
Jenderal Iblis Merah seakan tidak percaya jika wanita cantik di depannya dengan mudah menghindar dari sihir penghisap yang dia ciptakan.
" Bagaimana patung ini bisa muncul?" Jenderal Iblis Merah seakan tidak percaya, karena sihir penghisap ciptaannya tidak bekerja pada patung Budha raksasa di depannya.
Sesaat Jenderal Iblis Merah membuka matanya lebar-lebar, saat telapak tangan patung Budha melesat ke arahnya.
" Gawat." Jenderal Iblis Merah memasang wajah jelek, karena serangan telapak tangan raksasa memiliki serangan yang sangat mematikan.
Merasa serangan dari tapak raksasa tidak bisa dihindari lagi, Jenderal Iblis Merah dengan buru-buru mengarahkan kedua telapak tangannya untuk memblokir serangan dari Elena.
" Sihir Iblis Merah, Gerbang Kematian."
Duuung!
Sebuah tameng berwarna merah darah muncul di depan Jenderal Iblis Merah, yang sudah menggunakan kekuatan penuh.
Bboooom!
Tapak raksasa bersarang pada tameng raksasa, menciptakan ledakan yang sangat kuat, membuat seisi daratan Muktho mengalami gempa bumi.
Traaang!
Tameng raksasa tidak mampu menahan beban dari tapak patung Budha, hingga hancur berkeping-keping.
" Bagaimana mungkin?" Jenderal Iblis Merah seakan tidak percaya, jika tameng raksasa ciptaannya bisa dihancurkan.
Jenderal Iblis Merah terlihat pucat, karena merasa hidupnya sudah tidak lama lagi, sehingga dia sudah pasrah menanti ajalnya.
Bboooom!
Kedua tapak raksasa bersarang pada tubuh Jenderal Iblis Merah, hingga seluruh tubuhnya seakan remuk serta tulangnya banyak yang patah.
" Aku tidak rela." Jenderal Iblis Merah menatap ke arah wanita cantik di depannya, dengan sisa energi kehidupannya.
" Sangat cocok untuk dijadikan sebagai Pil Inti Jiwa."
Buussshh!
Elena menembakkan setetes darahnya, seperti yang diajarkan oleh Liu Ryu hingga dalam hitungan detik, tubuh Jenderal Iblis Merah diselimuti cahaya berwarna keemasan dan mulai mengecil hingga membentuk sebuah Pil.
Tanpa membuang waktu, Elena langsung mengambil Pil Inti Jiwa, lalu memasukkan ke Cincin pemulihan miliknya.
*******
( Beberapa saat sebelumnya.... )
Di sisi lain, Dewi Arinia yang juga sedang berhadapan dengan salah satu Jenderal Iblis Merah yang lain, kini langsung melesat ke arah pihak lawan, sambil mengeluarkan kepalan tangannya ke depan.
Jenderal Iblis Merah juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah Dewi Arinia, sambil mengayunkan tangannya membentuk cakaran.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak, menciptakan gelombang energi yang menyebar ke berbagai tempat.
__ADS_1
Pepohonan yang awalnya sangat lebat, kini mulai bertumbangan, hingga wilayah sekitar menjadi tanah gersang.
" Sihir Iblis Merah, Pukulan Kematian."
Wuush!
Jenderal Iblis Merah mengayunkan pukulannya pada bagian perut wanita cantik di depannya, meskipun terasa enggan.
" Absolut Gurun, Pukulan Penghancur Daratan"
Wuush!
Dewi Arinia juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan Qi pada kepalan tangannya, lalu mengarahkan kepada tinju dari Jenderal Iblis Merah.
Bboooom!
Benturan kedua pukulan yang saling bertemu, menciptakan ledakan yang sangat kuat, membuat keduanya terpental puluhan.
Jenderal Iblis Merah yang menjadi lawan Dewi Arinia memuntahkan darah segar, sambil menatap ke arah wanita yang memiliki paras cantik di depannya.
Jenderal Iblis Merah tidak menyangka jika wanita cantik yang menjadi lawannya memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat, melebihi mereka yang dikenal memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat.
" Wanita ini berasal dari ras siluman yang sudah menjadi dewa? Bukankah di dunia ini sangat sulit menjadi seorang dewa dengan usia yang masih muda?" Pikir Jenderal Iblis Merah, sambil memikirkan cara untuk menghadapi wanita cantik di depannya.
Tanpa membuang waktu, Jenderal Iblis Merah langsung menyatukan kedua telapak tangannya, lalu mengarahkan kepada wanita cantik di depannya, meskipun terasa enggan.
" Sihir Iblis Merah, Cakar Kematian."
Creeessh!
Sebuah cakar raksasa keluar dari telapak tangan Jenderal Iblis Merah, melesat cepat ke arah Dewi Arinia.
" Absolut Gurun, Badai Pasir."
Buussshh!
Sapuan angin yang bercampur pasir keluar dari telapak tangan Dewi Arinia, melesat cepat untuk menyambut serangan dari pihak lawan.
Bboooom!
Blaaar!
Benturan antara angin puyuh dan cakar raksasa, menciptakan gelombang energi, membuat tanah sekitar membentuk kawah raksasa.
" Meskipun kekuatanku ditekan menjadi Bintang Dewa, namun Iblis Merah ini tidak bisa dianggap enteng." Dewi Arinia menyipitkan matanya, sambil memikirkan cara untuk menghadapi Jenderal Iblis Merah yang menjadi lawannya.
Di sisi lain, Jenderal Iblis Merah memasang wajah serius, karena serangannya masih mampu dipatahkan oleh wanita cantik di depannya.
" Aku harus menggunakan kekuatan penuh." Meskipun merasa enggan kepada wanita cantik di depannya, Jenderal Iblis Merah merapalkan sebuah mantra, lalu merentangkan kedua tangannya.
" Sihir Iblis Merah, Tombak Kematian."
Buussshh!
Sebuah tombak raksasa muncul di depan Jenderal Iblis yang, langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Dewi Arinia.
" Absolut Gurun, Tembok Pasir."
__ADS_1
Buussshh!
Dewi Arinia merentangkan kedua tangannya, kembali menyatukan kedua telapak tangan, hingga muncul tembok raksasa di depannya.
Bboooom!
Benturan keras dari tombak raksasa yang bersarang pada tembok raksasa, menciptakan ledakan yang sangat kuat.
" Absolut Gurun, Badai Pasir."
Buussshh!
Dewi Arinia dengan buru-buru menyalurkan Qi pada kedua telapak tangannya, hingga tercipta angin kencang diikuti ratusan jarum kecil yang tercipta dari pasir, mengarahkan kepada Jenderal Iblis Merah.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Ratusan jarum kecil, bersarang hingga menembus kulit Jenderal Iblis Merah yang seperti benda logam.
Aarrgggh!
Jenderal Iblis Merah berteriak keras, merasakan seluruh tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum.
"Uhuuuk."
Jenderal Iblis Merah memuntahkan darah segar, sambil menatap ke arah wanita yang memiliki paras cantik di depannya dengan penuh kebencian.
" Meskipun aku merasa enggan untuk membunuhmu, namun kali ini kamu harus mati di tanganku." Jenderal Iblis Merah bersuara dengan lantang, lalu mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.
" Sihir Iblis Merah, Tebasan Kematian."
Creeessh!
Bersamaan dengan kedua tangannya turun hingga mengarah kepada Dewi Arinia, sebuah bilah raksasa berwarna merah darah keluar dari tangan Jenderal Iblis Merah, langsung melesat cepat ke arah wanita cantik di depannya.
Melihat bilah sabit raksasa mengarah kepadanya, Dewi Arinia kembali merentangkan, kedua tangannya, lalu menyatukan kedua telapak tangan.
" Absolut Gurun, Tebasan Bulan Sabit."
Creeessh!
Butiran pasir yang memadat membentuk bilah pedang sabit raksasa, keluar dari telapak tangan Dewi Arinia, mengarah kepada bilah raksasa di depannya.
Bboooom!
Benturan dari kedua bilah raksasa saling bertemu, kembali menciptakan gelombang kejut yang membuat kawah raksasa kembali membesar.
" Wanita ini kuat sekali." Jenderal Iblis Merah, memasang wajah jelek, sambil menatap ke arah wanita cantik di depannya.
" Sihir Iblis Merah, Hujan Kematian."
Wuush! Wuush! Wuush!
Ribuan jarum kecil yang tercipta dari aura kematian,. turun dari langit, melesat cepat ke arah Dewi Arinia.
" Absolut Gurun, Kubah Pasir."
Duuung!
__ADS_1
Sebuah kubah raksasa yang tercipta dari pasir yang memadat, melindungi tubuh Dewi Arinia.