
Di sisi lain, Ma Gui Lie dan 18 Immortal lainnya tidak menyangka jika ada orang lain yang ikut campur dalam pertarungan mereka.
" Dewa Agung?"Gumam Ma Gui Lie yang memasang wajah serius, karena dia masih mengenal wajah dari Liu Ryu.
" Siapa kamu sebenarnya? Jangan ikut campur urusan kami." Salah satu dari Tujuh Dewi Kecapi, merasa tidak senang dengan kedatangan Liu Ryu yang melukai satu rekan mereka.
Terlebih dengan kemunculan Liu Fenglu yang diikuti tiga wanita lain, membuat mereka merasa tidak yakin bisa mengalahkan mereka, karena sebelumnya Ma Gui Lie dan 19 Immortal sudah banyak mengeluarkan tenaga.
" Siapa aku? Kamu tidak layak untuk mengetahuinya." Ucap Liu Ryu, sambil memberi isyarat kepada keempat Istrinya untuk memulihkan Xie Hua dan yang lain.
" Kamu tau siapa kami? Kami adalah Tujuh Dewi Kecapi yang berasal dari North Planet." Salah satu dari Tujuh Dewi Kecapi dengan bangga memperkenalkan diri, berharap agar Liu Ryu memilih untuk menyingkir.
Namun bagi Liu Ryu, sama sekali tidak peduli dengan asal dari Tujuh Dewi Kecapi, karena dia tidak akan membiarkan siapapun yang berani mengusik Istrinya.
" Absolut Kehampaan, Pemecah Kekosongan."
Creeessh!
Sebuah jaring raksasa muncul dari ruang hampa, mengarah ke atas kepala Ma Gui Lie dan 18 Immortal lainnya.
" Gawat."
Ma Gui Lie dan 18 Immortal lainnya terlihat pucat, karena kemunculan jaring raksasa seakan mengurung mereka.
Craaakk!
Aarrgggh!
Ma Gui Lie dan 18 Immortal meraung keras, karena jaring raksasa seakan mengoyak kulit mereka.
Dengan sekuat tenaga, Ma Gui Lie dan 18 Immortal lainnya menggunakan kekuatan penuh untuk melepaskan diri dari jaring raksasa yang terus menggerogoti tubuh mereka.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, Ma Gui Lie dan 18 Immortal meloloskan diri dari jaring raksasa, sambil menatap ke arah Liu Ryu dengan penuh kehati-hatian.
Meskipun Ma Gui Lie dan 18 Immortal bisa meloloskan diri dari jaring raksasa, namun tenaga mereka berkurang secara drastis.
" Absolut Kehampaan, Pelahap Kekosongan."
__ADS_1
Buussshh!
Sebelum Ma Gui Lie dan 18 Immortal mengatur napasnya, Liu Ryu kembali menciptakan lobang hitam di depan pihak lawan.
Buussshh!
Pada saat yang bersamaan, lobang hitam langsung menghisap tubuh Ma Gui Lie dan 18 Immortal, membuat mereka tidak sempat menghindar.
" Apa-apaan ini?" Ma Gui Lie memasang wajah jelek karena Liu Ryu benar-benar tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk memulihkan diri ataupun melakukan serangan balik.
Merasakan tubuh mereka seakan terhisap ke dalam lobang hitam, Ma Gui Lie dan 18 Immortal mengerahkan seluruh kekuatannya untuk meloloskan diri.
" Baru saja datang ke Dunia Tiantang ini, tidak menyangka para Immortal ini sudah menyambut kedatanganku." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah 19 Immortal yang berusaha membebaskan diri dari hisapan lobang hitam.
Wuush! Wuush! Wuush!
Tidak ingin membuang waktu, Liu Ryu langsung menembakan setetes darahnya ke arah 19 Immortal.
" KURANG AJAR! BERANINYA KAMU MENJADIKAN KAMI SEBAGAI PIL?"
Aarrgggh!
Ma Gui Lie dan 18 Immortal berteriak keras, merasakan seluruh tubuh mereka seakan terbakar, hingga secara perlahan mulai mengecil hingga berubah menjadi Pil Inti Jiwa.
Di sisi lain, Xie Hua dan yang lain yang sudah mampu bangkit berdiri, langsung melesat ke arah Liu Ryu untuk melepaskan kerinduan mereka.
" Suamiku." Satu-persatu Istri Liu Ryu memeluk tubuh suaminya, dengan penuh kebahagiaan.
Adegan tersebut berlangsung cukup lama, namun Liu Ryu menghentikan sesaat, karena masih ada hal yang harus mereka lakukan.
" Istriku, kamu ambil Tujuh Dewi Kecapi itu untuk meningkatkan Kultivasimu." Liu Ryu meminta kepada Jiang Caiping untuk mengambil enam Pil Inti Jiwa dari keenam wanita sebelumnya.
" Mmmmm." Jiang Caiping mengangguk kecil, lalu melesat ke arah enam Pil Inti Jiwa yang melayang di udara.
Setelah mengambil keenam Pil Inti Jiwa, Jiang Caiping langsung melesat ke arah salah satu dari Tujuh Dewi Kecapi yang masih tersisa di tempat yang cukup jauh.
Saat Jiang Caiping menyelesaikan tugasnya, Liu Ryu mengambil Pil Inti Jiwa dari Ma Gui Lie dan meminta kepada Xie Hua dan Nan Sian untuk mengambil Pil Inti Jiwa yang lainnya.
__ADS_1
Pil Inti Jiwa tidak seperti Pil lainnya, karena hanya bisa digunakan oleh seseorang yang mengambilnya saja.
Karena itulah Liu Ryu meminta kepada Xie Hua, Nan Sian dan Jiang Caiping untuk mengambil masing-masing Pil Inti Jiwa.
Setelah selesai mengambil Pil Inti Jiwa, Liu Ryu langsung melesat ke arah Kekaisaran Ma, lalu merentangkan kedua tangannya.
" Sekarang Kekaisaran Ma Akan dihilangkan dari Dunia Tiantang."
Buussshh!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu menyatukan kedua telapak tangannya, hingga seluruh wilayah Kekaisaran Ma lenyap dan hanya meninggalkan tanah gersang.
Selesai menghapus Kekaisaran Ma, Liu Ryu kembali membawa Istrinya menuju ke Istana Kekaisaran Atas Awan.
Saat berada di Istana Kekaisaran Atas Awan, Liu Ryu memperkenalkan keempat istrinya kepada Xie Hua dan istrinya yang lain.
" Tidak menyangka kepergianmu justru membawa empat Istri sekaligus." Xie Hua dan yang lain menggelengkan kepala, karena kepergian Liu Ryu tidak seperti yang mereka pikirkan.
" Tidak masalah... Asalkan di hatimu selalu ada kami." Sheng Zhishu ikut menimpal, sambil menatap ke arah keempat wanita berparas cantik di depannya.
Di sisi lain, Liu Ryu menghela nafas berat, karena dia dapat merasakan aura dari Istri dan selirnya masih tertinggal di tubuh Xie Hua dan yang lainnya.
" Paling tidak, aku masih bisa merasakan kehadiran mereka, meskipun aku tidak bisa melihat mereka lagi." Pikir Liu Ryu, sambil menatap ke arah Istrinya secara bergantian.
Saat suasana menjadi hening, Xie Hua mulai bercerita tentang apa yang terjadi pada saat Liu Ryu terseret ke dunia lain.
Meskipun dari raut wajah Liu Ryu terlihat tenang, namun perasaannya begitu sedih, karena ratusan Istri dan selirnya harus mengorbankan diri untuk keselamatan Xie Hua dan yang lainnya.
" Suamiku... Maafkan aku, karena tidak bisa menyelamatkan anak kita." Xie Hua dan Nan Sian begitu bersedih karena janin yang dikandungnya tidak bisa diselamatkan saat mereka menerobos ranah half Immortal tahap awal.
Sebuah kekurangan dan kelebihan tersendiri bagi para Immortal, mereka tidak bisa lagi membuahkan janin, karena para Immortal sudah menggunakan konsep penciptaan.
Sedangkan pada saat melakukan hubungan badan, hanya untuk meningkatkan Kultivasi ataupun memenuhi kebutuhan biologis mereka saja.
" Kesedihan yang mendalam tidak bisa menyelesaikan masalah. Kita harus lebih kuat lagi untuk menyelamatkan makhluk hidup."
" Dengan demikian kita juga telah menyelamatkan keturunan kita yang berada di Dunia Abadi." Liu Ryu tidak ingin larut dalam kesedihan, karena dia harus mengubah aturan alam semesta.
__ADS_1