
Tidak lama kemudian, Liu Ryu bertemu dengan sosok yang wujud seperti manusia, namun memiliki bola mata yang sangat besar.
Disamping memiliki sepasang mata yang besar, sosok itu memiliki jari membentuk benda logam yang sangat tajam.
Tidak hanya itu saja, sepasang kakinya seperti kaki katak dan punggungnya ditumbuhi benda kristal berwarna ungu.
" Makhluk apa ini?" Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah sosok yang terus mengeluarkan uap hitam di sekujur tubuhnya.
Ssssttt!
Makhluk itupun mengeluarkan lidahnya yang bercabang seperti ular, hingga mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
Wuush!
Sosok itupun melesat ke arah Liu Ryu sambil mengayunkan kedua tangannya membentuk serangan cakaran.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah sosok itu, dengan menyalurkan Qi pada telapak tangannya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak, membuat seisi goa itu bergetar hebat.
Kecepatan serangan dari pihak lawan juga tidak bisa dianggap enteng, membuat Liu Ryu harus bersikap waspada.
Craaash! Craaash! Craaash!
Setiap serangan cakaran dari pihak lawan menciptakan gelombang energi, membuat dinding goa membentuk ukiran cakaran.
" Serangan cakaran dari makhluk ini sangat mematikan." Gumam Liu Ryu di sela pertarungannya.
Jika saja Liu Ryu tidak memiliki fisik yang sangat kuat, dapat dipastikan tubuhnya akan terbelah dalam satu kali serangan.
Makhluk itupun memasang wajah serius, karena setiap serangannya masih mampu dihalau oleh Liu Ryu.
Namun makhluk itu tidak bisa berbicara, sehingga hanya memasang ekspresi seperti orang yang keheranan.
Gggrrrrrrr!
Erangan dari makhluk itu mampu menciptakan gelombang energi, membuat dinding goa bergetar hebat.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ayunan cakaran dari makhluk itu juga menyerang ke arah leher Liu Ryu juga menyerang ke bagian vital.
__ADS_1
Liu Ryu juga memiringkan kepalanya, agar tidak terkena serangan cakaran, karena cakaran dari pihak lawan mengandung racun korosif yang sangat mematikan.
Sambil menghindar dari serangan cakaran dari pihak lawan, Liu Ryu juga mencari celah untuk menyerang balik.
Wuush!
Makhluk itupun melompat ke belakang, lalu mengeluarkan uap hitam yang lebih besar lagi, sehingga tubuhnya seakan ditelan oleh kabut hitam.
Rrraawr!
Bersamaan dengan raungannya, makhluk itupun kembali melesat ke arah Liu Ryu, dengan kecepatan serangan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan kembali terdengar, meskipun keduanya terkena tekanan energi, namun masih mampu berdiri di tempat semula.
Karena serangannya masih belum mampu mengalahkan Liu Ryu, makhluk itupun kembali melompat ke belakang.
Buussshh!
Makhluk itupun menyatukan kedua telapak tangannya, lalu mengarahkan kepada Liu Ryu.
Ccuuuss! Ccuuuss! Ccuuuss!
Mendapatkan serangan dari jarak jauh, Liu Ryu melompat ke berbagai arah untuk menghindari arah tembakan laser dari makhluk itu.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Ledakan demi ledakan akibat benturan tembakan laser membuat dinding goa membentuk lobang yang sangat dalam.
Saat itu juga dinding goa yang terbuat dari batu yang sangat kuat, seakan meleleh akibat tembakan laser.
" Hmmm... Sepertinya teknik ini cukup menarik." Gumam Liu Ryu, sambil bergerak berputar untuk menghindari arah tembakan laser.
Sriiiiiing!
Liu Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir, lalu mengayunkan pedangnya ke arah makhluk itu.
Craaash!
Dengan kekuatan penuh dan Qi dalam jumlah besar, makhluk itupun terbelah menjadi dua bagian, hingga membentuk asap berwarna ungu.
Wuush!
Asap berwarna ungu melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi, membuat Liu Ryu tidak sempat menghindar.
Buussshh!
__ADS_1
Asap berwarna ungu itupun merasuki tubuh Liu Ryu, hingga secara perlahan menyelimuti dantiannya.
Agar tidak ada kesalahan, Liu Ryu dengan buru-buru mengambil sikap Berkultivasi, untuk menyerap asap ungu yang merupakan wujud dari kristal ungu.
Buussshh!
Saat asap ungu menyatu dengan dantian milik Liu Ryu, Liu Ryu dapat merasakan kemampuan makhluk yang dia bunuh sebelumnya bisa dia gunakan.
" Cukup menarik." Gumam Liu Ryu sambil membuka matanya, lalu bangkit berdiri.
Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, seraya menyatukan kedua telapak tangannya lalu mengarahkan telapak tangannya ke dinding goa.
Ccuuuss!
Sebuah energi berbentuk laser yang diselimuti elemen Kehampaan menciptakan tembakan lurus ke depan.
Bboooom!
Tembakan laser yang diselimuti elemen Kehampaan menciptakan ledakan yang sangat kuat, membuat dinding goa yang terkena serangan membentuk lobang yang sangat dalam.
Terlihat senyuman mengembang dari wajah Liu Ryu, sehingga timbul di pikirannya untuk mengumpulkan energi yang dihasilkan dari makhluk itu.
" Jika aku berhasil membunuh mereka dalam jumlah banyak, maka kekuatan energi aneh itu bisa menambah kekuatan seranganku." Liu Ryu tersenyum puas, lalu berjalan menuju ke arah Dewi Arinia dan Elena yang sedang Berkultivasi.
Liu Ryu memang sudah menyadari jika Inti elemen yang dia miliki tidak lagi sekuat dulu, namun dia masih belum mengetahuinya.
Liu Ryu bisa merasakan bahwa saat masuk ke Dunia Yuzhou, kemampuan elemen yang dia miliki semakin berkurang, namun belum mengetahui penyebabnya.
Namun setelah mendengar penjelasan dari Pohon Pengetahuan, Liu Ryu mulai mengerti mengapa itu bisa terjadi.
" Aturan alam semesta memang sangat merepotkan. Tapi meskipun kemampuan Inti elemen yang aku miliki tidak sekuat dulu lagi, paling tidak masih bisa digunakan." Gumam Liu Ryu, karena dia sendiri tidak peduli lagi.
Terlebih saat pelindung dunia, pelindung Benua dan penguasa elemen masih bisa dikalahkan oleh Xu Tianpeng, itu artinya kemampuan mereka masih dibawah Xu Tianpeng.
" Sepertinya tidak ada salahnya jika aku berada di dunia ini. Dengan begitu, aku bisa menambah kekuatan serangan dan pertahananku." Liu Ryu memiliki secercah harapan, karena energi dari makhluk sebelumnya bisa menutupi kekurangan elemen Kehampaan miliknya.
Liu Ryu tidak ingin dikekang oleh aturan para Dewa, sehingga dia lebih memilih jalannya sendiri, meskipun membutuhkan waktu yang sangat lama.
Saat berada di dekat kedua Istrinya yang sedang Berkultivasi, Liu Ryu menyandarkan tubuhnya di dinding goa.
" Sudah lama aku tidak masuk ke dalam alam jiwaku sendiri. Mungkin sekarang sudah banyak perubahan." Gumam Liu Ryu, lalu mengambil posisi duduk bersila.
Liu Ryu yang sudah berada di alam jiwanya, kini menatap ke arah akar spiritual miliknya dimana Inti elemen yang dia miliki sudah mengalami retakan.
" Pantas saja kekuatan elemen milikku semakin berkurang. Untung saja aku memiliki kemampuan fisik dan jiwa yang kuat." Liu Ryu tersenyum pahit sambil menatap ke arah akar spiritual miliknya.
Dari semua Inti elemen yang Liu Ryu miliki sudah retak, sehingga warnanya semakin pudar.
" Tenang saja, aku akan memperbaiki kalian lagi." Gumam Liu Ryu lalu menggunakan kekuatan spiritual miliknya untuk memperbaiki Inti elemen yang sudah retak.
Buussshh!
__ADS_1
Secara perlahan 12 cabang akar spiritual yang terdapat Inti elemen dan buah pohon bodhi, kini kembali seperti semula, meskipun cahayanya tidak sekuat dulu lagi.