
Mendengar perkataan dari Liu Ryu, ratu peri merah tidak bisa menahan diri, langsung menciptakan pelindung mengelilingi tubuhnya.
Wuush!
Tanpa membuang waktu, ratu peri merah langsung melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.
" Jika itu keputusanmu, aku tidak akan mengulang kembali tawaranku." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu langsung mengeluarkan Qi untuk melindungi tubuhnya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Benturan serangan dari kedua belah pihak membuat wilayah sekitar menjadi tanah gersang akibat tekanan energi yang mereka keluarkan.
Dewi Malam yang berada di tempat itu, tubuhnya terpental puluhan meter, karena dia tidak memiliki persiapan.
Meskipun demikian Dewi Malam tidak mendapatkan luka lecet sedikitpun, lalu mengambil tempat yang cukup jauh untuk menyaksikan pertarungan antara Liu Ryu dan ratu peri merah.
" Ada apa denganku? Kenapa aku tidak memiliki niat untuk membunuh Liu Ryu?" Pikir Dewi Malam, sambil menatap ke arah pertarungan.
Di tempat lain, kecepatan ratu peri merah jauh lebih tinggi dari sebelumnya, sehingga dia bisa mengimbangi kecepatan Liu Ryu.
" Jika kamu berhasil mengalahkanku, maka aku bersedia untuk menjadi Istrimu." Ratu peri merah tersenyum licik, memanfaatkan ketertarikan Liu Ryu untuk membunuhnya.
" Ucapanmu tidak bersungguh-sungguh. Jadi lupakan tawaranku." Ucap Liu Ryu, sambil bertukar serangan kepada ratu peri merah.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak menciptakan kawah besar di bawah mereka, hingga menciptakan gempa bumi.
Ratu peri merah menyipitkan matanya karena tidak menyangka bahwa kekuatan Liu Ryu juga semakin meningkat.
" Kali ini aku berhasil meminum darahnya, meskipun menggunakan cara apapun." Pikir ratu peri merah di sela pertukaran serangannya.
Wuush!
Ratu peri merah melesat cepat ke sebuah arah, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.
Buussshh!
Ratu peri merah melepaskan aura kematian, membuat pepohonan yang berada dibawahnya langsung mati, hingga mengering.
" Aura wanita ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Tapi kali ini aku tidak segan untuk membunuhnya." Pikir Liu Ryu, sambil menatap ke arah ratu peri merah yang melayang di udara.
" Sihir Kematian, Alam kegelapan."
Duaarr!
Ratu peri merah bersuara dengan lantang, sambil mengangkat tangannya, hingga langit menjadi gelap diikuti sambaran petir yang menyambar ke berbagai arah.
__ADS_1
" Sepertinya sihir yang dia gunakan, sama persis dengan sihir sebelumnya." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah fenomena alam yang diciptakan oleh ratu peri merah, lalu menyelimuti tubuhnya dengan elemen Kehampaan.
Duaarr!
Duaarr!
Duaarr!
Petir berwarna hitam kemerahan menyambar tubuh Liu Ryu hingga berkali-kali, membuat Liu Ryu merasa nyeri di sekujur tubuhnya.
" Seharusnya dengan kekuatanku sekarang bisa membunuhnya dengan mudah." Ratu peri merah menyipitkan matanya, karena sihir yang dia gunakan masih belum mampu membunuh Liu Ryu, meskipun dia sudah banyak mengalami peningkatan.
" Teleportasi."
Sraaiiingg!
Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping ratu peri merah, lalu mengayunkan kepalan tangannya.
Menyadari kehadiran Liu Ryu, ratu peri merah memutar bola matanya, lalu menyilangkan kedua tangannya untuk memblokir pukulan dari Liu Ryu.
Bboooom!
Sebuah pukulan yang sangat kuat bersarang di lengan ratu peri merah, membuat tubuhnya terpental hingga melebihi satu kilometer.
Namun ratu peri merah tidak mengalami apapun, bahkan tidak ada satupun kulitnya yang lecet.
" Pukulanmu cukup kuat. Sayangnya tidak mampu menggores kulitku." Ratu peri merah yang kembali melesat ke arah Liu Ryu, kini seakan mengejek kemampuan Liu Ryu.
Liu Ryu hampir muntah darah, karena ratu peri merah mengejek kemampuannya, membuat Liu Ryu merapatkan giginya.
Sementara itu langit yang sangat gelap terus menyerang Liu Ryu dengan sambaran petir meskipun Liu Ryu berusaha untuk menghindar.
Tanpa berkata apapun, ratu peri merah kembali merapalkan sebuah mantra, lalu mengarahkan kedua tangannya ke depan.
" Sihir Kematian, Lautan Darah."
Buussshh!
Ratu peri merah kembali merapalkan sebuah mantra sihir, hingga terlihat tanah dibawah mereka menjadi lautan darah.
Lautan darah itupun mengeluarkan aura kematian yang sangat kuat, membuat tubuh Liu Ryu sedikit bergetar.
" Sihir ini lagi?" Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena ratu peri merah menggunakan sihir yang sama, ketika pertama kali mereka bertarung.
Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, lalu menyalurkan Qi pada telapak tangan kanannya.
" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."
Buussshh!
Liu Ryu melemparkan bola Kehampaan ke arah lautan darah, untuk mematahkan sihir tersebut.
Bboooom!
Sebuah ledakan yang sangat kuat, membuat lautan darah yang diciptakan oleh ratu peri merah seakan menghilang.
__ADS_1
Kini wilayah serangan menjadi kawah raksasa, hingga hutan yang berada di sekitar pertarungan telah lenyap.
Ratu peri merah memasang wajah serius, karena sihir yang dia gunakan masih belum mampu mengalahkan Liu Ryu, meskipun kekuatan serangannya semakin meningkat.
" Sihir Kematian, Hutan Kematian."
Buussshh!
Ratu peri merah kembali menciptakan sihir, hingga tercipta hutan yang memiliki aura kematian.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Semua pepohonan yang diciptakan, memanjang hingga melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.
Liu Ryu langsung menciptakan bola Kehampaan, lalu satu-persatu melemparnya ke arah hutan yang diciptakan oleh ratu peri merah.
Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat membuat hutan kematian hancur berkeping-keping dimana ratu peri merah mendapatkan serangan balik hingga memuntahkan darah segar.
" Bagaimana mungkin? Padahal aku sudah meningkatkan kemampuan seranganku." Gumam ratu peri merah seakan tidak percaya, sambil mengusap mulutnya.
Ratu peri merah kembali melesat ke arah Liu Ryu, karena sihir yang dia gunakan seakan tidak berfungsi untuk menyerang Liu Ryu.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah ratu peri merah dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan tangannya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak, kembali menimbulkan gelombang energi yang semakin menambah kerusakan di sekeliling mereka.
" Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak membantuku?" Sambil bertukar serangan, ratu peri merah mengirim transmisi suara kepada Dewi Malam.
Mendapatkan transmisi suara dari ratu peri merah, Dewi Malam mulai tersadar. Jika ratu peri merah mati, maka dia juga akan mati, karena mereka berdua memiliki ikatan jiwa.
" Sihir Malam, Alam Kegelapan."
Duuung!
Dewi Malam mengangkat tangan kanannya, hingga seketika wilayah sekitar menjadi gelap, diikuti hawa kematian yang sangat kuat.
Liu Ryu yang sedang bertukar serangan dengan ratu peri merah, kini merasa bulu kuduknya berdiri akibat sihir yang dilepaskan oleh Dewi Malam.
Wuush!
Dewi Malam langsung melesat cepat ke arah Liu Ryu, untuk membantu ratu peri merah yang sudah kelelahan.
Menyadari kehadiran Dewi Malam, Liu Ryu memasang wajah serius, karena gabungan dari kedua wanita itu cukup merepotkan.
Bboooom!
Bboooom!
__ADS_1
Bboooom!
Dewi Malam yang sudah berada di samping ratu peri merah, langsung melepaskan serangan pukulan, hingga bertukar serangan dengan Liu Ryu