
Sementara di tempat yang lain, Liu Ryu dan Istrinya sedang berada di pinggir kabut beracun, dimana sudah mereka beli dari Kekaisaran Taiyang.
" Suamiku, apa wilayah kabut beracun ini sangat luas?" Tanya Sheng Zhishu.
" Jika untuk membuat empat kota, cukup membantu. " Sebelum Liu Ryu menjawab, Tai Bai menjelaskan luas kabut beracun tersebut.
Tai Bai juga menceritakan bahwa dia mendapatkan Pagoda Neraka berasal dari wilayah kabut beracun tersebut, saat ditugaskan oleh gurunya untuk berburu Laba-laba Ungu.
Hanya Laba-laba Ungu saja yang mendiami wilayah kabut beracun, karena racun berwarna ungu merupakan Sumberdaya mereka untuk meningkatkan Kultivasi juga memperkuat racun laba-laba.
" Hmmm... Nampaknya kabut ini hampir mirip dengan asap racun Kultivasi." Xie Xian yang menggunakan teknik Kultivasi Terbalik, tentu dapat merasakan bahwa racun tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan Kultivasinya.
" Aku tau itu. Hanya saja kamu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyerap semua racun di tempat ini."
Bersamaan dengan ucapannya, Tai Bai mengeluarkan Pagoda Neraka miliknya, lalu menancapkan ke wilayah kabut beracun tersebut.
Begitupun dengan Liu Ryu, juga mengeluarkan Pagoda Jiwa miliknya untuk membersihkan wilayah tersebut dari kabut beracun.
Wuush! Wuush!
Kedua Pagoda tersebut menghisap kabut beracun, lalu memindahkan ke Dunia Quzhu tepat dimana asap racun Kultivasi pernah ditempatkan.
Secara perlahan asap tersebut mulai menipis, dimana Liu Ryu dan Tai Bai menggunakan kekuatan spiritual mereka untuk mempercepat penyerapan kabut beracun.
" Sepertinya kita memiliki pekerjaan lain." Ucap Xie Xian sambil menatap ke arah beberapa Laba-laba Ungu yang mulai berdatangan.
Tentu Laba-laba Ungu tidak terima jika wilayah mereka dikuasai oleh orang lain.
Dengan sebuah anggukan, semua Istri Liu Ryu menyambut kedatangan kelompok Laba-laba Ungu untuk melindungi Liu Ryu dan Tai Bai yang sedang membersihkan wilayah tersebut.
" Cukup membantu." Gumam Liu Ryu, saat menyaksikan semua Istrinya yang bergerak dan membunuh kelompok Laba-laba Ungu.
Hanya Xie Xian, Nan Sian dan Jiang Caiping yang tidak ada di tempat itu, karena mereka mengurus Istana Kekaisaran Atas Awan dan Assosiasi Senjata.
" Suamiku, kamu jangan meremehkan Laba-laba Ungu. Jumlah mereka sangat banyak." Tai Bai menjelaskan kepada Liu Ryu bahwa jumlah Laba-laba Ungu sangat banyak.
__ADS_1
" Oh..." Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya, lalu memeriksa keadaan sekitar.
Sesaat Liu Ryu dan Istrinya merasakan ada beberapa Laba-laba Ungu mulai berdatangan menuju ke arah mereka.
" Istriku, gunakan Penjara Abadi." Liu Ryu meminta kepada istrinya.
" Mmmm." Xin Chie dan yang lain mengangguk, lalu mengaktifkan Penjara Abadi.
Wuush! Wuush! Wuush!
Saat beberapa sosok Laba-laba Ungu mulai muncul, saat itu juga mereka langsung berpindah tempat ke Penjara Abadi.
" Suamiku, kalian licik juga." Tai Bai menggelengkan kepala, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Meskipun sebelumnya Tai Bai dan saudarinya sudah mengetahui tentang Penjara Abadi, namun baru kali ini melihat secara langsung bagaimana cara menggunakannya.
" Tapi tidak semuanya yang bisa ditarik ke Penjara Abadi." Liu Ryu menjelaskan bahwa Penjara Abadi bisa bekerja pada tingkatan tertentu.
Butuh waktu lama untuk membersihkan wilayah tersebut, hingga memakan waktu selama dua bulan, karena wilayah kabut beracun sangat luas.
Setelah membersihkan wilayah kabut beracun, Liu Ryu mengirimkan pesan jiwa kepada Pasukan Semesta.
Tidak lama kemudian, Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta satu-persatu bermunculan di depan Liu Ryu dan Istrinya.
" Shuijing, Jiu... Coba kalian periksa di pantai bagian sana! Apa tempat ini bisa dijadikan pelabuhan." Liu Ryu yang berada di bibir pantai langsung menunjuk ke arah lautan.
" Baik tuan muda." Jawab mereka serempak, lalu terbang ke arah lautan.
Sementara itu Pasukan Semesta yang lain langsung menuju ke arah perbatasan untuk melanjutkan dalam pembuatan tembok.
Tidak hanya itu, Long bersaudara juga memberitahukan kepada ayah mereka masing-masing karena Ras Naga Laut lebih senang berada di lautan.
" Dengan begini, aku rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi " Ucap Liu Ryu sambil memperhatikan bawahannya yang sedang membuat tembok.
Karena sudah memiliki wilayah yang cukup luas, Liu Ryu meminta kepada Kaisar Gu Fan untuk membangun Istananya di gerbang bagian timur yang langsung berbatasan dengan Kekaisaran Han.
__ADS_1
Untuk lima Kerajaan yang lain, Liu Ryu juga menempatkan di wilayah gerbang utara, yang kebetulan berbatasan dengan Kekaisaran Taiyang.
Sedangkan Kekaisaran Atas Awan itu sendiri berada di bagian barat, namun memiliki wilayah yang lebih luas, hingga berbatasan dengan Kekaisaran Han dan Kekaisaran Taiyang.
Untuk kelima Kerajaan Naga Laut, memiliki wilayah tersendiri, karena mereka sudah berpindah tempat ke dasar lautan yang berada di wilayah barat.
" Suamiku, apa kamu ingin membuat pelabuhan sendiri di bagian bibir pantai?" Tanya Sun Yueyue, karena sebelumnya Liu Ryu meminta kepada prajurit Naga Laut untuk membersihkan wilayah lautan yang dangkal.
" Ya... Aku ingin membuat pelabuhan sendiri untuk kemajuan Kekaisaran Atas Awan." Liu Ryu sudah mempertimbangkan semuanya.
Dengan banyaknya bebatuan yang mereka bawa dari Benua Dongwei, maka mereka tidak kesulitan untuk membuat tembok raksasa, dimana akan dikerjakan oleh seluruh Kekaisaran Atas Awan dan Kekaisaran Gu.
Begitupun dengan Kerajaan yang lain, dimana terlihat bersemangat untuk melakukan pekerjaan di wilayah masing-masing.
Tidak ada yang mengetahui rencana mereka, karena Liu Ryu dan Istrinya menutup semua akses di wilayah mereka, sebelum sudah siap dalam segi kekuatan.
Xie Hua dan Nan Sian yang merupakan Permaisuri Kekaisaran Atas Awan, juga meminta kepada para prajurit untuk membuat jalan menuju kota pelabuhan yang mereka bangun.
Dengan demikian dua Kekaisaran dan Lima Kerajaan bisa saling terhubung dengan adanya pembuatan jalan bagi para pendatang nantinya.
" Haaah... Ternyata untuk mengatur pemerintahan, jauh lebih sulit daripada bertarung." Liu Ryu menghela nafas berat karena untuk mengaturnya.
Beruntung Nan Sian dan Istrinya yang lain sangat faham dengan kepemerintahan, sehingga merekalah yang mengambil keputusan.
" Suamiku, kamu tidak perlu khawatir. Kamu fokus saja pada Assosiasi Senjata. Keberadaan Assosiasi Senjata sepertinya sangat cocok untukmu." Nan Sian tersenyum lebar sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Meskipun Liu Ryu sangat cerdas untuk mengendalikan bisnis, namun untuk mengatur tatanan wilayah Kekaisaran, kurang efektif.
Tentu saja Liu Ryu kurang memahami pengaturan penataan wilayah, karena dia bukan terlahir dari keluarga Istana.
" Baiklah, untuk masalah ini aku serahkan kepada kalian. Aku pergi dulu ke Assosiasi Senjata." Ucap Liu Ryu, lalu menghilang dari pandangan, menuju ke Assosiasi Senjata yang berada di kota Lanshui.
Di Assosiasi Senjata juga sangat ramai dikunjungi oleh para Kultivator dari berbagai kota.
Bahkan setiap Klan juga semakin gencar melakukan misi untuk mendapatkan Sumberdaya agar bisa membeli senjata yang ada di Assosiasi Senjata.
__ADS_1