
Merasakan sentuhan dari wanita peri angin, Liu Ryu yang awalnya benar-benar tertidur pulas, kini mulai terbangun, lalu menerima serangan dari mereka.
Karena gairahnya mulai bangkit lagi, Liu Ryu yang kebablasan, sehingga tidak mengetahui apa yang terjadi sebelumnya, kini dengan senang hati melayani keinginan mereka.
" Tidak menyangka energi Yin milik mereka bisa pulih kembali. Bahkan kemampuan mereka juga meningkat pesat." Pikir Liu Ryu, sambil menatap wajah salah satu wanita peri angin yang menindihnya.
Kejadian sebelumnya terulang lagi, sehingga satu-persatu Liu Ryu menggagahi semua wanita peri angin hingga jatuh terkapar.
Namun kali ini kemampuan wanita peri angin semakin kuat, sehingga mereka tidak lagi pingsan seperti sebelumnya.
Bahkan kali ini mereka seakan bergantian untuk menguras tenaga Liu Ryu, agar bisa memastikan bahwa orang itu bisa kelelahan.
" Tuan... Sebelumnya semua saudariku ingin membunuhmu. Tuan harus berhati-hati dengan mereka." Bisik salah satu wanita peri angin di telinga Liu Ryu, saat berada di atas Liu Ryu.
Mendengar bisikan tersebut, Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena masih ada satu sosok wanita peri angin yang peduli padanya.
Liu Ryu tersenyum lebar, lalu berbisik kepada wanita itu. " Apa kamu ingin menjadi wanitaku?"
Seketika wajah wanita itu memerah seperti kepiting rebus, lalu mengangguk pelan, seakan takluk pada Liu Ryu.
Liu Ryu menghentakkan pinggulnya, membuat wanita itu menjerit kenikmatan, hingga menjambak rambutnya sendiri.
" Terimakasih." Ucap Liu Ryu, lalu mencium lembut bibir wanita itu.
Melihat kejadian tersebut, semua wanita peri angin yang terkapar di tanah yang sangat padat dan bersih, kini saling berpandangan karena satu dari rekan mereka mendapatkan perlakuan khusus dari Liu Ryu.
" Tidak mengapa jika kita sampai pingsan lagi. Setelah kita sadar, kita harus membunuhnya."
Semua wanita peri angin saling berbisik satu sama lain, lalu mengumpulkan tenaga untuk melayani Liu Ryu.
Kali ini Liu Ryu tidak menahan diri lagi, sehingga dia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menaklukkan semua wanita peri angin hingga kembali terkapar hingga pingsan.
Saat semuanya sudah terkapar, Liu Ryu kembali memejamkan mata, namun kali ini dia tidak lagi kebablasan hingga tertidur pulas.
Malam berganti paginya, kini semua wanita peri angin terbangun lalu menoleh ke arah Liu Ryu yang sedang tertidur.
Sedangkan satu dari wanita peri angin yang mengingatkan kepada Liu Ryu sebelumnya, kini masih tertidur pulas, karena sebelumnya Liu Ryu memberikan sebuah Pil agar wanita itu tidak terbangun.
" Aku rasa dia sudah kelelahan. Sekarang waktunya untuk membunuhnya." Ucap salah satu wanita peri angin membuka suara.
" Ya... Meskipun orang ini bisa memanjakan kita, namun dagingnya sangat berguna untuk perkembangan kita." Ucap wanita peri angin yang lain.
Semua mengangguk setuju, lalu berjalan mendekati Liu Ryu dari berbagai arah.
__ADS_1
Wuush!
Wuush!
Wuush!
Satu-persatu para wanita peri angin menciptakan sebuah bilah pedang dari sihir angin yang mereka miliki.
Semua memberi isyarat agar mereka bisa menusuk semua bagian tubuh Liu Ryu dalam waktu yang bersamaan.
Traaang!
Traaang!
Traaang!
Tusukan demi tusukan pedang dari 123 wanita peri angin, bersarang pada bagian kepala hingga ujung kaki Liu Ryu, namun tidak berhasil menembus kulitnya.
" Apa yang terjadi?" Semua wanita peri angin seakan tidak percaya bahwa serangan tusukan dari mereka, hanya seperti membentur benda logam.
Bboooom!
Liu Ryu menciptakan gelombang energi dari tubuhnya, membuat 123 wanita peri angin terpental ke udara hingga membentur dinding goa.
Semua wanita peri angin menatap ke arah Liu Ryu, dengan wajah penasaran, karena kulitnya tidak bisa ditembus oleh pedang mereka.
Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, seraya memakai kembali pakaiannya, lalu bangkit dari tempat tidur.
" Sebelumnya aku menginginkan agar kalian bisa memilih untuk menjadi Istriku, namun justru kalian memanfaatkan situasiku agar bisa menikmati dagingku." Liu Ryu menggelengkan kepala, karena dia juga memiliki batas kesabaran.
" Karena kalian berniat ingin membunuhku, maka aku juga tidak segan untuk membunuh kalian."
Buussshh!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu merentangkan kedua tangannya, hingga tubuh dari wanita peri angin seakan terhisap ke telapak tangannya.
Aarrgggh!
Aarrgggh!
Aarrgggh!
Semua wanita peri angin menjerit keras, berusaha untuk membebaskan diri dari hisapan tangan Liu Ryu.
__ADS_1
Namun sekuat apapun mereka mencoba membebaskan diri, namun daya hisap telapak tangan Liu Ryu membuat tubuh mereka semakin mengecil hingga masuk ke dalam tubuhnya.
Buussshh!
Energi dari 123 wanita peri angin menjalar ke meridian Liu Ryu hingga masuk ke dalam dantian miliknya.
Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh ke arah satu wanita peri angin yang tersisa yang masih tertidur pulas.
Liu Ryu menyalurkan Qi miliknya untuk memulihkan kondisi wanita itu akibat efek dari Pil yang dia berikan sebelumnya.
Liu Ryu berjalan menghampiri wanita itu, seraya mencium keningnya sambil mengusap rambut wanita itu.
" Apa yang terjadi?" Wanita itu terbangun sambil memeriksa keadaan sekitar, karena semua rekannya sudah tidak ada di tempat itu.
" Mereka sudah memilih jalan mereka sendiri." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan pakaian kepada wanita itu.
Meskipun masih belum mengetahui apa yang terjadi, wanita itupun mengangguk pelan, lalu mengambil pakaian yang diberikan oleh Liu Ryu dan menggunakannya.
Selesai memasang pakaiannya, wanita itu bangkit berdiri lalu berjalan mendekati Liu Ryu dengan sebuah senyuman mengembang dari wajahnya.
" Apa kamu yakin ingin menjadi wanitaku?" Tanya Liu Ryu, sambil menatap ke arah wanita itu.
Wanita itupun mengangguk pelan, lalu menggenggam erat tangan Liu Ryu, karena keputusannya sudah bulat untuk bersama dengan Liu Ryu.
" Apa kamu memiliki nama?" Tanya Liu Ryu, membuat wanita itu langsung menggelengkan kepala karena dia tidak memiliki nama.
" Kalau begitu, aku akan memberikan nama untukmu, Liu Fenglu. Yang artinya angin berwarna hijau yang memiliki paras cantik." Liu Ryu memberikan nama yang menurutnya sangat cocok bagi wanita itu.
Mendengar pujian dari Liu Ryu, wanita itu memasang wajah memerah, merasa malu karena Liu Ryu memberikan nama yang sangat indah.
Wanita itupun mengangguk pelan, menyetujui bahwa namanya sekarang adalah Liu Fenglu.
Setelah beberapa saat, Liu Ryu melangkahkan kakinya menuju ke arah Inti Sel yang berada tidak jauh dari tempat mereka.
Buussshh!
Liu Ryu mengibaskan tangannya, membawa Inti Sel tersebut masuk ke dalam Cincin miliknya.
" Apa itu sebuah sihir?" Tanya Liu Fenglu, karena Liu Ryu bisa menghilangkan sebuah benda.
" Bisa dibilang begitu, namun ada sedikit perbedaan." Jawab Liu Ryu, lalu membawa Liu Fenglu keluar dari goa.
Karena kemampuan Liu Fenglu masih rendah, Liu Ryu membawanya pergi ke pohon besar tempat kediaman peri api sebelumnya.
__ADS_1
Sebagai ras peri, tentu pohon besar tersebut sangat berguna untuk perkembangan Liu Fenglu, sehingga bisa membangkitkan kemampuannya.