
Jika Han Kiang tidak memberikan sesuatu yang berharga agar Kekaisaran Atas Awan bisa membantu mereka, tentu pihak Kekaisaran Atas Awan tidak akan membantu.
Bahkan beberapa petinggi Istana Kekaisaran Han juga menyetujui usulan dari Han Juan jika memberikan putri ke-217 Kaisar Han Kiang kepada Kekaisaran Atas Awan agar bisa menjalin kerjasama, namun tidak ada yang berani bersuara.
" Juan'er... Panggil adikmu Han Linxi kesini! Bagaimanapun dia harus mengetahuinya." Han Kiang meminta kepada Han Juan untuk membawa putri ke-217 untuk menghadap.
" Baik ayah." Jawab Han Juan, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Setelah beberapa saat, kini terlihat Han Juan muncul di ruangan tersebut bersama sosok wanita cantik yang menggunakan gaun bangsawan lengkap dengan mahkota yang menandakan bahwa dia adalah seorang putri Kaisar Han Kiang.
" Salam ayah." Han Linxi menundukkan kepalanya.
" Mmmm." Han Kiang mengangguk, lalu meminta kepada Han Linxi untuk duduk di kursi yang tersedia.
Sementara itu para petinggi Istana Kekaisaran Han satu-persatu meninggalkan tempat tersebut, karena hal itu menyangkut masalah pribadi.
" Putriku, saat ini kita sedang mengalami masalah besar. Kerajaan Langit Timur yang berasal dari Benua Tengah sedang dalam perjalanan untuk menghancurkan Kekaisaran Han." Han Kiang mulai menjelaskan tentang apa yang terjadi kepada Han Linxi.
" Apa? Kenapa Kerajaan Langit Timur ingin menghancurkan Kekaisaran Han? Padahal selama ini kita tidak pernah menyinggung para Kultivator dari Benua Tengah." Han Linxi terlihat pucat, karena tidak bisa membayangkan jika Kerajaan Langit Timur datang ke Kekaisaran Han.
Bahkan sudah ribuan tahun, pihak Kekaisaran Han tidak pernah menyinggung para Kultivator dari Benua Tengah seorangpun.
Selama ribuan tahun juga pihak Kekaisaran Han tidak pernah mempersulit seorang Kultivator dari Benua Tengah jika berada di wilayah mereka.
" Ayah, apa yang harus kita lakukan?" Han Linxi terlihat panik, sambil berjalan mondar-mandir.
" Karena itulah aku meminta bantuanmu. Kamu adalah putriku yang paling cantik diantara saudarimu." Han Kiang mengutarakan tujuannya agar Han Linxi mau menjadi Istri Kaisar dari Kekaisaran Atas Awan.
Tentu pihak Istana Kekaisaran Han tidak pernah bertemu dengan Kaisar yang memimpin Kekaisaran Atas Awan, sehingga mereka hanya bisa menebak siapa Kaisar mereka.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari ayahnya, Han Linxi terdiam sejenak, karena dia tidak menyangka jika dihadapkan dengan situasi seperti itu.
Namun jika Han Linxi tidak bisa mengambil keputusan, maka taruhannya adalah kehancuran Kekaisaran Han.
" Baiklah ayah. Aku akan mengikuti keinginan ayah. Aku tidak ingin Kekaisaran Han yang sudah berdiri sejak jutaan tahun dihancurkan begitu saja." Dengan berat hati Han Linxi menyetujui permintaan ayahnya, demi kelangsungan Kekaisaran Han.
Han Linxi menebak bahwa Kaisar dari Kekaisaran Atas Awan seusia dengan ayahnya yang sudah berusia jutaan tahun, meskipun terlihat masih muda.
Sedangkan Han Linxi sendiri masih berusia 20 tahun, meskipun masih memiliki dua sosok adik wanita, namun tidak memiliki kecantikan seperti dirinya.
" Baiklah. Juan'er, bawa adikmu untuk bertemu dengan Kaisar dari Kekaisaran Atas Awan. Aku harap kalian bisa disambut baik oleh mereka." Han Kiang bernafas lega, karena putrinya bisa diandalkan.
" Baik ayah. Kalau begitu kami pamit dulu. Untuk masalah ini, kita tidak boleh terlambat." Ucap Han Juan, lalu membawa Han Linxi keluar dari Istana.
Han Juan juga meminta kepada beberapa prajurit untuk mengawal mereka menuju Kekaisaran Atas Awan dengan menggunakan kereta.
Sementara itu Han Kiang meminta kepada para prajurit untuk menuju ke kota Lanshui untuk menghadang prajurit Kerajaan Langit Timur.
( Istana Kekaisaran Atas Awan)
Terlihat dua sosok yang baru saja keluar dari kereta kuda mereka, sambil menatap ke arah Istana yang sangat megah di depan mereka.
" Kakak... Apakah aku sedang bermimpi?" Bisik Han Linxi, sambil menatap ke arah Istana yang sangat mewah dan luas dengan mulut terbuka lebar.
Jika dibandingkan dengan Istana Kekaisaran Han yang sudah berdiri sejak jutaan tahun, Istana Kekaisaran Atas Awan jauh lebih luas dan indah.
" Aku juga hanya pernah mendengar saja." Han Juan juga tidak kalah terkejut saat melihat pemandangan di depan mereka, namun berusaha untuk menahan diri dari kekagumannya.
Meskipun kedua sosok tersebut sudah tinggal di Istana mulai sejak kecil, namun kemegahan Istana Kekaisaran Atas Awan sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata.
__ADS_1
Sesaat Han Juan memberi isyarat kepada Han Linxi agar bersikap layaknya seorang putri, agar tidak mempermalukan Kekaisaran Han.
Han Juan langsung membawa Han Linxi menuju ke arah pintu gerbang Istana Kekaisaran Atas Awan.
" Penjaga... Tolong sampaikan kepada Yang Mulia Kaisar, kami ingin bertemu dengannya." Ucap Han Juan, sambil mengukur tingkat Kultivasi para penjaga gerbang secara diam-diam.
Hal yang membuat Han Juan dan Han Linxi terkejut, semua penjaga gerbang rata-rata mencapai Bintang Bumi.
" Apa para mata-mata itu salah? Sebelumnya mereka mengatakan bahwa penjaga gerbang hanya rata-rata mencapai Bintang Alam." Han Juan dan Han Linxi seakan tidak percaya bahwa para prajurit Kekaisaran Atas Awan rata-rata mencapai Bintang Bumi.
" Silahkan tunggu sebentar. Hamba akan melaporkan hal ini kepada Yang Mulia Kaisar terlebih dulu." Ucap salah satu penjaga gerbang, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Kali ini Han Juan dan Han Linxi merasa tidak dihargai, bagaimana seorang putra dan putri Kekaisaran Han harus menunggu terlebih dulu sebelum bertemu dengan Kaisar.
Namun kedua sosok tersebut berusaha menahan diri, karena Kekaisaran Atas Awan bukanlah wilayah kekuasaan mereka.
Tidak lama kemudian, penjaga gerbang sebelumnya datang menghampiri Han Juan dan Han Linxi.
Sementara para prajurit yang mereka bawa, harus menunggu di luar pintu gerbang Istana Kekaisaran Atas Awan.
" Silahkan masuk tuan pangeran, tuan putri." Penjaga gerbang menuntun mereka menuju ke Istana Kekaisaran Atas Awan.
Lagi-lagi Han Juan dan Han Linxi disuguhkan dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata, karena dimanjakan dengan sebuah jembatan pelangi yang sangat indah.
Bahkan beberapa patung yang berjejer di tempat itu sangatlah indah, bahkan Istana tersebut seakan berdiri di atas danau.
" Kakak... Berapa banyak harta yang mereka keluarkan untuk membuat Istana seperti ini?" Bisik Han Linxi, sambil menarik lengan baju Han Juan, karena di sepanjang perjalanan, mereka tidak henti dengan pemandangan di tempat tersebut.
" Mungkin ratusan kali lipat dari harta Kekaisaran Han." Jawab Han Juan dengan singkat, karena dia sendiri tidak bisa mengukur jumlah harta yang dimiliki Kekaisaran Atas Awan dengan baik.
__ADS_1
Begitupun saat keduanya berada di tangga raksasa yang merupakan jalan menuju Istana, dimana disuguhkan dengan aroma wangi dari hamparan bunga yang bermekaran.
Di puncak gunung juga keduanya disambut dengan hangat dari beberapa prajurit yang berjaga di tempat tersebut, hingga berada di depan pintu Istana Kekaisaran Atas Awan.