SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Penasaran


__ADS_3

" Shuijing, tangkap Phoenix raksasa itu! Aku ingin melakukan eksperimen." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah udara.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing meninggalkan pertarungan sebelumnya langsung berubah wujud menjadi Hydra raksasa menyambar Phoenix raksasa tersebut.


Pertarungan antara Tou Shuijing dan Phoenix raksasa pun membuat gelombang kejut yang sangat kuat menyebar ke seluruh wilayah tersebut.


" Wuush!


Ryu menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi Pasukan Semesta yang telah bertarung dimana mereka terkena sambaran Petir dari Phoenix raksasa.


" Sembuhkan diri kalian!" Ucap Ryu langsung melesat cepat ke arah Pasukan Semesta yang sedang terluka.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak, lalu mundur ke belakang untuk memulihkan diri bersama Hewan Kontrak mereka.


Mereka pun dengan segera menelan Pil Pemulihan, hingga secara perlahan luka mereka pulih kembali.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Ryu menjatuhkan Hujan Petir Hitam, namun dalam skala kecil agar Elang Batu tidak langsung mati, karena Pasukan Semesta wanita membutuhkan Hewan Kontrak mereka.


Setelah merasa pulih kembali, Pasukan Semesta wanita yang lain dengan segera mendatangi Elang Batu untuk melakukan segel Kontrak Jiwa kemudian memulihkan Hewan Kontrak baru mereka masing-masing.


Sedangkan Para Siluman Elang Batu Lain yang tersisa dengan cepat mereka bunuh.


Setelah pertarungan selesai, Pasukan Semesta lain pun kembali Mengumpul Inti Roh Elang Batu dimana mayat tersebut dibawah Pelindung Yin-Yang Kura-kura.


Begitupun dengan 22 Istri Ryu, dimana mereka juga telah menyelesaikan pertarungan mereka, langsung berjalan mendekati Ryu.


Ryu yang melihat kedatangan 22 Istrinya, kini terlihat senyum lebar lalu menoleh ke anggota Pasukan Semesta.


" Aku rasa perjalanan kita ditunda untuk sementara. Berikan Pil Pelangi ini kepada Hewan Kontrak kalian! Nanti kalian lihat sendiri hasilnya." Ucap Ryu sambil membagikan Pil Pelangi kepada bawahannya.


" Baik Dewa Agung." Ucap mereka serempak.


" Mmmm... Setelah memberikan Pil Pelangi kepada Hewan Kontrak kalian, kalian juga harus bersama-sama menyerap Inti Roh yang kita dapatkan." Ucap Ryu seraya mengambil beberapa Inti Roh yang mereka dapatkan.


Tentu Ryu ingin membagikan Inti Roh kepada Jin Niu agar bisa menyempurnakan tubuh mereka.

__ADS_1


" Luan Hua, berikan Harta langit dan Sumberdaya kepada Hewan Kontrak kalian!" Ryu menatap wanita tersebut.


" Baik Dewa Agung." Jawab Luan Hua dengan cepat, meskipun terlihat gugup.


Mereka pun satu-persatu kembali ke Dunia Quzhu dimana tempat tinggal mereka.


" Haaahh... Tempat ini benar-benar merepotkan." Ryu bergumam sambil menatap ke arah Tou Shuijing yang masih melakukan pertarungan.


Di udara Tou Shuijing dan Phoenix raksasa terlihat masih seimbang terus menyambar dan saling menyerang dengan masing-masing elemen Petir milik mereka.


Jika saja mereka berada di Dunia Abadi, dapat dipastikan Tou Shuijing dengan mudah mengalahkan Phoenix raksasa tersebut.


Namun karena mereka sudah berada di persimpangan Dunia yang lain, maka kekuatan mereka seolah-olah menurun.


Ryu yang tidak ingin terlalu lama melihat pertarungan tersebut, segera berinisiatif membantu Tou Shuijing dari bawah.


Duaarr!


Sambaran Petir Hitam yang sangat kuat mengarah kepada Phoenix raksasa hingga membuatnya terjatuh.


Bboooom!


Wuush!


Ryu dengan Sigap menuju arah jatuhnya Phoenix raksasa, langsung menebas leher Phoenix raksasa tersebut


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung memasukkan mayat Phoenix raksasa ke Cincin miliknya, lalu berjalan mendekati 22 Istrinya.


Di sisi lain, Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga berjalan mengikuti Ryu.


" Shuijing, Jiu... Kalian boleh kembali ke kediaman kalian. Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan, karena daratan diatas sana memiliki Hewan Roh yang lebih kuat lagi." Ryu tidak ingin mengambil resiko karena jika terlalu memaksa, bukan tidak mungkin Pasukan Semesta banyak yang mati.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing dan Jiu Tou She menundukkan kepala lalu menghilang dari pandangan.


" Istriku, lebih baik kita kembali ke Istana Kristal. Ada beberapa hal yang ingin aku kerjakan sebelum melanjutkan perjalanan." Ucap Ryu sambil menatap Istrinya.


Dengan sebuah anggukan, mereka pun kembali ke Istana Kristal dimana 22 Istrinya masih terlihat bingung karena Ryu memberikan Hewan Kontrak biasa untuk mereka.

__ADS_1


" Aku tau apa yang kalian pikirkan. Meskipun Elang Batu tidak bisa melakukan perubahan wujud, namun kekuatan mereka masih tetap sama. Berikan Pil Pelangi ini kepada Hewan Kontrak kalian." Ryu memberikan Pil Pelangi kepada Istrinya.


" Baik suamiku." Xie Xian dan yang lain hanya bisa menuruti keinginan suaminya.


Tanpa banyak bertanya, 22 Istri Ryu langsung menuju ruang Kultivasi, karena mereka sudah tau apa yang harus mereka lakukan untuk Hewan Kontrak mereka.


Tentu mereka memberikan Sumberdaya dan Harta langit untuk memperkuat fisik Elang Batu.


Bahkan 22 Istri Ryu meminta kepada Hewan Kontrak mereka untuk berendam di Danau Awan dan Danau Air Embun Surgawi.


" Aku tidak sabar ingin melihat hasil ciptaanku." Ryu langsung berpindah tempat ke pantai tempat keberadaan Kerang Langit.


Tidak lama kemudian, terlihat Jin Niu muncul di depan Ryu dengan perasaan senang. Tentu Jin Niu tau tujuan kedatangan Ryu di tempat itu.


" Salam Dewa Agung." Ucap Jin Niu sambil menundukkan kepala.


" Mmmm... Aku sudah mengumpulkan Inti Roh yang kalian butuhkan." Ryu memberikan Cincin Pemulihan yang berisi empat jenis Inti Roh, lalu memberikan kepada Jin Niu.


" Terimakasih Dewa Agung." Jin Niu mengambil Cincin tersebut lalu memakainya.


" Oh ya, aku juga mendapatkan Phoenix raksasa. Sepertinya darah Phoenix ini sangat kuat." Ryu mengeluarkan mayat Phoenix tersebut di depan mereka.


" Dewa Agung, darah Phoenix ini sangat langka. Ini sungguh diluar yang aku pikirkan." Mata Jin Niu berbinar binar.


Tentu mereka akan mampu berevolusi menjadi Ras baru dengan adanya darah Phoenix tersebut.


" Tidak masalah, Kalian juga bisa menggunakan Pil Pelangi ini." Ryu memberikan Pil Pelangi lalu menjelaskan fungsinya.


Mendengar penjelasan dari Ryu, tentu Jin Niu tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena Ryu sudah memberikan hal terbaik untuk mereka.


" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Jika kalian sudah selesai, datanglah ke Istana Kristal." Ryu yang sudah tidak sabar dengan eksperimennya tersebut tentu dia tidak keberatan jika mereka datang ke kediamannya.


" Baik Dewa Agung, kami akan segera melakukan penyempurnaan. Mungkin akan membutuhkan waktu selama dua tahun lebih." Jin Niu mengambil beberapa tetes darah Phoenix tersebut, lalu menyimpannya di Cincin yang diberikan Ryu sebelumnya.


Dengan sebuah anggukan kecil, Ryu memasukkan kembali Phoenix raksasa lalu berpindah tempat ke tempat kediaman Tou Shuijing dan Jiu Tou She.


" Salam Dewa Agung." Tou Shuijing dan Jiu Tou She menyambut kedatangan Ryu.

__ADS_1


" Shuijing, Jiu... Apa aku bisa meminta sisik kalian berdua?" Tanya Ryu kepada mereka.


" Tentu bisa Dewa Agung. Sisik kami berdua banyak tertinggal di dasar lautan. Tentu sisik yang mengelupas jauh lebih kuat lagi." Jawab Tou Shuijing lalu membentuk cahaya dan masuk ke dalam air laut.


__ADS_2