SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 464. Kematian Ratu Peri Api


__ADS_3

" Seni Naga Kehampaan, Perisai Agung."


Buussshh!


Liu Ryu menciptakan Qi unsur Kehampaan membentuk perisai energi di depannya.


Bboooom!


Benturan keras dari siluet pedang sabit raksasa, membentur perisai transparan yang diciptakan Liu Ryu.


Bboooom!


Aarrgggh!


Perisai energi yang diciptakan oleh Liu Ryu, memantulkan kembali serangan dari ratu peri api, hingga membuatnya terpental puluhan meter.


" Uhuuuk, Uhuuuk Uhuuuk."


Ratu peri api batuk hingga berkali-kali dimana mulutnya mengeluarkan darah segar, sambil memegang dadanya yang sangat sakit.


Ratu peri api menatap tajam ke arah Liu Ryu. Tidak menyangka bahwa sosok itu bisa memantulkan kembali serangannya.


" Hukum Api, Lautan Api."


Buussshh!


Ratu peri api kembali merapalkan sebuah mantra sihir, hingga terlihat tanah dibawah mereka menjadi lautan api yang memiliki hawa yang sangat panas.


Lautan api itupun memuntahkan lahar api yang mengarah kepada Liu Ryu yang berusaha untuk menghindar.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Satu-persatu lahar api yang tidak berhasil mengenai sasaran, kini kembali jatuh ke tanah hingga membentuk kawah, diikuti getaran gempa.


" Kemampuan makhluk di dunia ini sangat menakutkan. Sayangnya para manusia disini tidak ada yang memiliki kemampuan seperti ini." Liu Ryu sangat menyayangkan jika makhluk yang memiliki kekuatan besar, justru memiliki sifat yang jahat.


Jika saja para makhluk yang memiliki kekuatan besar itu menyerang pemukiman warga, dapat dipastikan tidak ada satupun yang selamat.


Kini Liu Ryu membalikkan badannya, lalu mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi seraya menyalurkan Qi dalam jumlah besar.


" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."


Buussshh!


Liu Ryu melemparkan bola Kehampaan ke arah lautan api, untuk mematahkan sihir tersebut.


Bboooom!


Sebuah ledakan yang sangat kuat, membuat lautan api yang diciptakan oleh ratu peri api berhasil dipatahkan.


Kini wilayah serangan menjadi kawah raksasa, hingga hutan yang berada di sekitar pertarungan telah lenyap.

__ADS_1


Ratu peri api memasang wajah serius, karena sihir yang dia gunakan masih belum mampu mengalahkan Liu Ryu.


" Hukum Api, Hujan Meteor."


Buussshh!


Sebuah bola api raksasa jatuh dari langit, diikuti aura penekanan yang sangat kuat, membuat Liu Ryu hampir tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


" Apa dia ingin menghancurkan daratan ini?" Liu Ryu mengumpat dalam hati karena, bola api raksasa itu ukuran setengah dari luas wilayah daratan Kwunko.


" Teknik Ruang Waktu."


Buussshh!


Liu Ryu mengangkat kedua tangannya ke atas, untuk memperkecil ukuran dan memperlambat bola api raksasa yang seakan ingin menghancurkan daratan Kwunko.


Secara perlahan bola api raksasa mulai mengecil dan mulai melambat, sehingga Liu Ryu masih bisa menyelamatkan makhluk hidup yang berada di daratan Kwunko.


"Teleportasi."


Sriiiiiing!


Saat bola api raksasa sudah berada di jarak yang dekat, Liu Ryu langsung berpindah tempat untuk menghindari serangan dari ratu peri api.


Bboooom!


Bola api raksasa membentur tanah, hingga membentuk kawah raksasa, hingga menciptakan gempa bumi.


Meskipun Liu Ryu sudah memperkecil dan memperlambat bola api raksasa, namun tetap saja ukurannya masih besar hingga menyamai ukuran gunung.


Tentu ratu peri api sangat marah, karena sebelumnya Liu Ryu telah membunuh semua suaminya.


" Belum mati juga? Apakah dia adalah Dewa dari para Dewa tertinggi?" Ratu peri api merapatkan giginya, karena sosok yang menjadi lawannya masih mampu bertahan, meskipun dia sudah mengerahkan seluruh kemampuannya.


Ratu peri api kembali melesat ke arah Liu Ryu untuk menggunakan serangan jarak dekat, karena sihir yang dia gunakan seakan tidak berfungsi untuk menyerang Liu Ryu.


Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah ratu peri api dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan tangannya.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Pertukaran serangan dari kedua belah pihak, kembali menimbulkan gelombang energi yang semakin menambah kerusakan di sekeliling mereka.


Bahkan seluruh daratan Kwunko terjadi gempa bumi, akibat benturan energi dari kedua belah pihak.


" Sepertinya aku harus membunuhnya secepat mungkin." Gumam Liu Ryu di sela pertarungannya


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Saat pertukaran serangan terjadi, Liu Ryu berpindah tempat, membuat ratu peri api menyerang ruang kosong.

__ADS_1


" Jangan mencoba melarikan diri dariku." Ratu peri api terlihat marah, lalu menoleh ke arah kemunculan Liu Ryu.


Di sisi lain, Liu Ryu yang sudah berada di tempat yang cukup jauh, kini langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir.


Liu Ryu mengalirkan Qi dalam jumlah besar pada Pedang Naga Petir, sambil menarik napas dalam-dalam.


" Seni Naga Kehampaan, Jalan Bayangan."


Wuush!


Liu Ryu melesat cepat dengan kecepatan bayangan yang tidak terbaca oleh ratu peri api.


Melihat kejadian tersebut, ratu peri api memasang wajah serius sambil meningkatkan kewaspadaan, dengan menciptakan sihir pelindung di sekujur tubuhnya.


Craaakk!


Aarrgggh!


Sebuah tebasan dari Pedang Naga Petir dengan mudah menembus pertahanan dari ratu peri api, hingga bagian bahunya terkena luka sayatan yang cukup dalam.


Wuush, Liu Ryu kembali bergerak ke arah tertentu, lalu kembali melesat ke arah ratu peri api.


Craaakk!


Aarrgggh!


Sebuah tebasan bersarang di punggung ratu peri api, membuatnya menjerit kesakitan, karena kecepatan dari Liu Ryu membuatnya tidak berkutik.


"Hukum Api, Pelindung....."


Slaaash!


Sebelum ratu peri api menciptakan sebuah sihir, Liu Ryu telah menebas lehernya, hingga terpisah dari tubuhnya.


" Jangan salahkan aku, karena kalian sendiri yang memintanya." Gumam Liu Ryu, lalu menarik mayat ratu peri api ke Dunia Quzhu.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu melesat ke sebuah arah dimana tempat tinggal ratu peri api bersama suaminya di sebuah pohon yang sangat besar.


Pohon besar tersebut memiliki sebuah pintu, sehingga membentuk sebuah ruangan di berbagai tempat, hingga puluhan tingkat.


Di lantai dasar, terlihat sebuah benda berwarna merah menyala yang melayang di udara.


" Jadi mereka menyimpan Inti Sel di dalam Istana mereka." Liu Ryu menjulurkan tangannya, hingga secara perlahan Inti Sel tersebut melayang ke arah tangan Liu Ryu.


Saat Inti Sel tersebut berada di tangannya, Liu Ryu langsung memasukkan ke Cincin miliknya.


Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, karena menurut keterangan dari peta, masih ada empat kerajaan peri yang lain.


" Sepertinya aku harus mempercepat perjalananku." Karena tidak ada benda berharga yang lain, Liu Ryu langsung melesat ke arah tempat Inti Sel yang lain.


Setelah terbang cukup lama, kini Liu Ryu telah berada di wilayah kekuasaan peri angin, menurut penjelasan dari peta yang dia miliki.


Liu Ryu menyipitkan matanya, karena dia sudah merasakan bahwa ada beberapa sosok yang sedang bersembunyi dibalik pepohonan.


" Sepertinya kedatanganku tidak disambut dengan ramah." Gumam Liu Ryu, lalu turun ke tanah yang dipenuhi pepohonan yang rindang.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu melangkahkan kakinya menuju ke arah letak Inti Sel yang lain.


__ADS_2