
Beruntung saja Ryu memiliki jiwa yang sangat kuat. Jika tidak, maka dapat dipastikan dia akan terluka parah.
Wuush!
Ryu juga menambahkan Aura Dewa Agung, dimana pertemuan kedua Aura tersebut membuat manusia berkepala hewan mati dalam jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya.
Meskipun kematian sudah berada di depan mata, manusia berkepala hewan masih tetap melakukan penyerangan meskipun harus kehilangan nyawa.
Di sisi lain Ryu dan Xie Xian tidak ada goncangan sedikitpun dari pertemuan kedua Aura, dimana gabungan kedua Aura tersebut membunuh siapapun yang berada di sekeliling mereka.
" Xian'er, sadarlah!" Ryu bersuara keras untuk menyadarkan sosok tersebut di sela pertarungan mereka.
Di sisi lain Xie Xian tidak menunjukkan ekspresi apapun, dimana dia menatap tajam ke arah Ryu dengan niat membunuh yang sangat kuat.
Ledakan demi ledakan menyebar di sekeliling mereka akibat pertemuan serangan kedua belah pihak.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Pertemuan serangan kedua belah pihak menimbulkan gempa yang sangat dahsyat, membuat semua manusia berkepala hewan dari berbagai tempat mendatangi arah tersebut.
" Hmmm... Ternyata pertarungan ini menarik perhatian manusia berkepala hewan." Ryu bergumam merasakan ada gelombang besar manusia berkepala hewan dari berbagai arah.
Entah berapa banyak manusia berkepala hewan yang mati akibat imbas pertarungan tersebut, membuat Aura Pembunuh dari Xie Xian semakin kuat.
" Ini sangat buruk! Jika Aura Pembunuh yang dia miliki semakin bertambah, maka Xian'er bisa menjadi malapetaka di Benua ini." Ryu memikirkan cara untuk mengurangi Aura Pembunuh dari Xie Xian.
Sesaat mata Ryu tertuju pada sekuntum bunga yang ada di tangan Xie Xian, dimana dia sangat yakin bahwa bunga tersebut sebagai wadah untuk menyimpan Aura dari Xie Xian.
" Aku harus mengambil bunga itu dari tangannya." Meskipun Ryu tidak tega, namun dia harus melakukannya demi keselamatan sosok tersebut.
Wuush!
Ryu meningkatkan kecepatan untuk merebut bunga yang berada di tangan Xie Xian.
BAAAM.!
Xie Xian memiringkan tubuhnya lalu menarik tangan kanannya karena dia mengetahui bahwa Ryu ingin merebut bunga dari tangannya dan menciptakan pukulan keras dengan tangan kiri hingga bersarang di tubuh Ryu.
Bboooom!
Tubuh Ryu terpental puluhan meter jatuh di tanah, hingga membentuk kawah besar.
" Kuat sekali." Ryu bergindik ngeri merasakan pukulan tersebut membuatnya merasa sakit.
__ADS_1
Dengan sigap, Ryu langsung bangkit berdiri lalu menstabilkan diri.
Wuush!
Xie Xian yang berada di udara, kini melesat cepat ke arah Ryu dan berniat untuk membunuhnya secepat mungkin.
' Langkah Hantu Harimau Petir.'
Ryu bergerak cepat ke arah lain untuk menghindari serangan dari Xie Xian.
Bboooom!
Pukulan keras Xie Xian bersarang di tanah kosong, menciptakan kawah besar.
Wuush!
Ryu menggabungkan kekuatan elemen Angin dan langkah Hantu Harimau Petir dari arah samping kanan Xie Xian untuk merebut bunga di tangannya.
Tap.!
Ryu berhasil merebut bunga dari tangan Xie Xian membuat sosok tersebut sangat marah.
BAAAM!
Pertemuan kedua pukulan dari kedua belah pihak membuat Ryu dan Xie Xian sama-sama terpental puluhan meter.
Wuush!
" Sungguh merepotkan!" Ryu menggerutu karena dia tidak sempat memasukkan bunga tersebut ke Pagoda Jiwa yang berada di atas kepalanya.
Ryu yang tidak ingin melakukan pertarungan terlebih dulu, melesat cepat menjauhi Xie Xian yang sedang mengejarnya.
Kraaack! Kraaack! Kraaack!
Setiap jalur yang dilewati Ryu dan Xie Xian, membuat gelombang manusia berkepala hewan menjadi kabut darah akibat tekanan Aura dari Xie Xian maupun Ryu.
Ryu dan Xie Xian merasa tidak terganggu sedikitpun dengan adanya jutaan manusia berkepala hewan yang berada di bawah mereka.
" Sepertinya aku harus menggunakan Batu Bintang itu." Ryu bergumam sambil melemparkan puluhan Batu Bintang di berbagai arah.
Aksi kejar-kejaran itu berlangsung cukup jauh dari tempat semula, dimana Ryu terus melemparkan Batu Bintang.
Setiap jalur yang mereka lewati, manusia berkepala hewan sudah tidak terhitung lagi yang telah mati.
__ADS_1
Siang berganti malam aksi kejar-kejaran di udara tersebut terus berlanjut, sehingga sudah puluhan kilometer menjauhi wilayah pertarungan semula.
Jumlah korban dari pihak manusia berkepala hewan terus bertambah, dimana Ryu dan Xie Xian berada.
Namun semua energi dari manusia berkepala hewan lebih banyak yang masuk ke dalam Pagoda Jiwa dibandingkan dari Xie Xian.
" Sudah waktunya." Ryu bergumam lalu berpindah ke tempat awal mereka bertarung.
Melihat sosok yang dia kejar sudah menghilang dari pandangan, Xie Xian semakin marah hingga menciptakan kerusakan yang lebih besar di sekelilingnya.
Di sisi lain Ryu yang sudah berada di tempat sebelumnya, kini dengan cepat memusatkan fikirannya untuk menyatukan bunga yang telah dia dapatkan dengan Pagoda Jiwa.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung menggabungkan bunga tersebut di dalam Pagoda Jiwa, sehingga menimbulkan gelombang kejut ke berbagai arah dari tekanan kedua benda tersebut.
" Selesai." Ryu tersenyum lebar sambil menatap Pagoda Jiwa yang seakan terus menghisap energi dari manusia berkepala hewan yang dibunuh oleh Xie Xian.
Kini Pagoda Jiwa terus menghisap asap tebal berwarna hitam dari berbagai arah yang merupakan energi dari manusia berkepala hewan yang telah dibunuh oleh Xie Xian.
Dari tempat yang sangat jauh, Xie Xian yang melihat asap hitam dari manusia berkepala hewan yang dia bunuh seakan terbang ke suatu tempat, dia pun tanpa ekspresi apapun langsung terbang ke arah tersebut.
Tidak sampai disitu saja, asap hitam dari tubuh Xie Xian juga keluar menuju arah Pagoda Jiwa.
Di sisi lain Ryu yang melihat sumber asap hitam tersebut, langsung meningkatkan kewaspadaan karena dia yakin Xie Xian akan mengejarnya.
Sementara Pagoda Jiwa juga kini diselimuti asap hitam, seakan tidak mampu untuk menampung energi tersebut.
Secara perlahan Pagoda Jiwa juga semakin membesar hingga puluhan kali lipat dari sebelumnya seakan rakus untuk menyerap energi asap hitam.
" Jadi begitu?" Ryu tersenyum lebar saat merasakan Pagoda Jiwa memiliki kemampuan khusus.
" Baiklah, Jika itu yang kamu inginkan." Ryu memusatkan konsentrasi untuk membuat Pagoda Jiwa lebih besar lagi.
Wuush!
Kini Pagoda Jiwa semakin membesar hingga menjulang tinggi seakan menembus awan.
" Bboooom!
Pagoda Jiwa kini berdiri megah di atas tanah yang berada di depan Ryu.
Saat Pagoda Jiwa sudah menyentuh tanah, kini terlihat tanah yang berwarna hitam pekat secara perlahan seakan terhisap Pagoda Jiwa.
Asap hitam yang berada di atas tanah kini seakan terangkat dan masuk ke dalam Pagoda Jiwa yang kini ukurannya sangat besar.
__ADS_1
" Menarik! Apa Pagoda Jiwa ini juga bisa menyedot asap racun Kultivasi?" Ryu sangat kagum dengan kekuatan tersembunyi dari Pagoda Jiwa.
Sesaat mata Ryu tertuju pada sebuah arah dimana dia mulai merasakan kemunculan Xie Xian.