboooom!


Kedua serangan jarak jauh dari kedua belah pihak menciptakan ledakan energi yang menyebar ke berbagai arah.


Melihat serangannya berhasil dipatahkan, ratu peri merah menyipitkan matanya, sambil memikirkan cara untuk menghadapi Liu Ryu.


" Gunakan tombak milikku." Dewi Malam mengirim transmisi suara kepada ratu peri merah yang mengambil alih tubuh mereka.


" Tombak Petir Kegelapan."


Duuung!


Bboooom!


Sebuah tombak raksasa menancap sempurna di tanah dimana tempat ratu peri merah sedang berdiri.


Tanpa membuang waktu, ratu peri merah langsung mencabut tombak raksasa, lalu melompat ke arah Liu Ryu, sambil mengayunkan tombaknya.


Melihat kejadian di depan matanya, Liu Ryu menyipitkan matanya lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.


" Membesar."


Buussshh!


Pedang Naga Petir yang berada di tangan Liu Ryu langsung membesar hingga menyamai ukuran dari tombak yang berada di tangan ratu peri merah.


Wuush!


Liu Ryu melesat dengan kecepatan tinggi layaknya meteor, lalu mengayunkan pedangnya untuk menyambut serangan dari ratu peri merah.


Traaang!


Bboooom!


Benturan keras dari kedua senjata, menciptakan gelombang energi yang sangat kuat.


Traaang!


Traaang!

__ADS_1


Traaang!


Pertukaran serangan dari kedua jenis senjata membuat alam sekitar menjadi gelap, seakan terjadi bencana besar.


" Tombak Penghancur Malam."


Wuush!


Ratu peri merah mengarahkan tombak raksasa ke arah Liu Ryu hingga semakin memanjang dan besar.


" Seni Naga Kehampaan, Tebasan Sang Agung."


Creeessh!


Liu Ryu yang melompat ke arah belakang, kini mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan dari ratu peri merah.


Traaang!


Blaaar!


Saat kedua serangan saling bertemu, seluruh hutan berguncang hebat, hingga menciptakan sebuah jurang raksasa.


" Teleportasi."


Duuung!


Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping ratu peri merah, lalu mengayunkan pedangnya.


Ratu peri merah memutar bola matanya ke arah samping tempat kemunculan Liu Ryu, lalu mengayunkan tombaknya.


Craaakk!


Aarrgggh!


Sebuah tebasan bersarang pada tubuh ratu peri merah, hingga membuat keduanya menjerit kesakitan.


Creeessh!


Dalam hitungan kurang dari satu detik, Liu Ryu mengayunkan pedangnya ke atas untuk menangkis pukulan tombak dari ratu peri merah.


Traaang!


Kedua jenis senjata saling bertemu, membuat keduanya terpental puluhan meter.


Ratu peri merah menyipitkan matanya, sambil memegang dadanya yang terkena luka sayatan yang secara perlahan mulai menutup.


Ratu peri merah menatap ke arah Liu Ryu penuh dengan kebencian, karena lawannya menggunakan konsep ruang waktu untuk menyerangnya.


" Dasar dewa licik." Dewi Malam dan ratu peri merah mengumpat dalam hati, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


Meskipun luka sayatan di dadanya kembali menutup, namun tentu saja akan menguras tenaga dari Dewi Malam dan ratu peri merah.


" Itu bukan cara licik, melainkan sebuah strategi bertarung." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu kembali melesat ke arah ratu peri merah, sambil mengayunkan pedangnya.


Ratu peri merah juga tidak tinggal diam, langsung menancapkan tombaknya ke dalam tanah, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.


" Hujan Lahar Api, Petir Kegelapan."


Wuush! Wuush! Wuush!


Hujan lahar api berjatuhan dari langit diikuti sambaran petir hitam, seperti menjatuhkan sebuah meteor, mengarah kepada Liu Ryu.


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu langsung berhenti, lalu melemparkan Pedang Naga Petir ke udara, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


__ADS_2