
Di sisi lain Luan Quan, Luan Qian, Luan Qiang dan Luan Weily yang mendengar percakapan mereka, juga mengakui apa yang dikatakan Wenlie.
" Mungkin mereka memiliki suatu teknik yang bisa meregenerasi sel-sel kulit mereka." Kini Luan Quan tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan pendapatnya.
Sambil melakukan pertarungan, keenam wanita tersebut telah hanyut dalam pikiran masing-masing.
" Saudari Luan Hua, lebih baik kita tanyakan langsung kepada Dewi Agung. Semoga saja mereka berbaik hati untuk mengajarkan kepada kita teknik yang mereka miliki." Wenlie terlihat antusias untuk mempelajari teknik yang dimiliki Istri Ryu.
" Ya, mungkin ada saatnya kita bertanya kepada mereka. Tapi sekarang kita fokus dengan pertarungan ini." Jawab Luan Hua sambil melakukan serangan tebasan pada Kera Batu yang ada di depannya.
Mereka pun mengangguk setuju, lalu kembali fokus untuk bertarung dimana keenam wanita tersebut terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya.
Di sisi lain, anggota pria Pasukan Semesta hanya menjadi pendengar setia dari percakapan tersebut.
Mereka juga mengakui keindahan yang dimiliki Istri Ryu, namun mereka segan untuk menatap ke Istri Ryu karena itu akan mengganggu pikiran mereka.
Tentu mereka juga sangat segan dan sangat menghormati Ryu sebagai majikan mereka.
Di sisi lain, Ryu terus menjatuhkan Hujan Petir untuk mengurangi jumlah lawan. Dimana dia juga memahami kondisi dari bawahannya.
Sehingga dia juga melebarkan Aura Dewa Agung, agar bisa mengurangi pergerakan pihak lawan.
Tentu Ryu juga terus menggunakan teknik Pelahap Jiwa Bintang untuk menghalau Kelompok Kera Batu tersebut.
Setelah melakukan pertarungan cukup lama, kini mereka telah berhasil membunuh semua kelompok Kera Batu.
Dengan bantuan Aura Dewa Agung, Pasukan Semesta tidak ada yang mati, meskipun banyak yang mengalami luka.
" Cepat pulihkan diri kalian! Sepertinya tidak lama lagi akan ada yang datang kesini." Ucap Ryu dimana dia dapat merasakan Aura yang cukup jauh dari tempat tersebut.
" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak, lalu mengambil posisi duduk bersila.
Wuush!
Feng Quinlan langsung menciptakan pelindung mengelilingi Pasukan Semesta yang sedang memulihkan diri untuk menyembunyikan keberadaan mereka.
__ADS_1
Di sisi lain Xie Xian yang sejak awal bertarung melawan Kera Batu yang memiliki ukuran paling besar diantara yang lain, kini langsung berjalan mendekati Kera Batu tersebut yang sudah banyak mengalami luka berat.
" Apa yang dia lakukan pada Raja Kera Batu itu?" Ryu menyipitkan matanya lalu berjalan mendekati Xie Xian diikuti Istrinya yang lain.
Tanpa menunggu lama, Xie Xian langsung meneteskan darahnya pada Raja Kera Batu, lalu membuat segel Kontrak Jiwa.
Saat menyelesaikan segel kontrak jiwa, Xie Xian mengeluarkan beberapa Pil untuk memulihkan kondisi Raja Kera Batu.
" Pulihkan dirimu dulu!" Xie Xian memberikan beberapa Pil kepada Raja Kera Batu.
" Terimakasih Tuan Putri." Raja Kera Batu mengambil Pil tersebut lalu menelannya.
Duaarr!
Sebuah sambaran Petir Hitam menghantam tubuh Raja Kera Batu, hingga membuatnya terluka parah.
Slaaash!
Sebuah bayangan hitam melesat cepat ke arah Raja Kera Batu, dimana Ryu langsung memotong lehernya.
Melihat kejadian tersebut, Xie Xian dan Istri Ryu yang lain langsung membulatkan mata dengan rahang terbuka.
" Raja Kera Batu itu tidak cocok untukmu." Ryu mencari alasan, karena dia tidak ingin Istrinya memiliki Hewan Kontrak berjenis kelamin jantan.
Tentu Ryu tidak rela ada Hewan Kontrak yang bersarang di tubuh Istrinya, karena dia tidak ingin suatu keindahan dari Istrinya diganggu oleh pemandangan yang lain.
Karena itulah Ryu tidak segan untuk membunuh Raja Kera Batu tanpa memperdulikan Xie Xian yang sudah mengikat kontrak jiwa dengannya.
Saat Ryu dan 22 Istrinya sudah berkumpul, Feng Quinlan langsung menciptakan pelindung mengelilingi mereka untuk menyembunyikan keberadaan mereka.
Kini mata 22 wanita itu tertuju kepada Ryu, seakan meminta penjelasan.
" Kalian tenang saja, nanti aku akan mencari Hewan Kontrak yang cocok untuk kalian." Ryu memiliki pemikiran lain untuk mencari Hewan Roh yang berjenis kelamin betina saja untuk istrinya.
Jika saja 22 Istri Ryu mengetahui pikiran dari suami mereka, mungkin mereka akan menghajarnya dan mencakar wajah Ryu.
__ADS_1
Meskipun terlihat tenang, namun Ryu memiliki rasa cemburu yang begitu kuat dan tidak ingin kulit Istrinya disentuh oleh siapapun.
" Haaahh." Xie Xian sedikit kesal karena sudah bersusah payah bertarung melawan Raja Kera Batu, malah langsung dibunuh oleh suaminya.
" Xian'er, kamu jangan marah! Nanti aku akan menggantikannya dengan Hewan Roh yang lain." Ryu mengusap rambut Xie Xian, lalu mencium keningnya.
" Lebih baik kita pulihkan diri terlebih dulu! Sepertinya tempat ini begitu menguras tenaga kita." Ucap Ryu sambil mengambil tempat duduk untuk menyerap beberapa Pil untuk memulihkan tenaga.
Begitupun dengan 22 Istrinya juga mengambil tempat duduk untuk memulihkan tenaga.
Mereka tidak ingin membahas masalah Raja Kera Batu itu lagi, namun mereka curiga bahwa suami mereka begitu cemburu meskipun wajahnya terlihat tenang.
Beberapa saat kemudian, kini kondisi mereka telah pulih kembali dimana Ryu dan 22 Istrinya serta Pasukan Semesta langsung mengambil Inti Roh yang mereka bunuh sebelumnya.
Namun baru saja mereka selesai mengumpulkan Inti Roh, kini terlihat puluhan Elang Batu seukuran dua meter mulai berdatangan ke arah mereka.
" Istriku, sepertinya Elang Batu itu sangat cocok untuk Hewan Kontrak kalian. Kalian boleh ambil yang paling besar di bagian sana!" Ryu menunjuk ke arah Elang Batu yang memiliki ukuran tiga meter dimana baru saja muncul.
" Baik suamiku." Jawab 22 Istrinya tersenyum pahit yang kini mulai mengerti keinginan suami mereka.
Tentu Elang Batu yang ditunjuk Ryu semuanya berjenis kelamin betina dan juga tidak bisa melakukan perubahan wujud menjadi manusia.
Tentu Ryu memiliki alasan tersendiri mengapa dia memilih Hewan Roh yang tidak memiliki kemampuan khusus untuk berubah wujud dan berbicara layaknya manusia.
" Shuijing, Jiu... Kalian ambil sisi kiri!" Ryu menunjuk pada Elang Batu yang mulai berdatangan.
" Baik Dewa Agung." Jawab Tou Shuijing dan Jiu Tou She langsung melesat ke arah yang ditunjukkan.
" Sekarang, untuk Pasukan Semesta wanita. Aku rasa Elang Batu ini juga cocok untuk kalian." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah kelompok Elang Batu yang lain.
" Baik Dewa Agung." Luan Hua dan seluruh anggota Pasukan Semesta wanita langsung melesat ke arah Elang Batu tersebut.
Sedangkan anggota Pasukan Semesta lainnya yang sudah memiliki Hewan Kontrak juga membantu membunuh sisa dari Elang Batu Lainnya.
" Kwaaaaaaak." Kini terlihat seekor Phoenix berukuran besar sedang melayang di udara.
__ADS_1
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Sambaran petir dari Phoenix Petir membuat seluruh Elang Batu dan Pasukan Semesta yang berada di dekatnya terluka Parah bersama Para Hewan Kontrak milik mereka.