
Saat beberapa prajurit yang ditugaskan untuk meletakkan meriam peledak dan Batu Roh di wilayah benteng pertahanan, tiba-tiba pemimpin penjaga gerbang muncul di tempat itu sambil menundukkan kepala.
" Salam Yang Mulia Kaisar, di depan pintu gerbang ada tamu dari Kekaisaran Taiyang. Mereka ingin bertemu langsung dengan Yang Mulia Kaisar." Ucap pemimpin penjaga gerbang, sambil memberi hormat.
" Tamu?" Liu Ryu sedikit mengerutkan kening karena tidak pernah mengundang siapapun ke Istana Kekaisaran Atas Awan.
" Apa kamu tau siapa mereka?" Liu Ryu bertanya kepada pemimpin penjaga gerbang.
" Sepertinya mereka berasal dari Istana, karena dikawal oleh prajurit. Satu dari mereka adalah pria sepuh yang menggunakan pakaian Istana, sedangkan satunya lagi adalah seorang wanita yang menggunakan cadar dan topi tudung." Ucap pemimpin penjaga gerbang.
Mendengar keterangan dari pemimpin penjaga, Han Linxi yang kebetulan berada di tempat itu terlihat tidak senang, namun tidak berani berkata apapun.
Tentu Han Linxi tidak menyukai orang-orang dari Kekaisaran Taiyang, karena hubungan mereka dengan Kekaisaran Han tidak baik.
Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain sudah mendapatkan gambaran atas kedatangan mereka, karena kejadian serupa sering terjadi pada sosok yang memiliki nama besar.
Bahkan beberapa dari Istri Liu Ryu juga pernah mengalami hal serupa, sebagai salah satunya adalah Long bersaudara dan Huang bersaudara.
" Bawa mereka kesini." Liu Ryu memberi perintah.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab pemimpin penjaga gerbang, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Liu Ryu pun membubarkan para prajurit untuk kembali bertugas, dimana dia langsung masuk ke dalam Istana Kekaisaran Atas Awan bersama Istrinya.
Tidak lama kemudian, pemimpin penjaga gerbang muncul di ruangan tersebut dengan membawa dua sosok yang berasal dari Istana Kekaisaran Taiyang.
" Yang Mulia Kaisar, aku pamit dulu." Pemimpin penjaga meninggalkan ruangan tersebut saat sudah mengantar tamu.
Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu menatap kepergian pemimpin penjaga, lalu menoleh ke arah kedua sosok tersebut yang seperti sedang tidak fokus.
Tentu hal itu terjadi karena saat memasuki wilayah Istana Kekaisaran Atas Awan, kedua sosok tersebut selalu disambut dengan pemandangan yang memanjakan mata mereka.
__ADS_1
Tidak heran jika keduanya seakan sedang terhipnotis dengan pemandangan tersebut, dimana Han Linxi juga pernah mengalaminya.
" Silahkan duduk." Ucap Liu Ryu, membuyarkan lamunan kedua sosok tersebut.
" Te... Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Ucap pria yang berdiri di depan, lalu mengambil tempat untuk duduk yang diikuti sosok wanita bercadar dengan menggunakan topi tudung.
Dengan penuh kehati-hatian, pria itu memperkenalkan diri yang merupakan perdana menteri yang ditugaskan oleh Kaisar Haguro.
Sedangkan sosok wanita yang terus mencuri pandangan kepada Liu Ryu dan Istrinya dibalik topi tudung dan cadarnya, masih belum memperkenalkan diri karena merasa canggung.
Untuk menyikapi situasi tersebut, perdana menteri memperkenalkan Haruki yang merupakan putri dari Kaisar Haguro.
Pada awalnya Haruki menolak keras atas perjodohan dari ayahnya, karena Haruki lebih memilih untuk fokus Berkultivasi.
Apalagi Haruki adalah sosok wanita yang tidak pernah berinteraksi kepada siapapun kecuali ayahnya Kaisar Haguro dan ibunya yang merupakan Istri Ke-50 Kaisar Haguro.
Selain itu Haruki tidak pernah dekat dengan siapapun, bahwa saudaranya sendiri.
Namun setelah melihat penampilan Liu Ryu, Haruki merasakan ada sesuatu yang aneh pada dirinya, meskipun dia tidak mengetahui penyebabnya.
" Apa yang terjadi padaku? Apa ada yang salah?" Pikir Haruki yang kini terlihat gugup.
Hal itu memang wajar, karena selama hidupnya Haruki lebih memilih untuk mengasingkan diri dari dunia luar, sehingga tidak memahami hubungan antara lawan jenis.
" Yang Mulia Kaisar, tujuan kami kesini atas perintah Yang Mulia Kaisar Haguro." Karena Haruki tidak mengeluarkan sepatah katapun, perdana menteri berinisiatif untuk mengutarakan tujuan mereka datang ke Istana Kekaisaran Atas Awan.
" Tuan putri."
Setelah mengutarakan tujuannya, perdana menteri memberi isyarat kepada Haruki untuk membuka penutup wajahnya di hadapan Liu Ryu.
Dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan, secara perlahan Haruki berjalan mendekati Liu Ryu, lalu membuka topi tudung dan cadarnya.
__ADS_1
" Wanita ini memiliki kecantikan tersendiri." Gumam Liu Ryu yang tidak bisa menyembunyikan rasa tertariknya terhadap Haruki.
Sesuai dengan namanya, Haruki yang merupakan taman bunga Sakura, Liu Ryu memandang wajah wanita itu seperti menatap hamparan bunga Sakura yang sedang bermekaran.
Wajah Haruki memiliki mata sipit hampir mirip dengan Xie Hua, namun memiliki sikap tegas dan memiliki daya tarik tersendiri.
" Yang Mulia Kaisar." Haruki yang terlihat gugup, dengan buru-buru memasang kembali topi tudung dan cadarnya, lalu kembali ke tempat duduknya.
Di sisi lain perdana menteri yang melihat ketertarikan Liu Ryu terhadap Haruki, kini merasa senang karena dengan demikian ada harapan agar Kekaisaran Atas Awan memiliki hubungan baik dengan Kekaisaran Taiyang.
Tidak lama kemudian beberapa pelayan muncul di ruangan tersebut dengan membawa beberapa hidangan kepada kedua tamu dari Kekaisaran Taiyang.
" Para pelayan ini sepertinya banyak berasal dari Kekaisaran Han. Aku harus melaporkan hal ini kepada Yang Mulia Kaisar, agar bisa memberikan para pelayan untuk melayani kebutuhan Istana ini." Pikir perdana menteri, agar posisi Kekaisaran Taiyang setara dengan Kekaisaran Han.
Dengan kata lain pihak Kekaisaran Taiyang juga harus menyediakan para pelayan wanita untuk melayani Istri Liu Ryu.
" Yang Mulia Kaisar... Sebagai hadiah pernikahan tuan putri Haruki, pihak Istana Kekaisaran Taiyang akan memberikan beberapa pelayan untuk melayani kebutuhan Yang Mulia Kaisar bersama Yang Mulia Permaisuri dan Yang Mulia Ratu." Perdana menteri dengan segera mengambil keputusan, karena menurutnya Kaisar Haguro sudah pasti akan menyetujuinya.
" Perdana menteri... Apa kita akan kembali ke Istana Kekaisaran Taiyang?" Haruki dengan cepat mengambil tindakan, karena tidak ingin terlalu lama beranda di tempat itu.
Bukan karena Haruki tidak menyukai Liu Ryu, namun lebih tepatnya dia tidak bisa menahan diri dari rasa gugupnya.
" Mohon maaf tuan putri. Anda harus tinggal disini sampai Yang Mulia Kaisar Ryu membawamu ke Istana Kekaisaran Taiyang untuk berkunjung." Perdana menteri menggelengkan kepalanya, karena dia mengetahui bahwa wanita itu sedang gugup.
" Kenapa aku bisa berada di situasi seperti ini." Pikir Haruki, yang kini berkeringat dingin.
" Kamu tinggal saja disini. Karena kami sepakat untuk mengangkat mu menjadi salah satu Ratu di Istana Kekaisaran Atas Awan." Ucap Xie Hua, karena dia sendiri sudah memahami situasi dari Haruki.
" Terimakasih Yang Mulia Permaisuri." Haruki sedikit lega, karena Xie Hua menyambutnya dengan baik.
Tentu Haruki mengetahui bahwa wanita yang berada di samping Liu Ryu memiliki jabatan sebagai Permaisuri Kekaisaran Atas Awan, karena dapat dilihat dari mahkota yang dia pakai.
__ADS_1