SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 541. Tanah Perang


__ADS_3

Setelah menciptakan bangunan sebagai tempat tinggal mereka, Xie Hua dan yang lain juga mengisi berbagai perlengkapan yang mereka butuhkan.


" Liu Xianzhi... Kamu juga boleh memilih barang yang kamu butuhkan." Ucap Liu Yunxia sambil menoleh ke arah wanita yang masih menempel pada suami mereka.


" Mmmmm." Liu Xianzhi mengangguk kecil, lalu berjalan mendekati Istri Liu Ryu yang lain, sambil memilih barang yang dia butuhkan.


Melihat tingkah Istrinya, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, karena untuk masalah tempat tinggal, Liu Ryu tidak perlu campur tangan.


Di sisi lain Istri Liu Ryu berdecak kagum, karena gelang giok yang mereka gunakan memiliki banyak perlengkapan dengan berbagai macam variasi sesuai harganya.


" Jangan habiskan Point Dewa kita! Utamakan membeli benda untuk perkembangan kita." Liu Ryu mengingatkan kepada Istrinya, agar tidak terlalu banyak mengeluarkan Point Dewa, saat melihat total Point Dewa yang ditampilkan di gelang giok miliknya.


Terlebih untuk mendapatkan Point Dewa tidak bisa dibeli dengan Batu Roh lagi, sehingga Liu Ryu dan Istrinya harus menggunakan Point Dewa yang mereka miliki sebaik mungkin.


Meskipun Liu Ryu dan Istrinya masing-masing menggunakan satu gelang giok, namun semuanya saling terhubung, sehingga Point Dewa yang berada pada gelang giok yang berada di tangan Liu Ryu juga berkurang.


" Suamiku, kamu tenang saja! Percayakan saja pada kami." Terdengar suara Nan Sian yang sudah berada di dalam tempat tinggal mereka.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, lalu berjalan menuju kediaman baru mereka.


Meskipun gelang giok banyak memiliki perlengkapan, namun masih ada beberapa jenis benda yang tidak bisa dibeli, karena Fraksi Bintang masih pemula dan hanya mendapatkan kelas perunggu.


Agar Fraksi Bintang bisa naik tingkat, maka Fraksi Bintang harus mengumpulkan Point Dewa, agar bisa ditingkatkan menjadi kelas perak.


Jika Fraksi Bintang sudah berada di kelas perak, maka kualitas perlengkapan semakin tinggi. Bahkan bisa membeli sebuah pusaka untuk mempercepat proses Kultivasi Ganda.


" Haaah, sudahlah." Gumam Liu Ryu, karena dia tidak ingin berdebat dengan Istrinya.


Tidak lama kemudian, Xie Hua dan yang lain menyelesaikan pekerjaan mereka, lalu berjalan mendekati Liu Ryu yang sedang duduk di kursi tamu.


Semua Istri Liu Ryu sangat senang, lalu memberi isyarat kepada Liu Xianzhi duduk di samping suami mereka.


Liu Xianzhi sangat senang karena saat berkumpul bersama Istri Liu Ryu yang lain, membuat hidupnya menjadi lebih berwarna.

__ADS_1


" Suamiku, untuk malam ini kami mengizinkan Liu Xianzhi bersamamu." Ucap Xie Hua lalu membawa yang lain ke kamar masing-masing.


Melihat kepergian Xie Hua dan yang lain, Liu Ryu melirik ke arah Liu Xianzhi yang berada di sampingnya.


" Suamiku... Apa seperti ini kehidupanmu bersama Istrimu sebelumnya?" Tanya Liu Xianzhi, sambil menyandarkan kepalanya di bahu Liu Ryu.


" Ya... Kami menikmati kehidupan sehari-hari seperti ini." Jawab Liu Ryu, sambil mengusap rambut Liu Xianzhi.


Mendengar perkataan dari suaminya, Liu Xianzhi tersenyum lembut, lalu memberanikan diri untuk duduk di pangkuan suaminya sambil menatap wajahnya.


Melihat wanita cantik di depannya sudah mulai terbiasa, Liu Ryu mencium kening wanita itu dengan lembut, lalu mencium bibirnya.


Aroma dari tubuh Liu Xianzhi begitu harum, membuat Liu Ryu seakan tidak ingin melepaskan pelukannya wanita itu.


Meskipun Xie Hua dan Istri Liu Ryu yang lain juga memiliki aroma yang harum pada tubuh mereka, namun dari setiap aroma wangi yang dikeluarkan memiliki ciri khas tersendiri.


" Apa kita akan melakukan hubungan suami istri?" Tanya Liu Xianzhi, sambil berbisik di telinga Liu Ryu.


Meskipun Liu Ryu memiliki Yang-Matahari, namun dia juga membutuhkan waktu agar energinya terkumpul.


" Tidak masalah! Namun aku ingin selalu berada di sampingmu untuk beberapa waktu, agar aku bisa membiasakan diri." Ucap Liu Xianzhi, lalu membalas ciuman dari suaminya.


" Baiklah aku akan mengikuti keinginanmu." Jawab Liu Ryu, lalu membawa Liu Xianzhi ke kamar yang sudah disediakan.


*******


Waktu terus berlalu, kini semua Immortal telah berkumpul di alun-alun kota, agar bisa diberangkatkan ke Tanah Perang.


Fraksi Bintang yang baru saja berdiri, kini diberikan tugas ke Tanah Perang yang berada di tempat berbeda.


" Saudara... Karena Fraksi Bintang hanya kelas perunggu, maka kalian akan ditempatkan di wilayah yang lain. Namun kalian bisa berpindah ke tempat yang lebih berbahaya lagi, jika kalian sudah merasa mampu." Ucap salah satu petugas kota, yang menuntun Fraksi Bintang.


" Baik senior." Liu Ryu sama sekali tidak keberatan, karena mereka juga belum memahami situasi yang ada di Tanah Perang.

__ADS_1


Sementara itu beberapa Fraksi yang lain sudah diberangkatkan ke Tanah Perang, sesuai dengan kelas masing-masing.


" Baiklah, sekarang kalian boleh masuk ke portal teleportasi disana! Namun sekali lagi aku ingatkan kepada kalian."


" Tanah Perang sangat liar, sehingga tidak ada satupun yang bisa dipercaya, kecuali anggota Fraksi kalian sendiri." Petugas itupun menjelaskan kepada Liu Ryu dan Istrinya, sambil menunjuk ke arah portal teleportasi.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu mengangguk kecil, lalu membawa Istrinya menuju ke arah portal teleportasi.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu dan Istrinya masuk ke dalam portal teleportasi, hingga tubuh mereka telah berpindah tempat ke sebuah tanah gersang yang tidak memiliki satu pohon sedikitpun.


" Jadi seperti ini yang namanya Tanah Perang?" Gumam Liu Ryu, sambil memeriksa keadaan sekitar, dimana hanya terdapat pegunungan yang tercipta dari oasis.


" Ya... Tempat ini layaknya gurun pasir." Sheng Zhishu ikut menimpal.


Liu Ryu mengangguk kecil, lalu memeriksa gelang giok miliknya untuk memastikan tempat keberadaan mereka sekarang.


Di dalam gelang giok menampilkan posisi mereka sekarang, juga beberapa titik tempat markas Fraksi yang lain yang juga masih kelas perunggu.


" Sepertinya tanda hitam adalah tempat tinggal musuh, dan tanda merah sebagai tempat wilayah perang." Ucap Xie Hua yang juga memeriksa gelang giok miliknya.


" Ya... Lebih baik kita mencari pegunungan yang strategis sebagai tempat tinggal kita." Ucap Liu Ryu, lalu membawa Istrinya berjalan mendekati wilayah perang.


Selama berada di Tanah Perang, Liu Ryu dan Istrinya tidak bisa kembali ke Dunia Quzhu atau dunia kecil, kecuali jika mereka sudah membuat tempat tinggal.


Begitupun dengan para Immortal yang lain, tidak ada yang bisa kembali ke dunia kecil, sehingga markas merekalah sebagai tempat persinggahan agar bisa kembali ke dunia kecil masing-masing.


Waktu terus berjalan, Liu Ryu dan Istrinya sudah berada di dekat wilayah perang, namun masih belum menemukan tempat yang cocok sebagai tempat mendirikan markas Fraksi Bintang.


*******



Ilustrasi Yinshi ( Absolut Naga )

__ADS_1


__ADS_2