
Liu Ryu yang melihat hal itu, hanya menggelengkan kepala karena dia sendiri tidak tau harus berkata seperti apa kepada wanita itu.
Jika Liu Ryu memanggilnya dengan sebutan ibu mertua, maka sangat ganjal karena Gong Sifa pernah berhubungan dengannya.
Jika memanggil dengan sebutan Gong Sifa, sangatlah tidak sopan karena wanita itu adalah ibu dari Gong Ziya.
Tanpa banyak berpikir, Liu Ryu berjalan mendekati Gong Sifa yang sedang duduk melamun.
" Salam ibu mertua." Liu Ryu menyapa wanita itu dimana menurutnya sapaan tersebut lebih pantas.
" Eh... Kamu." Gong Sifa yang begitu terkejut dengan kedatangan Liu Ryu yang begitu tiba-tiba.
Sesaat Gong Sifa memasang wajah tidak enak karena Liu Ryu telah memanggilnya dengan sebutan ibu mertua.
" Duduklah!" Ucap Gong Sifa sambil menepuk-nepuk kursi tempatnya.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu sedikit heran, karena menurutnya itu tidak pantas, meskipun dia mengakui kecantikan Gong Sifa tidak kalah dengan putrinya.
" Kamu tidak perlu ragu. Jika putriku di dunia ini, maka itu hal yang tabu. Namun jika dia berada di dunia yang lain, maka tidak ada kutukan untuk kita." Gong Sifa langsung menarik tangan Liu Ryu.
Saat Liu Ryu duduk di sampingnya, Gong Sifa langsung menyandarkan kepalanya di bahu Liu Ryu dengan penuh kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
" Biar bagaimanapun, orang yang pernah menyentuh tubuhku, maka selamanya hanya dia saja yang bisa melakukannya. Kecuali orang itu sudah mati. Itulah kebiasaan dari Ras Peri Hutan."
Gong Sifa menceritakan tentang kehidupan Ras Peri Hutan. Dimana jika ada orang lain yang ingin menyentuh bagian terlarang mereka, maka dia akan memilih bunuh diri jika dia masih memiliki pasangan.
" Bagaimanapun juga, kamu secara tidak langsung adalah suamiku. Begitupun dengan wanita Peri Hutan yang lain, mereka tidak akan pernah menikah kepada siapapun. Apalagi kamu lihat sendiri bagaimana keadaan kami."
Bersamaan dengan ucapannya, Gong Sifa menarik tangan Liu Ryu lalu meletakkan di perutnya.
" Di dalam perutku ini ada calon anakmu. Setelah kepergian kalian, aku sudah mengumumkan bahwa aku dan kelima Jenderal serta 75 prajurit wanita Ras Peri Hutan adalah Istrimu."
" Hanya saja kami tidak boleh lagi bertemu dengan Gong Ziya. Jika itu terjadi, maka hal buruk akan terjadi pada kami." Ucap Gong Sifa, lalu menatap ke arah Liu Ryu.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu semakin kebingungan, karena dia masih belum mengerti dengan aturan dan tradisi Ras Peri Hutan.
__ADS_1
Sesaat Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh ke arah Gong Sifa yang kini wajah mereka berdua hanya berjarak beberapa Senti.
Pada saat itu juga wajah Gong Sifa langsung memerah seperti kepiting rebus hingga jantungnya berdetak kencang.
" Aku tidak tau apa ini salah, tapi semuanya sudah terjadi. Hanya saja, apa kalian benar-benar tidak bisa bertemu dengan Gong Ziya?" Tanya Liu Ryu dimana Gong Sifa menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
" Seperti yang aku katakan sebelumnya, itu tidak boleh terjadi." Jawab Gong Sifa.
Sesaat Gong Sifa yang begitu merindukan Liu Ryu, kini langsung membaringkan tubuhnya di pangkuan Liu Ryu sambil memeluk tubuh pemuda itu.
Liu Ryu yang awalnya masih ragu, kini perlahan membelai rambut Gong Sifa hingga menyentuh kedua tanduk emas wanita itu.
Merasakan sentuhan dari Liu Ryu, Gong Sifa terlihat senang sambil memejamkan mata untuk menikmati belaian lembut dari Liu Ryu hingga tertidur pulas.
" Ternyata wanita ini sudah lama menantikan kedatanganku." Gumam Liu Ryu saat menyaksikan Gong Sifa yang tertidur begitu lama di pangkuannya.
Meskipun sedikit ragu, Liu Ryu secara perlahan mengangkat tubuh Gong Ziya menuju ke Istana.
Saat berada di dalam Istana, Liu Ryu berpapasan dengan beberapa prajurit wanita Ras Peri yang lain.
Melihat tingkah para prajurit, Liu Ryu berasumsi bahwa apa yang dikatakan Gong Sifa sebelumnya adalah benar.
Tanpa ragu, Liu Ryu membawa Gong Sifa ke kamarnya, lalu membaringkan tubuh wanita itu yang masih tertidur pulas.
Tidak lama kemudian kelima Jenderal mengetuk pintu kamar Gong Sifa, dimana Liu Ryu membolehkan mereka untuk masuk.
" Salam Yang Mulia Raja." Kelima Jenderal menundukkan kepala lalu saling berpandangan karena bisa dikatakan bahwa mereka adalah Istri Liu Ryu juga.
" Jangan berisik! Nanti Ratu kalian akan terbangun." Ucap Liu Ryu dengan nada pelan.
Sesaat kelima Jenderal tersebut terdiam karena dalam hati mereka begitu merindukan sosok tersebut.
Melihat tingkah kelima Jenderal tersebut, Liu Ryu memberi isyarat agar mereka mendekatinya.
Meskipun sedikit malu-malu, kelima Jenderal berjalan secara perlahan mendekati Liu Ryu dimana jantung mereka berdetak kencang.
__ADS_1
" Apa aku sudah dianggap sebagai suami kalian?" Tanya Liu Ryu dengan nada pelan.
" Su... Suami." Kelima Jenderal terlihat senang langsung merangkul Liu Ryu dengan penuh kebahagiaan.
Tentu kelima wanita itu juga sangat merindukan Liu Ryu yang mereka anggap sebagai suami mereka.
Setelah cukup lama melepaskan kerinduan mereka, kelima Jenderal tersebut berpamitan agar tidak menggangu Gong Sifa yang masih tertidur pulas.
Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu menatap kepergian kelima wanita itu lalu menoleh ke arah Gong Sifa.
" Aku tidak mengerti dengan perasaan seorang wanita. Mengapa mereka harus mencintai orang yang sama." Liu Ryu tersenyum pahit lalu membaringkan tubuhnya di samping Gong Sifa.
Saat Liu Ryu sudah tertidur pulas, Gong Sifa terbangun dari tidurnya lalu menatap wajah Liu Ryu.
" Besok pagi kita akan melangsungkan pernikahan itu." Gong Sifa tersenyum lembut lalu merangkul tubuh Liu Ryu hingga kembali tertidur.
*******
Pada keesokan pagi, Gong Sifa membawa kelima Jenderal serta 75 prajurit menuju ke pohon sakral bersama dengan Liu Ryu.
Di dalam sebuah pohon besar, Liu Ryu, Gong Sifa, kelima Jenderal serta 75 prajurit wanita Ras Peri Hutan mengikrarkan janji pernikahan mereka di depan Pohon yang pernah Gong Ziya gunakan untuk janji setia kepada Liu Ryu.
" Mulai dari sekarang status kita sama." Gong Sifa sambil menatap ke arah kelima Jenderal serta 75 prajurit.
" Tapi Yang Mulia Ratu, kita masih kekurangan prajurit." Ucap salah satu dari kelima Jenderal tersebut.
" Aku tau itu... Tapi mulai sekarang kalian tinggal bersamaku di Istana Kerajaan Gong, karena kita memiliki satu suami." Ucap Gong Sifa.
" Baik Yang Mulia Ratu." jawab 80 wanita tersebut.
" Mmmm." Gong Sifa mengangguk lalu membawa mereka kembali ke Istana Kerajaan Gong.
Saat berada di Istana Kerajaan Gong, banyak para prajurit yang lain bertanya-tanya kenapa hanya Liu Ryu saja yang datang ke Dunia Nuse.
Sedangkan para prajurit wanita yang lain juga sangat merindukan suami mereka yang merupakan bawahan dari Liu Ryu.
__ADS_1