
Jenderal Iblis Merah dengan buru-buru mengarahkan kedua telapak tangannya untuk memblokir serangan dari Liu Fenglu.
" Sihir Iblis Merah, Gerbang Darah."
Duuung!
Sebuah tameng berwarna merah darah muncul di depan Jenderal Iblis Merah, yang sudah menggunakan kekuatan penuh.
Bboooom!
Sebuah bola angin bersarang pada tameng raksasa, menciptakan ledakan yang sangat kuat, hingga wilayah sekitar bergetar hebat.
Traaang!
Tameng raksasa tidak mampu menahan beban dari bola angin, hingga hancur berkeping-keping.
" Bagaimana mungkin?" Jenderal Iblis Merah seakan tidak percaya, jika tameng raksasa ciptaannya bisa dihancurkan.
Jenderal Iblis Merah terlihat pucat, karena merasa hidupnya sudah tidak lama lagi, sehingga dia sudah pasrah menanti ajalnya.
Bboooom!
Bola Kehampaan yang membentur tameng raksasa, kembali bersarang pada tubuh Jenderal Iblis Merah, hingga terpental belasan kilometer.
" Absolut Angin, Raga Tanpa Wujud."
Wuush!
Merasakan bahwa Jenderal Iblis Merah masih hidup, Liu Fenglu langsung melesat ke arah Jenderal Iblis Merah yang sudah tergeletak di tanah.
" Aku tidak terima." Jenderal Iblis Merah menatap ke arah Liu Fenglu, dengan sisa tenaganya, yang sudah tidak berdaya.
" Untung saja suamiku sudah mengajarkan kami untuk menciptakan Pil Inti Jiwa."
Buussshh!
Bersamaan dengan ucapannya Liu Fenglu menembakkan setetes darahnya, hingga dalam hitungan detik, tubuh Jenderal Iblis Merah diselimuti cahaya berwarna keemasan dan mulai mengecil hingga membentuk sebuah Pil.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu mengambil Pil Inti Jiwa, lalu memasukkan ke Cincin pemulihan miliknya.
__ADS_1
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Liu Ryu dan yang lain juga terlihat menyelesaikan pertarungan mereka, lalu berkumpul kembali di atas awan.
" Suamiku, apa kita langsung pergi ke duniamu?" Tanya Liu Yunxia, saat mereka sudah berada di atas awan.
" Ya... Aku sudah lama meninggalkan rumahku dan Istri-istriku. Suatu saat kita akan kembali kesini untuk pergi ke alam dewa." Ucap Liu Ryu, lalu membawa keempat istrinya menuju ke sebuah tempat yang terdapat portal teleportasi.
Beruntung Liu Ryu memiliki ingatan yang tajam, sehingga dia bisa mengetahui letak portal teleportasi yang tercipta dari alam semesta.
" Kita pergi ke daratan Efhoria terlebih dulu, untuk mengambil sesuatu." Ucap Liu Ryu, lalu mengibaskan tangannya hingga terlihat sebuah portal teleportasi yang melayang di udara.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu membawa mereka masuk ke dalam portal teleportasi yang berbentuk cincin raksasa, hingga dalam hitungan detik, mereka telah berpindah ke daratan Efhoria.
" Suamiku, dari mana kamu bisa mengetahui letak portal teleportasi?" Tanya Dewi Arinia, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
" Aku menemukannya secara kebetulan." Jawab Liu Ryu, lalu melesat ke sebuah arah.
Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan keempat Istrinya telah sampai di tempat pohon pengetahuan yang pernah mereka temui sebelumnya.
Wuush!
Tanpa basa-basi, Liu Ryu menembakkan setetes darahnya ke arah pohon pengetahuan, membuat pohon pengetahuan sontak kaget.
" Keberadaan mu disini bisa menyesatkan makhluk hidup." Liu Ryu tidak ingin para makhluk terbuai dengan perkataan pohon pengetahuan yang menganggap dirinya bisa membawa kedamaian bagi makhluk hidup.
Buussshh!
Liu Ryu menggunakan kekuatan spiritual miliknya, membuat pohon pengetahuan mulai mengecil hingga berubah menjadi sebuah Pil.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu mengambil Pil tersebut, lalu melahapnya, untuk menambah kecerdasannya.
" Waktunya untuk pulang." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu membawa keempat istrinya terbang ke arah yang lebih tinggi lagi, seraya mengibaskan tangannya.
Saat itu juga terlihat portal teleportasi berbentuk cincin raksasa yang merupakan penghubung antar dunia.
Keempat Istri Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, karena suami mereka sudah mengetahui rahasia di Planet Bumi.
Karena Liu Ryu dan keempat Istrinya sudah mencapai ranah half Immortal, tubuh mereka tidak mengalami goncangan apapun, sehingga mereka sudah bisa melintasi dunia yang lain.
" Apa itu portal teleportasi menuju Dunia Tiantang?" Tanya Liu Yunxia.
__ADS_1
" Tidak! Portal teleportasi ini hanya terhubung ke dunia fana. Kebetulan dunia fana adalah tempat asalku." Ucap Liu Ryu, lalu masuk ke dalam portal teleportasi, hingga dalam hitungan detik telah berpindah tempat ke dunia fana.
Di dunia fana, Liu Ryu hanya melihat sekilas, tempat tinggal Sekte Lembah Persik yang pernah dia dirikan sebelumnya.
" Mungkin aku akan memulainya dari sini." Gumam Liu Ryu, lalu meletakkan beberapa Sumberdaya agar bisa digunakan oleh para Kultivator.
Selain itu, Liu Ryu juga meletakkan satu pedang ciptaannya dan berharap suatu hari nanti ada seorang Kultivator bisa melampaui batasannya.
" Pedang ini akan aku namakan PEDANG SERIBU BINTANG. Suatu saat ada orang yang mengambilnya, meskipun berpindah-pindah tangan." Saat meletakkan Pedang Seribu Bintang di sebuah tempat, Liu Ryu kembali menuju portal teleportasi yang lain agar bisa pergi ke Dunia Setengah Abadi.
Saat berada di Dunia Setengah Abadi, Liu Ryu juga meletakkan beberapa Sumberdaya beserta satu pedang ciptaannya.
Dari semua dunia yang dikunjungi, Liu Ryu terus meletakkan Sumberdaya dan satu pedang ciptaannya, karena dia ingin melihat para Kultivator bisa mengembangkan bakatnya dan melampaui batasannya.
" Suamiku... Kenapa kamu meletakkan Sumberdaya dan pedang di lima dunia yang kita kunjungi?" Dewi Arinia merasa heran karena Liu Ryu selalu meletakkan Sumberdaya dan pedang di setiap dunia yang mereka lewati.
" Aku berharap akan ada peradaban baru. Namun sebelum itu, aku akan menyiapkan segalanya agar semua makhluk hidup bisa memilih jalannya sendiri, tanpa terikat belenggu dari para penguasa." Jawab Liu Ryu, lalu melesat ke arah portal teleportasi yang lain.
*******
( Dunia Tiantang )
Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain, kini sedang berkumpul untuk membahas Kekaisaran Ma yang ingin menyerang Kekaisaran Atas Awan dengan bantuan para Immortal.
" Kita sudah banyak kehilangan pasukan, akibat kejadian sebelumnya." Xie Hua memasang wajah serius, karena kali ini Kekaisaran Ma meminta bantuan kepada para Immortal dari Planet yang lain.
Meskipun tingkat Kultivasi para Immortal akan ditekan menjadi Bintang Dewa, namun sangat merepotkan jika jumlah mereka cukup banyak.
" Caiping... Apa yang kamu ketahui dari Kekaisaran Ma?" Tanya Xie Hua.
" Sebenarnya hanya Ma Gui Lie saja yang sangat kuat. Namun dia meminta bantuan kepada 19 Immortal yang lain." Jiang Caiping menghela nafas berat, karena hanya tersisa 15 orang.
Itu artinya mereka membutuhkan lima orang untuk menghadapi Kekaisaran Ma yang berjumlah 20 Immortal.
Sedangkan untuk para prajurit, Xie Hua dan yang lain tidak merasa khawatir, karena masih banyak memiliki Bintang Kaisar.
" Semoga saja suami kita cepat kembali." Nan Sian terlihat khawatir, karena situasi tersebut sama sekali tidak terduga.
Jika saja para prajurit Kekaisaran Atas Awan yang sudah mencapai Bintang Dewa tidak dijadikan sebagai Pil Inti Jiwa oleh para penguasa Planet, maka Xie Hua dan yang lain tidak merasa khawatir.
__ADS_1